
PROLOG
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jin dan bangsa Darah bermusuhan. Bukan, hanya karena kekuatan namun juga karena kekuasaan. Bangsa Darah yg ingin terlihat lebih kuat dari bangsa Jin selalu mencari cara supaya bangsa mereka lebih unggul.Tapi, segala usaha mereka sia-sia karena ternyata kekuatan bangsa Jin tak bisa dianggap remeh begitu saja. Segala usaha itu menjadi sia-sia manakala mereka bertemu sang Pemilik Segel Darah dan Pusaka Terlarang Canting Arang. Pertempuran dahsyat pun terjadi dan membuat pupus harapan bangsa Darah untuk menjadi bangsa yg kuat. Raja dari bangsa mereka menjadi permata dan terpenjara di dasar bumi. Sedangkan sisanya menunggu hari saat pembalasan itu datang. Entah kapan perang dahsyat itu akan kembali berkobar. Entahlah, tidak ada yg tahu kapan perang yg terjadi ratusan tahun lalu itu akan kembali berkobar.
Kini mereka mulai bangkit kembali. Mereka mulai membangun kekuatan mereka kembali sambil menunggu kekuatan mereka membesar, mereka juga membutuhkan banyak pasukan. Saat ini jumlah mereka masih sedikit. Itu masih terlalu jauh dari harapan. Untuk itu tanpa sepengetahuan bangsa Jin mereka mulai merambah ke dunia manusia. Mereka mencari kandidat baru di dunia manusia. Mereka mulai membentuk koloni di antara para manusia. Karena sifat mereka yg gegabah akhirnya pergerakan mereka tercium juga oleh para pemburu yg berada di dunia manusia. Hilangnya manusia satu demi satu terutama wanita yg diduga di culik juga mayat manusia yg kering karena kehabisan darah serta tanda gigitan di leher sudah di pastikan adalah ulah bangsa Darah alias bangsa Vampir yg membentuk koloni di dunia manusia secara diam-diam. Para pemburu itu tak tinggal diam begitu mereka mendapatkan informasi mereka pun mulai bergerak sedikit demi sedikit. Hal itu mereka lakukan agar bangsa Darah tidak tahu bahwa sesungguhnya keberadaan mereka sudah diketahui. Tapi, sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Rencana para pemburu itu di ketahui juga oleh bangsa Darah hingga membuat bangsa Darah waspada. Pergerakan bangsa Darah yg tadinya terlihat kini berangsur-angsur mulai tak terdeteksi lagi oleh para pemburu hingga membuat kaum pemburu bingung dan tidak tahu apa yg harus dilakukan.
Berita tentang kejadian itu terdengar juga oleh para penguasa di Kerajaan alam Astral. Rupanya, apa yg dikatakan Raja Ahmed dulu itu benar. Bahwa, kemungkinan bangsa Darah mulai menyusun pergerakan untuk melawan mereka kembali. Sekarang mereka mulai berdiskusi untuk penanggulangan masalah ini. Mereka bukan hanya membutuhkan ide untuk mengatasi masalah ini. Tapi, mereka juga butuh seseorang yg tangguh untuk hal ini. Untuk itu sekali lagi mereka membutuhkan kekuatan pemilik Segel Darah dan pusaka terlarang Canting Arang. Yang, ternyata pemilik Segel Darah dan pusaka terlarang Canting Arang adalah merupakan keturunan langsung Raja Ahmed yakni Putri Dyandra. Tapi, semenjak kejadian di kastil Ireng dan kematian kekasihnya membuat sang Putri bagaikan makhluk tanpa memiliki rasa apapun. Senyum yg dulu pernah terukir di bibirnya sirna. Wajahnya cantiknya yg dulu terlihat ceria kini berubah menjadi wajah yg terlihat dingin dan beku. Ia sudah tak peduli lagi dengan keadaan yg terjadi. Seakan-akan apa yg pernah ada dalam hidupnya tidak memiliki arti. Taman bunga yg dulu penuh dengan bunga beraneka warna kini berubah warna menjadi hitam dan layu. Kerajaan itu kini terlihat suram dan karena sang calon Ratu bersedih tiada putusnya. Entah bagaimana ia menjalani hidup tanpa kekasihnya. Dahulu, ruang kamar yg ditempatinya selalu terang di terangi cahaya, kini kamar itu terlihat gelap tanpa penerangan. Kini, sang Putri benar-benar sangat kacau. Seakan dunia yg dilihatnya sudah seperti bukan dunia lagi. Tapi, hanya alam yg berubah-ubah seiring perjalanan waktu. Pagi, Siang, Sore dan Malam tampak biasa saja dimatanya. Ia benar-benar tenggelam dalam luka yg tak berkesudahan. Nyi Roro Sentanu seringkali datang untuk melihatnya.Tapi, sama sekali tak pernah ia hiraukan. Segala rayuan yg bibinya katakan pun percuma. Sampai suatu ketika, Ayahandanya datang menemuinya dan membujuknya. Itulah saat pertama kali ia bertemu dengan sosok Ayahnya meski hanya sebentar saja. Sudah bisa membuatnya mengerti dan paham. Ia menangis dalam pelukan hangat Ayahnya. Ia merasa sudah berbuat kesalahan karena sudah mengabaikan semuanya. Dan sekarang waktunya untuk bangkit kembali bukan hanya demi dirinya, bukan hanya demi Kerajaannya tapi juga demi bangsanya yg saat ini menjadi incaran bangsa Darah. Demi tugas yg harus ia selesaikan, ia rela melakukan apapun bahkan membunuh musuh sekalipun bersama abdi setianya, Lady. Kini mereka menuju Sekolah Amora yg merupakan jantung pergerakan bangsa Darah membangun koloni dan hidup berdampingan dengan manusia. Dimana, mereka dengan secara bebas merekrut anggota sebanyak-banyaknya yg artinya adalah pembantaian besar-besaran demi nafsu haus darah. Dan juga membesarkan koloni yg mereka bangun di dunia manusia.
☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆
☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆