My Ketos My Love

My Ketos My Love
Eightteen



Kelva berusaha mengejar Lia yang melangkah dengancepat di depannya. Sial, kenapa ia harus ketahuan tadi.


“Lia, aku mohon dengerin penjelasan aku dulu” Kelva berusaha menghentikan Lia.


“...” tidak ada sahutan dari Lia, wajahnya datar tanpa ekspresi. Perbuatan Kelva memang sangat keterlaluan. Kelva berhasil meraih tangan Lia dan menahannya, banyak murid yang memperhatikan keduanya di lorong sekolah.


“Don’t touch me” ucap Lia dingin.


“Plis, dengering penjelasan aku” ucap Kelva.


“Lepasin gue” ucap Lia datar, aura di sekitarnya menghitam. Membuat Kelva meneguk ludahnya takut, Lia yang sedang dalam mode marah memang menyeramkan.


Ctas


“Lepasin” ucap Lia mengayunkan cambuk tepat di samping Kelva, entah dari mana cambuk itu berasal.


“Nggak...” ucap Kelva.


Sring


“Le-pa-sin gu-e” ucap Lia mengarahkan samurai yang tajam ke leher Kelva. Oke, Kelva mulai bingung dari mana Lia mendapat benda-benda yang berbahaya itu. Apa kekasihnya itu memiliki kantong doraemon yang bisa menyimpan berbagai macam barang?.


“Dengerin aku dulu” ucap Kelva.


“Lepasin atau gue tebas” ucap Lia, matanya berkilat tajam. Semua murid yang menonton menjadi bergidik ngeri karena aura yang Lia keluarkan dan samurai yang nampak mengkilat tajam.


“Sayang jangan main main, kamu udah kayak psycopath” ucap Kelva.


“LEPASIN!!!” bentak Lia membuat suasana semakin mencekam. Kelva melepas Lia yang langsung pergi meninggalkan Kelva sambil membawa samurai miliknya.


“Yang sabar bro” ucap Bayu yang juga berada di antara murid. Bayu tertawa nista dalam hati meliht kelva yang tidak bisa berkutik karena kemarah Lia.


"Lo harus bantu gue” ucap Kelva serius.


“Ogah, kan udah pernah Luhan bilang jangan main main sama Lia. lah lo malah main main kan kecyduk lo” ucap Bayu santai.


“Gue mau jelasin ke dia” ucap Kelva.


“Urusan lo itu, gue gak bisa bantu dah” Bayu meninggalkan Kelva yang mencak karena kesal.


.


.


.


“Lo sadis banget tadi” ucap Siska tertawa geli mengingat ekspresi Kelva yang menatap horor Lia karena samurai di lehernya.


“Pengen gue gorok rasanya” ucap Lia.


“Sabar sabar” ucap Siska masih tertawa geli.


“Halo gadis gadis” ucap Bayu membawa tiga botol minumn dingin. Ia memberikan Siska satu dan melemparkan kepada Lia yang di tangkap oleh Lia.


“Thanks Bay” ucap Lia.


“Santai...” ucap bayu.


“Nanti ikut nongkrong nggak?” tanya bayu.


“Siapa aja?” tanya Siska.


“Gue, Kelva, Reza, Luhan ah ada Cantika juga” ucap Bayu.


“Btw Reza jarang  bareng sama kalian lagi” ucap Siska.


“Gue juga nggak tau, dia agak pendiem belakangan ini” ucap Bayu.


“gue nggak bisa ikut, gue ada kegiatan lain nanti sore” ucap Lia.


“Kegiatan apaan?” tanya Siska.


“Ada acara Event” ucap Lia.


“Event? Dimana?” tanya Siska semangat.


“Di tempat biasa” ucap Lia.


“Kyaaa, gue mau ikut lo Lia” ucap Siska senang.


“Nanti berangkat bareng aja” ucap Lia.


“Oke, Btw lo kali ini karakter apa?” tanya siska. Lia menatap Siska sejenak lalu tersenyum misterius.


“Lo liat aja nanti” ucap Lia.


“So? Kalian nggak ada yang ikut?” tanya Bayu yang di gelengi oleh Siska dan Lia secara kompak.


.


.


.


Kelva hendak keluar kelas karena bel pulang sudah berbunyi.


“Mau kemana lo?” tanya Luhan.


“Jempu Lia” ucap Kelva.


“Ah, Lia tadi bilang sama gue buat nyampein ke lo kalo dia pulang sama Siska” ucap Bayu membuat langkah Kelva terhenti.


“Tumben” ucap Luhan. Bayu membisikkan sesuatu kepada Luhan yang membuat Luhan menatap datar kelva yng sudah berbalik menghadap dia dan Bayu.


“Mending lo putus aja sama adek gue” ucap Luhan datar.


“Loh kok gitu?’ tanya Kelva.


“Putus!” ucap Luhan.


“Oke, gue ngaku gue salah tapi gue punya alasan” ucap Kelva.


“Bullshit” ucap Luhan.


“Eh? Udah udah” ucap Bayu mencoba melerai agar tidak terjadi hal hal kekerasan nanti. Reza yang masih memasukkan buku ke tasnya menatap ketiga sahabatnya itu.


“Kalian ikut nggak?’ tanya Reza mendekati ketiganya.


“Kemana? Bukannya kita mau nongkrong” ucao Bayu.


“Siska ngeChat gue, dia ngajakin gabung ke acara dia sama Lia” ucap Reza.


“Oh, acara itu gue mau kesana ngajak Cantika” ucap Luhan.


.


.


.


“Guys...” Siska berlari sambil melambaikan tangannya ke arah teman temannya.


“Mana Lia?” tanya Kelva.


“Dia lagi ada urusan” ucap Siska.


“Sabar kenapa Kel?, nanti Lia muncul” ucap Luhan mulai jengah dengan sikap Kelva.


“Yo...”


Semuanya menoleh ke sumber suara dan mendapati Lia yang memakai kostum cosplay. Kelva menganga kaget, pakaian kekasihnya terlalu terbuka. Lia menggunakan baju kemeja hitam dengan garis merah dan rok merah


darah. Dia menggunakan wig rambut panjang coklat. Di tangannya terdapat samurai yang ia gunakan untuk mengancam Kelva tadi.


“Kawaii njir” ucap Bayu.


“Kawaii tapi sadis cok” timpal Luhan.


“Hmmm lumayan” ucap reza.


“Apa-apaan baju kamu itu? Ganti sana” ucap Kelva.


“Lo siapa ngelarang gue” ucap Lia datar. Ah Kelva lupa, mereka sedang bertengkar.


“Lia...” panggil seorang pemuda dengan kostum Kuroko Tetsuya.


“Kenapa?” sahut lia.


“Gue nyariin lo dari tadi” ucap pemuda yang bernama Devan.


“Dia siapa?” tanya Cantika pada Luhan.


“Temen Lia, sebenarnya mereka hampir jadian dulu” jawab Luhan. Kelva memanas, dia tidak suka sesuatu milikknya bersentuhan dengan orang lain. Hei, Lia hanya mengbrol tidak bersentuhan.


“Jauh jauh dari cewek gue” ucap Kelva tajam sambil memeuk bahu Lia.


“Lo pacar Lia? kenalin, gue gebetan dia” ucap Devan.


“Kamu selingkuh dari aku” ucap Kelva tak percaya.


“Hmmm gimana ya, abisnya Devan lebih nyaman dari pada kamu” ucap Lia melepas pelukan Kelva dan bergelanyut manja di lengan Devan. Kelva terdiam kaku dengan wajah yang membuat siapapun menahan tawa.


“Pulang sana” ucap Lia mengusir Kelva.


“Gue denger suara retak” ucap Siska.


“Ada yang pecah nih” ucap Luhan.


“Bahagia deh ngeliat temen kesiksa” ucap bayu.


“Sabar bro” ucap Reza.


“Kasian Kelva” ucap Cantika.


“Kamu jahat” ucap Kelva dengan gaya merajuknya. Dia tidak terima ini, dia masih mencintai Lia.


“Pulang sekarang” ucap Kelva menarik Lia menuju sepeda motornya.


“Nggak mau” ucap Lia.


“Pulang, pokoknya pulang” Kelva menaikkan Lia ke jok belakangnya, dan dengan terburu buru menaiki motornya juga lalu melanjukannya menuju rumahnya.


“Pffft drama dadakan” Devan menahan tawanya, Lia meminta bantuannya untuk membuat Kelva kesal dan yah berakhir dengan drama Kelva yang menarik Lia pulang seperti anak kecil.


“Kalian ngeliat ekspresi Kelva nggak? Pengen ngakak gue” ucap Bayu.


.


.


.


Kelva memasuki rumahnya dengan menarik Lia menuju kamarnya, mengabaikan aisyah yang menatapnya bingung. Aisyah mengikuti kedua sejoli itu hingga pintu kamar Kelva di kunci membuat aisyah mendelik tajam.


Jangan jangan putranya itu mau melakukan yang iya iya terhadap anak gadis orang. Aisyah baru saja hendak mengedor pintu kamar Kelva sebelum ia mendengar suara rengekan Kelva.


“Bilang sama aku, dia cuman temen kamu” ucap Kelva mendorong Lia agar duduk di ranjangnya. Lia menatap Kelva malas, oh ayolah acara eventnya belum selesai.


“Sayang dengerin penjelaan aku” ucap Kelva menggenggam kedua tangan Lia.


“Jangan sok romantis” Lia menepis tangan Kelva.


“Plis, dengerin aku-“


“Dengerin apa? aku udah bilang jangan ngerokok tapi kamu diem diem merokok di belakag sekolah, kalo aku nggak patroli tadi mungkin kamu bakal terus gitu” ucap Lia kesal.


“Aku ngaku aku salah, aku cuman kangen aja rasa rokok tadi” ucap Kelva.


“Kangen? Aku ngelarang kamu itu buat kesehatan kamu. Kamu tau kan kalo rokok itu bahaya” ucap Lia.


“Maafin aku, aku janji nggak bakal ngerokok lagi” ucap Kelva.


“Oke aku maafin, tapi ada satu syarat...”


“Au sayang sakit” ucap Kelva saat Lie menggosok gignya dengan kasar.


“Diem, mulut kamu harus di bersiin biar nggak bauk lagi” ucap Lia.


Lia sudah berganti dengan kemeja lengan pendek milik Kelva, bawahannya masih rok kostumnya tadi. Aisyah menahan tawanya melihat putranya yang bandel itu patuh kepada Lia. ah sepertinya ia akan sering sering meminta izin pada mersa untuk membawa Lia kemari jik sewaktu waktu Kelva kembali bertingkah nakal.


“Nih makan” Lia menjejalkan permen mint ke dalam mulut kelva setelah yakin bersih.


“Nak Lia, ikut makan disini aja” ucap Aisyah.


“Eh? Maaf ngerepotin tante” ucap Lia menarik Kelva menuju meja makan.


“Duduk” ucap Lia datar.


“Sayang, kamu masih marah?” tanya Kelva.


“Diem” ucap Lia menaruh nasi ke dalam piring beserta lauk pauk berupa tumis kangkung dan sambal udang.


“Buka mulut” ucap Lia menyodorkan sesendok nasi dengan kangkung.


“Aku nggak suka sayur” ucap Kelva menatap tanaman hijau yang sudah layu itu.


“Makan...” ucap Lia berat, Kelva segera memakan suapan Lia dengan patuh. Ia sepertinya sedang kedatangan tamu bulanan.


“Iya, aku lagi dapet” ucap Lia datar, Kelva meneguk ludahnya kasar. Sepertinya gadis yang sedang datang bulan memang mengerikan.


“Ah, sayang nanti kita beli ice cream oke” ucap Kelva.


“Lagi dapet nggak boleh makan es” ucap Lia.


“Eh hehehe kita beli bakso ya” tawar Kelva, misi utamanya adalah memperbaiki mood lia dulu.


“Kamu yang beli, aku mau makan disini sama tante aisyah” ucap Lia melengos pergi meninggalkan Kelva dengan piring nasi yang penuh.


“Abisin makan itu awas kalo nggak dan sayurnya juga habisin” ucap Lia berjalan ke ruang tamu mendekati aisyah yang sedang menonton tv.


“Nasib nasib...” gumam Kelva sambil makan.


Yang sabar ya Kel....


TBC


Maaf Typo