
“Dia pikir siapa dia itu, berani mengajak jalan kekasihku, huh?!” gerutu Andy.
Kemudian dia membaca pesan lain lagi, yang membuat darahnya semakin mendidih bak kuah sup yang masih panas.
Terima kasih makan siangnya, masakanmu sungguh enak, beruntungnya aku dapat merasakan masakanmu, yang sama seperti masakan ibuku.
“Cih, jika kau rindu dengan masakan ibumu, pulanglah ke rumah dan suruh ibumu untuk memasaknya, jangan seenaknya menyuruh kekasihku, sialan. Memangnya kekasihku itu ibumu?!”
Jika di dalam sebuah komik, mungkin saat ini di dahi Andy muncul sebuah perempatan bentuk sudut siku-siku, tapi bersyukurlah dunia yang Andy huni bukanlah dunia komik atau manga, sehingga jika ia sedang kesal, tidak akan sampai berubah menjadi Kurama si musang ekor sembilan.
“Apa selama ini Sunny bermain dibelakangku?” gumam Andy.
“Apa kurangnya aku, jelas-jelas aku lebih tampan darinya, bahkan dengan style seperti ini pun aku tetap tidak kalah tampan dari perawat itu, soal materi tentu aku jauh lebih unggul, bahkan jika seandainya Sunny meminta sebuah pesawat pun akan aku belikan, kalau perlu pabrik pesawat pun akan aku belikan!”
Andy masih uring-uringan tidak jelas di ruangannya, sangat beruntung ruangan Andy merupakan ruangan yang kedap suara. Jika tidak, mungkin orang akan mengira ia adalah pasien rumah sakit jiwa yang telah lama hilang.
Sebaliknya Sunny masih merasa sedih dengan sikap Andy terhadapnya. Salah apa dirinya hingga sang kekasih pujaannya mendiamkannya, di mana Andy yang lembut dan perhatian terhadapnya?
Ia melupakan rasa sedihnya dengan mencoba fokus bekerja kembali, tetapi jauh di dalam lubuk hatinya ia berharap Andy mau berbaikan dengannya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kendrick merasa kesal setengah mati, karena proposalnya ditolak oleh Jonathan, padahal Jonathan adalah target utamanya, jika ia berhasil menggaet, Jonathan sebagai investor, maka akan banyak perusahaan lain yang ikut menanamkan modal pada proyeknya.
“Argh... Sial. Bagaimana dia bisa berpendapat demikian, dia bisa membuat proyek yang aku susun dengan matang itu menjadi berantakan!” marah Kendrick.
Kita tinggalkan Kendrick dengan perasaan kesal dan umpatan indahnya saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini di kediaman Triton, sedang terjadi keriuhan, ya walaupun yang di rumahnya hanya ada beberapa orang tamu, tetapi bagi Cleo dan Triton rumahnya serasa dipenuhi peserta demonstrasi.
“Kyaaa, lihat wajahnya sangat tampan sekali. Sepertinya besok kita akan berbesan, aku ingin anakmu menjadi menantuku!” ujar Galatea mutlak.
“Jelas saja dia tampan, beginilah yang namanya kualitas benih unggulan, jika dia tidak tampan sudah pasti dia bukan anakku,” sombong Triton pada Galatea.
“Semoga saja anakmu tak seperti ayahnya, dan juga Uncle-nya, Cleo.” ujar Galatea.
“Aku harap begitu,” jawab Cleo.
“Sayang, mengapa kau tega?” rengek Triton.
“Aku hanya bercanda, kau itu kenapa, sih?”
“Aku tetap saja tidak suka, kau seperti tak sayang padaku.”
“Dasar bayi kolot, baru seperti itu saja merajuk!” ejek Galatea.
“Diam kau!” sentak Triton pada Galatea.
“Sudahlah begitu saja diributkan, kalian seperti anak kecil saja,” komentar Angelo.
“Dia yang memulai, aku yang disalahkan, kau ini bagaimana?” gerutu Galatea.
Sementara Angelo dan Cleo hanya tersenyum paksa. Ya mereka harus bersabar jika menghadapi pertengkaran kedua sahabat ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sunny, sedang beristirahat sekarang tiba-tiba ponselnya mendapat sebuah pesan.
Aku menunggumu di taman seperti biasa.
Sunny yang melihat pesan tersebut bergegas keluar menuju taman, sebelumnya dia sudah berpamitan pada pegawai lainnya dan mengatakan bahwa ia akan pergi sebentar.
Andy yang melihat Sunny pergi pun hanya mendengus, tetapi membiarkannya. Ia hanya ingin melihat apa yang dilakukan Sunny bersama pria itu di belakangnya.
Kemudian ia mengeluarkan sepedanya dan membuntuti Sunny dari belakang dengan memberi jarak.
Sampailah ia di taman, dengan mengendap-endap, Andy melihat interaksi mereka berdua.
“Apa yang ingin kau bicarakan, kenapa mengundangku kemari?” tanya Sunny.
“Sebenarnya ada yang ingin kusampaikan padamu,” ujar pria itu pada Sunny.
“Katakan saja apa yang ingin kau katakan,” sahut Sunny tak sabar.
Pria itu terdiam membisu, tangannya saling bertautan, ia merasa gelisah, hendak bicara jujur atau tetap memilih bungkam.
Lama Sunny menunggu, hingga pria tersebut menghadapkan tubuhnya ke arah Sunny, dan memegang tangan wanita manis itu. Sunny pun terkejut karena tiba-tiba pria itu menggenggam tangannya.
Sementara itu, Andy yang melihat semuanya dari balik pohon yang jaraknya lumayan jauh dari mereka, mengepalkan tangannya.
“Sialan berani-beraninya dia menggenggam tangan kekasihku, sepertinya ia ingin merasakan tangannya dipatahkan, bukan?!” gumam Andy sambil menggerutu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
“A-apa yang kau lakukan?” tanya Sunny terbata.
“Sunny, aku tahu mungkin ini terlalu cepat untuk kita, tapi aku sudah tak mampu untuk menahannya lebih lama lagi. Aku mencintaimu, Sunny. Maukah kau menjadi kekasihku?” ujar pria itu pada Sunny.
Sunny terperangah ketika mendengar pernyataan dari pria di depannya itu.
“A-aku—,” jawab Sunny tergagap.
“Jadi, ini yang kau lakukan selama ini di belakangku, Sunny?” tanya Andy yang tiba-tiba sudah berada di depan Sunny entah sejak kapan.
“Andy?” Sunny merasa terkejut dengan kehadiran kekasihnya.
“Kau bukannya pemuda yang mengunjungi Panti Jompo bersama Sunny itu, ada hubungan apa kau dengan kekasihku, menganggu waktu romantis kami saja?” tanya pria tersebut pada Andy.
“Kekasihmu, huh, Sunny bukanlah kekasihmu, karena dia adalah milikku?!” tekan Andy.
Pria itu tertawa nyaring, “Ha-ha-ha... Sunny kekasihmu, kau pasti sedang berhalusinasi, maksudku, lihat Sunny ia terlihat begitu cantik dan menawan, sementara kau, kau hanya mirip raksasa yang buruk rupa, apa benar Sunny ini kekasihmu?”
Mendengar cibiran pemuda di depannya ini sontak membuat wajah Andy mengeras.
“Sabar, kau harus bisa menahan emosimu kali ini, jangan sampai rencanamu gagal hanya karena bocah tengik yang sok itu, lihat saja nanti, akan kupastikan ini adalah hari terakhirmu tertawa lepas,” batin Andy.
“Hei, sudah cukup! Andy memanglah kekasihku, jadi maaf aku tak bisa menerimamu, karena aku sudah memiliki Andy,” ujar Sunny menengahi.
Andy menyeringai mendengar jawaban Sunny, sementara pria yang mengutarakan perasaannya melotot tak percaya.
“Bagaimana mungkin kau bisa berpacaran dengan laki-laki miskin seperti dia? Lihat saja, penampilannya sama sekali tidak menunjukkan orang dari kalangan atas, sudah jelek, miskin pula!” pria itu merendahkan Andy terang-terangan.
“Apa katanya miskin, yang miskin itu aku atau dirimu? Jika dirimu kaya, tak mungkin kau repot-repot bekerja menjadi perawat di Panti Jompo, bukan. Apa dirinya tak memiliki kaca, dasar miskin teriak miskin?!” batin Andy menggerutu disertai dengan umpatan.
“Putuskan saja ia, lebih baik kau denganku Sunny, masa depanmu akan lebih jelas, jika bersamaku,” ujar pria tersebut sembari membujuk Sunny agar memutuskan Andy.
“Ya, masa depan Sunny akan jelas jika bersamamu, jelas suramnya,” batin Andy lagi.
“Aku tidak bisa, aku tidak bisa memutuskan atau pun meninggalkannya—karena aku mencintainya—,” jawab Sunny.
“A-apa?” tanya pria itu tak percaya, sementara Andy sudah tersenyum penuh kemenangan.
“—maka dari itu, aku tidak bisa menerimamu, lebih baik kau mencari wanita atau gadis lain, yang mungkin bisa menerimamu dengan tulus.” jawab Sunny sambil menarik tangan Andy untuk bergegas meninggalkan taman.
Andy pun menatap pria tersebut dengan pandangan congkak, ia merasa menang. Sunny dan Andy meninggalkan pria itu di taman sendirian.
“Sial, lihat saja Sunny aku pasti bisa merebutmu dari lelaki buruk rupa itu!” batin pria tersebut.
Sesampainya di restoran, Andy berubah menjadi dingin pada Sunny dan diam seribu bahasa, entahlah, ia merasa masih kesal dengan kejadian di taman tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andy langsung menghubungi seseorang, begitu ia masuk ruangan.
“Halo, Kak?”
“Jupiter, aku butuh bantuanmu.”
“Bantuan apa lagi kali ini?”
“Tolong temukan seseorang dan habisi nyawanya untukku, aku akan mengirimkan fotonya padamu nanti, atau kau bisa menerornya, akan kuberikan nomor telepon bocah tengik itu untukmu!”
“Wow,Bung santailah sedikit! Berikan aku nomornya, kami akan melakukannya untukmu, ingat harus ada bonus spesial di setiap misi,” ujar Jupiter.
“Kau tahu aku tak pernah ingkar janji?”
“Baiklah-baiklah. Itu baru kakakku, segera kirimkan nomornya, aku akan melacaknya dan kami akan bersenang-senang.”
Sambungan terputus segera saja Andy mengirimkan sebuah nomor telepon, agar bisa dilacak oleh Jupiter beserta dengan fotonya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu di kediaman Jupiter ia sedang menunggu pesan dari Rain. Tak lama ponselnya berbunyi, ternyata pesan dari Rain.
“Baiklah mari kita mulai bekerja!” gumam Jupiter, ia mulai melacak dan menghubungi anggota Red Stars lainnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di dalam ruangannya Andy hanya memantau apa yang dilakukan oleh anak buahnya.
“Lihat saja, sebentar lagi dirimu akan hancur,” gumam Andy menyeringai kejam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, saat pria yang mendekati Sunny itu hendak berangkat bekerja, tiba-tiba ada yang membekap mulutnya dengan saputangan yang dilumuri dengan obat bius.
“Hah, merepotkan saja, kenapa kita harus menculik dan menghabisinya?”
“Kata Tuan Muda Jupiter kita harus membawa orang ini sesuai perintah Tuan Muda Rain.”
“Hah mari kita selesaikan ini dengan cepat,” ujar orang-orang yang membawa perawat Panti Jompo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat yang gelap perawat yang di sebuah Panti Jompo itu terbangun. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya namun sulit, setelah ia sadar sepenuhnya ternyata tangan dan kakinya terikat.
“Halo, kau sudah sadar rupanya, pasti bertanya-tanya mengapa kau bisa berada di sini, bukan?” tanya Jupiter.
“Siapa kau, aku tidak mengenalmu?!”
“Kau tak perlu mengetahui siapa kami sebenarnya, yang hanya perlu kau ingat adalah jangan pernah mendekati Sunny Adelia!” peringat Jupiter.
“Memang siapa kau, dan apa hubunganmu dengan Sunny, Sunny adalah milikku!”
“Milikmu? Ha-ha-ha.. sangat lucu, kau hanya seseorang dari kelas rendah yang hanya bekerja di sebuah Panti Jompo, itu sangat jelas bahwa kalian sangatlah tidak cocok. Sunny hanya pantas dengan Bos kami.”
Perawat itu merasa terhina dengan kata-kata Jupiter, berani-beraninya mereka merendahkannya.
“Kenapa, kau merasa terhina, ya. Bukankah kau juga pernah menghina seorang pemuda berpenampilan Nerd, kau bahkan mengatakan bahwa pemuda itu hanya pemuda miskin dan jelek?” ujar Jupiter lagi.
Perawat itu membelalakkan matanya, ketika Jupiter mengetahui bahwa ia pernah merendahkan kekasih Sunny.
“Kenapa, kau terkejut, ya?” ledek Jupiter.
“Itu bohong, aku tidak pernah merendahkan orang lain!” teriaknya.
Jupiter naik pitam, dia langsung melayangkan tendangan pada kepala perawat tersebut. “Beraninya kau berteriak padaku, kau pikir kau siapa?!”
Perawat itu meringis kesakitan.
“Kalian habisi dia, hilangkan jejaknya!”
“Siap Tuan Muda!” jawab mereka.
Mereka langsung membawa perawat tersebut, untuk dieksekusi.
Setelah selesai, Jupiter menghubungi Rain, “Tugasku selesai, Kak. Jangan lupa bayarannya.”
“Bagus, aku sudah mentransfer uangnya untukmu dan untuk mereka.”
“Terima kasih!” seru Jupiter.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu, saat ini Sunny dan Andy sedang bicara empat mata.
“Apa arti diriku, bagimu?” tanya Andy.
“Tentu saja, kau kekasihku,” jawab Sunny.
“Lalu mengapa kau jalan dengan pria lain, tanpa sepengetahuanku, apa kau bosan padaku, apa karena aku hanya pemuda biasa?”
“Aku sayang padamu, Andy.”
“Jika kau sayang dan mencintaiku, kau tak mungkin menyembunyikan apa pun dariku, seharusnya kau lebih jujur dan terbuka. Karena kejujuran adalah landasan sebuah hubungan, Sunny! Jika kau sudah tidak mencintaiku, mungkin kita break dulu saat ini, untuk introspeksi masing-masing.”
Mata Sunny berkaca-kaca. Baru kali, ini ia melihat Andy marah padanya hingga bicara dengan suara tinggi.
“Andy, kau tidak serius, bukan?”
“Kau yang membuatku mengambil keputusan ini, Sunny.” setelah mengatakan itu, Andy pergi meninggalkan Sunny.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dua minggu lamanya hubungan Sunny dan Andy merenggang, mereka tak pernah bertegur sapa.
Sunny merasa tidak betah bekerja di restoran tersebut, ia menjadi tidak fokus dalam bekerja, hingga ia memutuskan untuk hengkang dari restoran tersebut.
Ia menemui Andy, dan menyampaikan maksud akan hengkangnya dia dari restoran tersebut.
“Kau serius ingin hengkang?” tanya Andy.
“Aku memutuskan hengkang, bukan karena aku membencimu, aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri, sekaligus mengembangkan bakatku, saja,” jelas Sunny.
Andy berusaha memahami Sunny. Mungkin Sunny benar-benar ingin berusaha sendiri dengan mengembangkan bakatnya.
“Baiklah, jika itu keputusanmu, jika kau membutuhkan bantuanku, kau bisa menghubungiku. Aku akan selalu berada di sampingmu dan mendukungmu, Sunny.”
“Terima kasih.” ujar Sunny sambil memeluk Andy. Andy membalas pelukan Sunny.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu terus berlalu dan Sunny benar-benar mendirikan usaha sendiri, ya dia mendirikan usaha menyediakan jasa menjahit dan membuka butik kecil dengan hasil uang tabungannya selama ia bekerja di restoran Andy.
Andy pun juga turut mendukung usaha Sunny. Ia berharap usaha yang dibangun kekasihnya dari nol itu bisa terus berkembang dan butiknya menjadi besar serta usahanya semakin sukses.
TBC