PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 15



TAMPARAN ALANIS



Halaman yg berantakan, tembok pagar yg hancur, pohon kelapa yg terbakar dan pot bunga tanah liat yg pecah menjadi pemandangan mengerikan bagi teman-teman Felipe yg baru pulang dari bengkel mobil. Mulut mereka membuka lebar manakala melihat itu semua. Setelah pertarungan dahsyat antar kedua bangsa Darah menjadikan tempat itu bagai tempat pembantaian. Mereka melihat tempat yg mulai gelap itu dengan mata nanar. Pandangan mereka terhenti ketika melihat seonggok tubuh tergeletak disana. Dengan luka di bagian tubuh belakangnya.


"MICO!!!" ucap mereka kaget.


Mereka bertiga langsung berhamburan menghampiri tubuh Mico yg terluka. Lalu, mereka membopong tubuh tersebut masuk kedalam rumah. Dan, mereka membaringkan tubuh tersebut di sofa. Kekhawatiran tergambar di wajah ketiganya.


"Bagaimana ini?" ucap Ryu pada kedua temannya.


"Entahlah, aku tidak tahu." ucap Sammy melirik Seth.


"Kenapa, kau melihatku? Aku juga tidak tahu!" ucap Seth yg menangkap lirikan mata Sammy.


"Jadi gimana, dong???" ucap Ryu.


"Ada apa ini?" ucap Felipe yg tiba-tiba muncul di belakang ketiganya. Membuat ketiganya langsung menoleh.


"Felipe?" ucap mereka serempak.


Felipe diam dengan ekpresi dingin di wajahnya.


Melihat Felipe diam saja mereka pun akhirnya juga diam. Felipe memandangi wajah ketiga temannya satu per satu. Hingga akhirnya ia berkata.....


"MINGGIR!!!" ucapnya kepada teman-temannya.


Mendengar ucàpan Felipe, mereka pun menyingkir dan memberi jalan.


Felipe pun melangkah menuju tubuh Mico di baringkan. Perlahan ia menghela nafas lelah.


"Ini akibatnya jika kau memancingku!!!" ucapnya sambil mengumpulkan hawa murni di telapak tangan dan menempelkannya di belakang tubuh Mico yg terluka. Hawa murni berbentuk bola kabut dan sejuk itu perlahan masuk ke dalam tubuh belakang Mico yg terluka tersebut. Secara perlahan luka itu pun mulai sembuh dan hilang. Memang, Mico merupakan bangsa Darah juga sama dengan Felipe dan ketiga temannya. Tapi, ia tidak termasuk dalam golongan ras murni. Ia hanya memiliki separuh saja dari darah bangsa Darah dan selebihnya ia adalah manusia atau bangsa mereka mengenalnya dengan "Dhampir"


Itulah yg menyebabkan proses penyembuhan berjalan agak lama bila tidak di bantu oleh kekuatan bangsa Darah yg memiliki darah murni. Dan, setelah pertarungan dahsyat tadi benar-benar hampir membuatnya lebur menjadi debu.Jika, saja Felipe tidak menekan kekuatannya yg besar itu sudah pasti Mico akan tiada tak bersisa.Tapi, sekarang ia nampak baik-baik saja karena pertolongan Felipe barusan. Memberikan hawa murni ke dalam tubuhnya untuk mempercepat penyembuhan luka dan menyelamatkan nyawanya. Mico pun akhirnya siuman dari pingsannya. Ia menggeliat lemah dan ia melihat Felipe bersama teman-temannya disana. Sedang melihat dan memperhatikan dirinya. Melihat Mico sudah sadar Felipe pun beranjak dari sana sambil berkata.....


"Kau beruntung, kau selamat. Tapi, tidak ada lain kali untuk ini." ucapnya kepada Mico yg membuat senyum sinis di bibir Mico.


"Berikan dia makan!!!" perintah Felipe kepada teman-temannya sambil berlalu dari ruang tamu itu. Lalu, teman-teman Felipe sibuk memberikan makanan kepada Mico. Bukan dalam bentuk makanan manusia tapi darah segar yg mereka ambil dari rumah sakit.


Sedang Felipe berjalan menuju kamarnya untuk melihat keadaan Emily. Disana di ruang kamar pribadi yg berantakan itu terlihat Emily yg sudah mandi dan sudah berpakaian kembali. Felipe yg sudah tiba disana tersenyum melihat pelayannya sudah bersih dan wangi. Entah mengapa begitu melihat pelayannya yg sedikit cantik itu ia merasa bahagia. Bau wangi sabun memenuhi ruangan kamar Felipe. Wanginya menusuk hidung dan tanpa ia sadari tiba-tiba ia teringat akan wangi mawar yg menggoda indera penciumannya. Dan, sekilas wajah cantik Alanis menari-nari di pelupuk matanya. Seluruh apa yg ada di diri Alanis benar-benar hampir sempurna. Membuatnya benar-benar ingin memilikinya. Namun, bayangan lain pun melintas saat bagaimana gadis cantik itu merusak mobilnya dan meremehkan dirinya membuatnya benar-benar ingin melumat gadis itu bulat-bulat.


"Gadis kurang ajar itu. Akan, kubuat dia menyesal!!!" ucapnya kesal sambil mengepalkan tangannya. Lalu, ia pun kembali menemui teman-temannya. Menanyakan kembali kondisi mobilnya yg rusak parah.


"Hei....kalian! Bagaimana dengan mobilku?" tanyanya pada teman-temannya.


"Mengenai masalah itu, Felipe mobilmu itu butuh banyak perbaikan. Bisa memakan biaya banyak. Lebih, baik kau beli baru saja." ucap Ryu memberi saran.


"Beli baru kepalamu!!! Itu mobil edisi terbatas! Cuma ada satu di dunia. Beli itu juga, aku sampai habis-habisan merayu ibuku!!!" ucapnya membentak. Dan, yg di bentak cuma bisa diam saja.


"Jadi, bagaimana dong?" ucap Sammy.


"Ck....ini semua gara-gara gadis itu!!! Wajahnya cantik minta ampun, tapi tingkahnya itu benar-benar membuatku kesal!!!" ucapnya sambil menendang meja tamu. Meja tamu itu terbang lalu kemudian menabrak dinding.


"Braak"


Meja tamu itu hancur. Melihat meja itu hancur membuat teman-teman Felipe jadi ketakutan.


"Felipe! sudahlah! Mau berapa barang lagi kau hancurkan?" ucap teman-temannya.


"Hmph, bila perlu semua barang yg ada di rumah ini kuhancurkan!!!" ucapnya penuh kekesalan kemudian pergi menghilang entah kemana menghilangkan semua rasa kesal yg kian menumpuk. Sedang, teman-temannya hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah Felipe. Termasuk, Mico menganggap Felipe seperti anak kecil saja yg mesti dibujuk dan diberi permen ketika mengamuk.


Empat lelaki pujaan kaum hawa, itu tengah berjalan menuju taman sekolah yg terletak di samping lapangan bola basket. Meski taman itu tidaklah luas namun, cukup sebagai tempat untuk beristirahat atau belajar. Tujuan empat sekawan itu adalah main bola basket. Mereka tampak senang sekali bermain bola basket. Hingga mereka tak menyadari Alanis juga berada disana. Alanis yg kala itu sedang duduk di taman sambil membaca buku di tangannya tampak serius membaca. Buku, yg di pegangnya adalah buku sejarah tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam memperebutkan Kemerdekaan dengan bangsa Asing. Ia tampak membolak balik halaman buku itu setelah ia selesai membaca satu per satu halaman dari buku itu. Hingga, salah satu dari teman Felipe melihatnya. Dan, langsung memberitahu Felipe gadis yg merusak mobilnya ada disana.


"Hei, coba lihat Felipe! Bukankah, gadis itu yg merusak mobilmu Felipe? ucap Seth memberitahu. Felipe yg diberitahu temannya tentang gadis yg merusak mobilnya ada disana. Seketika, amarahnya yg sempat redam kini perlahan tumbuh kembali. Langsung saja ia berjalan menuju ke arah Alanis yg pada saat itu sedang asyik membaca buku sendirian meski beberapa pasang mata lelaki menatapnya tiada henti. Namun, ia tak peduli. Ia masih saja meneruskan kesibukannya kembali. Hingga, akhirnya ia dikejutkan dengan kehadiran Felipe di hadapannya. Namun, ia tak peduli ia tetap meneruskan aksinya membaca buku tersebut.


"Seru sekali, ya? Membaca buku sejarah. Apakah, kau juga suka membaca sejarah orang lain?" ucap Felipe tiba-tiba. Mendapati pertanyaan tersebut Alanis cuma diam saja tak menggubris ucapan lelaki yg dianggapnya songong tersebut.


"Tampaknya, kau sangat suka dengan buku ini. Sampai-sampai kau tidak peduli dengan orang yg mengajakmu bicara." ucap Felipe lagi sambil merampas buku yg sedang dibaca oleh Alanis. Dan, melemparnya ke arah teman-temannya yg dengan sigap menangkap buku tersebut.


"Hei, teman-teman! Aku titipkan buku itu sebentar. Dan, pemiliknya sedang main-main denganku!" ucap Felipe kesekian kalinya sambil terkekeh. Melihat, Felipe merampas bukunya dan juga melemparnya, membuat Alanis naik darah. Langsung saja ia menampar lelaki itu.


"Plaaakk....!!!"


Suara tamparan itu terdengar demikian kerasnya. Hingga, menggema di seluruh sekolah. Orang-orang memperhatikan, Alanis dan Felipe yg sedang bertengkar. Mereka menghentikan sejenak kegiatan mereka. Dan, mengalihkan pandangan mereka ke arah dua orang yg sedang bertengkar itu. Dari tempat mereka memandang terlihat kalau Alanis tadi menampar Felipe dengan keras. Hingga membuat sudut bibir Felipe terluka.



♡♡♡♡♡BERSAMBUNG♡♡♡♡♡



☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆