
Felipe bersama teman-temannya pergi ke sebuah tempat yg disebut Pabrik Darah. Disanalah, mereka mengolah darah menjadi minuman berkemasan untuk kalangan mereka sendiri. Felipe merasa senang dengan hasil kerja keras dari teman-temannya itu. Ia tertawa cukup keras sekali.
"Hahaha"
Felipe : "Bagus! Persediaan cukup banyak untuk kita. Kita tak perlu khawatir tentang darah. Kita bisa menghasilkannya disini dan kita tidak perlu memangsa manusia lagi." ucap Felipe senang.
Ryu : "Tentu saja, Felipe! Ini semua berkat usaha kita semua."
Sammy : "Ya....ya...., bagaimana untuk merayakannya kita pergi bersenang-senang."
Ryu : "Iya, tentu saja aku ikut."
Sammy : "Felipe! Kau ikut juga kan?"
Felipe : "Aku? Tidak! Kalian saja, masih banyak hal yg harus ku urus. Aku pergi dulu."
Sammy : "Ya, baiklah!"
Sementara, mereka sibuk bersenang-senang dengan keberhasilan mereka. Lady yg sedari tadi asyik menguping pembicaraan mereka pun segera pergi dari sana. Ia akan segera melapor pada majikannya, putri Dyandra tentang apa yg baru saja dilihatnya.
Di sisi lain.....
Alanis yg baru saja kembali diantar oleh Zein ia merasa sangat senang sekali. Wajahnya jadi cerah berseri-seri kala Zein mengantarnya pulang ke rumah. Ia merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yg empuk. Sejenak, ia seperti orang yg kurang waras. Suka tertawa sendiri dan tersenyum sendiri. Dan, semua itu terjadi karena Zein. Zein yg tampan dan mirip pangerah Shan. Membuat, Alanis jadi berhalusinasi yg tidak-tidak.
Namun, kedatangan Lady membuatnya jadi salah tingkah. Ia mencoba kembali untuk bersikap tenang dan penuh wibawa.
"Hm? Tampaknya, my princess sedang senang hari ini?" batin Lady.
Lady datang secara tiba-tiba, menemui putri Dyandra untuk melaporkan sesuatu yg baru saja ia lihat.
Lady : "My Princess!"
Putri Dyandra : "Lady! Kau datang!"
Lady : "Ya, my princess. Hamba, ingin menyampaikan hal penting kepada anda."
Putri Dyandra : "Katakan!"
Lady : "Hamba menemukan pabrik darah milik mereka, my princess."
Putri Dyandra : "Bagus! Mari kita pergi!"
Lady : "Baik, my princess!"
Putri Dyandra dan Lady segera pergi menuju tempat yg telah di temukan oleh Lady yakni "pabrik darah" milik Felipe. Sebuah tempat, dimana felipe mengolah darah untuk makanan mereka tanpa harus mencari mangsa. Dalam sekejap saja putri Dyandra beserta Lady sudah sampai di tempat yg dimaksud tersebut.
Putri Dyandra : "Inikah tempat yg kau maksud itu, Lady?"
Lady : "Iya, my princess! Ini tempatnya!"
Putri Dyandra : "Aura yg sangat gelap memenuhi tempat ini."
Lady : "Anda benar sekali, my princess."
Putri Dyandra : "Apa kau sudah melihat bagian dalamnya?"
Lady : "Belum, my princess. Saya sedang menunggu perintah anda." ucap Lady penuh hormat.
Putri Dyandra : "Baik, pergilah! Lihat, apa yg ada di dalam tempat ini!"
Lady : "Baiklah, my princess!"
Lady dalam sekejap menghilang kembali. Ia memenuhi titah putri Dyandra untuk melihat ada apa di dalam pabrik yg disebut pabrik darah itu. Sementara, putri Dyandra mengamati keadaan di luar tempat itu.
"Ctak"
Alangkah terkejutnya dia kala melihat isi dari ruangan tersebut. Ia melihat banyak sekali manusia yg menjadi eksperimen/bahan percobaan. Atau, lebih tepatnya mereka dijadikan sebagai penghasil darah untuk makanan mereka. Darah mereka di pres dengan menggunakan alat yg canggih. Lalu, dialirkan melalui selang. Darah itu terkumpul setetes demi setetes dalam wadah berbentuk kantung darah.
Lady : "Jadi, hal seperti inikah yg mereka lakukan? Sungguh biadab! My princess pasti tidak akan senang. Ia akan memporak porandakan tempat ini. Sebaiknya, aku segera melaporkan hal ini!" ucap Lady kemudian kembali menghilang dari sana.
Segera ia menemui putri Dyandra yg masih dalam posisi mengintai keadaan sekitar. Lady hadir dalam sekejap di hadapan putri Dyandra. Ia membungkuk memberi hormat dan segera melaporkan hal yg ia lihat barusan di tempat ini.
Setelah, mendengar laporan yg disampaikan oleh Lady. Seketika, membuat putri Dyandra diam dengan tangan terkepal.
putri Dyandra : "Kurang ajarr! Mereka sudah bertindak sejauh ini?"
Lady diam, menunggu perintah selanjutnya.
Putri Dyandra : "Lady!"
Lady : "Hamba, my princess!"
Putri Dyandra : "Segera beritahu hal ini kepada ketua kaum pemburu, Nagma!"
Lady : "Baiklah, my princess! Hamba permisi!"
Lady kembali menghilang meninggalkan tuannya yg masih berada di sana. Putri Dyandra benar-benar sangat marah. Ingin sekali ia menghancurkan pabrik itu agar rata dengan tanah.
Putri Dyandra : "Teganya, mereka menjadikan manusia sebagai eksperimen penghasil makanan mereka!!! Kali, ini tak akan aku biarkan kalian semua lolos! Aku akan menghancurkan tempat ini!!!"
Lady hadir kembali bersama dengan Nagma dan Bianca. Putri Dyandra tak terkejut dengan hal itu. Ia mengerti. Namun, Lady mencoba menjelaskan kepada tuannya. Putri Dyandra mengangkat tangannya memberi tanda yg membuat Lady diam dan tidak menlanjutkan kata-katanya.
Putri Dyandra : "Tidak perlu kau jelaskan, Lady! Aku mengerti sekali tentang hal itu! Seperti, yg kalian lihat ini adalah pabrik darah!"
Nagma : "Ya, aku sudah menduganya! Kemana mereka jika mereka sudah tidak di perbolehkan memangsa manusia!"
Putri Dyandra : "Mereka menggunakan manusia sebagai bahan percobaan penghasil makanan mereka!"
Nagma : "Ya, Lady sudah mengatakan semuanya padaku! Lalu, apa rencana berikutnya tuan putri?"
Putri Dyandra diam tak menjawab. Lalu, akhirnya ia bicara.
Putri Dyandra : "Bunuh semuanya kecuali manusia. Dan, hancurkan tempat ini sampai rata dengan tanah!!!"
Sesaat, tersungging senyum tipis di bibir Nagma yg mendengarnya.
Nagma & Bianca : "As you wish, tuan putri?"
Bersambung.....
PRINCESS DYANDRA 2 :
ARCHANA PRADHITA KINGDOM in BLOOD CLAN
NB :
Hai....hai...jumpa lagi dengan saya author novel ini. Mohon maaf lama up nya. Dikarenakan saya masih mengurus novel saya yg lain. I'm so sorry readersπππ. Aku mau promosi novel baru aku judulnya OPPA GANTENG KU semoga kalian suka yaπππ.
Terima kasih
Cover