My love is You

My love is You
3.3 Hari Terburuk II



****


Keesokan Harinya.......


Di sebuah papan pengumuman atau mading terdapat sebuah foto-foto para mahasiswa baru yang sedang mengikuti kegiatan ospek dari sekian foto yang ada, hal yang paling menarik bagi orang-orang adalah foto seorang wanita dengan laki-laki yang wajahnya dilumuri tepung dengan ekspresi yang sangat lucu.


Aldina dan Sofi yang sedang berjalan menuju ke kedalam kelas melihat banyak orang yang berkerumunan di papan pengumuman sambil tertawa, melihat hal itu membuat membuat Aldina dan Sofi saling pandang.


"Emangnya ada apasih di papan pengumunan? tanya Sofi kepada Aldina


" mana gua tau" jawab Aldina sambil mengangkat bahunya


Setelah mengatakan itu Aldina dan Sofi saling pandang sejenak dan mengucapkan kalimat secara bersamaan.


"Kalau mau tahu ayo cari tau" ucap mereka bersamaan sambil berlari dan tertawa.


Sesampainya mereka di depan papan pengumuman mereka berdua heran karena banyak anak-anak yang melihat ke arah mereka terutama terhadap Aldina sambil menahan tawanya. hal itu membuat mereka makin heran.


kenapa? kenapa mereka terus melihat ke arah sini? seperti itulah yang ada dalam benak Aldina


sedangkan Sofi sudah hampir di tengah kerumunan.


Sofi yang saat ini di tengah kerumunan bisa melihat apa yang membuat anak-anak lainnya tertawa, dia melihat banyak foto yang di pajang di papan pengumuman dari sekian foto yang ia lihat matanya tertuju pada satu foto dimana foto itu memperlihatkan seorang gadis dan laki-laki yang dilumuri tepung.


ya, gadis yang ada dalam foto itu adalah Aldina sedangkan laki-laki itu adalah Bastian di foto itu menunjukan wajah mereka yang tidak elit bagaimana tidak Aldina yang saat itu menampilkan wajah terkejut dengan mulut menganga sedangkan wajah Bastian menampilkan wajah seperti orang *****


😂😂


Sofi yang melihat itupun langsung tertawa terpingkal-pingkal sampai perutnya kram


sedangkan Aldina yang masih di mode bingungnya belum menyadari foto di dalam mading.


"ffufff, hahahahahahahah" tawa Sofi pecah ketika melihat foto di dalam mading


sedangkan Aldina hanya menaikan alisnya sebelah sambil memperlihatkan ekspresi bingung


"apa ada yang lucu?" tanya Aldina memastikan


"" lo liat ini dina" ucapnya sambil menunjukan foto diujung mading


Aldina yang melihat foto itu pun membulatkan matanya dan terkejut.


"apa apaan ini gila ni orang siapa yang naruh foto gua disini! " teriakku marah sambil berusaha mencabut foto itu tapi sayang mading itu ditutupi oleh dinding kaca dan dikunci dan itu menambah amarahnya.


Aldina terus berusaha membuka dinding kaca itu tapi hasilnya tetap nihil hal itu membuat dia frustasi ketika dia berusaha membuka kaca itu lagi suara seseorang menghentikannya.


Sedangkan Aldina hanya menatapnya sinis ingin sekali dia menguliti orang ini hidup-hidup karena ulahnya membuat Aldina diolok-olok satu kampus


"huh, menyebalkan" kata Aldina


"apa lo bilang tadi" ucap orang itu sambil memincingkan matanya


"dasar budeg" ucap Aldina lagi


"kauu!!" teriaknya marah


Aldina tidak mengubris Bastian, ya orang yang dari tadi bertengkar dengan Aldina adalah Bastian.


orang yang paling menyebalkan menurutnya.


Aldina langsung pergi menjauh darinya dan mengambil batu besar untuk diarahkannya ke mading dan


"Prankkkk" kayak gitu kali ya suara kaca pecah🤣


orang-orang yang di sekeliling mereka terkejut bukan main karena ulah Aldina dia memecahkan kaca mading dan langsung mengambil foto dirinya dan langsung merobeknya sampai kecil-kecil.


Setelah selesai merobeknya dia menatap bastian sinis dan langsung pergi meninggalkan Bastian,


Sofi yang awalnya terkejut karena tindakan Aldina yang bar-bar itu membuat dia mematung tidak bisa berkata apa-apa.


Sampai ketika Aldina yang memanggilnya mengajak dia pergi dia langsung tersadar dari lamunannya dan beranjak pergi mengikuti langkah Aldina.


Sedangkan Bastian tersenyum tipis sangat tipis sampai tidak ada orang yang bisa melihatnya


"hm menarik" gumannya


Setelah mengatakan itu dia langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju kelasnya.


mahasiswa lain yang melihat pemeran utamanya pergi pun membubarkan diri.


.


.


.


.


😍😍😍😍