Rain & Sunny

Rain & Sunny
Bagian 26



Triton berlari kalang kabut sambil membawa Cleo dengan brankar menuju UGD, Pasalnya saat Triton kembali ke rumah sakit dan mengunjungi ruangan istrinya dia menemukan sang istri berada di brankar. Semula Triton mengira istrinya tertidur, tapi saat dibangunkan sang istri tidak merespon dan masih memejamkan matanya.


Ia tak mengerti jika Cleo sedang sakit, jika ia tahu, ia pasti sudah melarang istrinya untuk bekerja hari ini. Saat ini Triton sedang menunggu Cleo yang tengah diperiksa. Tak lama kemudian pintu UGD terbuka.


“Bagaimana keadaan istriku?" tanya Triton pada kawannya yang berprofesi sebagai dokter kandungan.


“Aku belum bisa memastikan, kita harus memeriksa menggunakan USG, saat aku memeriksa denyut nadi Cleo, aku merasakan ada denyut nadi lain," jelas temannya itu.


“USG, maksudmu Cleo hamil, begitu?" tanya Triton.


“Kemungkinan itu bisa terjadi, maka dari itu kita perlu pemeriksaan lebih lanjut, dengan hasil laboratorium dan USG," saran temannya lagi.


Beberapa saat kemudian...


“Hasil laboratorium sudah keluar dan wow, selamat, akhirnya kau akan debut sebagai seorang ayah, Sobat!' ujar dokter kandungan seraya menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium.


“I-ini sungguhan?" tanya Triton.


“Ya sungguhanlah, kaupikir itu semua rekayasa?" jawab temannya sinis.


“Tunggu sampai Cleo siuman ya? Setelah itu akan aku periksa."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cleo sudah siuman, segera saja dokter kandungan itu memeriksa kondisi Cleo.


“Sudah siuman, bagaimana kondisimu, apa yang kau rasakan akhir-akhir ini?" tanya dokter kandungan itu.


“Beberapa terakhir ini, aku merasa sangat emosional, namun aku tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Kadang aku bisa menangis tiba-tiba, lalu marah tanpa alasan yang jelas," jelas Cleo.


Dokter itu mengangguk lagi, “Apa, kau merasakan kram di bagian perut ke bawah, atau mual, dan nafsu meningkatnya nafsu makan?"


Cleo mencoba mengingat apa nafsu makannya bertambah atau ia mengalami mual. Ya, ia selalu merasa lapar akhir-akhir ini, “Ya, aku selalu merasa lapar terus-menerus."


“Ah, ternyata begitu. Hasil laboratorium mengatakan jika kau positif hamil, selamat ya!"


“A-aku hamil?" tanya Cleo tak percaya.


“Iya, hasilnya dibawa oleh suamimu sendiri, kau bisa melihatnya. Nah, kalian ingin periksa USG, untuk mengetahui calon anak kalian?"


“Lakukan!" jawab Triton mantap.


Mereka melakukan cek kandungan. layar USG menampilkan calon bayi mereka.


“Bisa dilihat ini adalah calon bayi kalian, usianya 5 minggu." kata dokter sambil menunjuk layar USG.


“Ah, sebentar. Ternyata anak kalian ada 2, wah, selamat Cleo, Triton!"


“Beruntung kandungan Cleo baik-baik saja, lihat detak jantungnya." tunjuk dokternya lagi.


Setelah pemeriksaan selesai, mereka lanjut konsultasi.


“Kalau aku hamil, mengapa aku tak merasakan morning sickness layaknya orang hamil pada umumnya?"


“Itu wajar, karena kehamilan tiap orang itu berbeda, bisa jadi morning sickness tersebut dialami oleh Triton," canda dokter tersebut.


“Untuk Cleo, jangan terlalu kelelahan karena ini masih masa awal kandungan masih rentan, dan untukmu Triton, sebagai suami yang baik, diharapkan berpuasa dahulu sampai masa Trimester pertama sudah terlewati," jelas dokter tersebut, yang dibalas dengan wajah masam Triton.


“Ini kubuatkan resep vitamin untuk kandunganmu, jangan lupa minum susu, makan makanan yang bergizi juga, jaga pola pikir jangan sampai stress, selain itu perbanyak konsumsi buah dan sayur," peringat temannya itu.


“Baiklah terima kasih, kalau begitu kami permisi," pamit Triton.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini pemuda tanpa nama itu mengelilingi komplek dengan mengendarai sepeda, sesekali melihat pemandangan yang masih nampak asri dan sedap dipandang mata.


“Ternyata begini rasanya tinggal di pinggiran, tidak buruk juga." gumamnya sambil mengayuh sepeda.


Saat sedang bersepeda santai, ia melihat Sunny sedang di pinggir jalan sambil menggerutu di samping motor butut yang ia gunakan untuk berbelanja.


Pemuda itu penasaran dan berinisiatif mendekati Sunny. “Permisi Nona, apa yang terjadi padamu?"


“Motornya mogok, padahal jarak untuk ke rumah makan masih jauh, di sini sepertinya bengkel juga masih jauh," jelas Sunny.


“Bagaimana jika aku yang menemanimu membawa motor ini ke bengkel? Kau bisa naik sepedaku jika kau kelelahan, setidaknya itu lebih baik dari pada kau berjalan jauh," usul pemuda itu.


“Eh, lalu kau jalan begitu?" tanya Sunny.


“Tentu saja, aku membawa motormu, karena motormu tak menyala, sudah pasti aku jalan bukan?" jawab sang pemuda.


“Sungguh tidak apa-apa?" tanya Sunny berusaha memastikan.


“Tidak apa-apa, wajahmu nampak lelah sekali, lebih baik kau naik sepeda itu, ayo aku temani kau ke bengkel!"


Sunny meraih sepeda itu takut-takut, dia mulai naik dan mengayuh pelan.


“Terima kasih," ucap Sunny pelan.


“Tak masalah, lagi pula aku tak keberatan membantumu," jawab pemuda itu.


Sunny mengayuh pelan sepeda pemuda itu, dan menyamakan langkah pemuda yang menuntun motor butut yang digunakan Sunny.


Tak terasa mereka sudah sampai di bengkel dan motornya sedang digarap. Mereka menunggu, cukup lama, hingga pemuda itu berinisiatif membeli makanan dan minuman ringan.


“Ini makanlah, aku tahu kau bosan." ujar pemuda itu pada Sunny sambil menyodorkan camilan.


Sunny terperangah melihat pemuda di depannya.


“Terima kasih." Sunny menjawab malu-malu sambil menerima camilan dari si pemuda.


Setelah beberapa waktu terlewati akhirnya motor yang digunakan Sunny sudah selesai diperbaiki. Mereka pulang setelah pemuda itu membayarnya.


Sunny merasa tak enak hati dengan pemuda itu, ia merasa utang budi.


“Terima kasih kau sudah menolongku, aku jadi tak enak hati padamu," ujar Sunny.


“Tak perlu dipikirkan, yang penting motormu sudah tidak mogok lagi, kan?" ujar pemuda itu.


Sunny hanya mengangguk pelan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Antonio sedang memeriksa berkas, dia juga memantau perkembangan pembangunan resort yang berada di Bali.


“Harusnya aku sudah beristirahat di rumah dan menikmati masa pensiunku, tapi karena anak itu, aku terpaksa menunda masa pensiunku," keluh Antonio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sunny masih memikirkan kejadian tadi, ia tak menyangka ada yang berlaku baik padanya, seandainya dia tidak bertemu pemuda tadi, ia tidak tahu harus bagaimana.


“Dia sangat baik sekali, sangat jarang menemukan seorang pemuda yang baik di jaman sekarang ini, ah tapi aku tak tahu siapa namanya dan di mana ia tinggal. Bodoh kau Sunny," gumam Sunny.


Ia melanjutkan pekerjaannya, melayani pelanggan yang sudah mengantre memesan makanan.


Sementara si pemuda yang sudah sampai di rumahnya hanya tersenyum tidak jelas, seakan-akan bibirnya akan sobek jika ia tersenyum lebih lebar sedikit lagi.


“Aku tak menyangka dia sangat cantik jika dilihat dari jarak yang sangat dekat, ah dia semakin membuatku jatuh dalam pesonanya saja," ujarnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu di tempat lain..


“Aku ingin kau menjalankan rencananya besok, aku tidak mau tahu!" sentaknya.


“Baik!"


“Bagus, kutunggu berita baiknya," setelah mengatakan itu ia memutuskan sambungannya.


TBC


Veronica Rhea ( dokter kandungan)