
TIGA ANAK BARU.
Langit biru menghiasi pemandangan alam yg indah. Disana, tampak ketiga anak baru sedang mengawasi keadaan sekolah Amora dari kejauhan. Mereka tak lain adalah Pangeran Zein, Pangeran Satria dan juga Chio. Lama, mereka menatapi sekeliling sekolah tersebut dari kejauhan. Lalu, akhirnya mereka sepakat untuk turun dari tempat mereka mengawasi yakni di atas sebuah gedung yg terbengkalai. Ketika mereka turun ke bumi, tak terdengar suara kaki mereka menginjak bumi. Mereka mulai menghilang dari pandangan lalu mereka pun sudah tiba di depan pintu gerbang sekolah tersebut. Tentu saja, tidak ada satu pun mata manusia yg melihatnya. Jadi, mereka tak khawatir akan menjadi pembicaraan tentang kehadiran mereka yg secara tiba-tiba tersebut.
Namun, yang menjadi pusat perhatian para murid di sekolah tersebut adalah wajah tampan nan rupawan Pangeran Zein dan Pangeran Satria. Mereka sangat terperangah ketika melihat wajah kedua Pangeran tampan tersebut saat memasuki area sekolah. Terlihat sekali para kaum hawa berteriak histeris ketika melihat mereka bertiga. Sedangkan, Felipe dan teman-temannya yg melihat hal itu. Mereka cuma bisa diam saja dan tak melakukan apa pun.
"Felipe! Kandidat baru lagi?" ucap Sammy.
"Ya" jawab Felipe.
"Kapan, filenya masuk?" tanya Sammy lagi
"Kemarin!"
"Oh"
"Baguslah, kalau begitu. Sekarang bertambah tiga lagi. Mudah-mudahan, bibit kali ini memuaskan!" ucap Seth.
"Ya, mudah-mudahan saja! Yuk, cepat naik ke atas aku mau lihat si cantik hari ini!" ucap Felipe.
"Emily?"
Dahi Felipe berkerut.
"Emily kan pelayan, aku. Ya si cantik Alanislah!" ucap Felipe pede.
"Ehh? Emang, tuh cewek sombong mau gitu sama kamu?"
"Ya, maulah. Asal aku bisa merebut hatinya?" ucap Felipe lagi sambil tersenyum dan mulai menaiki anak tangga menuju tuang kelasnya Alanis. Diikuti, oleh teman-temannya yg lain.
"Sotoy banget, kamu Felipe." ucap Ryu menimpali.
Mendengar ucapan Ryu barusan hanya membuat Felipe tersenyum saja dan membalikkan badannya seraya berkata.....
"Aku, pasti akan memilikinya!!!" ucapnya kemudian sambil berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkan teman-temannya di belakang.
"Entahlah, tidak tahu. Dapat dari mbak Kunti kali!" ucap Ryu lagi.
Begitu mendengar ucapan Ryu langsung saja teman-temannya pada menjitak kepala Ryu.
"Aww" pekiknya.
"Sakit tahu!" ringisnya.
"Diam!!! Kamu, ini kalau ngomong gak pernah di filter dulu asal ngebacot aja!!!" ucap Seth marah.
"Lho, tapi kan aku hanya bercanda saja." timpalnya.
"Hei....hei....sudahlah. Ngapain juga ribut soal begitu. Ayo, kita susul Felipe. Aku jadi penasaran, ingin tahu gimana reaksi Alanis mendapat pernyataan cinta dari Felipe." ucap Sammy menengahi dan mengajak Ryu juga Seth ke ruang kelas Alanis. Dimana, ternyata Felipe telah berada disana. Dan, terlihat ia sedang menggoda Alanis.
"Alanis! Kau, cantik sekali hari ini!" ucap Felipe.
"Oh, ya? Lalu?" ucap Alanis ketus.
"Aku suka kamu! Jadilah "pacarku" ucap Felipe tiba-tiba pada Alanis.
Alanis tampak terkejut begitu mendengarnya. Ia tak menyangka Felipe akan menyatakan perasaannya. Semua, yg melihat hal itu pun jadi terkejut! Tak, terkecuali Mico. Ia benar-benar shock ketika mendengar pernyataan cinta Felipe untuk Alanis, wanita yg disukainya. Langsung, saja ia pun bertindak dan ikut campur dalam urusan Felipe mendekati Alanis.
"Jangan diterima, Alanis! Dia ini adalah makhluk rendah! Jangan, pernah kau menerimanya!" ucap Mico.
"Aduh....kamu lagi....kamu lagi! Heh, Mico! Kamu ini emang gak pernah seneng liat orang seneng! Nyebelin, banget! Apa, mau kamu aku buat mampus?" ucap Felipe kepada Mico.
"Coba saja!" ucap Mico.
"Stop!!!" ucap Alanis.
"Kalau kalian mau berantem? Sana, di luar!!! Jangan, disini!!!" teriak Alanis lantang sambil kemudian keluar dari ruang kelas tersebut. Ia jadi bete, gara-gara Felipe dan Mico mencoba berebut dirinya. Ia jengkel dan kesal. Sudahlah, urusan Bangsa Darah belum juga kelar kini datang lagi masalah lain, yakni masalah Felipe dan Mico. Semakin, membuat kepalanya pusing. Ia pun segera menuruni anak tangga. Lalu, tanpa ia sadari pandangan mata yg akrab tengah memandangi dirinya, penuh rasa rindu dan cinta. Rasa ingin merengkuh dalam pelukan. Dan, tak ingin terpisah lagi.