
KAU BERANI MENAMPARKU?
Felipe memegang sudut bibirnya yg terluka akibat tamparan Alanis. Giginya bergemeletuk menahan amarah. Ia merasa sangat terhina dengan perlakuan Alanis padanya. Tamparan itu baginya seperti anak panah yg menembus jantungnya. Sakitnya tak tertahankan. Sedang Alanis merasa puas sudah memberi tamparan kepada Felipe yg sudah bertindak keterlaluan pada dirinya. Ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Namun, masih baru satu langkah saja. Tiba-tiba saja tangannya di pegang oleh Felipe dengan kuat seakan hendak menghancurkan tangan itu.
"Laki-laki ini kuat sekali tenaganya." pikir Alanis.
Semua mata yg melihat kejadian itu jadi bergidik ngeri kala melihat kemarahan tergambar jelas di wajah Felipe.
"Kau berani menamparku?" ucap Felipe tanpa memalingkan wajahnya. Alanis diam saja mendengar ucapan Felipe.
"Alanis Maheswara!!! Kau berani menamparku?" ucap Felipe dengan nada penuh penekanan. Kali ini, Alanis menjawab ucapan Felipe.
"Memangnya kenapa? Jika, aku menamparmu. Apa ada masalah?" balasnya santai.
"Huh!!! Gadis kurang ajar!!!" ucap Felipe penuh amarah sambil menarik tangan Alanis dan memeluknya. Alanis sangat terkejut mendapati hal tersebut.
"KAMU!!!"
"Beraninya, kamu memelukku??? Lepas!!!" ucap Alanis sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Felipe. Melihat raut marah di wajah Alanis seketika tersungging senyuman di bibir lelaki tampan tersebut.
"Memangnya, kenapa jika aku memelukmu??? Apakah ada masalah?" ucap Felipe sambil mengulang kata-kata Alanis tadi.
"Kau mengulangi kata-kataku!!!" ucap Alanis kesal.
"Ya. Kenapa?" ucap Felipe tersenyum. Cepat sekali perubahan di wajah lelaki tampan tersebut. Sesaat tadi amarahnya meledak bagai orang kesetanan. Tapi, kini ia malah tersenyum melihat Alanis yg tampak marah padanya.
"Tahu tidak, jika kamu marah begini. Kau sangat menggoda." ucap Felipe lagi sambil membasahi bibirnya sendiri. Memberi sensasi kesan menggoda pada Alanis. Membuat Alanis jadi jijik dan mual pada tingkah laku Felipe.
"Jangan kau pikir semua wanita akan tunduk dengan wajahmu yg tampan. Dan, sikapmu yg menjijikkan itu!!! Cih...." ucap Alanis sambil membuang ludah.
"Heh! Sudah terperangkap begini! Kau masih saja menghinaku!!!" ucap Felipe dengan mata melotot.
"Bahkan, kau sudah menghancurkan mobilku!!!" ucap Felipe dengan nada tinggi.
"Oh! Jadi? Ceritanya kau ingin ganti rugi dariku, Tu....an.....Fe.....li....pe???" ucap Alanis sambil mengeja nama Felipe.
"Ganti rugi? Usul yg bagus? Aku memang ingin ganti rugi darimu!" ucapnya dengan nada rendah.
"Ganti rugi apa? Biaya perbaikan mobil? Baiklah, akan kubayar!!! Sekarang lepaskan aku!!!" ucap Alanis memberontak. Tapi, semakin kuat pula Felipe memeluknya dan tak mau lepas.
"Aku tidak butuh uangmu, sexy?" ucap Felipe.
"Apa!!!"
Alanis terkejut! Ia tak menyangka Felipe akan berkata demikian.
"Jadi? Apa yg kau mau dariku? Selain uang?" ucap Alanis dengan ekspresi kaya orang bodoh.
"Jangan bilang kau mau....!!!" ucapan Alanis menggantung. Terlintas dalam pikirannya sejenak apa yg diinginkan Felipe darinya.
"Tepat sekali seperti apa yg ada dalam pikiranmu. Aku ingin kau menciumku!" ucap Felipe berbisik di telinga Alanis membuat Alanis jadi naik darah.
"KAMU MESUM!!!" ucapnya sambil melayangkan tendangan lututnya ke arah selangkangan Felipe. Felipe yg mendapat serangan tiba-tiba begitu reflek langsung melepaskan Alanis dari pelukannya, ketika ia merasakan miliknya terasa sakit yg tak terhingga.
"Aaakhh" pekiknya lantang.
Seluruh, murid-murid yg menyaksikan hal itu tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha" tawa mereka.
Mendengar seluruh murid menertawakannya, ia mengumpat penuh kesal.
"Dasar, gadis sialan!!!" ucapnya sambil memegang selangkangannya yg sakit dan bergulingan di tanah. Sementara, teman-temannya ikut-ikutan menertawainya. Bahkan, Sammy yg tertawanya paling keras.
"Hahaha"
Higga kedua temannya mendelikkan matanya.
Membuatnya segera mengatupkan mulutnya.
Alanis yg masih berada disana langsung saja melemparkan sekantung berlian ke wajah Felipe.
"Ambil itu!!! Untuk membayar biaya perbaikan mobil. Dan sisanya, gunakan saja untuk memperbaiki tingkah lakumu!!!" ucapnya sambil melipat tangan di dada. Lalu, segera pergi meninggalkan tempat itu meninggalkan wangi mawar yg menusuk hidung. Membuat siapa pun yg mencium baunya jadi terlena. Tetapi, wangi mawar tersebut tak membuat Felipe terlena. Tapi, malah tumbuh perasaan kesal di hatinya.
"Hei, cewek sialan! Jangan, meninggalkan baumu yg menyebalkan itu!!!" umpatnya lagi. Namun Alanis tak mndengarnya. Alanis terlanjur pergi menjauh darinya menuju ruang kelasnya.
Lalu, kemudian ia pun meminta bantuan teman-temannya untuk bangkit.
Begitu mendengar Felipe memanggil mereka.
Mereka langsug datang dan menghampiri Felipe yg masih berada di tanah.
"Bantu aku!!!" ucapnya.
Serta merta ketiga teman Felipe pun membantu Felipe untuk berdiri. Setelah Felipe berdiri dan rasa ngilu masih terasa di selangkangannya. Sambil mrmegangi miliknya yg masih terasa ngilu itu ia pun memukul kepala teman-temannya satu per satu.
"Phak....phak.....phak..."
"Aww" pekik ketiganya.
"Dasar kalian keparat!!! Kurang ajar!!!" ucap Felipe marah.
"Felipe, kenapa kau marah?" ucap Sammy.
"Sammy! Kau bertanya kenapa aku marah?!"
"Coba kalian pikir! Pake otakmu, bodoh! Aku kesakitan dan kau malah tertawa! Suara tawamu itu jauh lebih keras dibandingkan dengan yg lainnya! Kau membuatku kesal, Sammy!!! Mulai hari ini kau pulang dan pergi jalan kaki!!!" ucap Felipe kesal tingkat dewa.
"Apa!!! Felipe, jangan begitu dong?" Iya, sorry Felipe!!! Aku minta maaf?"
"Minta maaf, kepalamu!!! Dan, kalian berdua!!! Itu juga berlaku untuk kalian!!!" ucap Felipe kepada Seth dan Ryu.
"Apa!!!" Seru Seth dan Ryu.
"Felipe! Tolonglah, jangan begitu?"
"Apanya yg jangan? Kalian, itu temanku tapi, kalian tidak setia kawan malah kalian biarkan aku kesakitan dan menertawaiku?" ucap Felipe sambil kemudian berlalu pergi dari tempat itu meninggalkan teman-temannya disana.
"Ehh, apa itu?" ucap Seth ketika matanya tertuju pada kantung berwarna ungu tergeletak di tanah. Ia pun lalu mengambilnya.
"Bukankah, ini kantong pemberian gadis itu?" ucap Seth sambil memperhatikan benda tersebut. Ketika, mereka sedang sibuk dengan benda itu tiba-tiba saja Felipe muncul dan meramapas kembali benda yg di berikan Alanis padanya.
"Sini!!! Berikan punyaku!!!" ucap Felipe sambil merampas benda tersebut.
"Felipe! Bukankah, kau tidak suka gadis itu?"
"Diam, kalian!!! Oh, ya sekalian bukunya. Cepat berikan padaku!!!" ucapnya sambil membentak temannya.
"Iya....iya....cerewet sekali?"
"Apa kau bilang?"
"Ah, tidak. Itu, Felipe belnya udah bunyi. Masuk kelas yuk?"
"Awas, kalian ya?" ucapnya kemudian kembali pergi meninggalkan teman-temannya disana. Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. Langsung saja, para murid bergegas masuk kelas masing-masing dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Hingga, akhirnya bel tanda istrahat berbunyi. Alanis duduk sendiri di bangkunya sementara Bianca teman sebangkunya tidak masuk sekolah karena sakit. Ia pun menjadi khawatir dengan keadaan Bianca yg sakit. Jadi, akhirnya ia pun memutuskan pulang sekolah nanti untuk mengunjungi Bianca bersama dengan Lady, pengawal setianya.
☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆
☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆
☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆