MYSTERY [COMPLETED]

MYSTERY [COMPLETED]
#24, Hilang Part 7



"Li... za" Zylan masih tidak percaya, apa yang ia lihat dihadapannya saat ini. Liza tertusuk belati milik Red, bagaimana ini?


"Nona!" Riel yang melihat kejadian itu sangat cemas. Ia tidak tau harus bagaimana.


Gadis kucing itu merasakan matanya sangat berat dan ingin terpejam, kepalanya terasa pening, ia tidak dapat menopang tubuhnya lagi sehingga kini tubuhnya berada dipangkuan Zylan.


"Tu... an," kata terakhir yang terucap dari Liza sebelum ia benar-benar tak sadarkan diri. Zylan menatap Liza dengan tatapan tidak percaya.


'Deg'


Denyut nadinya semakin melemah. Ia tidak tau bagaimana caranya agar Liza bisa selamat, "Riel tolong kau sembuhkan Liza dengan sihirmu."


Karena Riel penyihir ia bisa menggunakan sihir penyembuh dengan efektif, dan semoga itu dapat menyembuhkan Liza. Entah berhasil atau tidak.


"Baik," Riel patuh, ia menjauh dari sana sembari menggendong Liza yang sudah tampak memucat.


Aura Zylan kini benar-benar hitam dan dingin, tatapan darinya bukan lagi tatapan tajam, melainkan tatapan datar dan tanpa perasaan.


Aura membunuh yang sangat kuat yang dapat mendominasi atmosfer di sana, "Kau telah melakukan kesalahan fatal, akan kupastikan kau ke neraka."


Red masih tersenyum gila, ia masih merasakan kegembiraan karena ia berhasil menusuk gadis yang menurutnya menyebalkan, dan ia berharap Liza mati.


Zylan menutup matanya, ia menengadahkan kedua tangannya ke depan.


'Sring'


Muncul sebuah tombak panjang berwarna biru yang sangat indah. Tombak yang bermotif sama seperti pedang miliknya, dan kedunya merupakan senjata surga.


"Selain mempunyai pedang surgawi kau juga memiliki tombak surgawi, mantan dewa memang benar," puji Red yang sedikit meremehkan.


"Persiapkan dirimu, kali ini aku akan serius," peringat Zylan yang sangat serius, tatapan mata yang sangat tegas.


Red menunjukkan senyum iblisnya dan bertingkah sombong, "Itu adalah kalimatku."


Red kembali mengayunkan tangannya dengan sembarang, sehingga belati yang ada ditangannya itu tidak terarah.


Sayang sekali Zylan sangat muak dengan gaya bertarung itu, Zylan bergerak dengan cepat kebelekang Red, gerakannya itu tidak bisa ditangkap oleh mata.


"Cih," Red membalikkan badannya, kali ini ia ingin menusuk Zylan. Namun lagi-lagi Zylan menghindarinya dengan gerakan seperti menghilang.


"Membosankan," seru Zylan yang kini telah berada dibelakangnya lagi. Red yang melihat itu menjadi geram, menurutnya Zylan hanya memamerkan kemampuannya.


"Diamlah kau!" Red menjadi brutal lagi, ia menggunakan dua belati dan mengarahkannya ke segala arah. Zylan segera menjauh dari jangkauannya.


"Benar-benar membosankan," ujar Zylan dingin. Ia pun bergerak mendekat diantara sela-sela belati itu ia menendang perut Red dengan sangat keras.


Tendangan itu berbeda dari tendangan pertama, kali ini ia benar-benar tidak main-main, "Sialan kau, Zylan!"


Zylan tak menghiraukannya, dia kembali bergerak kesana-kemari secepat kilat. Bahkan Red tidak dapat memprediksi lagi arah gerakan Zylan.


'Bugh'


Red merasakan dadanya ditendang dengan keras. Red di terbangkan ke atas lalu kembali di tendang oleh Zylan ke bawah sehingga Red menghantam tanah.


'Brukk'


"Arghhh! Si-alan ka-u!" Iblis itu kesakitan, tubuhnya terasa sangat sakit mungkin beberapa tulangnya patah. Ia tidak bisa berdiri lagi. Terlentang di tanah bebatuan.


Zylan berjalan mendekat, aura membunuh yang masih sangat kuat, tatapan datar dan tegas, mengintimidasi Red yang sudah tidak dapat bergerak.


"Lemah," sarkas Zylan kepada iblis yang sudah tak berdaya itu. Zylan mengarahkan tangannya kebawah tepat lurus ke kepala Red.


"A-apa yang akan kau lakukan?" Red tidak tau apa yang akan dilakukan Zylan, padahal tangan kirinya memegang tombak, apa yang akan dilakukan tangan satunya?


"ARGH! HENTIKAN!" teriak Red kesakitan. Entah apa yang dilakukan Zylan, padahal ia hanya menyilangkan tangannya di udara dan mengarahkan pada Red.


"Itu tidak akan membunuhmu, aku tidak akan membiarkanmu mati dengan mudah," ucap Zylan dingin. Ia yang sekarang benar-benar sangat kejam tanpa perasaan.


"TOLONG HENTIKAN ARGH!" sihir itu membuat kepala Red terasa tertusuk dengan benda tak kasat mata, namun tidak mengeluarkan darah.


Sihir itu membuat Red merasakan kesakitan yang luar biasa, daripada disiksa seperti ini ia memilih untuk mati, "TOLONG BUNUH SAJA AKU!"


Permohonan itu hanya akan membuat Zylan marah, ia tidak akan semudah itu untuk menghentikannya.


Riel yang masih berusaha menyelamatkan Liza menjadi bimbang sekarang. Melihat Zylan yang menggila bagaikan iblis sama seperti seratus tahun yang lalu.


"ZYLAN, TOLONG HENTIKAN, SEKARANG YANG TERPENTING ADALAH NONA LIZA!" teriak Riel yang berhasil membuat Zylan terdiam.


Riel melihat dari kejauhan Zylan yang sudah berhenti bermain-main. Zylan berbalik menghadap ke Riel dan berjalan meninggalkan Red.


Red merasa senang karena ia berpikir telah selamat dari dewa kematian. Namun ternyata ia salah.


'Srakkk'


Tombak surgawi menusuk perutnya, terasa sangat cepat. Ia masih terkejut, "Hah?"


Perlahan Red memejamkan matanya, detak jantungnya berhenti, denyut nadinya menghilang. Ia kini telah mati. Lebih baik daripada disiksa bukan?


Saat sampai dihadapan Liza, tatapan dingin itu berubah menjadi tatapan lembut, ia mengangkat badan Liza dan meletakkan kepangkuannya.


"Riel, tolong kau urus yang satunya," perintahnya kepada Riel. Sahabatnya itu mematuhinya, lebih tepatnya membantunya.


Riel melakukan apa yang diperintahkan Zylan. Jangan lupakan maonster yang sangat besar yang bisa menggunakan segalanya itu.


"Liza, tolong bangunlah," bisik Zylan lirih. Ia juga berusaha menyelamatkan Liza dengan sihir penyembuhan, namun sepertinya tidak bekerja pada Liza.


Roh kucing itu semakin lemah, detak jantungnya benar-benar sudah lamban. Kalau seperti ini terus, Liza bisa... "Kumohon bangunlah."


Masih tidak ada jawaban apapun dari Liza. Hati Zylan tidak dapat dibohongi, kini ia benar-benar sangat takut kehilangan roh kucing itu.


Bagaimana cara menyelamatkan Liza yang kini berada di antara hidup dan mati?


...***********...


Riel dengan perasaan cemas pun kini bertarung sendirian melawan monster yang besar. Pikirannya kini hanya tertuju pada Liza.


Liza tidak akan kenapa-kenapa, bukan? Liza pasti bisa selamat, kan? Liza itu kuat, kan? jika Liza mati, Zylan pasti akan dihantui rasa bersalah seumur hidupnya.


Dan Riel tidak ingin itu terjadi, "Sialan, memikirkannya membuatku ingin segera mengakhiri ini."


Dengan serangan beruntun terakhir ia dapat mengalahkan monster itu, kini iblis itu jatuh terkapar dengan tubuh yang penuh luka.


...********...


Roh kucing tidak akan meninggalkan tuannya, begitu pula sebaliknya majikan tidak bisa meninggalkan peliharaanya.


Kontrak darah yang terjalin antara roh dan majikan tidak dapat diakhiri dengan cara mudah.


Karena keduanya memiliki ikatan yang tidak dapat diputus oleh orang lain.


Janji saat memutuskan untuk menjalin kontrak harus terpenuhi, walaupun harus membutuhkan waktu seumur hidup.


Karena itulah hukum yang berlaku di dunia mereka.