
****
Di sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat banyak mahasiswa dan mahasiswi sedang mengikuti pembelajaran dari seorang dosen. Seorang gadis tengah fokus memperhatikan penjelasan dosen itu sesekali ia mencatat poin-poin penting dari penjelasan dosennya.
Gadis itu adalah Aldina ia mengambil Fakultas Ekonomi dan Bisnis, saat ini ia tengah fokus mencatat dan memperhatikan sang dosen.
Sang dosen menyuruh anak-anak untuk membagi diri mereka menjadi beberapa kelompok dan satu kelompok yang terdiri dari empat orang.
Kelompok itu bertujuan membuat laporan hasil magang di dalam sebuah perusahaan. Aldina saat ini mendapat satu kelompok dengan Sofi dan dua laki-laki, yaitu Dode dan Andi.
Mereka saat ini tengah mendiskusikan dimana mereka berempat akan memulai magang.
"Bagusnya kita dimana ya mulai magang?" tanya Andi
"Gimana kalau di Perusahaan Firdaus'C?" jawab Dode
Mendengar nama Firdaus Alndina dan Sofi saling pandang dan Aldina mengkode Sofi untuk menolak ajakan magang di perusahaan Firdaus.
"Jangan disitu deh" tolak Sofi
"iya jangan disitu lebih baik di Perusahaan W'Company aja" jawab Aldina
Kenapa mereka menolak karena orang lain tidak tau bahwa Aldina adalah Anak dari keluarga Firdaus, selain karena ia sering berpenampilan sederhana ia juga tidak pernah terlihat di media masa selain kakak dan keluarganya.
yang orang lain tahu bahwa keluarga Firdaus memiliki dua anak tapi yang satu di sembunyikan oleh keluarganya dari media masa oleh karena itu media masa masih mengincar anak kedua dari keluarga Firdaus untuk dijadikan berita besar.
"Ide bagus tuh perusahaan itu selain besar juga terkenal" ucap Andi dan Dode pun hanya menganggukan kepalanya menandakan bahwa ia setuju.
"huh, selamat" batin Aldina
Setelah selesai menentukan perusahaan mana mereka akan magang, mereka berempat langsung pulang ke rumah mereka.
Skip...
Di perusahaan W'Company
Bastian prov
Seorang laki-laki tengah berperang dengan berkas berkas perusahaan, laki-laki itu adalah Bastian ia saat ini tengah sibuk membaca dan mendatangani berkas-berkas itu. Saat ia tengah sibuk menatap berkas-berkas itu pintu ruang Ceo di buka oleh Asistennya yang bernama Han.
Ceklek....
"maaf tuan mengganggu" ucapnya sambil membungkuk
"hm ada apa?" tanya Bastian
"untuk pertemuan dengan Ceo Firdaus'C anda diminta datang kerumahnya tuan" jawab Han
"hm, baiklah nanti saya datang sendiri kesana kau tidak perlu ikut kau pulanglah" jawab Bastian lagi
"Baik tuan terimakasih" ucap Han seraya membungkuk lagi sebelum pergi
Bastian dan Hendrik atau Ceo dari perusahaan Firdaus adalah sahabat dari mereka kuliah, sebenarnya Bastian dia sudah lulusan S2 diusianya 20 tahun karena kejeniusannya tapi karena ia ingin mengulang lagi ia kuliah di Universitas Indonesia di kampus tempat Aldina.
Selesai berkutit dengan berkas-berkas yang hanya terdapat tulisan itu ia langsung bergegas ke rumah sahabatnya.
Setelah keluar dari ruang Ceo ia menaiki lift khusus atau lift yang hanya untuk dirinya menuju kelantai bawah.
"Ting"
bunyi lift terdengar menandakan bahwa ia sudah sampai di lantai bawah, ketika pintu lift terbuka banyak pegawai yang memberhentikan kegiatannya dan membungkuk seraya hormat dengan sang Ceo.
Para pegawai hanya menunduk tidak berani melihat mata sang Ceo karena mereka takut dengan mata yang seperti lazer itu. banyak pegawai yang mengucapkan salam terhadapnya tapi ia hanya menjawab dengan deheman saja.
Ketika sampai di depan mobil yang sudah disiapkan oleh asistennya, ia langsung masuk saat dibukakan pintu oleh Han.
Di mobil Bastian hanya sendirian karena ia menyuruh asistennya untuk pulang. Sampailah ia di depan rumah besar keluarga Firdaus tapi lebih besar rumahnya sih😂
Keluar dari dalam mobil ia langsung disambut oleh pelayan dan di antarkan menuju ruang tamu karena sudah ditunggu oleh tuannya.
"hai bro" sapa Hendrik seraya memeluk sahabatnya ini
"hemm" jawabnya seraya membalas pelukan sahabatnya.
Selesai mereka berpelukan mereka berdua langsung memulai inti dari pertemuan ini yang membahas bisnis perusahaan.
.
.
Aldina prov
Aldina yang saat ini didalam kamarnya merasa haus ia ingin turun ke dapur untuk mengambil minum, ia yang mengenakan kaos oblong tipis dengan celana pendek tidak tau kalau ada teman kakaknya berada dirumahnya.
Glekk...
"astaga, kenapa badanku bereaksi seperti ini melihat badan dia" tanyanya dalam batin
Aldina tidak tau bahwa dia terus dilihat oleh Bastian dari tangga sampai ke dapur. ia hanya acuh dan fokus berjalan ke dapur untuk mengambil air minum karena rasa hausnya itu.
Saat dia tengah mengambil air dan akan meminumnya ia mendengar teriakan kakaknya di ruang tamu menyuruhnya untuk mengenakan pakaian yang layak.
"Dina! ganti bajumu jangan menggunakan pakaian seperti itu keluar!" teriakan Hendrik
"apa sih kak lagian Dina kan didalam rumah!" jawab Aldina sambil berteriak dari dapur
ia belum tau kalau Bastian ada di rumahnya sehingga santai toh juga Hendrik adalah kakaknya.
"Tapi kakak sekarang lagi bersama dengan teman kakak lihat teman kakak sampai bengong lihat kamu" ucap Hendrik melirik ke arah Bastian
Bastian yang mendengar hal itu tersadar dari lamunannya dan kembali ke ekspresi datarnya seperti semula.
"ehem" ucapnya canggung
"iya kak sekarang Dina ke atas deh" jawab Aldina
Baru saja ia melangkah keluar dan menutup pintu dapur ketika ia berpaling ia terkejut karena melihat orang yang ia kenal ada dirumahnya.
"ngapain lo di rumah gue?" tanya Aldina sambil menunjuk ke arah Bastian
Bastian tidak menjawab pertanyaan Aldina tapi malahan kakaknya Hendrik yang menjawab
"Dia teman kakak Dina" ucap Hendrik
"hah, kakak temanan sama manusia es ini?" tanyanya lagi
"manusia es?" jawab Hendrik memastikan pendengarannya.
"iya" jawab Aldina sambil melirik ke arah Bastian
"fuff hahahahhahahahahah" tawa Hendrik pecah karena sahabatnya dikatai manusia es oleh adiknya.
"Sebelum lo ngatain gue, lebih baik lo lihat penampilan lo dulu" ucap Bastian sambil menatap Aldina dari ujung kaki sampai ke kepala
Aldina yang tersadar bahwa ia hanya mengenakan pakaian tipis dan celana pendek pun langsung menutup badannya menggunakan kedua tangannya dan langsung lari terbirit-birit ke atas menuju kamarnya.
"Dasar mesum!!!"
Melihat itu Bastian tersenyum dan berguman pelan.
"imutnya" gumannya sambil memperhatikan Aldina yang sudah menjauh
Sedangkan Hendrik yang melihat Bastian yang terus memperhatikan adiknya sambil tersenyum pun bertanya dengan penuh selidik.
"ngapain lo liatin adik gue sambil tersenyum?" ucapnya penuh curiga
"hm gak ada" jawabnya sambil mengembalikan ekspresi datarnya.
"lo tertarik sama adik gue?" tanya Hendrik menggoda bastian
"hmm" ucap Bastian sambil tersenyum
"lo tu ya jawabnya ham hmm trus gak ada jawaban lain apa" Hendrik mengerutu
Bastian hanya diem tak menjawab tapi dia hanya tersenyum itupun hanya sedikit.
"Ya udah gue mau balik" ucap Bastian sambil merapikan pakaiannya dan pergi dari rumah keluarga Firdaus tanpa menghiraukan Hendrik.
Hendrik hanya mendengus menanggapi sahabatnya itu yang super duper dingin.
.
.
.
.
.
.Terimakasih sudah membaca karya ku semoga kalian suka dengan cerita ku ini
🥰🥰😘😘