Rain & Sunny

Rain & Sunny
Bagian 20



Sunny buru-buru pulang ke rumah dengan perasaan kacau. Wajahnya memerah menahan tangis, ia masih tidak menyangka papanya tega mengusir dirinya, padahal itu bukanlah kesalahannya.


Ia harus membereskan barang-barangnya lebih cepat lagi. Sunny benar-benar merasa sakit hati akan sikap ayahnya yang tak memberinya kesempatan untuk menjelaskan.


Ariel sang sahabatnya pun turut merasakan sedih, dia tidak menyangka hal ini akan terjadi pada Sunny.


Ariel merasa yakin jika Sunny tidak bersalah. Ia hanya dijadikan kambing hitam oleh oknum yang tak bertanggung jawab.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sunny sudah sampai di kediaman Sullivan sekarang, ia bahkan tak menghiraukan sapaan sang Mama. Ia lantas menuju kamar.


Sunny mengeluarkan semua pakaian dan barang-barang pribadinya, beserta satu koper besar.


Sang mama yang melihat tingkah putrinya hanya terkejut dan menghentikan aksi Sunny.


“Sayang, apa yang kau lakukan, kau akan pergi ke mana dengan barang-barang ini?!"


Sunny tak menjawab, dia terus merapikan barangnya yang sudah berada dalam sebuah koper.


“Sunny, jawab pertanyaan Mama!"


Sunny menghentikan kegiatannya dan menghela nafas, kemudian menatap mamanya, “Ma, mulai saat ini Sunny bukan bagian dari keluarga Sullivan lagi. Sunny harus pergi, Ma."


“Apa maksud kamu, Sayang? Kau ini putri Mama dan Papa, kau adalah putri kami satu-satunya. Tentu saja kau masih bagian dari Sullivan."


“Itu dulu, sekarang sudah tidak lagi. Papa mengusirku karena sebuah kesalahan, meski aku tidak melakukannya, tapi semua bukti mengarah padaku, Ma."


“Apa maksudnya, kau melakukan kesalahan, kesalahan apa itu?"


“Perusahaan kita sedang diambang kebangkrutan, karena penggelapan uang. A- aku tidak melakukannya, Ma, tapi bukti yang ditemukan papa semuanya mengarah kepadaku seolah-olah aku adalah pelaku yang menyebabkan perusahaan kita bangkrut. Aku difitnah, Ma. Hiks..."


“A-apa, bagaimana bisa?" tanya Tania tak percaya.


“Aku juga tidak tahu. Papa sudah memecatku dari perusahaan itu, dan juga mengusirku dari rumah ini. Jadi, Sunny mohon lepaskan Sunny sebelum Papa murka karena masih melihat Sunny menginjakan kaki di rumah ini."


“Tidak Sunny. Kau tidak boleh pergi, kau tega meninggalkan Mama?!"


“Mama pasti bisa hidup dengan baik meski tanpaku. Sunny pergi dulu, Ma. Jaga kesehatan, jangan sampai sakit. Sunny sayang Mama. Terima kasih sudah merawat dan membesarkan Sunny selama ini. Sunny pamit, Ma." kata Sunny sambil memegang tangan sang mama sebelum keluar dari rumah.


“Sunny, Mama mohon, jangan tinggalkan Mama, Nak. Sunny!" teriak Tania. Hati ibu mana yang tak hancur jika ditinggalkan oleh anak semata wayangnya.


Sunny keluar dari rumah tanpa membawa fasilitas yang disediakan oleh papanya, termasuk kartu kredit, mobil dan beberapa fasilitas lainnya.


Beruntung ia memiliki tabungan pribadi serta rekening pribadi yang jumlahnya masih terhitung lumayan.


Ia harus mulai menata hidupnya tanpa nama besar Sullivan. Ya, semoga ia mampu menjalani kehidupan barunya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu Rain tersenyum puas karena rencananya berhasil, bahkan sangat melampaui ekspektasinya.


Senyumnya yang cerah, secerah matahari di langit yang kelabu. Galaksi yang melihatnya hanya menghela nafas, sampai kapan sahabatnya akan bertingkah seperti ini?


Arogan,


Egois,


Tak memiliki empati.


Ia hanya bisa berharap semoga Rain sadar akan kesalahannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tania masih bersedih hati karena putrinya memilih angkat kaki dari rumah. Ia tak habis pikir dengan sikap suaminya, yang begitu egois.


“Kau harus membayar semuanya, Kendrick," tekadnya.


Ia benar-benar kesal pada sang suami yang tak mempercayai putrinya sendiri. Justru malah percaya pada orang lain.


“Bagaimana bisa aku baik-baik saja, jika suamiku tega mengusir anakku sendiri?" ujar Tania putus asa.


Kepala pelayan itu turut merasa prihatin apa yang terjadi pada keluarga majikannya. Ia hanya bisa berharap yang terbaik pada keluarga ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kendrick sedang merasa stress di ruangannya terkadang ia menarik rambutnya sendiri karena merasa frustasi dan hancur.


Ia tak menyangka hal ini terjadi pada keluarganya, ia juga kecewa pada sang putri yang menyalahgunakan kepercayaannya.


Sementara itu desas-desus masalah penggelapan uang yang melibatkan Sunny sedang menjadi pemberitaan terhangat di antara karyawan.


“Aku tidak menyangka jika Nona Sunny melakukan hal yang sangat tak terpuji itu. Bisa-bisanya dia menggelapkan uang," ujar salah satu karyawan.


“Kau benar padahal dia adalah putri pemilik perusahaan, tapi ya mungkin dia merasa tidak cukup dengan pendapatannya sebagai general manager, makanya dia memilih jalan pintas," tanggapan karyawan lainnya.


“Dia yang notabene anak pemilik perusahaan saja merasa kurang, apa lagi karyawan biasa seperti kami?" komentar karyawan lain.


Marcus yang masih setia menjadi pendengar para karyawan yang sedang membicarakan masalah perusahaan hanya diam dan merasa bersalah.


“Maafkan aku Nona Sunny. Sungguh, aku minta maaf," batin Marcus.


Tak jauh beda dari Marcus, Jupiter pun juga dihukum perasaan bersalah pada nona cantik itu. Ia baru saja mendapat kabar dari Marcus jika Sunny juga diusir dari kediaman Sullivan.


“Maafkan aku Nona Cantik. Ya Tuhan aku rela jika kau menghukumku tapi hukumannya setengah saja, ya? Sisanya diserahkan pada Kak Rain saja," ujar Jupiter.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya Kendrick telah sampai di rumah namun disambut oleh tamparan keras sang istri.


PLAK...


Kendrick kaget dan reflek memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan sang istri.


“Kenapa kau menamparku?!"


“Kau masih berani bertanya setelah apa yang kau lakukan pada putrimu hari ini?" tanya Tania.


“Sunny memang bersalah dan semua buktinya memang benar mengarah padanya! Aku tidak asal mengambil keputusan ini, bahkan aku sudah menyewa detektif berpengalaman, untuk menyelidiki kasus ini."


“Lalu kau lebih memilih percaya pada orang lain dari pada anakmu sendiri, begitu?!" tanya Tania dengan suara meninggi.


“Aku tak menyangka kau tega melakukan ini pada anakmu sendiri, Kendrick. Aku sangat kecewa, ayah macam apa kau ini, tidak ada seorang ayah yang tega mengusir anaknya dengan tangannya sendiri?!" lanjut Tania.


Kendrick hanya diam seribu bahasa. Ia tak menimpali ucapan sang istri. Biarkan sang istri meluapkan semua isi hatinya hari ini.


“Kendrick, anakmu itu seorang perempuan, jika kau lupa. Bagaimana jika ada seseorang yang berniat jahat padanya, atau laki-laki tak dikenal yang berniat kurang ajar padanya?!" pekik Tania dengan air mata yang mengalir.


Kendrick masih diam, dalam hati dia juga merasa cemas akan keadaan putrinya, belum lagi semua kartu kreditnya dibekukan olehnya.


Ia hanya bisa berharap putrinya baik-baik saja di luar sana, meski rasa kecewanya jauh lebih besar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di malam yang dingin, Sunny akhirnya sudah menemukan studio kecil untuk ditinggali lumayanlah untuk tempat bernaung sementara, walaupun itu tak sebesar kediaman Sullivan, tapi Sunny rasa ini sudah lebih dari cukup.


Hari ini Sunny sungguh merasa lelah segalanya, tenaga, pikiran, dan juga hati semuanya lelah.


Ia sudah merapikan studio tempatnya tinggal. Saat ini ia sedang beristirahat. Besok ia akan mencoba mencari pekerjaan untuk bertahan hidup. Semoga hari esok selalu dilancarkan.


TBC


Visualisasi studio tempat tinggal Sunny