
Banyak yang minta lanjutin cerita ini, bahkan ada yang nyampe neror author di wa nyuruh lanjutin :) Jadi Author
coba bikin tambahan keseharian Lia dan Kelva yang udah punya Triplet.
~
Pagi hari menjelang, Lia sudah memandikan ketiga putranya dan memakaikan pakaian yang sama pula. Lia mendengus kesal saat melihat sang suami masih asik bergelung dalam selimut tebal.
“Nah kalian bangunin Papa oke? Mama bikin sarapan dulu” ucap Lia memberikan kecupan pada pipi kanan ketiga putranya yang bertabur bedak bayi.
“Mamamamama...” Leon mengulurkan tangannya meminta gendong. Dia tidak mau mengganggu sang Papa.
“Leon disini aja ya?” ucap Lia kepada putra bungsunya. Bibir Leon mencebik dan matanya berkaca kaca hendak menangis. Lia menghela napas, Leon begitu manja kepadanya. Mengangkat tubuh gempal putra bungsunya dan menimangnya agar diam.
Keanu merangkak menaiki perut sang Papa, sedangkan Ken merangkak mendekati wajah sang Papa dengan sebuah spidol hitam yang ia ambil di meja dekat ranjang orang tuanya.
“Keanu, Ken bangunin Papa ya? Mama bikin sarapan dulu” ucap Lia.
Setelah Lia pergi, Keanu dengan semangat melompat lompat di atas perut sang Papa sedangkan Ken mulai menggambar abstrak di wajah Kelva.
“Papa Nun Papa...” Keanu melompat terus membuat tidur Kelva terganggu.
“Ugh Keanu kamu itu berat loh” ucap Kelva menahan pergerakan sang anak dengan mata terpejam.
“Nun Nun, mamam” Keanu menepuk wajah tampan Kelva.
“Ken jangan gambar di muka Papa” ucap Kelva.
“Anun, Mama mamam” ucap Ken mengigit telinga Kelva.
~
“Mama Mama Maaaa...” Leon terus mengoceh dalam gendongan koala Lia yang dengan gesit meracik bumbu masakan. Di tangan kecil Leon terdapat sepotong apel untuk anak itu gigiti.
“Mama Papa” ucap Leon saat melihat sang Papa dan kedua kembarannya memasuki dapur.
“Sayang, kamu tega ninggalin mereka sama aku” ucap Kelva mendudukkan Ken dan Keanu ke kursi bayi mereka.
“Kamunya sih nggak pakek bangun, yah aku nyuruh aja anak anak” ucap Lia masih fokus memasak.
“Leon sini sama Papa” ucap Kelva mengulurkan tangannya. Leon menatap polos ke arah sang Papa, dia memeluk erat leher Lia tanda tak ingin di pisahkan dari sang Mama.
“Leon sama Papa dulu ya? Mama lagi ibuk sayang” ucap Lia lembut. Leon mencebik dan mengulurkan tangannya ke arah Kelva.
“Ugh anak Papa makin berat aja” ucap Kelva mengangkat tubuh gempal Leon.
“Papa Papapapa” Ken dan Keanu memanggil sang Papa.
“Apa hm?” tanya Kelva yang masih menggendong Leon.
“Uah...” ucap keduanya menunjuk buah jeruk di dalam mangkuk besar.
“Kalian mau buah? Papa kupasin dulu” ucap Kelva mengambil sebuah jeruk dan mengupas kulitnya. Setelah bersih, ia membagi buah itu menjadi tiga bagian dan memberikannya kepada ketiga putraya.
“Mas nanti kau sibuk nggak?” tanya Lia menyusun sarapan di meja makan.
“Aku ada metting jam tiga nanti jadi otomatis aku senggang kenapa?” tanya Kelva.
“Aku mau minta anterin beli belanja bulanan dapur” ucap Lia mengambil alih Leon dalam gendongan Kelva dan menaruhnya di kursi bayi.
“Nanti aku temenin” ucap Kelva duduk di kursinya.
Lia dengan telaten menyuapi triplet bubur nasi, ia mulai mengajarkan triplet untuk makan makanan keras karena gigi mereka mulai tumbuh. Karena hal itu terkadang ketianya sering mengigit Lia ataupun Kelva.
~
Triplet duduk dengan anteng dalam kereta bayi mereka menatap polos jejeran rak supermasrket. Kelva mendorong kereta bayi triplet sedangkan Lia mendorong troli belanjaan sambil memilih beberapa bahan dapur yang sudah habis.
“Mas, pisau sama cream cukur kamu masih ada?” tanya Lia.
“Kalau pisau cukur mulai tumpul, cream cukur tinggal dikit lagi” ucap Kelva. Lia mengangguk, ia akan membelikan cream cukur untuk sang suaminya nanti.
“Nene...” teriak Keanu menatap kedepan saat melihat nenek dari pihak Mamanya sedang berbelanja juga. Lia menoleh saat mendengar suara teriakan sang anak, ia mendapati Bunda dan Ayahnya yang sedang berbelanja
bahan makanan.
“Bunda...” sapa Lia saat Mersa dan Herman mendekati mereka.
“Gimana kabar kamu sayang? Udah lama nggak main ke rumah” ucap Mersa memeluk putrinya singkat.
“Baik kok Bunda” ucap Lia.
“Bawa anak sayang pulang, jadi suami kamu nggak pernah ngajak dia pulang ke rumah kami” ucap Herman sinis.
“Keke..” Ken mengulurkan tangan ke arah sang Kakek minta di gendong. Herman mengangkat tubuh cucunya dan menggendongnya.
“Cucu Kakek makin berat” ucap Herman memberikan ciuman di pipi Ken. Ken tertawa sehingga memperlihatkan gigi susunya yang mulai tumbuh.
“Main ke rumah, kalian semenjak nikah jarang main kerumah” ucap Mersa, Keanu memainkan rambut sang nenek yang tersanggul rapi.
“Nanti aja Bun, nunggu Mas Kelva ada waktu senggang” ucap Lia kepada Ibunya.
“Dasar menantu kurang ajar, bawa anak saya pulang hari ini atau saya bawa pulang dia dengan cara saya dan nggak akan saya kasih lagi ke kamu” ucap Herman sinis. Kelva meringis pelan melihat tingkah Ayah mertuanya yang tak berubah sama sekali.
“Iya nanti Kelva bawa ke rumah Ayah” ucap Kelva.
~
Dan disinilah sekarang keluarga kecil Kelva berada, di rumah kediaman Herman. Kalian tau? Kelva rasanya menyesal datang ke sini karena adanya keberadaan nenek dan kakek Lia. oh jangan lupakan adanya Luke
yang sedang duduk di sofa dan menatapnya dengan seringai jahat.
“Nah kebetulan cucu menantuku datang, Luke ayo kita olahraga sedikit di belakang” ucap Alex dengan senyum anehnya.
“Grandpa, jangan jahilin Suami aku” tegur Lia memangku Leon dan semangkuk bubur kentang, Leon sedari tadi rewel karena lapar.
“Cih, nggak asik” ucap Alex.
“Cicit ku sayang, ayo sama Kakek buyut” ucap Alex mengambil alih Leon. Leon sempat protes karena di pisahkan dari sang Mama tapi segera diam karena Alex menyuapinya makanan.
“Keanu? Ken mana?” tanya Lia mengangkat tubuh Keanu.
“Ma Nene...” ucap Keanu berusaha menancapkan bunga melati itu di rambut sang Mama.
“Mas, katanya ada rapat penting. Kenapa belum pergi juga? Udah jam setengah tiga loh” ucap Lia.
“Bantuin siap siap” ucap Kelva membuat Lia memberikan Keanu kepada Luke dan membantu suaminya itu bersiap siap untuk ke kantor.
“Manja...” dengus Luke memangku cucu sulungnya.
“Keke...” Keanu mencubit hidung mancug Luke karena marah Kakek kecilnya mengatai sang Papa.
“Ugh jangan panggil Kakek, masih ganteng gini di panggil kakek” ucap Luke.
“Keke...” ucap Keanu kesal, ia menggigit hidung mancung sag Kakek kecil.
“Au au anak sama bapaknya sama sama ngeselin” ucap Luke menatap tajam Keanu. Bibir Keanu mencebik, matanya berkaca kaca. Ouh Luke merutuki dirinya yang membuat sang cucu menangis.
“Huweee Mamaa...” Leon tersentak kaget mendengar suara tangis saudara kembarnya, ia ikut menangis karena hal itu. Ken yang baru masuk bersama Mersa ikut menangis saat mendengar suara suara saudara kembarnya.
“Paman Lukeeee... sini lo” teriak Lia marah sambil membawa katana miliknya, ia kesal karena ulah sang paman ketiga putra tampannya menangis.
“Mampus, Kakak pegangin dulu ya” ucap Luke menyerahkan Keanu pada Mersa dan berlari keluar.
“Jangan lari lo kampret” teriak Lia. kelva mengelus dadanya, tingkah sang istri tak berubah sama sekali. Selalu membawa benda aneh jika marah. Dan oh ayolah kenapa katana itu masih ada di kamar lama istrinya.
“Nasib nasib...” ucap Luke terus berusaha mencari tempat persembunyian.
“Hiks hiks Papa...” Kelva segera menenangkan Ketiga putranya di bantu oleh mertua dan kakek mertuanya.
“Sssst diem ya sayang” ucap Kelva menimang Keanu.
“Hiks Hiks...”
Lia masuk dan menyeret Luke yang sudah pucat pasih. Triplet sudah mulai diam dari tangis mereka. Mereka menatap sang Mama yang sedang menahan pergerakan Kakek kecil mereka.
“Sayang, tidurin anak anak di kamar mereka udah ngantuk” ucap Kelva berusaha mencegah hal yang tidak di inginkan menimpa Luke.
“Diem lo, siapapun yang bikin anak gue nangis pantes gue penggal” ucap Lia menatap tajam Kelva. Kelva meneguk ludahnya kasar, sepertinya maksudnya salah untuk membantu Luke.
“Lia jangan penggal paman dong” ucap Luke dengan wajah pucat pasihnya.
“Berisik...” ucap Lie tajam.
“Mama...” panggil Leon, matanya basah karena selesai menangis. Ia menoleh dengan tatapan lembut saat melihat anaknya mengulurkan tangan minta di gendong. Lia membuang katannya yang mendarat tepat di samping leher Luke membuat pria itu semakin pucat pasih dan lemas seketika.
“Sayangnya Mama, kita bobo dulu ya” ucap Lia menggendong Leon menuju kamar diikuti Kelva yang menggendong Keanu dan Ken.
“Udah tau Lia kalo marah aneh ini malah bikin dia marah” ucap Mersa membantu Luke agar duduk di sofa.
~
Lia menidurkan ketiga anaknya di atas ranjangnya dulu. Kelva meraih tasnya dan mendekati keemat malaikatnya.
Cup
“Aku pergi dulu” ucap Kelva mencium kening Lia. lalu mencium pipi ketiga putranya secara bergantian.
“Udah rapat langsung pulang” ucap Lia.
“Mau nitip sesuatu?” tanya Kelva setelah mengangguk.
“Beliin bakso aja nanti buat anak anak nggak usah pakek saos, mie sama cabe” ucap Lia.
Setelah Kelva pergi, Lia ikut memejamkan matanya setelah memastikan ketiga putranya tidur dengan nyenyak. Ia cukup lelah setelah mengejar Luke tadi, emosinya masih sedikit memuncak karena tingkah menyebalkan sang paman membuat ketiga putranya menangis.
~
Triplet menatap polos pada seekor marmut yang bergerak lincah dalam kandangnya. Ketiganya melihat hewan itu di taman belakang bersama sang Mama dan nenek.
“Mama tu pa?” tanya Keanu menatap sang Mama.
“Itu namanya Marmut” ucap Lia.
“Mamut?” ucap Keanu bingung. Dia kembali menata marmut yang bergerak dalam kandang.
“Inci...” teriak Ken saat melihat seekor kelinci putih mendekati mereka. Tangan gempalnya menangkap kelinci itu lalu menariknya menuju sang Nenek.
“Nene, inci” ucap Ken menarik teling kelinci putih itu.
“Ken jangan di tarik gitu, kasihan kelincinya” Ucap Mersa.
“Ma, Papa...” Ken melepas kelinci putih itu dan merangkak cepat menuju Kelva yang berjalan mendekati mereka.
Hup
Ken tertawa riang saat Kelva mengangkat tubuhnya.
“Mau mandi atau makan dulu?” tanya Lia mengambil alih tas kerja Kelva.
“Mandi dulu” ucap Kelva mencium pipi Ken..
“Pa...” Keanu dan Leon menarik celana bahan sang Ayah.
“Sekalian mandiin mereka ya” ucap Lia.
“Mereka belum mandi?” tanya Kelva.
“Belum...” ucap Lia.
“Huee Mama...” Lia menatap tajam Luke yang baru muncul dan langsung mengganggu Leon yang anteng.
“Mati lo...” ucap Lia menarik Luke ke arah taman belakang. Kelva anya diam. Ah dia hanya berdoa semoga Luke baik baik saja nantinya.
TBC