Rain & Sunny

Rain & Sunny
Bagian 45



“Mr. Kendrick Sullivan?” beo Andy.


“Bukankah itu ayah mertuamu, Kak?” tanya Jupiter.


“Masih calon, aku belum melamar kekasihku yang cantik jelita bagai Bidadari Surga itu,” jawab Andy.


Jupiter hanya mendengus melihat kelakuan pemuda yang sudah dianggap seperti kakak sendiri itu.


“Sialan Pak Tua itu, ternyata dia yang menjadi dalang dibalik semua ini,” umpat Andy.


“Apa jangan-jangan ia juga yang menjadi dalang pemecatan Sunny dari restoran kecil itu?” gumam Andy.


“Itu bisa jadi, Sobat,” jawab Galaksi.


“Apa aku harus memberi sebuah sapaan sebagai calon menantu yang baik pada calon mertuaku?” tanya Andy.


“Dengan cara?”


“Kau pasti tahu apa yang kupikirkan, Galaksi,” jawab Andy dengan seringai kejam.


“Iblis tetaplah iblis,” ujar Galaksi.


“Tidak aku bukan Iblis, aku hanya orang biasa yang ingin membalaskan dendam pada ayah kekasihku saja, karena ia berbuat jahat pada anaknya sendiri,” jawab Andy.


“Mungkinkah ia hanya Ayah tiri?” Titan menduga-duga.


“Tidak, Nak. Info itu belum pernah terdengar di kalangan masyarakat, tidak pernah ada rumor jika ia bukan anak kandung Mr. Kendrick,” jawab Galaksi.


“Kau ini yang benar saja, Kakak lumba-lumba!” ujar Jupiter.


“Ini hanya dugaanku saja, dilarang protes, dasar Tiang Listrik!” ujar Titan dengan nada kesal.


“Berisik! Rain sudah waktunya kau kembali ke habitatmu saat ini, untuk Sunny biar aku dan anak-anak Red Stars yang mengurus!” Triton memberikan usul sekaligus perintah.


“Benar apa yang dikatakan Triton, kau harus kembali ke perusahaan, dan lakukan hukuman pada calon Ayah mertuamu itu,” timpal Galaksi.


“Baiklah. Titip para sampah ini dan habisi mereka!” ujar Rain.


Ia langsung kembali ke kantor dengan Galaksi. Dalam perjalanan, ia pun menghubungi sang ayah.


“Daddy yuhu! Aku akan kembali ke perusahaan hari ini,” ujar Rain di telepon.


“Halo anakku yang sangat amat durhaka dan tak tahu tanggung jawab, kau masih ingat dengan perusahaan juga rupanya?”


Mendengar balasan sang ayah membuat Rain mendengus kesal, lain halnya dengan Galaksi yang justru terbahak.


“Ha-ha-ha...”


“Diam kau, Jidat. Fokus saja menyetir!” kesal Rain.


“Apa yang membuatmu kembali ke perusahaan?”


“Ini semua karena Pak Tua Kendrick,” jawab Rain.


“Kendrick?” beo Antonio.


“Ya, Pak Tua itu menyuruh orang untuk menghancurkan dan memporak-porandakan butik kekasihku,” jawab Rain.


“Mengapa ia melakukan itu, apa motifnya?!”


“Aku pun juga tak tahu, Dad, aku juga kembali ke perusahaan untuk, menyelidiki motif Pak Tua itu,” jawab Rain.


“Kembalilah ke perusahaan, jika kau tidak ingin melihat Daddy-mu dipanggil Tuhan, lebih dini.”


“Astaga mulutmu, Dad. Berarti Daddy sudah ikhlas jika Mommy jadi janda triliuner, lalu menikah dengan pria lain diluar sana?”


“Anak durhaka, kau ingin kupanggang, sepertinya kau ingin memiliki Ayah baru bukan, ah aku menyesal, sangat menyesal kenapa tidak membuangmu ke sungai Amazon dulu?”


“Daddy jahat akan aku adukan pada Mommy nanti, bye!” ujar Rain sambil mematikan sambungan telepon.


“Tidak Ayah, tidak Anak sama saja,” batin Galaksi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara tiga orang lainnya sudah selesai menghabisi musuh mereka yang banyak itu, mereka juga menyuruh para ajudan keluarga Jonathan untuk membersihkan dan membereskan butik milik Sunny.


“Sekarang kita tinggal membawa Nona cantik pulang,” ujar Jupiter.


“Berhentilah memanggil Nona Sunny seperti itu, dia milik kakakmu. Jangan menjadi duri dalam daging,” peringat Titan.


“Siapa juga yang ingin menjadi duri dalam daging, aku tidak minat. Menjadi manusia saja sudah menyusahkan apalagi menjadi duri?!” jawab Jupiter cuek.


“Kau ingin kutendang dari mobil ini, Bambi?”


“Berisik dan jangan bertengkar, atau aku akan menurunkan kalian di tengah jalan supaya menjadi gelandangan?!” sentak Triton.


“Sombong sekali mentang-mentang sudah punya kekasih. Sesungguhnya orang sombong dompetnya akan setipis tisu basah,” ujar Jupiter.


Titan hanya mendelik kesal.


Triton menghubungi menghubungi Kevin, “Kevin, apa kau sudah berhasil menemukan mereka?”


“Sudah Bos, sekarang mobil sedang berada di gudang bekas di daerah xxx,” lapor Kevin.


“Baiklah kita akan segera menuju ke sana,” jawab Triton.


“Titan, kirimkan kabar pada Rain, tentang keadaan kekasihnya!” perintah Triton.


“Baik!” jawab Triton.


Sementara mereka melaju ke alamat yang diberikan oleh Kevin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Rain sudah kembali ke rumah kedatangan Rain disambut oleh sang mommy tercinta.


“Mommy, aku pulang!”


“Rain, My Baby Bear, akhirnya kau pulang juga, Honey, Mommy rindu sekali denganmu!” seru Vincentia.


“Aku pulang karena ada urusan yang harus aku selesaikan, Mommy. Ada masalah di perusahaan.” jelas Rain sambil memeluk mommy-nya dan menciumnya dengan sayang.


“Bagaimana keadaanmu selama di sana apakah kau makan dengan baik?”


“Aku baik Mom, Mom maaf ya Rain harus ke perusahaan saat ini juga, sedang ada masalah genting,” ujar Rain.


“Segeralah berkemas, Mommy juga sudah mendengar kabar ini dari Daddy-mu.” ujar Vincentia sambil menepuk pelan pundak sang putra.


Rain segera bergegas mengganti setelannya menjadi setelan jas resmi sebelum menuju kantornya.


Setelah semuanya siap, mereka menuju ke kantor, “Rain pergi dulu, Mom.” pamitnya sambil mencium pipi sang mommy.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rain dan Galaksi sudah sampai di perusahaan saat ini, beberapa karyawan yang melihatnya memekik kaget, tapi Rain tak memedulikan itu semua. Baginya, Sunny tetap yang tercantik dan tetap menjadi Ratu yang bertahta di hatinya.


Rain langsung menuju ruangannya. Di sana sudah ada Antonio yang menunggu.


“Apa rencanamu untuk ini?” tanya Antonio.


“Cabut semua saham perusahaan kita, yang ada di perusahaan Sullivan, dan kirimkan semua hal yang berkaitan dengan Mr. Kendrick sedetail-detailnya sekarang juga, apakah ia terlibat bisnis atau organisasi hitam atau tidak!” perintah Rain.


“Beri tugas pada Marcus untuk menjadi mata-mata!” lanjutnya lagi.


“Kau ingin memata-matai siapa?” tanya Antonio.


“Tentu saja Mr. Kendrick,” jawab Rain.


“Dasar Iblis,” cibir Antonio.


“Apa Daddy lupa jika sifatku ini adalah sifat turunan dari Daddy?” sindir Rain dengan sinis.


“Aku siapa, kau siapa, aku di mana?” ujar Antonio.


Rain dan Galaksi hanya memutar bola matanya malas. Mereka hanya menghela nafas lelah karena melihat kelakuan di luar nalar Antonio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, Sunny sudah sadar dari pingsannya, namun ia tak bisa bergerak karena tangan dan kakinya terikat tali dengan kuat, serta mulutnya yang terbungkam dengan sebuah kain.


“Hai Manis, akhirnya kau bangun juga, apa kau mimpi indah tadi?” tanya Zeno.


Sunny tidak menjawab, dia hanya terus memberontak agar ikatannya terlepas, meski usahanya tak membuahkan hasil.


Saat Zeno mencondongkan tubuhnya ke arah Sunny seperti hendak menciuminya Sunny menggeleng ribut agar Zeno kesulitan menciumnya.


“Kau ini tipe wanita yang sulit dan suka jual mahal rupanya?” ujar Zeno.


Saat mereka terlalu fokus dengan Sunny, mereka semua tidak menyadari bahwa ada beberapa orang menyelinap ke markas mereka, dan menutup hidung mereka mereka dengan saputangan yang dilumuri obat bius.


“Selamat tidur Pangeran tidur, Mommy,” ujar seseorang sambil menyeringai.


Beberapa dari mereka pingsan tak sadarkan diri.


Saat Zeno sedang serius mereka tak menyadari jika ada seseorang mendekat dan menodongkan pistol ke kepala belakang Zeno.


“Halo, lama kita bertemu lagi,” ujar seseorang.


TBC