Rain & Sunny

Rain & Sunny
Bagian 25



Matahari bersinar cerah pagi ini. Di suatu kompleks perumahan yang sangat sederhana. Ada seorang, sedang menikmati segarnya udara pagi.


Ya, pemuda itu baru saja pindah ke sebuah studio yang tidak terlalu besar.


“Semoga hari ini berjalan dengan baik!" ujarnya penuh semangat.


Ia mencoba berjalan-jalan melihat sekeliling tempatnya ia tinggal. Banyak orang yang melihatnya dan melayangkan tatapan yang terkesan err.. mengejek, karena melihat penampilan pemuda tersebut.


Bagaimana tidak pemuda tersebut hanya memakai kaus lengan pendek dan memakai kacamata frame tebal, banyak wanita yang berbisik-bisik diiringi tawa kecil penuh ejekan, tapi pemuda itu tidak peduli.


Ia terus berjalan menuju rumah makan untuk sarapan. Sesampainya di sana dia segera memanggil pelayan dan memesan menu yang ia inginkan.


Sambil menunggu pesanannya, matanya menelisik setiap sudut rumah makan itu seolah-olah sedang mencari seseorang. Suasana tempat makan tersebut sudah lumayan ramai mengingat banyak orang membeli untuk sarapan pagi.


“Permisi Tuan, ini pesanan Anda." ucap pelayan tersebut sambil menghidangkan menu masakan di atas meja.


“Terima kasih," jawab pemuda itu.


Ia menyantap sarapan tersebut, sesekali matanya melirik ke arah salah satu pelayan yang sedang melayani pelanggan lain.


Matanya tak lepas dari seseorang yang menjadi objek pengelihatannya.


“Bahkan hanya dengan berpenampilan biasa pun dia tetap cantik," batinnya.


Kemudian ia menyantap sarapannya dalam diam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Noe dan Triton sedang bicara empat mata saat ini.


“Apa alasanmu belum kembali ke perusahaan, Kak?"


“Aku masih memiliki tanggung jawab, menangani pasien khusus di rumah sakit jiwa."


”Pasien khusus?"


“Ada seseorang yang mengirimnya ke rumah sakit saat aku sedang bulan madu dengan istriku kemarin, dia bilang aku yang akan menjadi penanggung jawab pasien."


“Bahkan saat sedang bulan madu pun kau diganggu oleh pekerjaan, luar biasa?!"


“Begitulah, dia berpesan agar orang itu menetap di rumah sakit jiwa selamanya, tapi aku punya rencana lain."


“Eh, sungguh. Tega sekali?!"


“Ya, begitulah."


“Ulah siapa itu?"


“Rain Steve sialan Jonathan."


“Si Beruang Grizzly ha-ha-ha..."


“Jangan tertawa, terkadang ia membuatku kesal walau kami sudah bersahabat lama."


“Memang siapa yang ia jebloskan ke rumah sakit jiwa tempatmu bekerja, Kak?"


“Seseorang yang meminjam uang pada beruang itu dan tidak melunasi utangnya."


“Begitulah dunia saat ini. Dia yang utang, dia juga yang lupa diri."


“Kau bisa belajar mulai hari ini untuk mengetahui sejauh mana tentang perusahaan, agar kau bisa meneruskan perusahaan Daddy sementara waktu."


“Titan saja tidak mau, apa lagi aku. Aku sudah nyaman dengan kehidupanku sebagai musisi."


“Kalian berdua sama saja!" kesal Triton.


“Kau juga seharusnya itukan menjadi tanggung jawabmu, tapi kau melimpahkannya pada lumba-lumba kita," ujar Noe tak mau kalah.


“Ah, bagaimana kabar iparku? Aku belum menyapanya secara resmi. Ajaklah dia kemari malam ini."


“Dia sedang dalam mood yang buruk akhir-akhir ini. Dia sering manja dan terkadang menangis, aku benar-benar punya dugaan lain."


“Dia sedang hamil, kah?"


“Perasaanku mengatakan demikian, tapi ia tak ingin periksa karena tak ingin membuatku kecewa."


”Kau harus melakukan sesuatu."


“Aku memiliki rencana malam ini."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selepas sarapan pemuda itu kembali ke rumahnya. Apa yang ia lakukan di rumah tentu saja mengurus pekerjaannya dari rumah tersebut, tapi banyak orang berpendapat bahwa ia seorang pengangguran.


“Ternyata tinggal di hunian seperti ini tidaklah buruk, masih terhitung nyaman." gumamnya.


Ia segera membuka sebuah laptop untuk memantau pekerjaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Kau lelah, Galaksi?" tanya Antonio.


“Bohong jika aku mengatakan tidak lelah, bagaimana pun aku ini manusia, Uncle, bukan robot," jawab Galaksi.


Antonio tersenyum geli, ya Galaksi sudah seperti anak sendiri baginya, maka tidak heran jika interaksi mereka sedekat ini, saat mereka hanya berdua.


“Aku sedikit khawatir dengan anak bengal itu, apakah ia akan berhasil dengan misi penebusan dosanya?"


“Aku yakin dia akan berhasil, Uncle. Karena ini menyangkut dengan seseorang yang ia cintai," jawab Galaksi.


“Aku bahkan baru tahu jika anakku, ternyata juga bisa jatuh cinta. Kupikir ia sungguh-sungguh tidak normal, atau paling tidak jalan yang ia tempuh sudah tidak lurus."


“Ha-ha-ha... Ha-ha-ha... Uncle ada-ada saja," tawa Galaksi berderai.


“Ia ingin memiliki wanita yang seperti mommy-nya. Menurutmu berapa besar kemungkinan ada orang kembar di seluruh dunia?"


“Menurut dari yang pernah kudengar kita memiliki kemungkinan 7 kembaran yang tersebar di seluruh dunia."


“Tujuh kembaran?" beo Antonio.


“Itu dari yang pernah kubaca di internet. Kita memiliki 7 kembaran, memang kenapa, Uncle?"


“Coba bayangkan jika aunty-mu itu memiliki 7 kembaran dan aku bisa menemukannya kemudian menikahi mereka semua," Antonio mulai berkhayal.


“Itu bagus! tapi aku berani bertaruh jika Rain langsung menendang Uncle dari kediaman Jonathan, karena Rain lebih berpihak pada Aunty," jawab Galaksi enteng.


“Ah, anak itu memang keras kepala, dia pikir dia ada karena siapa jika aku tak bekerja keras dari malam hingga pagi?" ujar Antonio sinis.


Galaksi hanya menggelengkan kepala, pantas saja jika anaknya kadang seperti seorang pasien rumah sakit jiwa yang selalu lupa minum obat, ternyata ayahnya juga tidak jauh berbeda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kendrick pulang kembali ke kantor dengan perasaan bahagia, tak ia sangka ternyata sangat mudah mendapat pinjaman dari perusahaan milik Jonathan.


“Aku tak menyangka dia akan semudah itu memberikan pinjaman uang untuk perusahaanku," gumamnya. Dia patut bersyukur perusahaannya tidak jadi bangkrut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sunny, sedang berbelanja karena stok bahan makanan untuk rumah makan sedang habis, ya karena hanya rumah makan kecil dan jumlah pegawai yang terbatas membuatnya mengambil banyak bagian untuk dikerjakan, pun sama dengan pegawai yang lainnya.


Teriknya sinar matahari tak menyurutkan semangatnya untuk bekerja.


Dengan menggunakan motor butut ia pergi ke pasar membeli bahan baku untuk rumah makan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kabar cutinya Rain selaku Presiden direktur perusahaan mereka menjadi perbincangan hangat.


“Mengapa Presdir mengajukan cuti secara mendadak, ya?" tanya seorang karyawan.


“Dari yang aku dengar secara tak sengaja kemarin, Presdir akan pergi untuk waktu yang lama, untuk pergi ke mana, aku sendiri juga tidak tahu," jelas karyawan lainnya.


“Ya, sangat disayangkan dia mengambil cuti secara mendadak, aku merasa jadi kehilangan semangat untuk bekerja," komentar karyawan lain.


“Aku juga, aku bisa semangat bekerja karena adanya beliau, meski dia dingin dan bersikap ketus, tapi beliau sangat keren dan tampan."


“Kau benar dia sangat tampan meski kulitnya tan, selain itu dia sangat sexy."


“Hei, kalian! Kalian itu dibayar untuk bekerja bukan untuk bergosip, maka bekerjalah dengan benar," seruan Aurora mengejutkan mereka.


Para karyawan yang sedang bergosip pun lantas membubarkan diri. Mereka enggan memiliki masalah dengan Aurora yang seperti pengidap bipolar, kala mendengar nama Rain, disebut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Cleo sedang merasa gundah, beruntung karena jam ia praktek telah selesai, jika tidak pasti pekerjaannya dalam melayani konsultasi akan kacau.


Ia tidak yakin dirinya akan hamil dalam waktu dekat ini. Sebelumnya dia dan Triton sudah memeriksakan kandungan Cleo, hasilnya belum ada tanda-tanda kehidupan di dalam perutnya.


“Arghh! Hiks.." tiba-tiba saja Cleo menangis, entah mengapa hari ini ia merasa sangat emosional.


Hingga seorang perawat masuk karena mendengar teriakan Cleo di ruang prakteknya.


“Dokter, Anda baik-baik saja, apa yang terjadi?" tanya perawat itu.


“A-aku juga tidak tahu mengapa aku bisa seperti ini, rasanya seperti ingin marah, tapi aku tak tahu apa masalahnya?" ujar Cleo merasa frustasi.


“Sepertinya Dokter dalam keadaan kurang baik, sebaiknya Dokter istirahat saja, mungkin Dokter sedang terlalu banyak pikiran," saran perawat tersebut.


“Kau benar, terima kasih untuk sarannya," ujar Cleo.


Cleo segera berbaring di brankar saat perawat tersebut sudah keluar dari ruangan prakteknya. Biarlah ia memejamkan matanya walau itu sejenak saja.


TBC


Bubur abalone pesanan pemuda