
Seperti yang diperintahkan oleh Rain, Angelo sudah menyelesaikan pesanan Rain tersebut mengenai alat penyadap pesanan si pria bermata musang itu.
Ia juga sudah mengirimkan ke alamat yang dituju sesuai dengan perintah Rain.
“Ah, akhirnya tugasku selesai juga untuk anak itu,” gumam Angelo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sebuah paket datang ditujukan untuk Andy, dan Andy menerimanya dengan segera, ia nampak menyeringai, “Akhirnya pesananku tiba juga, kurasa aku harus menyiapkan hadiah lebih untuknya.”
Ia segera masuk ke rumahnya dan membuka pesanannya dengan cepat. “Sangat memuaskan. Baiklah, Sayang kita akan lihat apa yang kau sembunyikan dariku beberapa belakangan ini.”
Ia segera bersiap menuju restoran, tak lupa membawa paketnya tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Triton menghubungi Galaksi dan memberitahu perihal Mr.Lee yang sudah pulang dari rumah sakit jiwa beberapa hari yang lalu.
“Kau jadi menyuruhnya meninggalkan kota ini?” tanya Galaksi diseberang telepon.
“Tentu saja, aku bahkan menyuruhnya mengganti identitas aslinya dengan identitas baru, supaya ia aman, sesuai dengan rencana kita,” jawab Triton.
“Akhirnya beban kita terangkat satu. Kejadian ini sungguh melelahkan.”
“Setidaknya aku merasa dosaku diampuni oleh Tuhan, dengan diberi kesempatan untuk menyembuhkan mentalnya yang benar-benar terguncang itu.”
“Kau benar-benar Dokter yang hebat dan bertanggung jawab, Dokter Triton.”
“Akan sangat memalukan jika aku sampai melanggar kode etik profesiku sebagai seorang dokter.”
“Aku juga tengah disibukan dengan berkas perusahaan saat ini. Benar-benar melelahkan.”
“Selamat, bekerja dan menjadi pegawai teladan Mr. Danendra.”
“Tentu, terima kasih atas semangatnya, Dokter.”
Sambungan pun terputus. Triton menghela nafasnya merasa lelah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di restoran, Andy segera masuk ke ruangannya tanpa banyak bicara hari ini.
Ia menunggu kekasihnya itu datang, tidak biasanya Sunny datang terlambat, Andy menduga, jika Sunny sedang bertemu pria yang ia lihat di taman waktu lalu.
Memikirkan kejadian itu, membuat Andy semakin kesal saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa menit kemudian, Sunny baru menampakkan batang hidungnya, bersamaan Andy yang keluar dari ruangannya, Andy hanya menatap Sunny dengan datar.
“Beginikah contoh pegawai teladan yang datang tak mengenal waktu?—,” sindir Andy.
Sunny yang melihat Andy muncul tiba-tiba merasa gelagapan, ia sangat terkejut. Tatapan tajam Andy seakan mengulitinya hidup-hidup.
“—jika kau ingin bisnis yang kau jalankan itu sukses, setidaknya kau bisa memberi contoh yang baik pada karyawanmu, bukan hanya makan gaji buta saja,” lanjutnya lagi menyindir Sunny.
“A-aku minta maaf.” ujar Sunny dengan kepala tertunduk. Andy hanya diam, terlalu malas untuk menanggapi, ia pergi berlalu begitu saja.
Sunny hanya memandang Andy dengan mata berkaca-kaca. Ia tahu jika Andy sangat marah padanya.
Sementara itu Andy sengaja menghindari Sunny, dirinya benar-benar emosi saat ini. Ia tidak ingin memuntahkan emosinya di depan sang kekasih, karena ia sadar diri bagaimana mengerikannya saat ia tengah marah diselimuti emosi.
“Aku ingin sekali meremukkan sesuatu saat ini,” gumam.Andy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Galaksi mengetuk pintu ruangan Presdir.
Tok... Tok... Tok...
“Masuklah.” jawab Antonio.
Galaksi masuk setelah mendengar sahutan dari dalam.
“Ada apa?” Antonio bertanya.
“Ada yang ingin bertemu denganmu, Uncle,” jawab Galaksi.
“Siapa?” tanya Antonio.
“Tuan Sullivan,” jawab Galaksi.
Antonio hanya mengerutkan kening. “Ada apa ia ingin menemuiku?”
“Suruh dia masuk!” perintah Antonio.
Tak lama Kendrick pun masuk setelah dipersilahkan oleh Galaksi.
“Kendrick, tidak biasanya kau mendatangi perusahaanku, ada apa?” tanya Antonio.
“Aku ingin meminta bantuanmu,” jawab Kendrick.
“Lalu map itu?” tanya Antonio sembari menunjuk map yang dipegang Kendrick.
“Ah, ini aku berencana untuk membangun sebuah hunian rumah mewah lagi, tujuanku datang ke sini untuk memintamu menjadi investor dalam proyek ini,” jelas Kendrick.
“Bisa kulihat proposalnya?” pinta Antonio.
Kendrick menyerahkan sebuah proposal pada Antonio, Antonio membaca dengan seksama.
“Em, begini. Mengapa kau memilih daerah ini untuk dijadikan lokasi, setahuku di daerah tersebut merupakan tanah milik warga, akan sulit memproses izin untuk mendirikan perumahan di daerah itu, yang kedua lokasinya juga tidak strategis, sangat jauh dari sekolah dan pusat perbelanjaan—,”
“—dari rumah sakit jaraknya juga jauh, bahkan sangat jauh. Aku tidak yakin jika proyek ini dilanjutkan bisa meraih keuntungan besar,” jelas Antonio memaparkan pendapatnya.
“Soal izin tidak perlu dipusingkan, kita bisa mengurus hal itu,” jawab Kendrick.
“Dengan cara?” tanya Antonio menuntut.
“Kau paham apa yang kumaksud, Antonio,” jawab Kendrick kembali.
“Kendrick, mereka juga punya hak untuk tinggal dan menetap, karena tanah yang mereka tempati itu adalah milik mereka. Apa kau tega melakukan semua itu dan merampas hak-hak mereka? Lagi pula jika kita melakukan cara kotor sekalipun, proyek ini pasti akan diperkarakan dan dibawa ke jalur hukum.”
Kendrick terdiam, entah mengapa ia merasa kesal, lagi pula sejak kapan keluarga Jonathan ini sangat takut berurusan dengan jalur hukum. Bukankah mereka memiliki banyak uang, tinggal memberi sogokan pada para petinggi masalah akan selesai bukan?
“Jika kau ingin melanjutkan proyek tersebut, aku menolaknya, itu terlalu beresiko, aku tak ingin terkena dampak proyek ini dan malah merugikan nantinya,” ucap Antonio.
“Bagaimana ini, hanya dia satu-satunya yang bisa mendongkrak proyek milikku, jika dia tidak ingin menjadi investor, bisa dipastikan proyekku akan gagal,” batin Kendrick.
“Apa kau tak memiliki lokasi lain, Kendrick?” tanya Antonio.
“Sejauh ini belum kupikirkan lagi,” jawab Kendrick.
“Kalau begitu maaf, aku tak bisa, menjadi investormu kali ini.”
Ya, Kendrick hanya bisa menerima keputusan Antonio, ingin membantah pun ia tak memiliki wewenang.
“Baiklah, kalau begitu aku permisi,” pamit Kendrick, ia pun keluar dari ruangan Antonio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Antonio hanya mengusap wajahnya kasar, ia tidak tahu sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran koleganya itu.
Galaksi hanya tersenyum geli.
“Sudahlah, Uncle. Tidak perlu dipikirkan terlalu dalam,” ujar Galaksi.
“Aku masih tidak habis pikir dengan jalan pikiran Kendrick. Apa otaknya sudah buntu dan tak berfungsi dengan baik?”
“Mungkin beliau sedang banyak pikiran,” jawab Galaksi.
“Jelas saja banyak pikiran, anaknya saja menghilang,” gerutu Antonio.
“Ha-ha-ha...” tawa Galaksi keras ketika mendengar gerutuan Antonio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Andy keluar dari ruangannya, ia mencari keberadaan Sunny, “Tidak ada, aman.”
Ia menuju loker milik Sunny serta membukanya dan ia tersenyum ternyata ponsel milik Sunny ada di loker tersebut.
Segera saja ia memasang alat penyadap dan mengotak-atik ponsel Sunny. Setelah semuanya dirasa siap ia pun meletakkan kembali ponsel Sunny dalam loker dengan posisi yang sama sebelum ia mengambilnya.
Andy kembali lagi ke ruangannya, ia buru-buru membuka laptop dan mengoperasikan penyadap tadi agar terhubung dengan laptopnya.
Setelah semuanya siap, ia bisa memantau isi ponsel Sunny.
“Mari kita lihat, apa yang kau lakukan di belakangku, Sayang.”
Ia masih terus memantau dan ya, ia menemukan satu nomor ponsel beserta isi pesan yang membuat darahnya mendidih.
Terima kasih untuk jalan-jalan hari ini, ini sangat menyenangkan, aku harap esok hari dan seterusnya kita akan seperti ini, Sunny.
“Apa-apaan dia itu?” kesal Andy.
TBC