My love is You

My love is You
Siapa Yang Menggodamu?




Siapa Yang Menggodamu?



Detik demi detik berlalu, berganti menjadi menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari dan minggu demi minggu.


Hari ini sudah masuk minggu ke empat Nara menjalani rutinitas KKN nya. Yang artinya, masa KKN Nara hanya tinggal dua minggu lagi atau lebih tepatnya lima belas hari. Karena sesuai aturan, KKN Nara berjalan selama empat puluh lima hari.


Di posko KKN yang begitu ramai dengan penghuni nya, semua sedang sibuk berkumpul di ruang tengah setelah baru saja menyelesaikan makan siang mereka. Hanya Nara yang tidak ikut kumpul. Nara terlihat sedang sibuk mencuci piring kotor, karena hari ini adalah hari piketnya. Di hari piketnya Nara diwajibkan untuk belanja ke pasar, memasak, bersih-bersih posko dan mencuci piring. Sebenarnya petugas piket setiap hari ada dua orang. Nara dipasangkan dengan Vina. Karena Vina sedang kurang sehat, jadi Nara mengerjakan semuanya seorang diri.


Nara mencuci piring di keran depan teras posko, karena keran di wastafel dapur airnya selalu macet di siang hari.


Panasnya terik sinar matahari tidak membuat Nara mengeluh sedikit pun. Nara sudah terbiasa hidup susah semenjak orang tuanya bercerai dan Nara lebih memilih hidup dengan bundanya yang serba kekurangan, jadi hanya karena terpapar sinar matahari bukanlah masalah besar bagi Nara.


"Cantik" Gumam seorang pria yang sedang melihat Nara mengelap keringat di pelipisnya, busa sabun cuci piring di tangannya terlihat menempel sedikit di keningnya. Membuat pria yang sedari tadi menatap Nara menjadi tersenyum.


"Kamu memang calon istri idaman" Ucapnya membuat Nara terkejut dan menoleh ke arah sumber suara.


"Asgataa, Mas Oting mengagetkan saja!" Pekik Nara. Pria yang ternyata bernama Oting tersebut hanya tercengir kuda.


"Sejak kapan Mas Oting berdiri disana?" Tanya Nara yang melihat Oting berdiri di teras.


"Sejak kamu mulai mencuci piring-piring itu" Jawabnya santai.


"Kenapa enggak masuk aja?" Tanya Nara sembari melanjutkan pekerjaannya mencuci piring.


"Saya bahkan baru keluar, tadi saya tertidur di kamar Angga" Nara hanya menjawab dengan membulatkan mulutnya tanpa suara. Oting menjadi gemas melihatnya.


"Nara, kenapa kamu mau mencuci piring-piring kotor itu? Kenapa kamu tidak membiarkan yang lainnya yang mencuci?" Nara menautkan alisnya mendengar pertanyaan Oting. Ia menoleh ke arah Oting, menatapnya dengan bingung.


"Kenapa? Ini memang sudah tugasku!" Jawab Nara sembari tersenyum. Manis sekali, pikir Oting.


"Sayang sekali tanganmu yang halus itu menjadi kasar karena mencuci piring kotor sebanyak itu" Nara tertawa kecil mendengar ucapan Oting. Ia menggelengkan kepalanya, tidak menyangka akan mendapatkan gombalan di siang bolong. Nara kembali menyelesaikan cuciannya.


"Hanya mencuci piring. Saya sudah terbiasa melakukannya" Jawab Nara sembari menyusun piring-piring yang sudah bersih tersebut menjadi satu. Nara mengangkatnya untuk dibawa ke dapur.


"Lagian darimana Mas Oting tau kalau tanganku halus? Mas Oting saja belum pernah menyetuhnya" Ucap Nara sembari tersenyum mengejek ke arah Oting, kemudian berlalu melewatinya. Nara memang tidak suka digombali, apalagi oleh orang mata keranjang seperti Oting.


"Siapa yang menggodamu?" Tanya Angga dari arah belakangnya. Membuat Oting terkejut dan tercengir kuda.


"Tidak ada. Saya hanya sedang latihan acting untuk acara pentas seni tujuh belas Agustus besok" Jawabnya asal. Angga mengernyitkan keningnya.


"Hah pentas seni apa? Mas Oting akan berdrama sambil bernyanyi? Yang benar saja, suara kentutmu saja tidak ada merdunya, apalagi suara nyanyianmu" Ucap Angga sembari tertawa. Oting yang mendengar ejekan Angga hanya bisa berdecak kesal.


"Dasar bocah!" Ucapnya ketus.


"Heii, siapa yang bocah? Saya ini bagaikan buah mangga yang baru matang, lagi manis-manisnya. Mas Oting saja yang sudah kelewat mateng alias tuir" Ledek Angga lagi, yang berhasil membuat Oting mengeluarkan tanduknya, tidak terima dikatakan tuir alias tua. Oting pergi begitu saja meninggalkan Angga yang masih tertawa. Angga yang melihat raut wajah kesal Oting menjadi menghentikan tawanya.


"Lagian enak aja gombalin Nara, lewatin dulu nih satpamnya!" Ucap Angga sembari menepuk dadanya.


"Eh kok satpam sih? Penjaga aja deh atau bodyguard. Eh tapi sama aja dah" Ucapnya bermonolog menentukan peran dirinya dalam kehidupan Nara.


"Woy!" Teriak Anto tepat di telinga kanan Angga. Angga yang terkejut karena kedatangan Anto yang tiba-tiba, terlebih lagi Anto berteriak tanpa aba-aba tepat di telinganya menjadi terlonjak kaget.


"Apaan sih?" Ucapnya kesal sembari menggosok telinga kanannya.


"Obatmu habis?" Tanya Anto dengan santainya.


"Obat apaan?" Tanya Angga bingung.


"Lah saya kirain kamu lagi kumat karena kehabisan obat" Ucap Anto dengan entengnya.


"Sial*n, kamu kira saya gila huh?" Bentak Angga pada teman sekamarnya itu.


"Bukan saya loh yang bilang" Ucap Anto, kemudian berlalu meninggalkan Angga dengan tawa membahana memasuki ruang tengah posko.


"Karma nih kayaknya" Gumam Angga, karena tadi dia yang menertawakan Oting, sekarang dirinya yang ditertawakan.


Maafkan Author karena kemarin enggak sempet up. Author bisa nulis kalau anak lagi bobok siang atau enggak rewel. Jadi author up tergantung mood si kecil ya.


Terimakasih buat yang sudah mau baca tulisan author.


Love you all 😘❤️