![MYSTERY [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/mystery--completed-.webp)
...*************...
Di suatu hari ada roh kucing yang tersesat dan tidak tau harus bagaimana, karena dia hanyalah roh kucing dengan wujud manusia yang tersegel.
Ia dibuang oleh tuannya entah karena alasan apa, dan wujud manusianya tersegel didalam tubuhnya sendiri.
Sampai suatu ketika ia mendapatkan sihir yang dapat mematahkan segel dari tuannya, hingga ia dapat menggunakan wujud manusianya kembali.
Namun ketika ia mendapatkan wujud manusianya kembali, ingatan tentang tuannya yang telah membuang dirinya itu hilang begitu saja.
...*************...
Di dunia ini masih banyak yang namanya iblis berkeliaran. Tentunya banyak pula pembasmi iblis yang setiap harinya memburu setan-setan itu.
"Haaaahhh," gadis yang baru bangun dari tidurnya itu menguap dan meregangkan tubuhnya kuat-kuat. Sebenarnya ia tidak ingin lepas dari kasurnya.
"Pagi ini damai, ya?" monolognya melihat ke luar dinding kaca kamarnya. Ya karena ia tinggal sendirian dan suasana di sana sangat sepi.
Ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, mungkin setelah ini ia ingin berjalan-jalan ke daerah sekitar.
"Hah, telinga yang sedikit mengganggu, tapi aku menyukainya," karena ia seorang roh kucing maka wajar saja jika ia memiliki telinga.
Namun dengan sedikit sihir ia bisa menyembunyikannya.
...*************...
Disebuah bangunan tua.
'Tringgg' 'Tringgg'
Nampaknya benda logam sedang mencoba melawan iblis yang sangat keras. Namun itu bukanlah apa-apa bagi seorang berpakaian jubah tersebut.
'Srakkk'
Dalam hitungan detik iblis dengan wujud binatang buas itu telah terpenggal kepalanya, "Cih, sangat mudah!"
"Ter- ku- tuk- kau," disaat-saat terakhir iblis itu berkata sesuatu dengan suara terputus-putus, hingga matanya menutup sempurna.
Melihat darah yang terus bercucuran dari leher iblis itu membuat teman si lelaki berjubah bergidik ngeri, "Hah, apa kau puas dengan membunuh iblis itu?"
Lelaki dengan kepala yang tertutup tudung jubahnya itu hanya berekspresi dingin, sebagai seorang pembasmi iblis ia sangat kejam, "Tidak akan sampai aku mengalahkan rajanya."
Temannya yang merupakan seorang penyihir itu tersenyum, itu memang sifat dewa yang sangat kejam, oh atau sekarang ia sudah berubah menjadi iblis?
...*************...
Seorang gadis dengan gaun selutut berwarna merah muda, rambutnya yang sangat panjang berwarna pirang itu sengaja ia gerai.
"Lalalalala," senandungnya kecil dengan ceria, sudah ratusan tahun ia hidup hingga pergantian jaman pun ia lewati sampai sekarang.
"Aku merindukan kehidupanku sebagai kucing," gumamnya terkekeh kecil. Gadis itu sangat cantik bagaikan dewi, entah sebenarnya siapa gadis itu.
Ia masuk kedalam sebuah restoran langganannya, ia pun disapa ramah oleh sang pelayan, "Selamat datang nona Liza."
"Selamat pagi, kau sangat ramah seperti biasanya," balas Liza tersenyum ramah hingga matanya sedikit menyipit.
Pelayan itu merasa tersanjung dengan pujian dari gadis itu, "Terimakasih atas pujian nona, lalu apa yang ingin anda pesan?"
Liza berpikir dan memilih makanan yang ada di menu ia mengetukkan jari telunjuknya ke dagu, "Eum, aku ingin makanan manis, mungkin pancake."
"Lalu aku ingin ice cream dan untuk minuman aku ingin coklat panas," lanjutnya dengan mata berbinar karena makanan yang ia pesan sangat ia sukai.
Pelayan itu tersenyum mendengar pesanan Liza, "Baiklah nona, saya akan segera mengantarkan pesanan anda."
"Baiklah terimakasih, aku akan menunggu di meja itu," balas Liza sembari menunjuk salah satu meja. Pelayan itu mengangguk mengerti dan segera melenggang dari sana.
Liza duduk di kursi, ia menunggu pesanannya dengan mata berbinar, ia tidak sabar. Kedua tangannya bertepuk pelan.
Semua orang yang menatapnya akan berpikir bahwa gadis itu sangat imut, karena ia tidak terlalu tinggi, berambut pirang, dan tingkah seperti anak kecil.
Benar juga, setelah segelnya terlepas sebagian besar ingatannya hilang. Namun apapun ingatan itu ia tidak terlalu peduli.
Seorang pelayan membawakan pesanan Liza dan menyajikannya dimeja dengan ramah dan sopan, "Silahkan nona."
Liza mengangguk dan tersenyum, "Terimakasih."
Setelah pelayan itu pergi Liza segera menghabiskan apa yang ia pesan tadi. Ia memakannya dengan lahap, ia sangat suka makanan manis.
...*************...
"Kya, makanan manis memang sangat enak!" serunya dengan suara pelan. Ia sangat senang dengan hidangan itu, mungkin ia akan memesannya lagi besok.
Liza kini dalam perjalanan pulang, sayang sekali jalan yang harus ia lewati adalah gang sempit, bukan masalah besar karena ia sering melewatinya.
'Tap'
Di dalam gang itu Liza berhenti dan waspada, ia merasakan adanya niat jahat di sana, hawa membunuh tiba-tiba datang, "Siapa di sana?"
Liza menggeram, ia bersiap jika harus menerima serangan. Cakar yang ia selalu sembunyikan itu kini ia keluarkan, kuku jarinya kini sangat tajam, 'Sringg'
'Brakk'
Tiba-tiba seekor anjing dengan ukuran yang sangat besar bahkan lebih besar Liza kini muncul dihadapan Liza, anjing itu terlihat sangat marah, "AUMMM!"
Dibandingkan dengan anjing hewan itu malah terlihat seperti serigala. Apapun itu yang jelas hewan yang ada dihadapannya itu adalah iblis.
Liza memutuskan untuk lari, karena saat ini sepertinya tidak memungkinkan untuk ia mengalahkan iblis itu.
'Dum' 'Dum'
"Cih, baiklah sepertinya aku tidak bisa lari lagi, maka tidak ada pilihan lain," decih Liza karena situasi sekarang sangat tidak menguntungkan dirinya.
Liza yang kesal karena munculnya makhluk itu pun kini menyerangnya, ia memberikan cakaran yang sangat dalam kepada iblis itu.
'Srakkk' 'Srakkk'
"GRRR AUUUMM!" makhluk yang sangat besar itu menggeram kesakitan karena luka-luka dibadannya akibat cakaran Liza.
Sepertinya akhir-akhir ini jumlah iblis semakin meningkat, dan itu adalah hal yang sangat bahaya.
Iblis itu berbalik menyerang Liza dengan menggunakan kakinya untuk menginjak Liza, 'Dum!!!'
Liza masih bisa menghindarinya, ia terus menyerangnya hingga sepertinya tenaganya hampir habis, "Rrrrr, Sial aku harus segera mengakhirinya!"
"Matilah kau iblis terkutuk!" Liza mengumpulkan sisa-sisa energi rohnya kedalam serangan yang akan ia berikan.
'Trashhh'
Serangan dari kuku tajam yang di isi dengan energi roh miliknya itu berhasil membuat iblis itu mati ditempat. Namun...
'Tap' 'tap' 'tap'
Tiba-tiba ada suara derap kaki yang mendekat yang membuatnya sedikit takut, karena akan sulit jika ada seseorang yang mengetahui tentang dirinya.
Liza yang kini kesulitan bernafas itu pun memilih bersembunyi di celah-celah gang. Ia terduduk dengan bersandar dinding yang terbuat dari batu bata disana, "Hahhh"
Laki-laki berjubah yang baru sampai disana menatap bingung, karena iblis itu telah mati dengan tubuh yang penuh cakaran.
Ia tidak melihat siapapun disana, "Hmm, apa maksudnya ini?"
Liza yang bersembunyi itu menahan nafasnya karena ketakutan, ia memejamkan matanya kuat-kuat.
Liza tidak punya tenaga lagi untuk menyembunyikan kuku tajam dan telinga kucingnya, karena sihir juga butuh energi roh.
"Halo nona, apa kau tersesat?" seseorang yang tiba-tiba ada disamping Liza itu kini menatapnya dengan senyuman yang mengerikan.
Nafas Liza tercekat, ia melotot melihat orang itu. Ia sangat panik! ia tidak tau harus bagaimana!
Mata Liza sedikit berkaca-kaca sebelum akhirnya semuanya terasa... gelap.