PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
bab 24



BANGSA SERIGALA


Setelah, Gaby menjadi salah satu dari anggota bangsa Darah. Nafsu untuk membunuh Alanis tumbuh semakin kuat di hatinya. Ingin sekali ia menghancurkan gadis itu dengan kekuatan yg baru diperolehnya tersebut. Selain, itu nafsu makannya akan darah manusia pun semakin menjadi-jadi. Jeje Mahardika selaku guru dan temannya selalu mengingatkan dan mewanti-wanti dirinya untuk berburu secara diam-diam. Tidak boleh sembrono dan grusah grusuh. Jika tidak, tentu akan jadi masalah bila nanti di lihat oleh bangsa manusia. Takut, jika nanti Gaby tidak bisa mengendalikan nafsu makannya. Maka, Jeje pun memberikan darah segar dari rumah sakit. Masih, terbungkus rapi. Gaby menerimanya tanpa sungkan dan ragu.


"Bagaimana, rasanya?" tanya Jeje pada Gaby.


"Rasanya lumayan enak, jika dibandingkan dengan makanan manusia yg selama ini aku makan!" ucap Gaby memberikan penjelasan kepada Jeje.


"Hahaha"


Jeje tertawa lebar begitu mendengar kata-kata Gaby barusan.


"Kenapa?"


"Baru, satu hari kau jadi Vampir. Tapi, kau sudah paham akan kebutuhanmu akan darah. Tapi, ingat tetap saja selain darah kau juga harus makan makanan yg seperti biasa kau makan. Jika, tidak itu akan menarik perhatian manusia. Apa, kau mengerti!"


"Baiklah, aku mengerti!"


"Oh, ya satu lagi. Pesan, dari tuan Felipe!"


"Apa itu?"


"Dia bilang, kau tidak boleh mengusik Alanis! Jika, kau tetap melakukannya dia tidak akan segan-segan menghabisimu!!!" ucap Jeje.


"Mengapa begitu? Apa, istimewanya gadis sialan itu???" ucap Gaby marah.


"Aku tidak tahu! Yang, pastinya kau harus mengalah. Aku tahu kau berniat untuk balas dendam padanya."


"Oke, baiklah. Aku mengerti!" ucap Gaby kemudian.


"Sekarang, pulanglah! Ingat, kata-kataku!"


"Iya....iya!" ucap Gaby kemudian menghilang dari pandangan.


"Dasar, anak baru. Suka pamer!" ucal Jeje segera kembali untuk menemui Felipe di rumahnya.


Tidak, butuh waktu lama. Jeje pun tiba di hadapan, tuannya itu. Mengetahui, Jeje telah datang. Felipe pun kembali menanyakan tentang hasil latihan dari Gaby.


"Bagaimana?"


"Hasilnya, sejauh ini lumayan bagus tuan!" ucap Jeje melaporkan.


"Bagus! Terus, awasi dia! Jangan, sampai dia berbuat sesuatu yg merugikan bangsa kita!" ucap Felipe lagi.


"Baiklah, tuan? Saya permisi." ucap Jeje kemudian segera menghilang dari pandangan. Felipe, menarik nafas panjang lelah. Ia melirik sejenak, ke arah tempat tidur. Disana, ia melihat Emily dengan keadaan tubuh berbungkuskan selimut. Maklum, saja tadi mereka sempat bercinta dengan menggebu-gebu. Perlahan, ia mendekati tubuh itu disana. Ia naik ke tempat tidur. Lalu, kemudian ia membalikkan tubuh Emily kehadapannya. Ia mencium kening Emily dengan lembut. Lalu, kemudian merengkuh tubuhnya dalam pelukannya yg hangat.


"Selamat tidur, sayang?" ucapnya lembut di telinga Emily.


Tak bisa ditebak sesungguhnya bagaimana perasaan Felipe terhadap Emily sesungguhnya. Tidak cinta, tapi tidak mau melepaskan. Mungkin, hanya sekedar sayang saja atau mungkin hanya rasa simpati saja. Sedangkan, Felipe menginginkan Alanis. Tapi, ia juga menginginkan kehangatan Emily. Entah, apa yg ada di dalam pikiran Felipe, sang Pangeran Vampir Kerajaaan Archana Pradhita ini. Tidak tahu, apa sebenarnya apa yg diinginkan oleh lelaki satu ini.


Sementara, itu di tempat lain di dunia Astral.


Meisaka dan Kailov sudah berada di Kerajaan Bangsa Serigala. Mereka baru saja kembali dari petualangan mereka di dunia manusia. Sebenarnya, Meisaka dan Kailov menjalin kerjasama dengan bangsa Serigala. Untuk, meruntuhkan kekuasaan Ratu Amora Dyagna. Disana, mereka bertemu dengan Pangeran Zein, Putra Mahkota Kerajaan Archana Pradhita yg sesungguhnya. Dan, juga bertemu dengan Pangeran Satria, Pangeran Kerajaan Serigala. Mereka semua sedang melakukan pertemuan bersama membahas tentang rencana selanjutnya. Sekaligus, membicarakan tentang hasil laporan dari dua bangsa Darah itu, Meisaka dan Kailov.


Meisaka dan Kailov menarik nafas.


"Yang mulia Gusti Pangeran Satria, pergerakan bangsa Darah sekarang dalam keadaan diam, Gusti?"


"Diam? Maksudmu? Mereka tidak melakukan pergerakan apa pun?"


"Ya, Gusti Pangeran?" ucap Kailov.


"Lalu? Apakah, ada hal yg lain yg terjadi?"


Meisaka dan Kailov saling berpandangan.


"Kenapa, kalian diam?"


Kailov menarik nafas panjang lalu kemudian meneruskan ucapannya.


"Ada, Gusti?"


"Kami bertemu dan bertempur dengan seorang gadis."


"Seorang gadis?"


"Ya"


"Siapa?"


"Kemungkinan, bangsa Jin Level Tinggi. Ia memiliki panah "Segoro Wengi ." ucap Kailov sehingga membuat Pangeran Zein terperanjat.


"Apa!!! Panah "Segoro Wengi? " ucapnya terkejut.


"Ya, Gusti Pangeran Zein?" ucap Meisaka.


"Katakan! Siapa namanya!"


"Kami tidak tahu namanya siapa, Gusti? Apakah, Gusti mengenalnya?"


"Entahlah, aku tidak tahu pasti. Apakah, dia sangat cantik?"


"Tentu saja, dia sangat cantik. Bahkan, kecantikannya melebihi para Ratu penguasa besar!" ucap Kailov semangat.


"Tidak, salah lagi itu adalah adikku! Putri Mahkota Kerajaan Artha Khan, Putri Dyandra Dewi Ahmed Khan! Sang pemilik " Segel Darah" dan pusaka terlarang "Canting Arang"


"APA!!!"


☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆☆