PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 4



MICO SI DARAH CAMPURAN



Emily duduk terdiam sangat lama di ruangan itu. Ia memikirkan kata-kata Felipe barusan. Airmatanya mengalir. Ia tak mengerti mengapa Felipe bersikap demikian. Padahal, ia tahu Felipe tidak mencintainya lalu mengapa harus marah pada dirinya hanya karena ia bercanda dengan teman-temannya. Saat ia kebingungan seseorang datang menemuinya. Sambil melipat tangan didada lelaki itu bertanya.....


"Dia menggigitmu lagi? tanya lelaki itu.


Emily hanya mengangguk.


"Emily....? Sampai kapan kau akan mau diperlakukan seperti ini olehnya."


"Aku tidak tahu. Mungkin sampai kapan pun?" ucap Emily gamang.


"Emily ikutlah denganku. Aku janji, akan memperlakukanmu lebih baik darinya!" ucap lelaki itu mencoba meyakinkan Emily.


"Tidak, Mico! Aku tidak bisa. Aku adalah pelayannya. Aku tidak mungkin ikut denganmu!" ucap Emily sambil menyebut nama lelaki itu.


"Tapi.....!"


"Tidak, ada tapi. Pergilah, Mico! Tinggalkan aku sendiri!" ucap Emily sambil mengusir Mico.


"Baiklah, aku akan pergi." ucap Mico kemudian keluar dari ruangan itu. Setelah keluar dari ruangan itu ternyata Felipe sudah menunggunya di luar. Melihat raut wajah Mico yg galau membuat Felipe tersenyum senang.


"Percuma saja, kau membujuknya. Selamanya, dia tidak akan mau ikut denganmu!" ucap Felipe dengan nada menyindir. Sementara, Mico yg mendengar ucapan Felipe menjadi marah. Giginya bermeletuk, matanya merah menyala, gigi taringnya tajam siap mengoyak apapun yg ada di hadapannya.


"Ggrrr"


Melihat kemarahan di wajah Mico juga perubahan yg terjadi pada mata Mico, bukannya membuat Felipe takut ia malah tertawa.


"Hahaha......"


"Hei, Mico percuma saja kau melawanku. Aku ini keturunan murni sedang kau hanya ras campuran. Darah mana yg lebih kental, darahmu atau darahku?"


"Hmph, sialan!!! kurang ajar, kau Felipe! Meski, darahku tak sekental darahmu aku juga tetap seorang vampir!!!"


"Ya....ya....terserah kau saja. Darah Campuran? Bagaimanapun, akan tetap kukatakan padamu! Jangan, pernah membujuk Emily lagi! Dia milikku!!!"


"Milikmu? Tapi, kau tidak mencintainya! Kau hanya menganggapnya sebagai pelayan! Sampai, kapan kau akan tetap menahannya di sisimu!!!"


"Entahlah, mungkin sampai aku bosan dan mencampakkannya!"


"Kau, bajingan Felipe!!!" Terimalah, pukulanku! Ciaat......"


Mico menyerang Felipe. Dia melayangkan tinjunya ke arah wajah Felipe. Tapi, dengan sigap Felipe menahan sekaligus menangkap tinjuan Mico.


"Mau melawanku, heh? Kau, sama sekali tidak layak!" ucap Felipe sambil mendorong tubuh Mico dan menghempaskannya.


"Whuss"


Tubuh Mico terbang dan akhirnya jatuh menabrak tembok.


"Brak"


Mico meringis kesakitan. Darah segar menetes dari sudut bibirnya. Sementara tembok yg tadi terkena tubuhnya rusak parah dan membentuk lubang besar.


"Hahaha...."


Felipe tertawa.


"Lihatlah, dirimu! Bahkan, menghadapiku saja kau tidak sanggup! Malah, kau ingin berebut wanita denganku! Jangan, mimpi!!!" ucap Felipe puas telah membuat Mico terluka parah. Teman-teman, Felipe datang setelah mendengar suara keributan dari ruang dalam.


Mereka semuanya, terpelongo melihat kejadian itu. Mereka hanya bisa diam melihat kedua vampir itu bertarung tadi. Mereka tak berani melerai keduanya karena takut akan terluka karenanya. Bahkan, Sammy yg baru datang pun hanya diam bagai patung tak mampu mengucap sepatah kata pun.


"Hei....ada apa kalian semua kemari? Pergi, sana! ini bukan tontonan!" ucap Felipe mengusir teman-temannya. Teman-teman Felipe dengan langkah berat mengikuti perintah Felipe. Mereka pergi begitu saja. Melihat, teman-teman Felipe tanpa ada niat melerai membuat Mico benar-benar benci.


"Hmm....boneka-bonekanya Felipe!!!" ucap Mico sinis. Tapi, mereka tetap tak peduli mereka terus saja melangkah pergi.


"Cih....mereka lebih baik darimu, Mico! Setidaknya, mereka tidak akan menusukku dari belakang! Tidak seperti kau!!!"


"Oh ya??? Benarkah begitu? Bagiku, mereka terlihat seperti Pecundang!!!"


"Sudah terluka. Tapi, masih sanggup mengucapkan kata-kata menjijikkan!" ucap Felipe sambil menarik kerah baju Mico.


"Akh, sudahlah. Tidak menarik bermain-main dengan orang dungu sepertimu! ucap Felipe lagi kemudian pergi meninggalkan Mico disana. Ia pun berjalan menuju ruang tamu menemui teman-temannya. Saat teman-temannya menyadari kedatangannya mereka langsung berdiri dari duduk mereka.


"Ck....aku tahu apa yg akan kalian katakan. Dia baik-baik saja.Tidak terluka terlalu parah. Lagipula, lukanya akan sembuh dengan sendirinya. Dia lebih kuat dibandingkan dengan kalian." ucap Felipe mengusir kegelisahan di wajah teman-temannya.


"Bagaimana, dengan penerimaan siswa tahun ini." tanyanya pada teman-temannya.


"Sejauh ini berjalan lancar. Tidak ada masalah, sama sekali Felipe." ucap Seth yg hanya diam saja sejak melihat Felipe pulang dengan raut muka marah.


"Tidak ada." ucap Ryu menambahkan.


"Felipe, kau tenang saja sejauh ini pasukan kita sudah hampir mencukupi." ucap Sammy mencoba meyakinkan.


"Hmph, apa kalian pikir pasukan yg jumlahnya ratusan itu cukup???" ucap Felipe dengan mata berkilat-kilat. Membuat, teman-temannya bergidik ngeri.


"Aku tidak mau tahu, aku ingin jumlah pasukanku bertambah. Dan, aku mau yg spesial kali ini. Jika perlu, seorang Pemilik Segel Darah dan Pusaka Terlarang Canting Arang. Baru aku akan puas dengan hasil kerja kalian!!! Jika tidak, mimpi saja jika ingin membuatku senang dengan usaha kalian!!!" ucap Felipe menjelaskan.


"Tapi, untuk saat ini kita tidak boleh bergerak dulu. Jika pun bergerak harus pelan-pelan. Karena, aku mendapat kabar para pemburu sudah mengetahui keberadaan kita. Dan, mungkin saat ini jumlah kita sudah mulai berkurang." ucap Felipe lagi.


"Lalu, bagaimana mengatasi para pemburu itu?" tanya Seth.


"Saat ini kita belum bisa mengatasi kaum pemburu. Saat ini kita hanya bisa bermain aman saja. Perintahkan kepada anggota kalian jangan bertindak gegabah. Jangan memancing kaum pemburu untuk menyerang kita. Kalian mengerti!!!" ucap Felipe dengan nada perintah.


"Kami mengerti, Felipe!!!" ucap mereka serempak. Setelah, berkata demikian Felipe pun menghilang. Ia pun pergi ke tempat lain, karena ia merasakan panggilan ibunya. Maka, secepat kilat ia pun menemui ibunya. Setelah memberi instruksi kepada teman-temannya.



PENGENALAN TOKOH DAN KARAKTER



1. Nama : Ryu


Ras : Vampir Biasa


Bangsa : Bangsa Darah


Umur : 300 tahun



2. Nama : Seth


Ras : Vampir Biasa


Bangsa : Bangsa Darah


Umur : 269 tahun



3. Nama : Mico


Ras : Vampir Campuran


( Vampir & Manusia )


Bangsa: Bangsa Darah


Unmur : 560 tahun






☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆