![MYSTERY [COMPLETED]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/mystery--completed-.webp)
...*******...
Lelaki itu menunggu kedatangan kekasihnya, namun sampai sekarang perempuan itu belum muncul juga, apakah dia terlambat? huft.
'Apa kau tidak akan datang malam ini?'
Meskipun malam ini sangat menenangkan, kegelisahan pun sedikit lenyap pada malam ini, namun kenapa kekasihnya itu tidak datang?
...**********...
Sepertinya Cristie memang tidak menjenguknya semalam. Entah apa yang menjadi alasannya, namun hati Rafael sedikit sakit.
Namun seperti biasa, perawat datang di pagi hari dan menyapanya dengan senyuman penuh sembari mendorong rak makanan, "Pagi! tuan Rafael."
Rafael menatap Mira yang baru datang, dan seperti biasa pula ia akan membalas ucapan itu, "Pagi."
"Bagaimana kabarmu? Apa tidurmu nyenyak?" perawat itu sangat bersimpati dengannya, yah karena memang hatinya yang sangat tulus itu.
"Lumayan," jawabnya singkat. Entahlah suasana hatinya agak buruk karena semalam Cristie benar-benar tidak menjenguknya.
Mira menatap Rafael yang terlihat aneh, ada apa? bukankah kemarin lelaki itu sudah tampak lebih ceria?, "Ada apa? apa suasana hatimu sedang buruk?"
Rafael terdiam sejenak, "Apa sangat terlihat?"
"Tidak, aku hanya merasa kau lebih suram dari biasanya," jelas Mira setengah bercanda. Rafael menghela nafasnya, ya mungkin dia memang suram.
"Hahh, semalam ia tidak berkunjung kesini," curhatnya dengan helaan nafas. Mira menatap Rafael dengan tatapan bingung, siapa?
"Siapa yang kau maksud?" tanyanya Bingung. Rafael menatap Mira jengah, seharusnya perempuan itu tau siapa yang ia maksud.
"Tentu saja pacarku," jawab Rafael jelas. Sial, Mira melupakannya, tapi apa? tunggu, dia tidak berkunjung kesini?
"Semalam dia tidak kesini?" Mira memastikannya. Rafael hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan yang tak perlu dijawab dengan kata itu.
Mira tersenyum canggung, jadi kekasih Rafael tidak kesini, ya? dibalik senyuman canggung itu tersembunyi senyum leganya, "Begitu, kah?"
"Mungkin dia sedang sibuk, dan mungkin saja malam ini dia akan kesini," ujar Mira dengan tenang. Rafael pun berharap begitu, semoga malam ini ia berkunjung kesini.
Rafael teringat beberapa hari yang lalu, saat Cristie entah kenapa terlihat murung saat mengetahui bahwa Mira selalu merawatnya disiang hari.
Mungkin Cristie marah karena hal itu, pikirnya.
"Yah itu urusanmu, tugasku sekarang adalah menyuapi mu," Mira tersenyum kemudian memberikan sesuap nasi ke dalam mulut Rafael.
Lelaki itu hanya pasrah, ia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Bedanya tadi malam tak ada Cristie, ia menyadari tanpa kehadirannya ia merasa sangat sepi.
Ia kesepian.
Tak ada yang peduli selain Cristie.
Hah, memikirkannya membuat pikirannya tidak terkendali.
"Rafael, Rafael!" Mira memanggilnya dengan seruan, karena lelaki itu terlihat hanya melamun tanpa mengunyah makanannya.
"Maaf Mira," Rafael tersadar dari lamunan yang menghanyutkan dirinya. Astaga, memikirkan Cristie saja sampa begitu.
"Huft, sebaiknya kau habiskan makanan mu terlebih dahulu," ujar Mira menghela nafas. Rafael menganggukkan kepalanya patuh
Setelah beberapa suapan, akhirnya ia menghabiskan sarapannya. Huh mungkin yang akan dilakukan Rafael setelah ini adalah melamun sepanjang hari.
Baru satu malam Cristie tidak kesini, namun dampaknya ternyata cukup berbahaya untuk dirinya.
Mira menyadari keanehan Rafael, jika diteruskan Rafael bisa saja memikirkan yang tidak-tidak, "Ingat Rafael, jangan memikirkan kemungkinan yang belum tentu terjadi."
Perkataan itu membuat Rafael tersadar, namun bagaimana pun ia masih saja bisa berfikir negatif, "Aku akan berusaha."
"Aku mohon tuan, jangan sampai keadaanmu memburuk," pintanya menundukkan kepala, tangannya menggenggam erat, padahal ini masih belum seberapa.
Mira pergi dari ruangan itu, sembari berharap agar Rafael baik-baik saja.
...*************...
Malam.
Rafael yang memejamkan matanya mendengar derap kaki yang kemudian berubah menjadi kursi berderit disampingnya, "Cristie, kah?"
Rafael membuka matanya, saat melihat perempuan itu adalah benar Cristie ia langsung memeluknya, Cristie membalasnya dan tersenyum sendu.
"Maaf, kemarin aku tidak bisa menjenguk mu," perasaan bersalah itu menekan hatinya, sangat sakit, ia tidak bisa membayangkan kedepannya jika ia tidak bisa bertemu Rafael.
"Kau membuatku khawatir," lirih Rafael yang kini sudah merasa lega karena sekarang Cristie disini. Cristie menepuk punggung Rafael, maafkanlah dia.
"Apa kau kesepian?" tanya Cristie setelah melepaskan pelukannya, ia memperhatikan wajah Rafael yang terlihat sendu.
"Tentu, satu hari saja kau tidak kesini aku memikirkan mu sepanjang hari," jawab Rafael yang membuat Cristie semakin merasa bersalah.
"Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat mu menjadi kesepian," sesal gadis itu.
Rafael menggelengkan kepalanya sembari menggenggam lembut tangan mungil Cristie, "Tidak apa-apa, itu bukan salahmu."
"Aku sudah disini sekarang, disampingmu," ucap Cristie meyakinkan Rafael, lelaki itu mengangguk yakin.
"Eum, aku sudah tidak kesepian lagi karena kau disini, bisakah kau disini sampai aku terbangun?" pinta Rafael yang mungkin akan menyulitkan Cristie.
Cristie tersenyum tanpa memberikan jawaban yang pasti, "Itu tergantung dirimu."
Jawaban Cristie yang tidak dapat dipahami dengan baik oleh Rafael, namun entahlah. Ia hanya berharap sekali saja ia bangun dengan Cristie disampingnya.
"Tidurlah ini sudah malam, aku akan disini." pinta Cristie yang dipatuhi oleh Rafael. Lelaki itu segera menarik selimut dan memejamkan matanya.
Sampai kapan mereka bisa bersama? Sampai kapan Cristie bertahan di samping Rafael? Apakah hubungan keduanya mulai merenggang? Atau malah dapat bertahan lebih lama lagi?
'Aku tidak peduli jika ada perempuan itu'
'Aku bahkan tidak peduli apa yang akan dia lakukan kepadamu'
'Yang ku ingin kan hanyalah tetap di sampingmu'
'Selalu'
'Aku ingin di sisimu sampai fajar datang'
'Aku ingin disini setiap saat'
Begitulah isi hati perempuan yang lemah itu. Entah kenapa ia hanya bisa berpikir negatif dengan semua ini. Membiarkan Rafael sendirian? tidak! itu tidak mungkin.
Hanya saja...
Jika itu untuk kebaikan dirinya, maka ia bersedia tidak hadir lagi kedalam hidupnya. Namun apakah itu yang diinginkan Rafael? Cristie akan tetap disini sampai dia menemukan Jawabannya.
"Rafael, aku akan selalu disini, aku tidak akan meninggalkanmu," bagai Dejavu ia kembali mengatakan itu, sembari memegang tangan seseorang yang telah terlelap di sana.
...************...
Dalam mimpinya ia melihat bayangan Cristie yang semakin memudar. Kenapa? Kenapa Cristie harus pergi? Apa salahnya?
"Cristie! bukankah kau berjanji akan selalu disisi ku?" Rafael mencoba menahan tangan gadis itu, namun yang ia genggam hanyalah udara yang menarik gadis itu kemudian menghilang.
"Kenapa?! Kenapa?!!!" serunya entah kepada siapa? kini ia harus bersandar kepada siapa? Tidak ada siapapun disampingnya. Sendirian, menakutkan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
"Cristie... Cristie," sepertinya mimpi itu berhasil membuatnya mengigau dengan menyebut nama kekasihnya. Cristie yang masih ada disana tersenyum sendu.
"Apa kau bermimpi buruk?" gumam nya pelan, Ia mengusap lembut kepala Rafael yang masih tertidur gusar.