PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 23



KECEMBURUAN GABY



Saat langkah kaki Alanis belum keluar dari kantin. Tiba-tiba saja, kelompok cewek centil menghadang langkahnya. Cewek-cewek centil itu melipat tangan di dada. Dengan wajah sombong mereka melihat Alanis dari atas sampai bawah. Alanis yg di perhatikan begitu hanya diam saja tak peduli. Malah, ia bertanya pada ketiga cewek centil tersebut.


"Ada apa???" ucap Alanis.


Gaby menjawab.


"Kamu sudah buat kehebohan di kantin! Dan, kamu sudah mengalahkan popularitas aku!"


"Oh! Ma....sa...bo....doh!" ucap Alanis kemudian.


"Apa!!! Kau!!! ucap Gaby sambil mengangkat tangan ingin menampar wajah Alanis. Namun, dengan sigap Alanis pun menangkapnya.


"Tap"


Gaby terkejut!


"Mau menamparku?" ucap Alanis sambil tersenyum.


"Tanganmu ini masih terlalu lemah untuk menamparku. Akan, aku ajari kamu caranya menampar orang dengan benar. Begini caranya!!! ucap Alanis sambil mengangkat tangannya dan menampar wajah Gaby sekuatnya.


"Plaaaakkkk"


Suara tamparan itu terdengar demikian kerasnya. Semua yg ada di kantin itu melihatnya tak terkecuali Felipe dan teman-temannya. Felipe hanya tersenyum melihat pertengkaran kedua gadis itu. Terlihat seru untuknya.


"Itu baru gadisku!!!" ucap Felipe sambil terkekeh.


Sementara, Gaby yg mendapat tamparan itu hanya meringis kesakitan sambil memegangi pipinya yg baru saja di tampar oleh Alanis.


"Bagaimana? Sakit, ya? Cup....cup...cup?" ucap Alanis mengejek.


"Kurang ajar!!! Kamu!!!" ucap Gaby marah.


"Apa? Kenapa? Mau balas? Nih, aku kasih muka aku ke kamu!" ucap Alanis lagi.


Sambil menahan amarah.


"Lihat, saja aku akan buat perhitungan lagi denganmu!!!" ucap Gaby lagi lalu meninggalkan tempat itu.


"Ya....ya....aku akan menantikannya? Muach....♡" ucap Alanis sambil melemparkan kissbye jauh.


"Sialan!!!" ucap Gaby pada Alanis.


Semua memperhatikannya saat dia melemparkan kiss jauh untuk Gaby.


"Menarik sekali. Bagaimana, jika kamu berikan ciuman itu untukku!!!" ucap Felipe tiba-tiba dari belakang. Alanis menoleh. Ia melihat Felipe di belakangnya. Melihat, Felipe berada di belakangnya ia melempar senyuman manisnya kepada Felipe. Hingga membuat lelaki itu terperangah melihatnya. Lalu, kemudian ia berjalan mendekati Felipe dan berbisik di telinga Felipe.


"Kalau kau mau ciuman dariku. Kau harus mencuri dulu hatiku!" ucap Alanis dengan lembut di telinga Felipe. Membuat darahnya berdesir seketika saat Alanis membisikkan kata-kata di telinganya. Setelah berkata begitu Alanis pun pergi meninggalkan Felipe disana bersama teman-temannya. Semua yg melihat gerak-geriknya jadi terpana. Memang, pesona sang Putri yg satu ini benar-benar bisa membuat siapa pun bertekuk lutut di bawah kakinya, termasuk Felipe yg tampak seperti orang bodoh.


"Aku pasti mencuri HATIMU, bidadariku?" ucap Felipe dalam hati dengan senyum tersungging di bibirnya.


Sedangkan, Mico yg melihat pemandangan tersebut hatinya jadi cemburu. Ia mengepalkan tangannya. Dan, Emily juga yg melihat hal tersebut hanya sanggup mengelus dada saja. Bagaimana, tidak ia tidak mungkin mencegah tuannya jatuh cinta pada gadis lain. Meski kini ia akui perasaan terhadap tuannya tak akan pernah terbalas. Ia merasa ragu akan hal itu. Sebab, tuannya tak akan mungkin menerima perasaannya. Walau kini ia sudah kehilangan keperawanannya karena ulah Felipe.



Sementara itu di gudang sekolah.


Gaby yg merasa dipermalukan oleh Alanis. Hatinya begitu dipenuhi api dendam. Dadanya terasa panas membara bagai bara api yg tak pernah padam. Disana, Gaby hanya sendiri tanpa ditemani teman-temannya.


"Sialan, kau Alanis!!! Kau mempermalukanku di hadapan teman-temanku!!!" teriaknya kencang.


Karena, suaranya yg begitu kencang hingga mengundang seseorang yg sedang tiduran di sana jadi terbangun. Ia jadi marah! Siapa, lagi kalau bukan penyanyi terkenal Jeje Mahardika. Ia mengungsi disana untuk menghindari kerumunan Fans gilanya.


"BERISIK SEKALI!!!" ucapnya kesal lalu perlahan melompat ke bawah tanpa suara. Gaby yg melihat hal itu jadi terkejut.


"Hah! Kau melompat dari atas sana!!! Dan, kau tidak kesakitan?" ucap Gaby tidak percaya.


"Ck....hanya begitu saja. Memangnya, kenapa?" ucap Jeje lagi sambil berjalan perlahan mendekati Gaby. Gaby perlahan mundur ke belakang takut kalau Jeje berbuat sesuatu yg buruk padanya.


"Kenapa? Takut?" ejek Jeje lagi.


"Si....siapa takut!!!" ucap Gaby lagi.


"Hehe...boleh juga reaksimu itu. Sudah ketakutan tapi masih berani untuk bilang tidak takut. Bagus sekali, sepertinya kau cocok untuk


kandidat berikutnya."


"Apa? Kandidat berikutnya?"


"Ya"


"Kandidat bangsa Darah selanjutnya."


"Apa!!! Bangsa Darah? Apa itu?"


"Yg paling sering kalian tonton di tv. VAMPIR!!!"


"Apa!!!" ucap Gaby tiba-tiba lemas.


"Kenapa lemas? Aku tidak akan membunuhmu kalau kau mau jadi kandidat berikutnya. Tapi, jika kau tidak mau, maka kau MATI!!!" ucap Jeje lagi dengan gigi taring tajam dan mata yg sudah berganti merah. Melihat, hal itu Gaby jadi bergidik ngeri. Ternyata, Jeje Mahardika adalah bangsa Darah. Ia merupakan salah satu anak buah kepercayaan Felipe untuk mencari kandidat baru untuk memperkuat koloni mereka di dunia manusia. Untuk, itulah ia menyamar jadi artis penyanyi untuk mencari kandidiat baru dengan mudah.


"Baiklah! Aku setuju, jadi kandidat berikutnya!!!" ucap Gaby kemudian menyanggupi kata-kata Jeje barusan. Daripada ia mati konyol lebih baik dia menyetujuinya saja. Sedangkan, Jeje yg mendengar kata-kata setuju dari Gaby jadi tertawa gembira.


"Hahaha" tawanya keras.


"Bagus! Kalau begitu aku akan memanggil tuanku!" ucap Jeje.


"Tuan?"


"Ya, memangnya kau bisa jadi kandidat baru cuma karena gigitanku saja? Asal kau tahu! Kau takkan bisa jadi kandidat baru jika kau tak menerima darah murni milik tuan kami." jelas Jeje panjang lebar.


"Iya, aku mengerti." ucap Gaby kemudian. Lalu, kemudian Jeje tampak melipat tangan di dada, ia diam sejenak. Dan, tak lama muncullah orang yg dimaksud sudah hadir. Yang tak lain adalah Felipe. Ia hadir memenuhi undangan Jeje.


Tampak Gaby sangat terkejut dengan hal yg dimaksud. Ternyata tuan yg dimaksud oleh Jeje tidak lain dan tidak bukan adalah Felipe. Begitu juga dengan Felipe ia pun juga terkejut. Ternyata yg dimaksud dengan kandidat baru adalah Gaby.


"Kau!!!" ucap keduanya serempak.


"Jeje, apakah dia yg kau maksud itu?"


"Iya, tuanku?"


"Apakah, kau tidak salah?"


"Tidak tuanku?"


"Manusia ini sama sekali tidak cocok untuk jadi kandidat baru. Lebih, baik kau membunuhnya. Daripada, nanti dia merepotkan!!!" ucap Felipe.


"Apa!!! Membunuhnya?"


"Ya"


"Baiklah, tuan. Hamba, akan laksanakan perintah tuan!" ucap Jeje lagi.


Begitu mendengar dirinya tidak cocok untuk kandidat baru. Langsunga saja Gaby berlutut di hadapan Felipe sambil menangis.


"Kumohon? Terimalah aku. Aku akan lakukan apa pun perintahmu!"


"Hm, manusia lemah!!! Baiklah, kalau kau tetap memaksa." ucapnya dengan nada mengejek.


Lalu, kemudian Felipe pun berubah.


Ia lalu mendekati Gaby lalu kemudian ia menggigit leher Gaby. Gaby pun berteriak kesakitan. Namun, rasa sakit itu tak lama. Kemudian, Felipe melukai tangannya sendiri dengan cara menggigit pergelangan tangannya sendiri. Perlahan darahnya menetes, lalu kemudian ia meminumkan darahnya tersebut kepada Gaby. Ini yang disebut pertukaran darah. Manusia yg ingin menjadi vampir memang harus mau digigit dan ia juga harus meminum darah dari vampir murni. Barulah ia bisa berubah dari manusia biasa menjadi vampir. Setelah, ia meminum darah dari Felipe tersebut terjadilah perubahan pada bentuk tubuhnya. Ia merasa kuat dan ia merasa bahwa wajahnya jadi tambah cantik dan awet muda. Melihat hal itu Felipe pun jadi tertawa bahagia.


"Hahaha" tawanya.


"Sekarang kau merupakan bagian dari kami. Tapi, ingat dengan ucapan yg baru saja kau katakan tadi!!!" ucap Felipe kemudian lalu menghilang dari tempat itu. Gaby merasa sangat senang dan bahagia. Ia menyunggingkan senyum licik di bibirnya. Tujuannya sebenarnya adalah Alanis. Ia ingin sekali membalas perbuatan yg Alanis lakukan tadi di kantin kepadanya.




☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆