My Ketos My Love

My Ketos My Love
Six



Lia membaca novel bergenre fantasi sambil duduk bersandar di brangkar rumah sakit. Ia belum diizinkan pulang oleh dokter karena harus melakukan pemeriksaan lagi nanti sore. Ia sendiri, Ayah dan Ibunya sedang mengurus beberapa hal bersama dokter.


Cklek


Lia menoleh ke arah pintu dan mendapati sebuah boneka beruang putih yang di bawa oleh seseorang yang tidak terlihat karena ukuran boneka yang besar. Lia menyerngitkan dahinya saat boneka itu berhenti tepat didepannya, sebuah tangan kokoh dari sela tangan bonek mengulurkan buket bunga. Lia dengan ragu menerima buket tersebut, ia masih penasaran siapa kah sosok di balik boneka tersebut.


"Siapa?" tanya Lia. Perlahan sosok di balik boneka itu menampakkan sosoknya.


"Lo?" ternyata sosok itu adalah Kelva. Pemuda itu tampil dengan pakaian serba hitam yang terbilang santai.


"Cepet sembuh ya, biar bisa ejek-ejekkan lagi" ucap Kelva sambil menyodorkan boneka tersebut. Lia mendengus, tapi setelah itu bibirnya melengkung membentuk senyum manis.


"Makasih" ucap Lia sambil menerima boneka tersebut.


"Lo bolos" ucap Lia saat sadar kalau sekarang masih jam sekolah.


"Nggak, gue izin alasan jenguk tambatan hati" ucap Kelva.


"Cih, gombal" decih Lia.


"Lo sakit apa?" tanya.Kelva duduk di kursi samping brangkar Lia.


"Cuman kecapekan" ucap Lia.


Sedangkan disisi yang lain, Siska menatap daftar persiapan dengan datar. Matanya membaca secarik pesan tulisan tangan Kelva.


"Urus semuanya, gue mau jenguk tambatan hati"


"Kampret Kalian" Teriak Siska. Rasanya ia ingin membawa golok ke arah Kelva dan memotong leher pemuda itu dengan sadis.


"Hatchi" Kelva mengusap hidungnya yang mendadak gatal.


"Kenapa lo?" tanya Lia sambil memakan buah apel yang sudah Kelva potongkan untuknya.


"Nggak, oh ya lo kapan bisa pulang?" tanya Kelva.


"Mungkin nanti sore, kenapa?" tanya Lia.


"Berarti bisa ikut acara pembukaan ultah sekolah?" tanya Kelva.


"Bisa" jawab Lia.


~


"Mana si Kelva?" tanya Luhan yang tidak mendapati Kelva di kelas.


"Dia bilang izin, mau jenguk Lia" jawab Reza.


"Bay, otw rumah sakit" ucap Luhan meraih tasnya dan pergi meninggalkan kelas.


"Rezaaaa bibir lo bisa di kasih rem nggak?" ucap Bayu gemas dan segera menyusul Luhan.


"Gue salah apa sih?" ucap Reza bingung.


"Lo nggak ikut mereka?" ucap salah satu teman sekelas Reza.


"***** gue di tinggal" Reza segera menyusul kedua sahabatnya.


Luhan melewati pagar sekolah menggunakan mobilnya dengan santai, mengabaikan panggilan sang satpam yang berusaha menghentikannnya. Kecepatan yang ia gunakan di atas rata-rata sehingga banyaknya umpatan dari pengendara lain.


"Cuy singgah beli buah dulu yok buat Lia" ucap Bayu.


Luhan memberhentikan mobilnya di depan seorang penjual buah. Setelah membeli parsel buah, Luhan segera menjalankan mobilnya menuju Rumah Sakit. Saat tiba di Rumah Sakit, Luhan segera berlari ke arah ruang rawat Lia.


BRAK


Luhan membuka pintu ruang rawat Lia dengan kasar, matanya membelalak kaget saat melihat hal yang kurang mengenakkan di hadapannya. Kelva menindih tubuh Lia di atas brangkar.


"WOI..." Luhan menarik kerah baju bagian belakang Kelva sehingga Kelva terjatuh di lantai.


"Lu-luhan" Lia sendiri kaget saat melihat Luhan ada di ruang rawatnya.


"Lo apain Lia ha?" Luhan mencengkram kerah baju Kelva dan menduduki perut Kelva.


"Kok lo ada di sini?" tanya Kelva.


"Jawab gue!!!" ucap Luhan emosi. Bayu dan Reza baru saja tiba, mereka segera memisahkan Luhan dan Kelva setelah menaruh parsel buah di meja samping Brangkar Lia.


"Lepasin gue" ucap Luhan brontak saat Bayu menarik dan menahan tubuhnya.


"Sabar Han sabar, emangnya kenapa?" tanya Bayu.


"Dia ngelecehin Lia" geram Luhan.


"Ng-nggak gitu" Suara Lia menengahi keadaan yang ada. Luhan menoleh ke arahnya dan memberikam tatapan tajam dan meminta penjelasan.


"Ta-tadi di-dia tersandung" ucap Lia, tubuhnya bergetar ketakutan saat melihat tatapan tajam Luhan.


"Han tahan emosi lo, Lia takut ngeliat lo gitu" ucap Bayu. Luhan. Mengontrol emosinya, dan segera mendekati Lia.


"Maaf" bisik Luhan sambil memeluk Lia.


"Jangan marah" lirih Lia.


"Iya nggak marah" ucap Luhan.


"Lo nggak papa Kel?" tanya Reza.


"Nggak papa" ucap Kelva. Ia menatap Luhan yang memeluk Lia, hatinya sakit. Rasanya ia ingin memisahkan pelukan keduanya tapi apa daya, dia bukan siapa-siapa Lia.


"Balik ke sekolah, nggak boleh bolos" ucap Lia mencubit perut Luhan.


"Ishh, males" ucap Luhan melepas pelukannya.


"Nah, kebetulan lagi ngumpul kita pesen makanan yuk gue laper" ucap Bayu.


"Kuy lah pesen ayam geprek aja" ucap Reza sambil membuka aplikasi pemesan makanan online.


"Sip, udah gue pesen sekalian minum" ucap Reza.


Dan seketika ruang rawat Lia ramai karena kegaduhan yang di buat oleh ke empat pemuda itu. Lia sendiri merasa terhibur setidaknya dia tidak kesepian lagi. Terkadang juga terdengar ucapan sinis dari Kelva dan Luhan yang saling menyindir.


~


Luhan menaikkan selimut yang Lia kenakan, gadis itu tertidur setelah meminum obat. Matanya melirik cairan infus Lia yang tinggal setengah, lalu matanya melirik ke arah jam. Jam 3 sore ketiga temannya sudah pamit pulang, setelah ia usir tentunya. Bibirnya berkedut menahan tawa saat mengingat Kelva yang menolak ia suruh pulang. Pemuda itu rela memeluk pintu. Bayu dan Reza sampai ke susahan menariknya pulang.


"Gue belum yakin, gue masih mau ngetes dia" gumam Luhan.


Cklek


"Luhan?"


"Eh Bunda, gimana udah selesai urusannya" tanya Luhan menyalim tangan Mersa.


"Udah, gimana Lia tadi? ada ngeluh sakit?" tanya Mersa.


"Nggak, dia malah ketawa terus tadi" ucap Luhan.


"Alhamdulillah, seenggaknya dia nggak ngerasa kesepian" ucap Mersa. Luhan memberikan Mersa tempat duduk di samping Lia.


"Kamu tadi bolos?" tanya Mersa.


"Hehe, abis Luhan nggak bisa biarin Lia berdua sama Kelva" ucap Luhan.


"Kelva ke sini?" tanya Mersa.


"Bayu sama Reza?" tanya Mersa.


"Yah dua curut pasti ngikut Bun" ucap Luhan.


"Lia nanti jam 7 malem baru bisa pulang, kamu pulang duluan ya" ucap Mersa.


"Nggak, Luhan disini aja tanggung Bun" ucap Luhan.


~



@Reza_Ejak, @Siska_Sis, @Bayu_Suhe, dan 20.000 Lainnya...


@Kelva_Va: Jengukin Bidadari yang lagi sakit ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‹ cepet sembuh, kangen sama omelannya ๐Ÿ˜‚๐Ÿ’ž.


Komentar...


@Siska_Sis: Oh enak ya, gue kesiksa di sini dan lo malah asik-asikkan pacaran๐Ÿ˜ค.Lo maksa Lia foto ya liat muka dia pucat gitu + senyum paksaan.


@Bayu_Suhe: Dan karna lo, kita jadi nggak bisa belajar ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ Cepet sembuh Bu ketos ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ @Lia_A.


@Reza_Ejak: Bilang aja lo seneng ๐Ÿ˜’ @Bayu_Suhe cepet sembuh bu Ketos, kangen sama aksinya ngehukum anak-anak yang telat ๐Ÿ˜‚ @Lia_A.


@Kelva_Va: Masa bodo @Siska_Sis emotnya tolong kondisikan ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช @Bayu_Suhe.


@Luhan_A: Yang ngizinin lo foto sama dia siapa? ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค emot tolong kondisikan @Bayu_Suhe๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช


@Bayu_Suhe: Ya maap ๐Ÿ˜ฎ @Kelva_Va @Luhan_A Waduh bakal ada perang nih, kabur ah~~.


@Reza_Ejak: Ayo ribut ribut ribut ๐Ÿ‘๐Ÿ‘


@Bayu_Suhe: Reza diem!!!


@Riska_Ka: Kak Lia sakit? cepet sembuh kakak ๐Ÿ˜˜


@Ainun_01: Cepet sembuh kak, kita kangen sama kakak di ruang OSIS๐Ÿ˜˜โค๐Ÿ’ž @Lia_A.


@Rini_Les: Pantesan nggak ngeliat kak Lia sama kak Kelva, biasanya kejar-kejaran kayak tom and jerry ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Cepet sembuh kakak ๐Ÿ˜˜๐Ÿ’ž @Lia_A.


@Lia_A: Makasih semua๐Ÿ˜Š


@Siska_Sis: Gue kangen lo ๐Ÿ˜ญ maaf nggak bisa jenguk, gue nginep di rumah lo ya ๐Ÿ’ž๐Ÿ˜˜ @Lia_A.


@Lia_A: Nggak usah, rumah gue lagi rame sama sepupu, lain kali aja.


@Bayu_Suhe: Ikut ngineppp ><.


@Reza_Ejak: Ikut jugaaa :v.


@Kelva_Va: Juga dong.


@Luhan_A: Nggak ada nginep-nginep.


@Bayu_Suhe: Ye si luhan sirik ๐Ÿ˜’.


@Reza_Ejak: 2.


@Kelva_Va: 3.


@Luhan_A: Bacot kalean ya.


~


Kelva berbaring sambil mengetik sesuatu di ponselnya, ia akan mengirim pesan kepada Lia.


To: Bu Ketos ๐Ÿ˜˜


Udah pulang?


Kelva menunggu balasan dari Lia, dia harap-harap cemas. Takut pesannya hanya di baca dan tidak di respon.


From: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Udah, baru nyampe rumah


Kelva berteriak senang saat Lia merespon pesannya, katakanlah dia lebay dan berlebihan.


To: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Besok sekolah?


From: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Iya, kenapa?


To: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Gue jemput mau?


From: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Gue sama Luhan


Kelva seketika gondok, dia kesal saat mengetahui kalau Lia akan pergi dengan Luhan. Ah Kelva berharap besok Luhan mendadak ada urusan dan tidak bisa mengantar Lia ke sekolah.


To: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Ya udah, istirahat sana biar besok nggak sakit lagi ๐Ÿ˜˜๐Ÿ’ž


From: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Emotnya tolong ๐Ÿ˜’


To: Bu Ketos๐Ÿ˜˜


Have a nice dream ๐Ÿ˜˜


Kelva segera mematikan ponselnya, dia tersenyum senang setidaknya ia bisa saling mengirim pesan bersama Lia. Tapi, dirinya masih tak rela saat mengetahui besok Lia akan berangkat bersama Luhan.


"Sebenernya hubungan mereka apa?" gumam Kelva. Dan tanpa sadar matanya terpejam.


~


Luhan menatap pesan Kelva di ponsel Lia, ternyata Luhan lah yang membalas pesan Kelva. Matanya melihat ke arah Lia yang sudah tertidur di ranjang berwarna biru berukuran Qing Size. Setelah pulang dari rumah sakit, Lia langsung ke kamar dan beristirahat dengan Luhan yang menemaninya.


"Modusnya" dengus Luhan. Dia kemudian menaruh ponsel Lia di meja belajar, setelah itu memperbaiki selimut Lia yang sedikit berantakan. Menurunkan suhu AC dan meninggalkan kamar bernuansa biru itu dalam diam.


Saat sudah di luar, Luhan menghubungi seseorang dengan ponselnya. Ia sedikit berbisik agar tidak ada yang mendengarkan.


"Iya, besok kita bikin dia kapok" ucap Luhan.


"..."


"Iya aman, gue traktir sebulan" ucap Luhan.


"Oke"


Luhan memutuskan sambungan dan menyeringai, ia rasa besok ia akan melakukan hal yang menarik.


TBC


Maaf kalau ada typo ๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™