PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN

PRINCESS DYANDRA 2 ARCHANA PRADHITA KINGDOM IN BLOOD CLAN
Tuan?



Senja yg menghiasi langit perlahan-lahan kembali menjadi gelap. Malam itu, Felipe sedang berada di dalam kamarnya. Terbayang kejadian tadi siang sewaktu ia melihat, Mico memapah Emily pulang ke rumah dengan penuh perhatian.


Hal itu sungguh menusuk hatinya. Merusak pemandangan matanya. Ia cemburu, ia tahu ia tidak seperti Mico yg bisa dengan mudah menyayangi seorang wanita. Tapi, entah mengapa melihat kedekatan Mico dan Emily rasanya benar-benar terasa panas menyesakkan dada.


Ia mengepalkan tangannya.


Ia benar-benar cemburu. Mengapa, ia tidak bisa bersikap seperti Mico yg lembut dan penyayang terhadap wanita. Ia merasa ia kalah dari Mico yg ternyata lebih unggul dari pada dia di dalam hal perasaan.


"Tuan!" panggil Emily.


Felipe tersentak. Ketika, ia mendengar suara Emily di sana di kamarnya.


Felipe diam tak bersuara. Sedang, Emily merasa takut dengan sikap diam tuannya itu.


Lama, keduanya saling diam tak bersuara. Membuat, Emily merasa jengah. Akhirnya, ia pun melangkahkan kakinya hendak keluar dari kamar itu.


Namun, tak disangka-sangka Felipe sudah ada di hadapannya dan sedang memegang tangannya.


Emily terkejut mendapati hal itu.


Lebih, terkejut lagi saat tiba-tiba saja Felipe menciumnya dengan ganas hingga membuatnya sulit bernafas.


"Emmh....aaah...." desah suaranya.


"Tu.....tuan?" ucapnya di sela-sela ciumannya.


"Hm?" balas Felipe pendek sambil tangannya meraba-raba bokong Emily dan meremasnya kuat.


Emily semakin mendesah kuat. Kala, ia merasakan sentuhan tangan Felipe demikian panasnya.


"Aaaah.....tuaaan?"


Lebih, keras lagi suara Emily terdengar. Ketika, Felipe bergerak cepat melepas cd yg di pakai oleh Emily. Lalu, kemudian ia mulai bergerak. Hingga, membuat suara-suara indah keluar dari bibir pelayannya.


Membuatnya semakin semangat bekerja keras dengan peluh menetes di sekujur tubuhnya. Dan, mencapai klimaksnya.


"Aaaaahhh" desah Felipe panjang akhirnya setelah melewati keintiman dengan Emily.


Felipe akhirnya tersenyum senang.


Setelah, ia merasakan madu cinta bersama Emily untuk kesekian kalinya.


Kemudian, ia pun menggendong tubuh Emily dan meletakkannya di atas tempat tidur. Sambil tangannya membelai lembut rambut Emily.


Dan, ia meraba perut rata milik pelayannya. Ia terkejut, kala ia menyentuh perut rata Emily yg ia rasakan sudah lain.


Ia merasakan ada kehidupan lain disana.


Ia menatap wajah Emily lekat-lekat. Wajah, polos dan tak berdosa itu. Perlahan, ia merasa iba pada pelayan yg sudah ia renggut kesuciannya secara paksa.


"Emily?" panggil Felipe lembut.


"Kalau, kau hamil kau boleh membesarkan anak itu!" ucap Felipe tiba-tiba.


"Dan, tetaplah berada di sisiku!" ucap Felipe lagi sambil membelai lembut perut pelayannya itu.


"Apa???" ucap Emily tak percaya dengan ucapan Felipe barusan.


"Tapi, ada satu syarat yg harus kau setujui!"


"Apa, itu tuan?"


"Jauhi, Mico!!!"


"Aku, tidak suka kau terus-terus dekat dengannya!"


"Apa kau, paham?"


"Baiklah, tuan?"


"Saya paham!" ucap Emily terpaksa.


Begitu mendengar ucapan Emily barusan mendadak membuat senyum menawan terukir di wajah tampan Felipe.


Kembali, ia memberi ciuman kepada Emily dibibirnya. Tak seperti tadi, ciuman kali ini lebih lembut dan wajah Felipe terlihat sangat mempesona di mata Emily.


Sehingga, Emily pun perlahan-lahan memasrahkan dirinya kepada Felipe. Ia menikmati setiap sentuhan Felipe di tubuhnya. Dan, akhirnya mengulang kembali surga dunia yg mereka rasakan bersama. Hingga, peluh kembali bercucuran membasahi tubuh polos keduanya.


Sepasang, mata merah itu menatap penuh geram bercampur emosi. Hatinya benar-benar teriris melihat itu semua berlangsung di depan matanya.


Hatinya sakit dan hancur berkeping-keping melihat keintiman yg terjadi di antara Emily dan Felipe. Ia benar-benar merana dan kecewa. Ia benar-benar benci melihat hal itu.


Perlahan, ia pun menghilang dari sana.


Ia pergi entah kemana, menenangkan hati dan perasaannya yg hancur. Ia sebenarnya menaruh hati terhadap Emily. Namun, ia tak pernah mengatakan isi hatinya terhadapnya.


Ia malah membohongi dirinya sendiri.


Mencoba, untuk menyukai gadis lain. Tapi, nyatanya ia tak bisa menghindar kalau selama ini ia sudah benar-benar jatuh cinta pada Emily dan berharap memilikinya.


Namun, ia kalah cepat dari Felipe. Dan, itulah yg menjadi penyebab dari kekalahan yg ia rasakan saat ini. Ia menyesal, mengapa baru sekarang ia menyadarinya.


Ternyata, jatuh karena terluka itu tak seindah dengan yang namanya jatuh cinta. Apalagi, yg namanya patah hati itu tak seindah dengan yang namanya masih bersama. Masih, bergandengan tangan dan masih berjalan bersama melalui hari-hari yg indah bersama.


Namun, ternyata yg kini ia rasakan justru rasa sakit yg tiada tara. Ia pun duduk di atas pohon. Berdiam diri disana sambil memandang langit malam yg bertaburkan bintang. Dan, bertemankan suara jangkrik malam yg berisik.


☆☆☆☆☆PRINCESS DYANDRA 2☆☆☆☆☆


☆☆☆ARCHANA PRADHITA KINGDOM☆☆☆


☆☆☆☆☆☆in BLOOD CLAN☆☆☆☆☆☆☆☆