
PEMILIK SEGEL DARAH DAN PUSAKA TERLARANG CANTING ARANG.
Ketika Kailov dan Meisaka juga yg lainnya mendengar penjelasan Pangeran Zein siapa sebenarnya gadis, yg bertarung dengan mereka memakai senjata pamungkas Ratu Laut Utara, adalah sang Pemilik Segel Darah. Mereka semuanya sangat terkejut! Tak terkecuali sang Pangeran Serigala Pangeran Satria.
"APA!!!" ucap mereka semua terkejut.
"Jadi, ternyata dia adalah pemilik Segel Darah dan Pusaka terlarang Canting Arang?"
"Ya" ucap Pangeran Zein mengiyakan.
"Pantas saja, auranya sangat menakutkan! Hingga, membuat seluruh tubuhku lemas!" ucap Kailov.
"Ya, sama juga dengan diriku!" ucap Meisaka menimpali.
"Sang Putri sangat menakutkan sekali. Tapi, bagaimana ia bisa memiiliki pusaka pamungkas Ratu Laut Utara?" tanya Kailov.
"Itu adalah pemberian sang Ratu sendiri. Ketika, acara penyambutan diadakan untuk dirinya. Dan, ketika itu para penguasa besar yg menjadi saksi atas pemberian sang Ratu Laut Utara tersebut!" ucap Pangeran Zein memberi penjelasan kepada Meisaka dan Kailov. Mereka pun manggut-manggut tanda mengerti.
"Jadi, begitu ya ceritanya. Sekarang kami mengerti, mengapa panah itu berada di tangan Gusti Putri!" ucap Kailov lagi.
"Tapi, aku heran mengapa ia bisa berada di dunia manusia? Apa, ibunda Ratu yg mengutusnya?" ucap Pangeran Zein alias Pangeran Shan.
"Em, San-san mungkin juga begitu!" ucap Chio menimpali. Rupanya sang sahabat gila dan konyol satu ini benar-benar tak bisa jauh dari sahabatnya. Buktinya saja sekarang ia berada di sisi Pangeran Zein ini.
"Kalau begitu, bisa gawat kalau ketemu dia di dunia manusia." ucap Pangeran Zein.
"Jika begitu, kau harus hati-hati, Pangeran Zein?" ucap Pangeran Satria.
"Ya, tentu saja Pangeran Satria." ucap Pangeran Zein.
"Baiklah, pertemuan sampai di sini saja. Kailov dan Meisaka, urusan kalian selesai dulu disini. Sekarang, serahkan urusan ini pada kami. Kalian beristirahatlah. Aku sudah menyiapkan makanan kalian di kamar kalian!!!" ucap Pangeran Satria.
"Baiklah, Gusti Pangeran. Kami pamit undur diri." ucap Kailov mewakili Meisaka lalu kemudian pergi dari sana menuju ruan yg telah disediakan oleh Pangeran Satria.
Setelah kepergian kedua makhluk Darah tersebut, Pangeran Zein, Pangeran Satria dan Chio kembali berdiskusi mengenai strategi untuk masuk dalam koloni yg sedang diurus oleh Pangeran bangsa Darah, Felipe tersebut.
"Bagaimana, kalau kita menyusup saja ke dalam sekolah Amora? Dengar-dengar, dari kedua makhluk itu. Basis pertahanan mereka sebenarnya adalah sekolah Amora." ucap Chio ketika mereka menemukan kebuntuan.
"Darimana kau tahu tentang hal itu, Chio?"
"Dari dayang Mimi."
"Oh, apa kau sedang kecentilan lagi dengan dayang polos itu?" ucap Pangeran Zein sambil menatap tajam Chio.
"Tidak?"
"Lalu?"
"Tugas penting apa itu!"
"Menyelidiku sekolah Amora di dunia manusia!" ucap Chio memberitahu.
"Bagus! Ternyata kau tidak pacaran saja!" ucap Pangeran Zein sambil menepuk pipi Chio.
"Hmph! Dasar, kau menyebalkan San-san?" ucap Chio manyun.
"Apa, kau bilang!!!" ucap Pangeran Zein sambil menarik kerah baju Chio.
"Ehhh, ampun San-san?" ucap Chio takut.
Setelah, mendengar Chio berkata begitu Pangeran Zein segera melepaskan cengkeraman tangannya di kerah baju Chio. Sedangkan, Pangeran Satria yg meihat itu hanya tersenyum saja.
"Sudah, tidak perlu emosi begitu Pangeran Zein! Jadi, bagaimana?"
"Ya sudah, ikuti rencana Chio saja. Menyelusup ke dalam sekolah itu!" ucap Pangeran Zein akhirnya.
"Baiklah, kita sepakat! Kita bertiga akan menyelinap ke sekolah itu sebagai murid dari sekolah tersebut!" ucap Pangeran Satria menyetujui usul dari Pangeran Zein tadi. Lalu, akhirnya di susunlah rencana mereka sambil sekolah dan juga sambil menjalankan rencana di sekolah tersebut. Tampak, Pangeran Zein sangat semangat sekali menyambut hal tersebut. Hingga Chio menyindirnya.
"Cie.....cie.....yg udah kangen. Pengen ketemu pacar?" celetuk Chio.
"Ck....apa-apaan kau ini Chio. Berisik sekali!!!" ucap Pangeran Zein malu. Sedangkan, Pangeran Satria lagi-lagi hanya tersenyum saja. Namun, akhirnya ia pun jadi penasaran dengan sang Putri yg dimaksud tersebut yg mampu merebut hati Pangeran Zein yg sebenarnya terkenal dengan sikap cueknya terhadap wanita.
"Pangeran Zein, katakan padaku! Apa, yg kau sukai dari kekasihmu itu?"
"Eng? Yg kusuka darinya? Tentu saja, marahnya dan sikap manjanya padaku!" ucap Pangeran Zein.
"Hanya itu saja?"
"Ya, memangnya kenapa?"
"Ah, tidak apa-apa. Kau beruntung memiliki wanita yg cantik dan manja seperti dirinya."
"Ya, kau benar! Aku beruntung! Mudah-mudahan saja!" ucap Pangeran Zein sambil menatap keluar melihat langit malam yg gelap. Hanya, bintang-bintang saja yg terlihat bertaburan dan juga kerlap kerlip cahayanya yg meramaikan langit yg sangat gelap itu. Sejenak, hadirlah wajah cantik Putri Dyandra terukir di langit malam itu. Semakin menambah kerinduan yg kian menyesak di dada Pangeran Zein.
"Semoga saja, kau tak membenciku, Dyandraku?" ucapnya lirih.
☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆
☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆
☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆.