My love is You

My love is You
Tidak Suka Wanitaku Disentuh




Tidak Suka Wanitaku Disentuh



Setelah kepergian Sisil dan Susan barulah Vina menyampaikan bahwa ada seorang bapak yang mencarinya. Nara mengernyitkan kening, pasalnya dia tidak memiliki janji temu dengan siapa pun selain Sisil dan Susan.


Nara terkejut melihat pria paruh baya, dengan jenggotnya yang sudah mulai memutih di usianya yang belum begitu tua. Pria paruh baya tersebut mengenakan baju gamis hitam, tampak berbeda dengan baju biasanya yang Nara liat setiap bertemu di LPPM Universitas X.


"Assalamualaikum pak" Sapa Nara sembari mencium telapak tangan pria paruh baya tersebut. Pria tersebut tersenyum.


"Waalaikumsalam Nara" Jawabnya.


"Bapak tau darimana kalau disini posko Nara?" Tanya Nara sembari menunjukkan gestur untuk mengajak pria paruh baya tersebut untuk duduk di teras posko.


"Kamu lupa kalau bapak ini security di LPPM tempat kamu mengurus semua berkas KKN mu? Bapak bisa tau dengan mudah Nara" Pria tersebut tersenyum kecil. Nara pun ikut tersenyum. Nara dan pria paruh baya yang ternyata adalah security bernama Agus itu sudah sangat akrab. Terlebih karena Nara orangnya sangat mudah bergaul, dan Pak Agus juga selalu menjadi teman setia Nara mengobrol jika Nara sedang mengurus berkas di LPPM. Nara memperhatikan pakaian Pak Agus yang tak biasa. Merasa diperhatikan, Pak Agus menautkan alisnya menatap Nara.


"Bapak baru pulang dari acara pengajian. Terus merasa kangen sama kamu, jadi bapak kesini. Enggak apa-apa kan?" Nara tersenyum, Pak Agus ini seperti sosok seorang ayah bagi Nara. Nara yang hidup di tengah keluarga broken home, jadi sangat jarang sekali bisa merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Keduanya sama-sama sibuk dengan urusan masing-masing, terutama ayah Nara yang sudah memiliki keluarga baru.


"Tentu saja tidak. Nara senang jika bapak mau berkunjung. Setiap hari juga enggak apa-apa" Kelakar Nara sembari tersenyum lebar.


Vina yang datang membawakan dua gelas teh hangat. Menaruhnya di tengah-tengah antara Nara dan Pak Agus.


"Silahkan pak" Ucap Vina. Pak Agus menganggukkan kepala sembari tersenyum.


"Terimakasih" Ucapnya, yang hanya dibalas senyuman kecil oleh Vina.


"Oh ya vin, kenalin bapak ini namanya Pak Agus, security di LPPM. Pak Agus, ini Vina anak Fakultas Hukum"


"Wah keren kamu Nara. Aku emang tau, hampir seluruh kampus tau kamu. Tapi aku enggak nyangka sampek security juga" Kelakar Vina yang hanya dibalas kekehan kecil oleh Nara.


"Ya karena aku berteman dengan siapa pun, kalau mereka baik sama aku, kenapa aku harus acuh sama mereka?" Ucap Nara.


"Tapi aku heran, kenapa kamu masih jomblo" Ucap Vina dengan polosnya.


"Karena Nara ini terlalu pemilih" Goda Pak Agus.


"Ya udahlah ra, mending kamu sama Mas Ginting atau Pak Jarot saja!" Goda Vina, yang memang mengetahui akhir-akhir ini salah satu pegawai kantor lurah dan security kantor lurah tempat mereka KKN sedang gencar-gencarnya mendekati Nara.


"Siapa mereka?" Tanya Pak Agus.


"Mereka itu fans Nara disini pak" Nara menatap jengah ke arah Vina yang asal ceplas-ceplos.


"Bukan pak, Vina cuma bercanda" Kilah Nara.


"Wah banyak juga ya fans kamu ra? Bapak kira kamu hanya jadi primadona di LPPM. Disini juga ada ternyata" Goda Pak Agus, yang memang tau salah satu pegawai LPPM di Universitas X itu lagi gencarnya mengejar Nara.


"Apaan sih pak" Kilah Nara, membuat Nara menjadi salah tingkah dengan topik yang memojokkannya.


___


Setelah berpamitan kepada Nara. Pak Agus menelfon seseorang.


"Dia baik-baik saja. Dia terlihat sangat ceria" Lapor Pak Agus kepada seseorang di sebrang telfon.


"Apa ada orang yang tidak suka atau mengganggunya?"


"Kalau orang yang tidak suka, sepertinya tidak ada. Nona baik dengan siapa pun, pembawaannya yang ceria menjadi daya tarik bagi orang-orang di sekitarnya. Selain itu, disini juga kabarnya ada para pegawai yang mencoba mendekati nona" Jawab Pak Agus


"Urus mereka!"


"Baik tuan" Kata Pak Agus sembari menganggukkan kepala, walaupun ia tau lawan bicaranya di sebrang sana tidak akan bisa melihatnya.


"Satu lagi, saya tidak suka wanitaku disentuh!" Pak Agus menelan salivanya kasar, teringat bahwa tadi Nara sempat mencium tangannya sebagai tanda hormatnya kepada dirinya. Ia terlalu mendalami peran, sehingga lupa bahwa Nara adalah wanita atasannya.


"Baik tuan"


Hai hai hai readersku tercintah. Sorry ya kemarin enggak sempat update. Soalnya misua aku kemarin ada pertandingan. Sebagai istri yang baik, saya merasa harus ikut jadi suporter terdepan dongs 😁


Peluk cium dari author 🤗😘