
TENTANG SEKOLAH AMORA
Seberkas cahaya putih menyilaukan itu muncul di dunia Manusia. Perlahan-lahan sinar itu membesar lalu keluarlah dua makhluk dari lubang cahaya itu. Dan, kemudian sinar itu pun sirna saat kedua makhluk itu menapakkan kaki di bumi. Kedua makhluk itu adalah Putri Dyandra dan pengawal setianya, Lady. Dyandra menghirup udara secara perlahan. Sedangkan, Lady hanya diam memperhatikan tingkah Tuannya itu.
"Lady."
"Hamba, My Princess."
"Apa, kau tahu betapa segarnya udara yg kurasakan saat ini?" tanyanya pada Lady.
"Hamba, tidak tahu My Princess." ucapnya heran.
"Hm...., kau tidak tahu???"
"Maafkan, hamba My Princess. Soal, itu hanya Anda sendiri yg bisa merasakannya."
"Kau benar sekali, Lady! Memang hanya aku saja yg dapat merasakan perasaan ini. Aku sangat senang. Ayo, ikut aku pulang ke rumah!" ucapnya bernada perintah.
"Baiklah, My Princess." ucap Lady mengikuti Putri Dyandra pergi. Mereka pun menghilang di kegelapan malam. Dan, dalam sekejap mereka sampai di sebuah tempat yg sangat luas. Itu, adalah halaman depan sebuah rumah yg besar dan megah. Banyak sekali tanaman pepohonan di sekitar halaman rumah itu. Dyandra meminta Lady untuk pergi.
"Lady! Pergilah!"
"Baiklah, My Princess!" ucapnya kemudian pergi meninggalkan Dyandra sendiri di depan rumah itu. Dyandra, pun langsung berjalan masuk ke rumah itu. Tubuhnya segera menembus dinding tembok rumah itu. Sesampainya, di dalam matanya mengedar ke sekeliling rumah. Tak, ada siapapun disana hanya ia sendiri. Lalu, ia pun naik anak tangga menuju lantai atas. Di lantai atas, dia menuju ke ruang kerja yg biasa dipakai dulu oleh orangtua angkatnya untuk bekerja. Perlahan, ia membuka pintu itu dan ia melihat ke dalam ruangan itu sambil memanggil Ayahnya.
"Ayah" panggilnya. Namun, tidak ada satu pun suara yg menyahut panggilannya. Ia pun memanggil sekali lagi.
"Ayah!" Kali ini dengan suara agak keras ia memanggil Ayahnya. Kesal, karena tak ada yg menyahut panggilannya. Maka, ia pun berteriak memanggil nama Ayahnya hingga suaranya menggema di seluruh ruangan rumah.
"Ayah Maheswara!!! Dimana, kauuuu!!!" panggilnya keras. Karena, suara panggilannya begitu keras hingga menyadarkan kedua orangtua angkatnya yg pada saat itu sedang menunaikan kewajiban suami istri. Sontak, kedua orangtua itu pun terkejut. Buru-buru mereka sibuk memakai pakaian mereka kembali. Dan, langsung menemui asal suara yg memanggil dengan keras tadi. Mereka sangat terkejut ketika mendapati anak yg mereka besarkan ada di hadapan mereka.
"Alanis!!!" jerit mereka serempak. Mereka sangat bahagia mendapat kunjungan dari putri yg mereka besarkan. Mereka langsung menghambur ingin memeluk anak tersebut. Tapi, kemudian Putri Dyandra menjulurkan tangannya dan mengembangkan kelima jarinya sambil berucap "Berhenti, disana." katanya.
Kedua orangtua itu pun menjadi heran dengan sikap putri yg mereka besarkan.
"Kenapa, nak kenapa kau melarang kami untuk memelukmu?" tanya Maheswara.
"Karena, kalian bau. Apa, yg sedang kalian lakukan hingga menjadi bau begini?" ucap Putri Dyandra balik bertanya.
"Hehe...., biasalah suami istri. Ingin memberi kamu seorang adik." ucap mereka dengan rona merah di wajah menahan malu.
"Hmmmm...." Putri Dyandra ingin tertawa melihat tingkah kedua orangtuanya. Terlalu blak-blakkan banget, pikirnya. Tapi, ia menahannya.
"Baiklah, kalau begitu. Ayah dan Ibu mandilah dulu. Sementara, aku akan disini menunggu kalian berdua." ucapnya lembut. Sehingga membuat mereka jadi terpana sesaat. Kemudian, sadar kembali. Mereka pun buru-buru mandi dan berganti pakaian. Lalu, menemui putri mereka di ruang kerja.
"Sepertinya, ada sesuatu yg masalah yg membuatmu datang kemari, nak?" ucap Ibunya membuka suara ketika memasuki ruangan kerja tersebut. Dyandra memalingkan wajahnya dan melihat wajah cantik ibu angkatnya dan juga Ayahnya tengah tersenyum lembut padanya.
"Ya, ibu, Ayah."
"Apakah, Kami sudah boleh memelukmu, nak?"
ucap kedua pasutri itu.
"Tentu, saja boleh. Ayah, Ibu. Kemarilah, putri kalian ini sangat rindu pada kalian." ucap Putri Dyandra tersenyum sambil merentangkan kedua tangannya. Langsung saja serta merta kedua pasutri itu pun memeluknya. Mereka melepas kerinduan mereka untuk beberapa saat. Kemudia, mereka melepas pelukan mereka.
"Kau, sudah dewasa sekarang, nak? Sudah bertambah usia dan semakin cantik." ucap Maheswari pada putrinya.
"Hei, anak nakal! Kamu, gk boleh bicara begitu ya?" ucap Maheswari sambil menjewer daun telinga Putri Dyandra. Yg di jewer hanya bisa tersenyum saja. Lalu, ia teringat akan niatnya yg sebenarnya datang menemui kedua pasutri itu.
"Ayah, Ibu...., apa kalian tahu tentang Sekolah Amora?"
"Sekolah Elit itu?" jawab kedua pasutri itu.
"Ya"
"Memang, ada apa dengan Sekolah itu?" tanya kedua pasutri itu. Putri Dyandra diam, lalu kemudian ia memberikan berkas yg berisi tentang Sekolah Amora. Setelah, kedua pasutri itu membaca berkas itu mereka tampak terkejut.
"Apa!!! Bangsa Darah???"
"Ya"
"Bukankah, mereka sudah punah?"
"Mungkin, sebagian sudah punah. Sebagian lagi mungkin masih ada. Dan, menyusun kekuatan baru." ucap Putri Dyandra menjelaskan.
"Ini gawat, nak? Jika, mereka memang masih ada dan berhasil menyusun kekuatan baru, ini akan jadi masalah besar. Perang yg dahulu pernah terjadi akan pecah kembali."
"Ya, itulah yg kukhawatirkan. Dan, Ratu Sentanu mengutusku untuk menyelidiki hal ini. Aku ingin menyusup ke dalam Sekolah Amora. Apakah, bisa Ayah juga Ibu membantuku?"
"Tentu saja, bisa nak? Tapi, apakah kau yakin? Tampaknya, jika hal itu benar. Bukankah, akan berbahaya untukmu?" ucap Maheswara khawatir.
"Ayah dan Ibu jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri mulai saat ini." ucap Putri Dyandra meyakinkan kedua pasutri tersebut.
"Baiklah, kalau begitu. Kami akan mengurus berkas-berkasmu untuk masuk ke sekolah tersebut." ucap Maheswara sambil menyiapkan beberapa laporan dari perusahaannya.
"Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu. Aku akan menunggu hasilnya." ucap Putri Dyandra langsung menghilang meninggalkan harum bunga mawar yg tercium begitu wangi di hidung. Kedua pasutri itu begitu takjub melihat keadaan putri yg pernah mereka asuh dulu. Sangat berubah drastis dari semenjak terakhir kali mereka bertemu.
☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆
☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆
☆☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆