PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 22



RENCANA ALANIS



Sekembalinya dari perkampungan kaum Pemburu. Alanis dan Lady tampak sedang membicarakan sesuatu di ruangan pribadi Alanis. Lady mempertanyakan keputusan Junjungannya tersebut. Ia tampak ragu dengan keputusan Junjungannya itu.


"My princess!"


"Ya, ada apa Lady?"


"Tidak apa-apakah jika kita bekerjasama dengan mereka?" tanya Lady khawatir.


"Tentu saja tidak, Lady! Mengapa? Apa kau ragu?"


"Sedikit, my princess!"


"Wajar, jika kau merasa khawatir. Karena kau punya tugas untuk melindungiku."


"Benar sekali, my princess."


"Jangan khawatir, Lady! Aku percaya pada mereka. Ingat! Tugas kita disini adalah untuk menyelidiki hal ini. Sekarang, sudah terungkap setengah. Setelah, nanti terungkap seluruhnya. Baru kita hancurkan bangsa Darah tersebut!!!"


"Baiklah, my princess? Lalu, bagaimana rencana anda selanjutnya."


"Apa kau tahu apa yg kupikirkan?" ucap Alanis kepada Lady.


Dengan penuh senyum Lady pun menjawab.


"Apakah hal yg sempat terlintas dalam pikiran anda my princess?"


"Tepat sekali!"


"Apakah, tidak berbahaya bagi anda!"


"Aku tahu apa yg aku lakukan. Kau tidak perlu khawatirkan aku!"


"Baiklah, my princess. Kalau, begitu hamba pamit undur diri dulu."


"Ya, pergilah. Oh, ya tetap awasi keadaan sekitar."


"Baiklah, my princess." ucap Lady kemudian peegi menghilang kembali melanjutkan tugasnya. Ia merasa lega setelah berbicara dengan junjungannya tadi. Setelah sempat ia merasa khawatir dengan junjungannya. Semoga saja tidak akan terjadi masalah serius! pikirnya.


Sementara itu di tempat lain.


Kedua bayangan tubuh itu tampak ngos-ngosan dengan keringat di sekujur tubuh mereka. Mereka berhasil kabur dari bahaya yg sempat mengincar nyawa mereka. Beruntung sekali ada celah yg terlihat diantara lapisan energi yg dibuat oleh Alanis untuk memblok kekuatan lawan. Sehingga, melalui celah itu mereka bisa kabur dan selamat. Ya, mereka adalah Meisaka dan Kailov. Saat ini mereka berdua tengah bersembunyi agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh Alanis.


"Mengerikan sekali, kakak?" ucap Meisaka.


"Apakah, kakak pernah berhadapan dengan gadis itu?"


"Aku tidak pernah berhadapan dengan gadis itu. Tapi, aku pernah berhadapan dengan pemilik dari pusaka itu."


"Oh, ya? Siapa?"


"Ratu Laut Utara, Nyi Segoro Wengi."


"Apa!!! Bagaimana, bisa kakak berhadapan dengannya?"


"Pada, saat itu aku sedang bertarung dengan sang penjaga Laut Utara. Aku secara tak sengaja memasuki wilayah kekuasaan mereka tanpa izin. Jadilah, aku bertarung dengan sang Ratu karena sang penjaga kalah bertarung denganku. Tapi, akhirnya aku kalah berhadapan dengannya. Ia sangat kuat, ia menggunakan panah Sasongko Wengi untuk melawanku. Aku tak sanggup menghadapi gempuran senjata itu. Jadi, aku kalah dan malah bekas luka akibat dari tergores oleh panah tersebut tak pernah bisa hilang sedikit pun." ucap Kailov sambil menunjukkan bekas luka di lengannya akibat tergores pusaka Sasongko Wengi.


"Mengerikan sekali, kak! Bahkan, kekuatan kita sebagai Vampir murni pun tak bisa menyembuhkan bekas luka akibat kekuatan pusaka itu?"


"Ya, kau benar Meisaka. Sangat mengerikan sekali. Tapi, untung saja kita masih bisa kabur dan selamat. Jika, tidak entah seperti apa nasib kita jika kita sampai terkena panah itu tadi."


"Ck.....sungguh sangat menyebalkan! Lalu, bagaimana sekarang kak?"


"Sekarang kita mundur dulu. Kita diam dulu, tidak usah bergerak dulu. Tunggu suasana aman dulu. Lalu, kita bergerak lagi."


"Baiklah, kakak. Tapi, yg aku herankan pemilik pusaka itu adalah Ratu Laut Utara. Lalu, mengapa gadis itu bisa memilikinya? Apakah gadis itu keturunannya?"


"Entahlah, kakak tidak tahu. Setahu kakak Ratu Segoro Wengi tidak pernah menikah dan juga tidak memiiki keturunan. Ia hanya memiliki seorang adik namanya adalah Pangeran Britt. Bagaimana, mungkin gadis itu adalah keturunannya?"


"Tapi, kak. Aura yg dimilikinya setara dengan para penguasa besar. Tapi, aura gadis ini jauh lebih kuat jika dibandingkan dengan para penguasa besar. Jadi, siapa dia???"


"Siapa pun dia. Yang jelas jangan sampai kita berhadapan dengannya lagi."


"Kak, sebaiknya kita cari tahu siapa gadis ini sebenarnya."


"Kau benar, Meisaka! Sekarang, sebaiknya kita kembali ke dimensi alam kita." ucap Kailov kepada Meisaka.


Meisaka pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan usul kakaknya. Lalu, mereka berdua pun akhirnya menghilang masuk ke alam lain tempat biasanya mereka tinggal. Alam astral, alam yg tak kasat mata. Hanya segelintir manusia yg diberikan kelebihan oleh sang Pencipta untuk menembus alam lain selain alam nyata.



Keesokan harinya di sekolah Amora.


Ruang kantin di sekolah itu cukup ramai. Memang kantin ini selalu ramai di kunjungi oleh para murid untuk istirahat. Tak, terkecuali Mico dan Emily yg sudah kembali ke sekolah setelah tak masuk sekolah selama beberapa hari. Mereka terlihat selalu bersama setiap saat, hingga para siswa/ siswi di sekolah tersebut mengira mereka ada hubungan. Padahal, mereka terlihat bersama karena Mico inhin selalu melindungi Emily dari perbuatan jahat Felipe. Sementara, Felipe tak begitu peduli dengan kabar angin yg beredar tersebut. Yang dipedulikannya saat ini adalah Alanis. Yang saat ini terlihat duduk di kantin sendirian. Namun, tak lama datanglah seorang lelaki menghampirinya. Dia adalah Jeje Mahardika seorang artis penyanyi yg lagi populer di kalangan anak-anak remaja. Ia langsung mendatangi Alanis yg sedang duduk sendirian. Melihat hal tersebut membuat para siswa jadi berteriak histeris. Apalagi murid-murid wanita mereka langsung berhamburan menyerang Jeje Mahardika. Ada yg minta tanda tangan, ada yg minta Foto bersama dan bahkan ada juga yg minta jabat tangan sebagai tanda mereka sangat mengagumi idolanya. Kedatangan lelaki itu dan duduk di bangkunya. Membuat Alanis langsung bangkit dan pergi. Kepergiannya menjadi perhatian bagi Jeje Mahardika, Felipe dan teman-temannya yg kebetulan sedang berada disana juga. Alanis tampak tidak peduli pada lelaki manapun yg kerap kali datang mencari perhatiannya. Maka, daripada itu ia selalu saaj menghindar dari lelaki mana pun. Bahkan artis sepopuler apapun ia tidak akan peduli. Contohnya Jeje Mahardika. Yang hanya disambut oleh tatapan dingin Alanis. Inilah yg menjadi perhatian Felipe, gadis yg susah didapatkan justru itu yg ia suka. Gadis yg tidak lemah, dan mau saja ketika ia digoda oleh seorang lelaki. Tetapi, tidak baginya, Alanis adalah gadis yg berbeda dari sekian gadis yg ia dekati walau hanya untuk sekedar memuaskan rasa laparnya akan darah manusia. Ia benar-benar tertarik dan ia sudah jatuh cinta pada gadis itu. Ia benar-benar ingin menjadikan Alanis sebagai pendampingnya kelak saat ia diangkat sebagai Raja baru di kelompknya, Bangsa Darah. Namun, itu masih rencana. Dan, ia sudah bersumpah untuk itu.