PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 12



MEISAKA DAN KAILOV



Sementara itu di tempat lain. Siang hari, di hutan pinggiran desa tempat Manusia bermukim.


Dua bayangan itu tengah melompat dari satu pohon ke pohon lain. Gerakannya sangat cepat, bahkan hampir tak bisa di lihat dengan mata telanjang. Keduanya saling mengimbangi gerakan agar tidak saling menjauhi satu sama lain. Mereka adalah pasangan kakak beradik Meisaka dan Kailov. Dua bangsa Darah yg pada saat itu menjejaki kaki ke dunia manusia. Dengan maksud, membuat kacau pekerjaan Ratu Amora yg tengah membangun kekuatan baru. Sebenarnya, Meisaka dan Kailov merupakan abdi Raja Vampir yaitu suami dari Ratu Amora. Meisaka dan Kailov sesungguhnya berseberangan dengan Ratu Amora. Dulu, bangsa Darah dan bangsa Jin tidak pernah berseteru.Tapi, semenjak kehadiran Ratu Amora yg memiliki ambisi besar ingin seluruh bangsa-bangsa/makhluk halus termasuk bangsa Jin tunduk dan patuh di bawah kekuasaan bangsa Darah. Dan, itulah yg menyebabkan perang besar antara bangsa Jin dan bangsa Darah.Yang akhirnya, peperangan dimenangkan oleh bangsa Jin melalui kekuatan pemilik Segel Darah dan Pusaka Terlarang Canting Arang. Saat perang itu terjadi Meisaka dan Kailov tidak ikut berperang. Mereka, malah pergi meninggalkan kerajaan mereka dan Raja mereka yg pada saat itu sedang berperang. Mereka tidak ingin menjadi boneka Ratu Amora Dyagna. Kini, beratus tahun setelah kejadian itu mereka kembali. Mereka kembali bukan untuk membantu Ratu Amora. Tapi, untuk mengacaukan usaha Ratu Amora untuk menyusun kekuatan baru. Dan, saat ini mereka benar-benar ingin melakukannya. Setelah, lelah melompati pohon demi pohon, keduanya berhenti lalu turun ke bawah. Kemudian, mereka berjalan beriringan.


"Meisaka, tidakkah kau merasa ini terlalu sunyi?" ucap Kailov pada Meisaka.


"Ya, aku juga merasa begitu kakak?" ucap Meisaka kepada Kailov.


"Ratu serakah itu ternyata benar-benar tidak ingin rencananya gagal." ucap Kailov sambil mengepalkan tangannya.


"Kau benar, kak! Gara-gara dia hampir seluruh bangsa kita musnah." ucap Meisaka menimpali.


"Aku ingin sekali menciptakan kegusaran di hatinya itu." ucap Kailov tiba-tiba.


Ketika mendengar apa yg di ucapkan oleh Kailov membuat bibir Meisaka tersenyum tipis.


"Bagaimana menurutmu, Mei?" tanyanya meminta pendapat Meisaka.


"Tidak usah di tanya lagi! Rencana yg bagus! Terlalu sunyi tidak cocok untuk bangsa Darah!!!" ucapnya dengan senyum penuh kelicikan.


"Mari bergerak!!!" ucapnya lagi kepada Kailov.


Setelah berkata begitu, keduanya pun langsung menghilang. Pergi entah kemana, yg pasti kekacauan di dunia Manusia akan terjadi lagi. Kali, ini bukan ulah Ratu Amora dan anaknya. Melainkan, ulah Meisaka dan Kailov. Bekas abdi setia sang Raja Vampir yg kini terpenjara di dasar bumi. Dendam di antara, kedua ras murni tersebut sangat membara. Keinginan akan kehancuran Ratu Amora benar-benar menjadi prioritas utama. Karena ulah Ratu Amora yg menginginkan bangsanya di atas segalanya. Tanpa, melihat dulu kekuatan lawan. Membuat mereka sangat benci terhadap Ratu yg mereka anggap serakah dan sewenang-wenang. Memakai kekuatan bangsa Darah seenaknya, demi ambisinya yg sebenarnya tidak mungkin bisa tercapai.



Disaat yg bersamaan di tempat lain di sekolah Amora. Bel tanda pulang sekolah berbunyi tiga kali. Semua murid-murid menutup buku mereka, bersiap untuk pulang sekolah. Tak, terkecuali Alanis. Ia pun langsung bergegas merapikan buku dan juga perlengkapan sekolahnya. Sebelum ia keluar dari ruang kelas, Mico datang menyapanya. Tapi, ia tak mempedulikannya.


"Hai..." sapanya.


Langsung saja Alanis mengangkat tangan dan mengembangkan lima jari sebagai tanda ia tak ingin bicara dengannya.


"Oh, baiklah" ucap Mico sambil tersenyum manis. Lalu, ia pun beranjak pergi bersama Emily yg sudah menunggunya di luar ruang kelas. Begitu melihat, Mico keluar dari ruang itu langsung saja mereka pun pergi dari sana.


"Bagaimana, usaha pendekatanmu dengan gadis itu?"


Mico diam tak menjawab. Ia hanya mengedikkan bahunya.


"Lohhh...."


"Kau menyerah begitu saja?" tanya Emily.


"Siapa bilang?" jawab Mico.


"Aku hanya memberinya waktu." ucap Mico kemudian sambil mempercepat langkahnya meninggalkan sekolah itu. Mendengar ucapan Mico, Emily hanya menggelengkan kepalanya sambil memandangi punggung Mico yg berjalan menjauh darinya. Ia sadar tak mungkin Mico menyukainya. Buktinya sekarang Mico sedang berusaha mengejar seorang gadis yg tentunya nilai kecantikannya melebihi dirinya. Perlahan ia pun mengusir perasaan itu. Lalu, ia pun bergegas melangkah menyusul Mico yg semakin jauh berjalan meninggalkannya di belakang.


Sementara itu, Alanis sudah ada di pelataran parkir sedang bersiap untuk menaiki sepeda motornya. Ia memakai sarung tangan dan juga helmnya. Ia pun sudah, berganti pakaian waktu di toilet wanita tadi sebelum akhirnya ia turun ke bawah. Memang ruang kelas 1A letaknya diatas di lantai 2. Kini, ia sudah berada di atas sepeda motornya. Di saat yg bersamaan Felipe dan juga teman-temannya sedang bersiap pulang sekolah dengan mengendarai mobil berwarna merah tersebut. Mereka pun masuk ke dalam mobil itu, lalu Felipe pun menghidupkan mesin. Namun, tak disangka-sangka mereka bertemu dengan pengendara tadi pagi yg meremehkan mereka sedang melesat kencang melewati mereka meninggalkan pelataran parkir tersebut. Seth, menunjuk ke arah pengendara tersebut yg menjauhi mereka dengan motornya.


"Lihat!" serunya.


"Bukankah, itu pengendara tadi pagi?" ucapnya mencoba meyakinkan teman-temannya sambil menunjuk pengendara yg baru saja melewati mereka.


"Kau benar, itu dia!" ucap Felipe sambil mengerutkan dahi mengingat-ngingat pengendara yg membuatnya kesal setengah mati tadi pagi.


"Tunggu apalagi, Felipe!" ucap Sammy.


"Kejar dia!" ucap teman-temannya serempak.


"Iya....iya....baiklah....cerewet sekali! Pasang sabuk pengaman kalian! Aku akan ngebut!" ucap Felipe memberitahu. Lalu, tanpa dikomando dua kali Felipe pun langsung tancap gas mengejar Alanis yg melesat bersama sepeda motornya. Alanis tahu bahwa dirinya sedang dikejar oleh orang yg mengendarai mobil merah tadi pagi. Ia pun tersenyum. Sambil tetap memegang stang sepeda motornya di tangan satunya. Sementara, tangan satunya lagi terlepas dari stang dan ia pun meniru gerakan yg di lakukannya tadi pagi. Hingga, membuat darah Felipe mendidih untuk yg kedua kali. Ia pun menambah kecepatan mobilnya mencoba mengejar Alanis yg sudah sangat jauh di depan. Meski Alanis sudah berada sangat jauh di depan tapi, pandangan mata Felipe mampu melihatnya dari jarak yg sangat jauh karena ia seorang Vampir. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan lagi. Mobil Felipe yg mengejar dengan kecepatan tinggi hampir saja menyalip Alanis.Tapi, Alanis dengan sigap membelokkan stangnya. Hingga membuat Felipe gugup kemudian menginjak rem secara tiba-tiba. Hingga membuat mereka berempat terkejut dan menjedutkan kepala mereka.


"Aww" pekik mereka berempat.


Melihat hal itu, Alanis pun memutar arah. Kini, kedua kendaraan mereka saling berhadapan. Alanis menggeber-geber sepeda motornya. Felipe dan teman-temannya sedang menerka-nerka apa yang akan dilakukan oleh pengendara tersebut.


"Apa yg mau dilakukan pengendara gila ini?" ucap Felipe.


"Apa, jangan-jangan dia mau terbang lagi?" ucap Sammy menimpali.


"Sebenarnya orang seperti apa yg bersembunyi di balik helm hitam tersebut?" ucap Ryu lagi.


"Yg pastinya, siapa pun dia. Dia pasti bocah edan yg sudah bosan hidup!" ucap Felipe sambil menatap lurus ke depan.


Sementara, Felipe dan teman-temannya sedang sibuk menerka-nerka apa yg akan di lakukan Alanis. Tiba-tiba saja Alanis sudah tancap gas menuju mobil di hadapannya. Felipe dan teman-temannya terkejut dikira pengendara itu mau terbang lagi. Tapi, ternyata tidak! Alanis mendaratkan sepeda motornya diatas mobil Felipe sambil melalui mobil itu hingga membuat kaca depan mobil rusak parah dan juga cat mobil itu juga rusak. Alanis juga menginjak-nginjak atap mobil dengan menggunakan kekuatannya hingga membuat atap mobil itu penyok. Aksinya itu membuat Felipe dan teman-temannya panik bukan kepalang dan membuat Felipe berteriak....


"Aaarghhh.....mobilku!!!"


"Dasar, pengendara kurang ajarrrrr!!!" ucapnya lantang.


Puas membuat hancur mobil itu. Alanis pun membawa turun sepeda motornya ke bawah. Lalu, melepas helmnya. Terlihat wajah cantik itu yg tersenyum penuh kepuasan. Ketika, mereka mengetahui siapa pengendara tersebut. Mereka jadi terkejut.


"Kurang ajar, ternyata gadis sialan itu." geram Felipe marah bercampur kesal.


Setelah, memperlihatkan wajahnya kepada Felipe dan teman-temannya. Alanis pun memakai kembali helmnya lalu tancap gas meninggalkan Felipe dan teman-temannya dengan mobilnya yg rusak. Ia menembus jalanan yg ramai dan padat. Maklum, banyak anak pulang sekolah pada siang hari yg menyebabkan kemacetan parah di sepanjang jalanan tersebut.



PENGENALAN TOKOH DAN KARAKTER


1. Nama : Meisaka


Ras : Vampir Murni


Bangsa : Bangsa Darah


Umur : 700 tahun


Karakter : -



2. Nama : Kailov


Ras : Vampir Murni


Bangsa : Bangsa Darah


Umur : 750 tahun


Karakter : -



3. Nama : Lady


Ras : Jin Level Menengah


Bangsa : Bangsa Jin


Umur : 300 tahun.


Karakter : Kejam dan berdarah dingin, sangat


setia dengan Tuannya, senang


membunuh dan membuat


kekacauan.





☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆