
Tiga pasang kaki mungil terlihat berlari menuruni tangga. Salah satu dari mereka memegang kalender kecil. Mereka sangat senang akan hari ini, hari ini tepat usia ke enam tahun mereka yang itu tandanya mereka akan memasuki bangku sekolah dasar.
"Mama Mama..." Keanu, Ken dan Leon berteriak memanggil sang Mama. Mereka menuju dapur tempat biasa sang Mama membuat sarapan untuk mereka. Tapi yang mereka dapati adalah sang Papa yang menuduk dengan selembar kertas di tangannya. Dan sang Mama yang memegang sebuah koper besar.
"Mama? Mama mau pergi?" tanya Keanu mendekati sang Mama.
Lia tersenyum ke arah ketiga putra kecilnya, mereka sudah bangun ternyata. Padahal ia sudah berusaha agar ketiga putra kecilnya tidak terbangun.
"Sayang kalian sama Papa dulu ya, Mama mau pergi sebentar" ucap Lia.
"Mama mau kemana?" tanya Ken penasaran.
"Mama, Leon ikut ya" ucap Leon mendekati Mamanya. Lia menggeleng, ia hanya akan pergi sendiri. Kalau bukan karena hal penting, Lia juga enggan pergi meninggalkan empat malaikat tampannya.
Kelva meremas kertas undangan dari Kakek Lia yang hanya mengundang Lia ke Australi tanpa mengajak ia dan triplet. Apa sebenarnya yang diinginkan Kakek tua itu. seperti itu lah rutukan Kelva di dalam hatinya.
"Mama pergi seminggu aja kok, nggak lama kalian baik baik sama Papa ya" ucap Lia mencium pipi ketiga putranya.
"Tapi Ma hari ini..."
"Mas aku titip anak anak ya" ucap Lia menarik koper besarnya menuju pintu rumah.
"Mama nggak boleh pergi" teriak Ken.
"Mama, Leon mau ikut Hiks" Leon sudah menangis.
Lia terus melangkah menghiraukan teriakan putranya yang memintanya jangan pergi. Kelva tidak bisa berbuat apa apa, kalau Kakek Lia sudah memita maka ia tidak bisa membantah. Ia bahkan dilarang untuk mengantar Lia ke bandara.
"Papa Tahan Mama hiks jangan biarin Mama pergi" ucap Keanu menarik tanga kokoh sang Papa.
"Triplet, biarin Mama pergi" uca Kelva.
"Hiks tapi Papa hari ini ulang tahun kami, kami nggak mau ngerayain kalau nggak ada Mama" ucap Ken.
~
Kelva berhasil menenangkan ketiga putranya setelah memakan waktu hampir tiga jam. Ketiganya akhirnya sepakat akan merayakan pesta ulang tahun kalau sang Mama sudah pulang.
"Pa, Leon laper" ucap Leon mengusap perut kecilnya.
"Ayo ke dapur, Papa masakin makanan buat kalian" ucap Kelva. Ia sedikit bersyukur masih bisa memasak, setidaknya ia tidak akan membiarkan anak anaknya memakan makanan cepat saji yang tidak menyehatkan.
"Pa, Mama udah sampe belum ya? Ken kangen" ucap Ken merebahkan kepalanya di meja makan.
"Belum, kemungkinan Mama kamu bakal sampai besok pagi di sana" ucap Kelva.
"Huff kami kangen Mama" ucap Keanu. Hari ini adalah hari ulang tahun yang menyebalkan baginya.
Kalau biasanya mereka akan merayakan dengan membuat acara sederhana, ataupun pergi berlibur sekeluarga. Dia akan memarahi Kakek buyutnya itu jika bertemu nanti, berani sekali menyuruh Mamanya pergi di hari spesialnya.
Kelva hanya diam mendengar keluhan ketiga putranya yang merindukan Lia padahal baru saja pergi beberapa jam lalu. sedangkan disisi lain, Lia menatap keluar jendela yang menampakkan pemandangan indah. Ah dia merindukan keempat malaikat tampannya. Ingin menelpon tapi di larang, kalau bukan karena hal penting Lia juga enggan berjauhan dari keempatnya.
~
"Keanu kenapa kok cemberut?" tanya Winie kepda teman kecilnya yang sedang memegang gelas teh mainan.
"Mama pergi..." ucap Keanu cemberut. Keduanya sedang main masak masakan di teras rumah Winie. Sedangkan Ken dan Leon sedang bermain sepeda di temani oleh Kelva.
"Emang Mama Lia kemana?" tanya Winie memanggil Lia dengan sebutan Mama karena permintaan Lia sendiri.
"Mama pergi ke rumah Kakek buyut" ucap Keanu.
"Ung Keanu, Winie kemarin denger pembicaraan Mama sama Mama Lia. Katanya Mama Lia bakal ketemuan sama cowok yang apa ya?" Winie mencoba mengingat hal apa saja yang ia dengar kemarin.
"Apa? cowok?" tanya Keanu tak terima.
"Eng kalo nggak salah ada kata nikah nikah gitu" ucap Winie dengan pose berpikir.
"What? Papa?" Kanu segera mencari sang Papa. Gawat, ia menyimpulkan kalau Mamanya akan menikah dengan orang lain. Memiliki dua Papa? no satu Papa saja sudah membuat Keanu jengkel apa lagi dua. Tidak, pokoknya dia harus mengabari sang Papa tentang berita yang dia dengar dari Winie.
"Loh Winie? Keanu mana?" tanya Citra membawa cemilan.
"Keanu pulang Ma" ucap Winie.
~
"Papa Papa Papa" Keanu memasuki rumah dengan heboh, ia melihat kedua kembarannya dan sang Papa sedang beristirahat di sofa. Sepertinya ketiganya baru kembali dari bersepeda.
"Papa ini gawat Papa gawat" ucap Keanu dengan hebohnya.
"Apa sih Keanu? kamu ketauan maling sama tetannga karenan ngambil mangga di kebun belakang kita?" tanya Kelva malas.
"Bukan, Mama mau nikah sama cowok lain" ucap eanu cepat.
Krik krik Krik
"Keanu jangan main main sama Papa" ucap Kelva memijit pelipisnya yang terasa pusing seketika.
"Nggak, Keanu nggak bohong. Winie yang bilang soalnya dia denger Mama ngobrol sama Tante Citra kemaren" ucap Keanu.
'Fuk nggak bisa di biarin nih'* umpat Kelva daam hati.
"Papa jangan biarin Mama nikah sama yang lain, Ken nggak mau punya dua Papa" ucap Ken tak kalah heboh.
"Papa aja udah ngeselin apa lagi ada dua Papa, Leon nggak mau" ucap Leon. Kelva meringis mendengar anaknya yang menistakannya, tangannya sibuk mencoba menghubungi nomor sang istri.
"Ck angkat dong Lia" ucap Kelva kesl karena hanya ada suara operator yang menyahuti panggilannya. Seketika kediaman Kelva menjadi heboh karena kabar yang di dapat dari Keanu.
~
"Woi ada orang nggak?" teriak Siska memasuki ruang tamu dan mendapati empat orang yang nampak murung.
"Berisik Sis..." ucap Kelva datar.
"Kelva gue punya kabar buruk" ucap Siska dengan raut wajah panik.
"Gue nggak peduli" ucap Kelva, moodnya begitu buruk karena tidak bisa menghubungi Lia di tambah lagi kabar yang membuatnya sakit hati.
"Ini tentang Lia" ucap Siska membuat Kelva dan Triplet langsung menatapnya.
"Tante, Mama kenapa?" tanya Leon cepat.
"Pesawat yang Lia pakek buat ke Australi jatoh ke laut"
Jder
Bagaikan petir di siang bolong, Kelva terdiam kaku. Kabar apa lagi ini? kenapa hari ini begitu membuatnya terkejut. Triplet sudah menangis kencang mendengar kabar sang Mama.
"Lo bercanda kan?" tanya Kelva dengan suara bergetar.
"Nggak, kita harus ke rumah sakit sekarang. Ada jenazah yang megang identitas Lia" ucap Siska. Tolong siapapun bangunkan Kelva dari mimpi buruk ini.
"Mama..." triplet terus memanggil sang Mama.
Siska mengendarai mobil menuju rumah Sakit milik keluarganya. Kelva duduk diam di sampingnya sedangkan Triplet terus menangis di kursi belakang. Saat sampai Kelva langsung turun dan masuk diikuti Siska yang menuntun Triplet.
"Dimana?" tanya Kelva dengan tak sabar.
"Belok kanan ruangan paling pojok" ucap Siska saat mereka sampai di persimpangan lorong rumah sakit.
Kelva sampai di sebuah ruangan gelap yang berada di pojok ruangan. Tangannya bergetar meraih handel pintu. Triplet masih menangis sesegukkan di samping sang Papa. Air mata Kelva tak terbendung saat membuka pintu mendapati satu buah brangkar yang di atasnya ada tubuh manusia yang tertutupi oleh kain putih. Triplet semakin menangis kencang, mereka syok. Kenapa sosok yang sangat mereka sayangi harus meninggalkan mereka secepat ini.
"Nggak mungkin, nggak mungkin" Kelva memeluk tubuh yang tertutup kain itu sambil menangis sejadinya. Tak ada niat untuk membuka kain itu, ia terlalu takut mendapati yang tidak ia inginkan.
"Papa hiks Mama" isak Triplet.
"Lia bangun Lia, bilang kalo ini cuman bercanda, kamu tega ninggalian anak anak sama aku?" teriak Kelva tak terima.
"Hiks Mama bangun Mama bangun" isak Leon. Sebagai anak yang paling manja dia merasa sangat kehilangan. Keadaan ruangan yang gelap dan hanya terdengar suara isak tangis duka dari empat orang yang ada di sana.
"SUPRISEEEE!!!"
Lampu ruangan menyala, membuat Kelva dan Triplet terdiam meski isak tangis masih keluar dari bibir keempatnya. mereka melihat seluruh keluarga mereka ada disana, ruangan yang awalnya gelap menjadi terang dan terlihat berbagai macam hiasan pesta ulang tahun.
"A-apa?" Kelva masih bingung.
"Kalian jahat hiks, Mama Loen tidur kalian malah pesta" teriak Leon marah membuat seisi ruangan menahan tawa. sepertinya keempatnya belum sadar juga apa yang terjadi.
terdengar suara nyanyian seamat ulang tahun dari arah pintu. Kelva dan Triplet mengenal suara itu. suara Lia, disana Lia berjalan mendekati mereka dengan sebuah kue ulang tahun besar dengan lilin di atasnya.
"Mama?"
"Gila, sesek banget pelukan lo Kel" ucap Luhan membuka kain penutup tubuhnya. Kelva melotot, jadi yang ia peluk tadi itu Luhan? bukan Lia. Kelva mengusap wajahnya kasar, mereka semua mengerjainya dan Triplet.
"Selamat ulang tahun kesayangan Mama" ucap Lia saat di depan Kelva dan Triplet.
"Kamu argh..." Kelva dengan tidak tau malunya mencium bibir Lia dan ikut menahan kue agar tidak jatuh.
"Woi ada anak kecil woi" sorak Luhan.
"Mama..." triplet menghambur memeluk kaki Lia.
"Mas..." tegur Lia karena malu.
"Bodo amat, salah sendiri bikin prank kelewatan" ucap Kelva kesal.
"Ini rencana Bunda sam Ibu tau, aku cuman bantu aja" ucap Lia. Kelva melirik ke arah Ibu dan ibu mertuanya yang pura pura tidak tau apa apa.
~
Acara di langsungkan di ruang rumah sakit yang sudah di tata sedemikian rupa. Triplet mendapat banyak hadiah dari keluarga Lia dan Kelva. Setelah acara selesai, Kelva mengajak keluarga kecilnya untuk pulang. Triplet terus menempel pada Lia. Bahkan mereka memohon untuk tidur bersama Lia dan Kelva, yang tentunya di kabulkan oleh Lia.
"Mama, Mama mau nikah sama cowok lain ya?" tanya Keanu saat Lia memasang kancing piyama tidurnya.
"Nggak, siapa bilang?" tanya Lia bingung.
"Winie, katanya Mama cerita sama Tante Citra masalah nikah nikah gitu" ucap Keanu. Kelva menutun Ken dan Leon berbaring di sampingnya sambil mendengarkan pembicaraan Keanu dan Lia.
"Oh itu, Mama cuman cerita sama Tante Citra gimana Mama bisa nikah sama Papa kamu" ucap Lia mengecup dahi Keanu setelah piyama putra sulungnya itu terpasang.
Diam diam, Kelva menghela napas lega kalau kabar yang ia dengar itu tidak benar. Lia menuntun Keanu untuk berbaring di sampingnya.
"Nah waktunya tidur" ucap Lia menyelimuti tubuh mereka semua di bantu dengan Kelva.
"Kami sayang Mama sama Papa" ucap triplet kompak.
Kelva dan Lia memeluk ketiganya dengan sayang. Ah betapa harmonisnya keluarga mereka saat ini, dan smeoga selalu begitu.
"Oh ya, Mama Papa Kami mau adek cewek dong"
ucapan Keanu sukses membuat Kelva menatap Lia dengan tatapan nakal. Lia menatap Kelva datar, dia menunjukkan tinjunya kepada sang suami yang langsung membuat Kelva kicep. mereka sudah membahas itu, mereka akan menambah anak kalau Triplet sudah besar.
END
TERAKHIR!!!!!