PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 8



KEMBALI KE SEKOLAH



Sekolah Amora merupakan sekolah paling elit di kota M. Di antara sekolah -sekolah lainnya sekolah ini banyak orang penting yg bersekolah disini. Selain anak orang kaya, artis sampai bangsawan keraton pun menyekolahkan anaknya disini. Tahun ini memasuki tahun ajaran baru 2019/2020. Banyak wajah-wajah baru menghiasi kelas baru di tahun pertama. Sudah sebulan sekolah berlangsung. Dan, sudah banyak siswa/siswi saling mengisi masa sekolah mereka selain sekolah tentunya berkenalan dan berteman dengan orang baru. Termasuk ke 4 orang siswa lelaki yg populer di sekolah tersebut. Mereka tetap menjalankan aktifitasnya sebagai siswa di sekolah tersebut selain melakukan tugas mereka sebagai teman dari Felipe. Karena masalah kaum Pemburu membuat mereka menghentikan aksi mereka sementara waktu di dalam sekolah dan di luar sekolah. Para Vampir itu sekarang terlihat mirip seperti manusia pada umumnya kalau tidak berubah. Sementara, kalau mereka berubah maka sudah pasti perbedaan mencolok terlihat diantara para manusia dan Vampir. Namun, mereka sedang dalam masa diam dan tak melakukan apa pun seperti biasanya yg mereka lakukan.Tidak mencari anggota baru dan berburu makanan. Jika, ingin makan maka mereka pun harus menyediakan stok darah dari pihak rumah sakit. Yang ternyata pihak rumah sakit pun merupakan anggota mereka juga. Di kantin sekolah mereka pun harus hadir dan tidak boleh absen agar tidak dicurigai oleh bangsa Manusia. Seperti saat ini, pada jam istirahat mereka berkumpul di meja biasa mereka berkumpul. Para Siswi wanita berteriak histeris jika sudah melihat mereka datang dan berkumpul di meja biasa tempat mereka duduk dan berbincang.


"Aarrrgh...., hei lihat bukankah itu mereka?" teriak salah seorang siswi yg berkumpul di kantin tersebut.


"Wah, iya benar itu mereka. Ternyata rumor itu bener ya? Mereka ganteng-ganteng ya?" timpal siswi yg lain.


"Iya...iya..." ucap yg lain bersahutan.


"Yuk....kita deketin yuk? Kita kenalan sama mereka." ucap seorang siswi lagi.


"Ayo" ucap mereka bersama-sama.


Lalu, para siswi baru itu pun berkerumun mendekati meja tempat 4 sekawan itu berkumpul dan berbincang. Tampak mereka sedang melayani para siswi baru itu untuk kenalan. Sementara, Felipe hanya diam saja tak mau berkenalan atau menjabat tangan mereka. Bukan apa-apa ia takut tak bisa mengontrol nafsunya akan darah. Jadi, dia memilih diam saja. Dan, matanya hanya sesekali memandang ke kejauhan. Siswi -siswi wanita itu terus berkerumun. Hingga datanglah 3 siswi wanita cantik yg muncul membubarkan para siswi baru itu berkerumun mencari perhatian 4 siswa paling populer di sekolah tersebut. Ketiga, siswi cantik itu adalah Gaby, Zania dan Resti. Mereka merupakan satu group cewek cantik dan tajir di sekolah itu. Mereka suka membanggakan kekayaan yg dimiliki oleh orangtua mereka.Tak jarang mereka menggunakan barang bermerk untuk menunjang penampilan mereka atau sekedar pamer. Gaby yg menjadi pentolan di antara ketiga cewek itu mendekati Felipe dan mengajaknya mengobrol. Dengan gaya khas centilnya ia berjalan dan duduk di hadapan Felipe. Sementara Felipe bersikap acuh tak acuh.


"Hai...Felipe tampan?" ucap Gaby sok manja sambil menyentuh dagu Felipe. Sementara Felipe diam saja.


"Kok diem aja sih, tampan?" ucapnya lagi. Sedangkan, ketiga teman Felipe hanya bisa tersenyum saja.


"Felipe, jangan didiemin. Cewek cantik, tuh." ucap Ryu tiba-tiba bicara.


"Iya, Felipe. Kenapa cuma didiemin aja, sih? Rejeki nomplok noh!" ucap Seth angkat bicara. Felipe tetap diam dan tak mau bicara hingga membuat ketiga temannya bingung. Dan, akhirnya mereka diam juga karena tak mendapat respon dari Felipe. Namun, tak berapa lama akhirnya Felipe membuka mulut dan bicara.


"Cewek kecentilan? Gak, cocok sama aku. Buat, kalian aja." ucap Felipe kemudian menggeser kursi dan bangkit dari duduknya. Sejurus kemudian ia tak kelihatan lagi entah pergi kemana dia. Tidak ada yg tahu apalagi teman-temannya. Sementara, Gaby yg ditinggal pergi oleh Felipe hanya bisa menggigit bibir. Ia merasa sakit hati tidak dipedulikan oleh Felipe. Terlebih lagi Felipe menyerahkan dirinya kepada teman-teman Felipe. Teman-teman Felipe mengetahui perasaan Gaby. Mereka pun menghibur Gaby juga teman-teman Gaby. Resti dan Zania mereka juga menghibur Gaby. Tapi, ternyata Gaby terlanjur sakit hati. Dan, ia tak mau mendengar apa pun dari teman-temannya. Hingga, akhirnya bel masuk ke ruang belajar kembali terdengar. Barulah, gadis itu bangkit dari duduknya dan pergi dari kantin tersebut. Memasuki ruang belajar dan kembali mengikuti pelajaran kembali di sekolah hingga pelajaran usai.



Langkah kaki itu terasa ringan. Ia melangkah bagai tak menjejak kaki di bumi. Langkah kaki itu menuju ruang kepala sekolah yg di sekolah itu. Langkah kaki itu pun berhenti saat sudah berhadapan dengan kepala sekolah.


"Oh, Tuan Felipe. Selamat siang, Tuan?" ucap kepala sekolah itu sambil menjabat tangan Felipe erat. Ternyata Felipe pergi ke ruang kepala sekolah. Ia menghindar dari Gaby bukan karena tak suka dengan gadis itu. Tapi, ia tak sanggup mengontrol nafsunya sendiri akan darah manusia. Jadi, ia pergi ke ruang kepala sekolah saja sembari menanyakan tentang siswa/siswi baru di sekolah tersebut.


"Selamat siang, juga Pak Rendra?" ucap Felipe menerima uluran jabat tangan kepala sekolah tersebut.


"Ada hal penting, apakah yg membawa langkah Tuan kemari?" tanya kepala sekolah itu.


"Hmm....., aku ingin melihat file-file siswa/siswi baru di sekolah kita ini pak kepala. Apakah, ada yg istimewa?" jawab Felipe.


"Oh, mengenai hal itu tidak ada yg istimewa, Tuan?"


"Benarkah, tidak ada yg istimewa?"


"Tidak ada. Cuma ada 1 file yg baru masuk ke sekolah kita ini. Tampaknya ada 1 siswi lagi yg ingin masuk ke sekolah kita ini, Tuan?" ucapnya serius.


"Oh, ya?" dahinya berkerut.


"Putri dari seorang pengusaha sukses. Namanya Alanis Maheswara. Usia 17 tahun.Dia merupakan putri tunggal dari pasangan suami istri Maheswara dan Maheswari. Pendiri dari M Couple group. Perusahaan besar no 1 di Asia!"


ucap kepala sekolah tersebut menerangkan.


"Oh, menarik!!!"


"Apakah dia istimewa?"


"Saya tidak tahu, Tuan apakah dia istimewa atau tidak! Tapi, ini adalah filenya berikut juga fotonya." ucap kepala sekolah lagi sambil menyerahkan file tersebut. Felipe menerima file tersebut dan kemudian membuka isinya. Ia membelalakkan matanya ketika ia melihat foto Putri Dyandra. Sangat cantik dan menawan, pikirnya.


"Tuan, bagaimana?" tanya kepala sekolah itu mendesak.


"Bagus, terima dia jadi siswi di sekolah kita ini. Lebih banyak, lebih baik!" ucapnya kepada kepala sekolah itu.


"Hahaha...., baiklah Tuan?" ucapnya tertawa lebar.


"Alanis Maheswara." ucapnya menggumam, kemudian ia pun mohon diri dari ruang itu karena ia mendengar bel masuk sudah berbunyi.


"Kalau begitu, aku pergi dulu. Sebab, bel masuk sudah berbunyi tadi." ucapnya dan sejurus kemudian tubuhnya menghilang dari pandangan. Kepala sekolah itu hanya mengangguk. Ia tak terkejut sama sekali dengan kejadian yg barusan terjadi. Karena, dia pun merupakan salah satu dari mereka.




☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆