
Emily sedang mengikuti pelajaran di sekolah.
Sudah sedari tadi ia merasakan pusing di kepalanya.
Selain itu ia pun juga merasakan mual, ingin muntah. Mico yg memperhatikan, tingkah lakunya yg sedikit aneh memancing rasa penasaran Mico. Ia ingin tahu apa hal yg terjadi dengan Emily
"Emily?" panggilnya.
"Apa, kau baik-baik saja?"
"Entahlah, Mico?"
"Aku tidak tahu!"
"Dari tadi, kepalaku benar-benar pusing sekali!" ucap Emily lemah.
"Lebih, baik nanti kau minta izin saja!"
"Aku, akan mengantarmu pulang ke rumah!" ucap Mico.
"Baiklah, Mico!" ucap Emily kemudian.
Tak, lama waktu istirahat pun tiba. Emily meminta izin untuk pulang ke rumah karena kondisinya yg sedang kurang sehat. Mico, pun dengan sukarela mengantarnya pulang ke rumah.
Pemandangan, kebersamaan Mico dengan Emily terlihat jelas oleh Felipe.
Felipe, mengepalkan kedua tangannya tanda ia tak suka miliknya di ganggu oleh orang lain meski pun hanya seorang pelayan sekali pun. Ia cemburu tapi tak bisa mengungkapkan rasa cemburunya.
Teman-temannya juga melihat.
Mereka menepuk-nepuk pundak Felipe tanda memberikan ketenangan. Ia menoleh dan ternyata yg menepuk pundaknya adalah ketiga temannya.
"Apa!!!" ucapnya ketus.
"Sabar, Felipe!" ucap Sammy.
"Iya, sabar!"
"Jangan, bertengkar lagi dengan Mico ya?" ucap Seth.
Mendengar, ucapan teman-temannya membuatnya kembali naik darah dan emosi.
"Berisik!!!"
"Diam, kalian!!!" bentaknya penuh kekesalan.
Lalu, kemudian ia pun pergi meninggalkan teman-temannya disana.
"Huh!"
"Dasar, dikit-dikit marah!"
"Kaya, cewe lagi menstruasi aja!" ucap Ryu lagi sambil menyeruput minuman darah tersebut.
"Lagi, menstruasi kepalamu!!!" ucap Sammy sambil memukul kepala Ryu dengan keras.
"Phak!"
"Aww!" jeritnya.
"Kenapa, sih kok pukul kepalaku?" ucap Ryu bingung.
"Kenapa?"
"Pake tanya lagi, kenapa?" ucap Sammy.
"Si Felipe itu lagi cemburu berat!" ucap Seth menengahi.
"Kalau, cemburu ya kenapa mesti disimpan-simpan?"
"Ryu, kamu itu pernah jatuh cinta gak?"
"Gak, pernah tuh!"
"Pantas saja, kau tampak seperti Vampir bodoh yg tahunya cuma nyeruput kantong darah tiap hari!" ucap Seth sambil merampas minuman yg berbau amis dan anyir tersebut.
"Hei....hei...., kembalikan!!!"
"Kalian, ini! Jatah, kalian kan sudah!" ucap Ryu sambil mengejar Seth dan Sammy yg membawa lari minumannya.
Seth dan Sammy tak peduli dengan panggilan Ryu.
Mereka terus saja pergi, meninggalkan Ryu sendiri disana.
Sedangkan, mereka tidak tahu sedari tadi ada sepasang mata yg memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Hm?"
"Berita, yg bagus untuk my princess!"
"Aku, yakin my princess pasti senang dengan berita ini!" ucap Lady sambil tersenyum. Lalu, kemudian ia pun mengontak Alanis untuk menemuinya di atap sekolah.
Lalu, dalam sekejap saja.
Alanis pun sudah hadir di sana. Tanpa, basa basi ia pun bertanya kepada Lady perihal apa yg ingin disampaikan.
"Lady!!!" panggilnya.
"Ya, my princess!" ucap Lady seraya membungkukkan badan memberi hormat.
"Bangunlah!!!"
"Ada apa, kau memanggilku kesini?"
"Hamba, mohon ampun my princess!"
"Ada, sesuatu yg ingin hamba sampaikan!"
"Katakan!!!" ucap Alanis tegas.
"Ternyata, ketiga teman lelaki yg bernama Felipe itu adalah vampir, my princess???"
"Apa, kata-katamu itu bisa di percaya?"
"Tentu saja bisa dipercaya, my princess?
"Hamba, melihatnya sendiri!" ucap Lady takut-takut.
"Bagus!"
"Selidiki, mereka!"
"Dan, pantau gerak gerik mereka!"
"Kau, paham!!!" perintah Alanis tegas.
"Hamba, paham dan mengerti my princess?"
"Hamba, pergi dulu."
"Pergilah!!!" ucap Alanis.
Lalu, Lady pun segera menghilang dari pandangan mata. Ia melaksanakan tugasnya kembali. Ia terus memantau kegiatan para vampir itu sesuai perintah dari Alanis.
Sedangkan, Alanis ia berharap masalah ini cepat selesai dan ia bisa langsung kembali ke Kerajaan Artha Khan. Tapi, ia menjadi bingung hal apa yg akan ia lakukan saat ia kembali ke Kerajaan nanti.
Ia menarik nafas lelah jika mengingat hal itu. Tapi, tugasnya sebagai seorang putri Mahkota tetap harus ia jalankan. Dan, sudah lama ia tidak kembali ke Kerajaan Artha Khan untuk datang melapor.
Untuk, itu setelah sepulang sekolah ia kembali ke Dunia Astral untuk menemui sang Ratu. Untuk memberi laporan menyangkut tugas yg sedang di embannya.
"Bagaimana, dengan hasil penyelidikanmu!" tanya Ratu Sentanu saat putri Dyandra hadir kembali di ruangannya.
"Apakah, sudah ada hasil?" ucap Ratu Sentanu lagi.
"Bibi Ratu, ananda sudah menyelidiki hal ini."
"Dan, ananda sudah mendapatkan hasilnya!" ucapnya menjeda.
"Lanjutkan!" ucap Ratu Sentanu.
"Menurut, Lady ada tiga orang vampir di sekolah tersebut."
"Tapi, tidak menutup kemungkinan bukan hanya mereka saja. Bahkan, mungkin yg lainnya pun."
"Untuk, hal ini hanya itu saja yg dapat ananda sampaikan, bibi Ratu?"
"Tetap, pantau terus!"
"Dan, tetap waspada!"
"Apakah, kamu mengerti putri Dyandra?"
"Ananda mengerti, bibi Ratu!"
"Ananda, kembali dulu!"
"Baiklah, pergilah!" ucap Ratu Sentanu tegas.
Dan, tak lama putri Dyandra alias Alanis pun segera kembali ke Dunia Nyata. Ia pun tetap menjalankan tugas dari bibinya, Ratu Sentanu. Memang, sangat melelahkan. Apalagi, musuhnya kali ini adalah makhluk yg pandai bermain strategi.
☆☆☆☆☆☆PUTRI DYANDRA 2☆☆☆☆☆☆
☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆
☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆