
****
Di kediaman Firdaus
"mamaaa!! Dina yang cantik ini sudah pulang" ucapnya berteriak
Sedangkan Ayah dan Ibunya hanya geleng-geleng kepala menghadapi anaknya yang satu ini.
" Dina jangan teriak-teriak ini rumah bukan hutan!" ucap mama dina sambil berteriak
"trus mama tadi ngapain teriak-teriak ini rumah ma bukan hutan" ucapnya lagi sambil menggerucuti bibirnya
Sedangkan ayahnya hanya bisa menepok jidat melihat tingkah anak sama istrinya ini
"sudah sudah kalian ini" ucap ayah dina
"oh ya tadi kepala kampus menelepon ayah katanya kamu mecahin kaca mading di kampus apa benar?" tanya ayah Aldina penuh penyelidik
"hmm benar pa" ucapku sambil cengengesan menggaruk kepala yang tidak gatal
"kenapa?" tanyanya lagi
"itu di dalam mading ada foto Dina pa waktu ospek trus dina diolok-olok oleh teman kampus karena foto itu karena madingnya dikunci jadi terpaksa Dina pecahin agar bisa mengambil fotonya" jelas Dina panjang lebar
"ohh seperti itu" ucap ayahnya Dina sambil manggut-manggut
"baiklah besok papa yang akan menangani hal itu" sambungnya lagi
Aku yang mendengar hal itupun langsung mengucapkan terimakasih kepada papa dan langsung pergi menuju kamar ku untuk mandi karena dari tadi sudah kegerahan.
Sampailah aku di kamar yang bernuansa putih biru itu dimana banyak buku-buku yang berjejeran di dalam rak. lain halnya dengan gadis lain yang banyak mengoleksi boneka dan makeup dan berbagai koleksi baju beserta highhill yang bermerek di kamarnya tapi di kamarku hanya ada buku buku yang berjejeran.
Ketika sampai di dalam kamar aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badanku.
Skip..
Selesai mandi aku langsung turun ke bawah untuk makan malam karena dari tadi perut ku sudah keroncongan. saat sampai di meja makan aku melihat sekeliling dan aku menyadari bahwa ada satu orang yang kurang.
"ma, pa kakak mana?" tanya ku
"tadi dia bilang katanya banyak urusan dikantor jadi tidak bisa makan malam bersama kita" jawab mamanya
Di meja makan hanya ada suara dentingan sendok karena memang saat makan dilarang untuk berbicara seperti itulah aturannya.
Selesailah mereka makan dan aldina membantu ibunya membereskan piring makan untuk dibawa kedapur dan dicuci.
Selesai membantu ibunya, dia langsung keluar dari dapur tapi baru saja sampai di depan pintu dia sudah dipanggil oleh ibunya.
"Dina tolong belikan buah-buahan ya di supermarket" ucap ibunya
"oke ma" ucapnya lalu pergi ke atas untuk mengambil berganti pakaian.
Karena saat dirumah Aldina hanya akan memakai kaos polos dengan celana pendeknya.
Bergegaslah ia mengganti pakaian mengenakan kaos hitam dipadukan dengan jaket sweaternya dengan celana jin berwarna hitam.
Aldina langsung berpamitan kepada orang tuanya yang berada di ruang keluarga, selesai perpamitan ia langsung bergegas pergi keluar rumah dan memasuki mobil kesayangannya.
"brumm" suara mobil melaju kencang
Di supermarket dia asik memilih buah-buahan di dalam freezer sehingga membuat dia tidak tau bahwa ada orang yang terus memperhatikan dirinya.
Setelah selesai memilih buah-buahan dan menaruhnya di dalam rak pelanggan dia langsung menuju kasir untuk membayar.
Baru saja membalikan badannya hendak pergi menuju kasir dia terkejut karena di depannya ada Bastian si senior rese
"ngapain lo disini?" tanya Aldina sambil menatapnya tajam
"belanjalah" ucapnya dalam ekspresi yang susah dijelaskan
"oh" ucapku singkat sambil beranjak untuk pergi
Ketika Aldina ingin pergi jalannya dihalangi oleh Bastian, hal itu membuat Aldina mengernyit heran dan memincingkan matanya
"ni orang maunya apa sih" batinku
"Permisi gua mau lewat" ucap ku sambil menatapnya
"oke" jawabnya tapi dia tidak bergerak sedikitpun dan itu membuat kesabaran Aldina habis.
"gimana gua mau lewat kalau lo terus menghadang jalan gua" ucapku menahan emosi
berusaha agar tidak membuat keributan
"oh" ucapnya singkat padat dan jelas lalu menyamping dari jalan Aldina
"sabar dina sabar " batinnya sambil mengelus-elus dada
Aldina langsung membayar belanjaannya dikasir dan pergi, dia memasuki mobilnya dan langsung menancapkan gasnya menuju rumahnya.
Sampailah dia dirumahnya dan memarkirkan mobilnya di garasi setelah itu dia langsung memasuki kediaman Firdaus.
sampainya didalam dia melihat Ayah dan Ibunya sedang nonton tv.
"ma ini buahnya mau langsung ditaruh di kulkas? tanyaku
" iya nak" ucap mama Aldina
"ma, pa kakak belum pulang? tanyaku lagi
" belum dina dia kayaknya lembur" ucap ayahku menjawab
"ohh, kalau gitu dina mau ke kamar ya ma, pa" ucapku sambil menaiki tangga menuju kamarku
Penjelasan singkat:
saat ini Aldina baru semester pertama sedangkan Bastian sudah memasuki Semester 7 ia saat ini tengah sibuk membuat skripsi untuk kelulusannya.
.
.
.
.
.