![MYSTERY [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/mystery--completed-.webp)
...*************...
Liza sangat menikmati acara dipagi ini, karena ia sedang tidak ingin keluar rumah terlalu jauh, maka ia memutuskan untuk berjalan-jalan di taman dekat rumahnya.
Ia melihat-lihat ke sekeliling, tempat ini nampaknya cukup sepi, ia tidak melihat seorang pun di sana, "Hmm, kemana perginya semua orang?"
'bruk'
Ada dua anak yang tiba-tiba menubruknya, seorang anak laki-laki dan perempuan, "Apa kau baik-baik saja?"
"Hiks, kakak sakit," ucap anak kecil perempuan itu menangis. Sang kakak pun membantunya berdiri.
"Kenapa kalian berlari seperti itu?" tanya Liza yang khawatir melihat keduanya, ia berjongkok untuk menyetarakan tinggi badannya dengan kedua anak kecil tersebut.
"Kakak, disana ada sesuatu yang menyeramkan!" seru sang anak kecil laki-laki itu sembari menunjuk tempat yang dimaksud.
Liza mengernyitkan alisnya, sesuatu mengerikan? Liza melotot, jangan-jangan iblis!
"Kalian berdua tunggulah ditempat yang aman! aku akan pergi melihatnya," perintah Liza kepada kedua anak itu dan langsung dipatuhi.
Liza pun cepat-cepat berjalan ke tempat yang dimaksud, masih di area taman namun mungkin lebih ke dalam lagi.
Sedangkan kedua anak yang menabrak Liza tadi sudah berlari dengan sedikit tertatih.
Liza mendekat dengan langkah pelan dan sangat hati-hati, yang ia lihat hanyalah manusia yang membelakanginya, dia tidak tahu dimana letak sesuatu itu.
"Anu, permisi, apa kau lihat sesuatu disini?" tanya Liza dengan sopan kepada sosok yang membelakanginya itu.
Alangkah terkejutnya ia saat melihat manusia itu berbalik kepadanya, manusia itu terlihat mengerikan dengan mata merah dan kuku tajam.
"Siapa kau?!" seru Liza yang langsung berwaspada. Liza mengeluarkan kuku tajamnya, begitu pula dengan telinga kucingnya itu yang ikut muncul.
'sring'
"Rawr!!!" manusia yang dilihat Liza itu langsung menyerang. Tidak, sepertinya dia bukanlah manusia, melainkan iblis.
Liza menghindarinya, tadi itu adalah reflek yang bagus. Liza berlari mengelilingi iblis itu sembari kebingungan, "Iblis berbentuk manusia? cih menjijikan."
Liza menyerangnya dengan kuku tajamnya, namun tangan Liza berhasil ditangkis dan Liza sedikit terpental, "Hah? apa? seranganku baru saja ditangkis?"
Liza kebingungan dengan makhluk yang ada dihadapannya itu.
"Hahaha! roh kucing rendahan sepertimu tidak akan bisa melukaiku," remehnya kepada Liza.
Gadis itu sangat kesal, sudah kedua kalinya diremehkan, ia sangat tidak terima, "Apa yang bisa kau lakukan iblis sombong?!"
Liza yang sangat kesal pun langsung bergerak secepat kilat ke depan sang iblis, membuat iblis tersebut melotot dan hendak menyerang Liza, "Lambat!"
Liza kini telah berada di belakang sang iblis, ia pun langsung memberikan cakaran yang sangat tajam untuk iblis itu, "Sialan kau!!!"
Sang iblis pun terdorong ke depan, punggungnya mengeluarkan darah karena serangan Liza tadi, iblis itu kelihatan sangat marah. Ia berbalik menyerang Liza.
Liza yang mengira lawan tarungnya sudah kalah pun kini kaget, karena tubuhnya mematung serangan dari lawannya kini berhasil mengenai Liza.
'Brukkk'
Gadis itu terpental dan tersungkur ke tanah, "Uhuk uhuk, Si-alan kau!"
Iblis itu hendak mendekat dan menghabisi Liza yang tersungkur. Liza mencoba untuk bangkit dan berdiri, namun ia tidak sanggup.
"Uhuk, Sial sejak kapan aku sangat lemah seperti ini!!!" teriaknya memaki dirinya sendiri, tangan Liza mengepal, tangannya sedikit tergores tanah dan terluka.
'Swush'
Tiba-tiba Liza merasakan angin yang datang di depannya, sementara Liza masih tertunduk, "Kau memang sangat lemah."
Liza mendongak saat mendengar kalimat itu, ia termenung saat orang yang kemarin ia temui kini ada dihadapannya.
Ia tidak tau lelaki itu mengatakannya untuk iblis yang menjadi lawannya atau untuk dirinya, namun kata-katanya sangat cocok untuk Liza.
Riel yang datang bersama Zylan kini membantu Liza berdiri, Liza menatap Riel yang membantunya, "Terimakasih."
Riel tersenyum ramah untuk membalasnya, "Bukan apa-apa."
'Sringgg' 'Srakkk 'Srakkk'
Hanya dalam tiga kali serangan Zylan dapat langsung mengalahkannya, aksinya membuat Liza terpaku.
"Ayo pergi Riel," perintah Zylan yang diangguki Riel, lelaki itu melangkah menjauh.
Namun tiba-tiba Zylan berhenti, membuat sahabatnya bingung tak mengerti, "Ada apa Zy?"
Zylan menatap Liza, gadis yang ditatap tidak tau apa maksudnya. Secepat kilat Zylan tiba-tiba ada tepat di hadapan Liza, gadis itu pun kaget.
'srak'
Rambut yang sehalus sutra milik Liza itu terpotong sebagian, hingga rambut yang tadinya panjang menjuntai kebawah kini menjadi pendek sepunggung, "Hah?"
Liza terdiam membeku, rambutnya! rambutnya yang telah ia rawat selama bertahun-tahun dengan mudahnya terpotong oleh pedang milik lelaki itu!
"Apa yang kau lakukan?!!! Apa maksudmu memotong rambutku?!!!" teriak Liza marah, matanya berkaca-kaca karena rambutnya kini menjadi pendek.
Liza yang merasa kecewa langsung pergi tanpa menunggu jawaban lelaki yang telah memotong rambutnya itu. Gadis itu sangat amat kecewa.
"Apa yang kau lakukan Zy?" Riel juga tidak mengerti dengan sahabatnya, ia memilih untuk menyusul Liza.
Zylan terdiam memandangi potongan rambut milik Liza yang berwarna pirang, terlihat sesuatu bergerak di potongan rambut tersebut.
Zylan langsung menginjaknya, itu adalah iblis berbentuk cacing yang biasanya merasuki seseorang dan mengendalikannya.
Saat Zylan menyadarinya pun langsung membunuhnya, namun ia juga salah karena memotong surai Liza, meskipun niatnya baik.
...*********...
"Hei kalian dimana?" Liza mencari dua anak kecil yang tadi menabraknya, ia mengesampingkan masalah tadi meskipun ia sangat kecewa.
"Kakak!" seru kedua bocah yang ternyata besmbunyi dibalik semak. Liza menggelengkan kepalanya, bukankah dibalik semak masih berbahaya?
"Kalian baik-baik saja?" tanya Liza memastikan keadaan kedua anak itu. Keduanya mengangguk, namun mereka menatap Liza heran, "Eum."
"Kakak ada apa dengan rambutmu?" tanya si anak lelaki yang membuat hati Liza kembali tertusuk, namun tidak apa-apa.
Liza tersenyum ke arah anak itu, "Tidak apa-apa."
Liza melihat luka di lutut anak itu, luka itu pasti didapat saat jatuh menabraknya tadi, "Baiklah, ayo kita obati lukamu dulu."
Liza menggandeng kedua anak itu, anak laki-laki di kanan dan anak perempuan dikiri, "Eum luka kakak juga perlu diobati."
Nampaknya si anak perempuan menyadari luka di tubuh Liza, karena lukanya cukup kelihatan. Liza tersenyum, "Baiklah."
*****
"Siapa nama kalian?" tanya Liza saat ia mencari kotak obatnya, mereka berdua beristirahat di kediaman Liza untuk mengobati luka-luka mereka.
"Aku Lilu, dan ini kakak ku Kai," ujar Lilu dengan logat anak kecilnya memperkenalkan dirinya dan juga kakak laki-lakinya yang bernam Kai.
"Baiklah, Lilu dimana rumah kalian berdua?" tanya Liza yang kini dihadapan mereka berdua, "Setelah mengobati kalian aku akan mengantar kalian pulang."
Kedua anak itu saling bertatapan, "Rumah kami ada di dekat taman tadi, tapi..."
Kai menjeda ucapannya, sepertinya ada hal yang membuatnya sedih. Liza yang menyadari itu langsung menanyakan, "Tapi kenapa?"
"Kami sekarang hanya tinggal berdua, orang tua kami sudah meninggal karena serangan monster," Lilu yang melanjutkan ucapan kakaknya.
Hati Liza tersentuh, ia dapat merasakan apa yang anak-anak itu rasakan. Ia merasa kasihan dengan anak sekecil itu yang tinggal tanpa orang tua.
"Tapi tidak apa-apa karena ada aku yang akan menjaga Lilu," ujar Kai dengan senyum menjanjikan, ia terlihat sangat menyayangi adiknya.
"Tidak, kalian akan tinggal disini sampai luka kalian sembuh," putus Liza yang membuat kedua anak itu terkejut.
"Tapi ini hanya luka kecil," ujar mereka berdua yang merasa tidak enak akan kebaikan Liza.
Liza tersenyum, "Tidak apa-apa."
Tidak mungkin Liza bisa memulangkan keduanya dengan keadaan seperti ini, lagipula diluar sana iblis terus meningkat.
Ia tidak bisa membayangkan nasib keduanya nanti.
'Tok... Tok... Tok'