PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 20



PANAH SASONGKO WENGI



Lady sampai di sebuah hutan yg tercetak jelas pada gambar wanita yg menyelamatkan Bianca dari peristiwa kebakaran waktu itu. Ia memperhatikan dengan seksama hutan tersebut.


"Pasti di dalam hutan tersebut terdapat perkampungan tersembunyi suatu kaum. Mungkin, disana aku bisa menemukan petunjuk tentang wanita yg terekam di dalam ingatanku ini. Aku harus cepat! Aku tak bisa membiarkan, junjunganku menunggu." ucapnya seperti orang menggumam. Maka, sejurus kemudian ia pun sudah menghilang kembali masuk ke dalam hutan. Setelah, sampai di dalam hutan tersebut. Ia tak menemukan apa pun di dalam hutan tersebut. Hanya keheningan dan suara jangkrik hutan saja yg terdengar. Oleh sebab itu, ia pun kemudian memanggil anak buahnya dan menyuruh mereka menyebar untuk mencari perkampungan yg dimaksudkan olehnya.


"Sekarang menyebarlah, kalian! Temukan, perkampungan itu untukku. Setelah, melihatnya segera laporkan padaku!" perintahnya.


"Baiklah, tuanku!!!" ucap makhluk-makhluk tak kasat mata tersebut.


Makhluk-makhluk itu pun menyebar sementara Lady menunggu disana. Di atas pohon yg rimbun ia duduk sembari bersemedi untuk melihat sekitar hutan itu. Tak, lama makhluk-makhluk suruhannya pun kembali. Mereka, pun berbicara dengan nada ngos-ngosan. Lady pun segera mengakhiri semedinya.


"Bagaimana?" tanyanya.


"Ampun, tuanku? Kami tak menemukan perkampungan itu. Tapi, kami menemukan ada 3 makhluk sedang bertarung." ucap makhluk itu.


"Apa!!! Dimana?"


"Disana, di pinggir hutan!" seru makhluk suruhannya tersebut.


"Bagaimana, ciri-cirinya!"


"Yang satu manusia dan dua lainnya adalah bangsa Darah."


"Apa!!!"


"Bangsa Darah???" katanya mengulangi ucapan makhluk suruhannya.


"Iya, tuanku?"


"Hm, bagus sekali! Kerja kalian! Sekarang, kalian kembali aku ada urusan!!!" ucapnya. Dan, makhluk-makhluk itu pun segera menghilang dari pandangan.


"Hehe, bagus!!! Pucuk dicinta ulam pun tiba!!! Bangsa Darah!!! Tunggu aku!!! Akan kubunuh kalian semua!!!" ucapnya dengan seringai menakutkan tersungging di bibirnya. Lalu, kemudian ia pun melakukan telepati dengan Alanis yg masih bersemedi di rumah Maheswara. Alanis yg menerima telepati tersebut pun tersentak kaget.


"Apa!!!"


"Bangsa Darah?" ucapnya kaget.


"Benar, my princess!!!"


"Baiklah, aku akan segera kesana!" ucapnya langsung menghilang dalam sekejap. Dan, kini ia telah hadir di hadapan Lady. Lady pun langsung membungkuk nemberi hormat.


"My princess!"


"Bangunlah! Katakan, padaku! Dimana?"


"Disana, my princess?" ucap Lady sambil menunjuk arah yg ditunjukkan oleh makhluk-makhluk suruhannya tadi.


"Baiklah, kita bergerak!" ucap Alanis yg disertai anggukan kepala Lady. Lalu, keduanya pun menghilang bersamaan dengan suara-suara jangkrik yg berbunyi makin keras.


Sementara, di sisi hutan yg lain.


Pertarungan sedang terjadi. Disini, terjadi perbedaan kekuatan yg mencolok antara Kalyana alias Bianca dan dua bangsa Darah yg sedang bertarung dengannya. Terdengar tawa keras memecah kesunyian hutan dari bibir Meisaka. Ya, dua makhluk Darah yg bertarung dengan Kalyana adalah Meisaka dan Kailov.


"Hahaha" tawanya.


"Kudengar, kaum pemburu itu sangat hebat. Tapi, ternyata hanya segini saja." ucap Meisaka pongah.


"Kurang ajar, kalian!!! Terimalah, seranganku!!!" Ciaaaatttt!!!" seru Kalyana lalu menyerang kedua bangsa Darah itu secara bertubi-tubi. Membuat, kedua bangsa Darah itu sempat kewalahan. Lalu, kemudian Meisaka melihat celah titik kelemahan Kalyana. Ia pun, lalu menyerang titik itu dan tak ayal lagi tubuh Kalyana terpental dan menabrak pohon.


"Bruak"


"Akh" teriaknya.


Melihat, lawannya kesakitan membuat kedua bangsa Darah itu tertawa lebar.


"Hahaha"


Meisaka berjalan ke arah Kalyana yg sudah tidak berdaya. Terlihat sekali, ia terluka sangat parah. Meisaka berhenti dan berjongkok di depan tubuh yg sudah tidak sanggup melawannya itu.


"Sudah lihat kan? Kau ini lemah. Dan, kau malah menyerang kami dengan kekuatan yg lemah itu? Dalam, mimpimu!!!" ucap Meisaka sambil menjilati darah segar yg menetes di antara luka-luka di tubuh Kalyana akibat pertarungan tadi.


"Darahmu manis juga! Sepertinya, cukup untuk memuaskan rasa lapar dan dahagaku!" ucap Meisaka secara tiba-tiba yg membuat Kalyana pucat pasi.


"Dasar, makhluk rendah!" ucap Kalyana lemah.


"Hei, sudah terluka dan sudah mau mati kau masih juga keras kepala." ucap Meisaka sambil terkekeh.


"Oh, ya? Benarkah, demikian??? Kita lihat siapa yg akan mati duluan kau atau aku." ucap Kalyana sambil matanya menatap ke arah pohon tak jauh dari sana. Dimana, ia melihat seorang wanita sedang membidikkan anak panahnya ke arah Meisaka yg saat itu sedang menertawai Kalyana.


"Apa!!!" ucap Meisaka sambil mengikuti arah mata Kalyana. Meiska terkejut dan membelalakkan matanya kala melihat anak panah sedang melesat ke arahnya. Melihat hal itu, Kailov pun berteriak....


"Whussss"


Sekarang, panah itu sudah mau mencapai sasarannya. Kalyana terkejut mendapati hal tersebut. Saat, anak itu panah hampir mencapai sasarannya tiba-tiba saja berbelok arah dan menghantam pohon yg ada di sebelah tubuh Kalyana berada.


"Crak!"


Kalyana menarik nafas lega ternyata panah itu tidak mengenai dirinya. Namun, batang pohon yg terkena anak panah tersebut berubah warna menjadi hitam gosong dan berbau busuk. Seperti itulah, jika panah tadi mengenai tubuh Kalyana. Ia bersyukur ia masih hidup meski, sekarang keadaannya tak jauh dari kata sekarat. Sedangkan, Meisaka dan Kailov yg menyaksikan kejadian tersebut pun tak percaya melihat kejadian itu.


Dan, orang yg melesatkan panah itu pun turun dari atas pohon. Dia adalah Lady orang yg telah melesatkan anak panah beracun tadi ke arah Meisaka. Sejenak, Meisaka dan Kailov saling pandang.


"Bangsa Jin!!!" ucap mereka berdua kompak.


"Jin level menengah" ucap Kailov lagi ketika merasakan getaran aura yg terpancar dari tubuh Lady. Kailov pun tertawa lebar ketika ia mengetahui siapa orang yg menyerang Meisaka diam-diam.


"Hahaha" tawanya.


"Kukira, makhluk mana yg menggunakan racun malam-malam. Ternyata adalah kamu! Bangsa Jin level menengah." ucapnya sambil berkacak pinggang. Mendengar apa yg dikatakan oleh lelaki itu Lady diam saja. Ia tak menggubris ucapan lelaki itu. Ia malah menatap tajam ke arah kedua bangsa Darah tersebut. Sambil menyiapkan busur dan anak panahnya kembali. Namun, tiba-tiba saja Alanis mencegahnya.


"Cukup, Lady! Hentikan! Serahkan, urusan ini kepadaku!"


"Tapi, my princess!" ucap Lady enggan.


"Apa kau berani menentangku???" ucap Alanis dengan raut wajah marah. Melihat kilatan kemarahan di mata junjungannya itu sejenak membuat Lady merasakan seluruh tubuhnya lemas. Ia pun langsung berlutut memohon ampun kepada Alanis.


"Hamba, mohon ampun my princess. Hamba, tidak berani!" ucapnya sambil berlutut di hadapan Alanis memohon ampun. Melihat, kedatangan satu lagi musuh yg hadir di hadapan Meisaka dan Kailov. Dan, sekaligus mendengar percakapan mereka dan juga rasa takut yg dirasakan oleh Lady itu tiba-tiba membuat Meisaka dan Kailov pun merasakan hal yg sama.


"Apa-apaan ini! Aura wanita ini benar-benar sangat menakutkan. Dengan hanya mendengar kata-katanya saja sudah membuat seluruh tubuhku merasakan aura kematian! Siapa dia sesungguhnya???" ucap Kailov dalam hati.


"Kakak, sebaiknya kita pergi dari sini! Aku merasakan sesuatu bahaya akan membahayakan nyawa kita!" usul Meisaka.


"Kau merasakannya juga, Meisaka?"


"Iya, kakak? Seluruh tubuhku rasanya lemas dan tak bertenaga. Siapa sesungguhnya wanita ini hingga memiliki aura yg demikian menakutkan begini!!!" ucap Meisaka.


"Entahlah, kakak juga tidak tahu!" ucap Kailov lagi.


"Baiklah, kita pergi dari sini!!!" ucal Kailov kemudian ia mencoba untuk segera menghilang dari sana. Namun, apa yg terjadi? Ia sama sekali tak bisa menggunakan kekuatannya untuk kabur.


"Mau kabur???" ucap Alanis dengan tatapan tajam hingga membuat Meisaka dan Kailov tak berkutik.


"Aku telah memblok kekuatan kalian. Kalian tak akan bisa kabur dariku. Sekarang, katakan padaku! Apa yg kalian lakukan disini!" ucap Alanis tegas.


"Oh, jadi begitu? Pantas saja, kami tak bisa kabur. Pengecut sekali!!!" ucap Meisaka lantang.


"Oh! Pengecut, katamu? Baiklah, akan aku tunjukkan padamu! Siapa yg pengecut disini kalian atau aku!!!" ucap Alanis tenang.


Lalu, kemudian ia pun mengangkat tangannya ke atas dan mengucapkan mantra.


"Wahai, samudra laut utara. Dengarkanlah, panggilanku! Datang! Dan, penuhi tugasmu! Aku tuanmu, memanggilmu "Sasongko Wengi" wujudlah!!!"


Tak lama, langit yg tadi tenang tampak mulai bergejolak. Petir pun datang menyambar disertai angin dan air yg datang secara tiba-tiba entah darimana. Membuat, siapa saja yg melihat kejadian itu jadi lari terbirit -birit. Perlahan angin dan air itu membentu pusaran air dimana angin dan air itu bercampur menjadi satu lalu perlahan-lahan berubah menjadi bentuk senjata busur dan anak panah yg memiliki warna keemasan. Itulah, Sasongko Wengi telah hadir memenuhi panggilan tuannya.


Melihat, benda yg tak asing bagi Kailov seketika tubuhnya bergetar hebat. Ia tahu, benda apa itu. Ia pernah merasakan akibat terkena dari serangan panah tersebut. Panah pamungkas Ratu Laut Utara itu sukses membuatnya benar-benar merasakan dilema. Daripada, mati konyol berhadapan dengan senjata itu maka sekali lagi ia pun mencoba kabur mumpung fokus Alanis sedang terpecah. Ia pun langsung membawa Meisaka kabur menjauh dari tempat itu. Akhirnya, mereka berdua pun menghilang. Melihat, sasarannya telah kabur membuat Alanis sangat marah. Ia pun melesatkan anak panah tersebut ke sekitar tempat itu!


"Whusss"


"Dhuuaar....Blaaarrr"


Terdengar bunyi ledakan di antara pohon-pohon tersebut hingga membuat hutan tersebut rusak parah. Puas melampiaskan amarahnya ia pun kembali menyimpan senjata pamungkas tersebut. Dan, ia kembali melihat sahabatnya yg sedang terluka parah. Kalyana alias Bianca sangat terkejut melihatnya.


"Alanis???"




☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆