My love is You

My love is You
Ulet Keket Bergincu




Ulet Keket Bergincu



Hari ini Nara menghadiri acara pelepasan KKN di auditorium Universitas X. Nara memilih tempat duduk paling atas, agar lebih leluasa melihat sekitar. Nara mengubah mode vibrate on ring pada ponselnya menjadi mode vibrate on silent. Sehingga pada saat ada pesan atau telfon masuk, hanya akan terasa getaran pada ponselnya.


Getaran terasa pada ponsel Nara yang diletakkannya di dalam saku almamaternya, menandakan bahwa ada pesan masuk. Nara merogoh saku almamaternya, mengambil benda pipih persegi di dalamnya.


Message from 'Bang Adrian'


Nara mengernyitkan keningnya melihat notife tersebut. Ia membuka pesan masuk dari Adrian.


Bang Adrian :


Selamat pagi, jangan lupa sarapan! Selamat beraktifitas. 😊


Nara berdecak, malas merespon pesan tersebut. Ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku. Beberapa detik kemudian, terasa getaran lagi. Nara kembali merogoh sakunya.


Bang Adrian :


Semoga harimu menyenangkan 😊


Nara kembali berdecak "Hariku yang menyenangkan bahkan berubah buruk, semenjak masuknya pesanmu. Dasar polisi modus. Ciri-ciri playboy emang!" Gerutu Nara yang terdengar seperti bisikan.


"Ehhmmm" Suara deheman seorang pria terdengar dari belakang tempat duduk Nara. Nara spontan menoleh ke belakang. Nara membulatkan bola matanya. Terkejut melihat siapa yang sedang di hadapannya kini.


"Siapa yang kamu maksud playboy? Di antara kita, hanya saya yang merupakan anggota polisi. Apa kamu sedang mengumpatku?" Tanya pria tersebut, yang merupakan salah satu anggota KKN Nara yang bernama Anton. Anton juga berprofesi sebagai polisi. Anton diketahui Nara sudah memiliki kekasih, akan tetapi Anton kerap kali dikelilingi banyak wanita. Selain karena kecerdasan yang dimilikinya, Anton juga memiliki wajah yang tampan, ditambah lagi seragam coklatnya yang membuatnya semakin terlihat gagah.


"Mmm anu itu, bukan kamu. Tapi temanku" Jawab Nara gugup.


"Up to you! Kamu mau percaya atau tidak, itu bukam urusanku. Yang penting saya sudah mengakatan bahwa yang saya umpat bukan dirimu!" Jawab Nara ketus, kemudian memutar badannya, kembali ke posisi duduknya semula. Ia mengerucutkan bibirnya dan tangannya bersedekap di perutnya. Anton terkekeh geli melihat reaksi Nara.


"Dasar aneh, narsis, bibit-bibit playboy ulung" Umpat Nara kesal.


"Ssttt, ra jangan berisik dong. Kamu ni kerjaannya berantem muluk sama si Anton. Mending ketik tu contoh pembuatan laporan KKN!" Ucap Angga, selaku ketua KKN. Nara mengernyitkan keningnya.


"Perasaan aku tu bendahara deh Ngga, tapi kok kerjaanku merangkap terus sih jadi sekretaris. Kemarin yang ngetik proposal aku, pengajuan ke LPPM aku, pergi ngantar surat ke kantor Lurah tempat lokasi KKN aku. Terus kerjaan sekretaris apaan dong?" Kesal Nara, karena moodnya sedang buruk, apalagi hari ini ada dua orang polisi yang merecoki paginya. Angga hanya tersenyum geli melihat ekspresi Nara yang begitu lucu jika sedang kesal. Angga mengacak gemas kerudung yang dikenakan Nara. Membuat Nara mendelik, tangannya sibuk merapikan kerudungnya.


"Tu kan jilbabku jadi berantakan" Ucapnya kesal.


"Habisnya gemes sih liat kamu cemberut terus. Lucu tau enggak sih" Nara berdecak malas. Angga dan Nara memang akrab, karena sejak semester dua mereka berada di kelas yang sama. Mereka seringkali berada di kelompok yang sama jika ada tugas dari dosen. Itu yang membuat mereka menjadi akrab. Walaupun sebelumnyaAngga pernah menunjukkan ketertarikannya terhadap Nara, namun Nara selalu menepisnya. Nara sudah menganggap Angga sebagai abangnya. Karena usia Angga lebih tua 2 tahun dari Nara. Angga seangkatan dengan Nara, ia terlambat masuk kuliah karena sempat mengurus bisnis keluarganya.


"Yaudah kalok kamu enggak mau. Biar aku aja yang nyatet. Aku juga deh yang merangkap jadi sekretaris dan bendahara" Nara berdecih mendengar ucapan Angga.


"Lah terus apa fungsinya tu ulet keket jadi sekretaris?" Bisik Nara dengan suara tertahan. Angga terkikik geli mendengar nama panggilan Nara untuk temannya.


"Dia itu enggak bisa apa-apa. Dia aku jadikan sekretaris hanya untuk formalitas. Untuk melengkapi daftar organisasi dalam kelompok kita" Nara membulatkan matanya.


"Gila! Emang dari sekian banyak kepala manusia yang ada di kelompok kita. Tidak ada apa kandidat sekretaris yang lebih memadai?"


"Tentu saja ada. Anton dan Vina. Sisanya sudah memiliki tugas yang lain. Dan yang tersisa tidak memiliki tugas, hanya si Ratna"


"Lah terus, kenapa kamu tidak pilih antara Anton dan Vina saja? Aku enggak mungkin merangkap menjadi bendahara dan sekretaris"


"Seperti yang kamu tau, Anton berprofesi sebagai polisi, dia sibuk, aku tidak mungkin bisa mengandalkannya. Sedangkan Vina, dia orangnya pintar namun malas, banyak alasannya jika dimintai pertolongan. Kamu tau aku paling tidak suka berurusan dengan orang pemalas. Aku sebenarnya sangat mengandalkanmu. Akan tetapi, aku tidak mungkin membuat struktur organisasi dengan nama yang sama pada bagian bendahara dan sekretaris, jadi aku tulis saja nama si Ratna yang kamu sebut ulet keket itu" Ia melirik ke arah Ratna yang sedang sibuk memoleskan lipstik ke bibirnya.


"Lagi pula dari segi fisik, Ratna memiliki pesona seorang sekretaris. Molek dan seksi" Ucapnya sembari mengerlingkan matanya jenaka, terbit senyum nakal di bibirnya. Nara berdecih.


"Sekretaris apaan? Dia lebih terlihat seperti ulet keket bergincu merah saja" Angga terkekeh mendengar ucapan Nara. Untung saja mereka mengambil posisi duduk paling atas. Sehingga tidak ada yang memperhatikan mereka yang sedang sibuk mengobrol tanpa memperhatikan jalannya acara.