My Ketos My Love

My Ketos My Love
Twentyseven



Lia menghempaskan tubuh lelahnya di ranjang milik Kelva, setelah acar tadi Lia langsung di bawa ke kediaman Kelva.


“Mandi dulu baru istirahat” ucap Kelva melonggarkan dasi yang mencekik lehernya seharian penuh. Lia tidak beranjak sedikitpun dari ranjang, tubuhnya terlalu lelah.


“Mandi Lia” ucap Kelva ikut membaringkan diri di samping Lia.


“Males, capek” ucap Lia dengan mata terpejam.


“Mandi sana, atau aku mandiin nanti’ ucap Kelva. Bukannya dia jijik tapi seharian mereka sudah berkeringat dan jika tidak mandi maka kemungkinan akan merasa tidak nyaman.


“Ish...” Lia dengan ogah ogahan memasuki kamar mandi sambil membawa piyama tidurnya bermaksud langsung mengganti pakaian di kamar mandi.


“Mas bisa minta tolong?” suara Lia terdengar dari dalam kamar mandi.


“Apa?” tanya kelva berjalan memasuki kamar mandi.


“Tolong turunin reseleting gaunnya” ucap Lia menunjuk bagian belakang gaunnya. Kelva membantu Lia membuka gaunnya.


“Sana keluar, kenapa masih disini?” tanya Lia menahan gaunnya agar tidak melorot ke bawah. Kelva tersenyum misterius, rasa lelahnya hilang seketika di gantikan dengan pikiran yang ekhm mesum.


“Mandi bareng yuk”


“Eh? Nggak, nggak mau Kyaaa Bunda Hmmmp...”


“Astaga pengantin baru” dengus Aisyah mendengar teriakan Lia yang terdengar hingga ruang tamu.


“Bu, mereka ngapain?” tanya Kesya dengan tampang polosnya padahal di dalam otaknya sudah terisi berbagai macam adegan yang tidak senonoh.


“Hus anak kecil nggak boleh kepo” ucap Aisyah.


“Ish Ibu pelit” ucap Kesya.


“Bener kata Ibu kamu, jangan kepo masih kecil juga” sahut Hendra sambil menyeruput tehnya.


“Sana tidur, malam ini tidur sama Ibu sama Ayah  jangan tidur di kamar kamu” ucap Hendra. Kesya berjalan menuju kamar orang tuanya.


‘Padahal pengen nguping’ batin Kesya karena kebetulan kamarnya dan kamar Kelva bersebelahan.


“Kayaknya bakal cepet dapet cucu deh Bu” ucap Hendra.


“Bagus dong, Ibu udah nggak sabar pengen gendong cucu” ucap Aisyah.


.


.


.


Lia membungkus tubuhnya yang berbalut piyama tidur berwarna merah dengan selimut tebal sehingga dia seperti kepompong di tengah tengah ranjang. Dia menatap kesal Kelva yang memaksa mandi berdua.


“Monyongin terus, nanti mas sosr lagi mau”


Lia menutup mulutnya sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi.


“Tidur yang bener” ucap Kelva menarik selimut dan langsung memeluk Lia. menyelimuti tubuh keduanya agar terasa hangat.


“Tidur, malam ini kamu selamat nggak tau besok besok karena Mas capek banget” ucap Kelva menghirup aroma shampo yang Lia gunakan. Lie mencubit perut kotak kota Kelva dengan gemas sehingga pria itu meringis kesakitan.


“Udah ah tidur” ucap Kelva memeluk Lia erat.


“Em Mas, aku mau bilang aku dapet SMS dari nomor yang nggak aku kenal” ucap Lia menyamankan dirinya dalam dekapan Kelva.


“Apa isinya?” tanya Kelva.


“Dia nyuruh aku jauhin kamu” ucap Lia.


“Udah jangan di pikirin, oh iya aku udah mesen tiket Honeymoon seminggu” ucap Kelva.


“Ish pikirannya ke situ terus” sungut Lia.


“Ya harus dong, pengen cepet cepet punya anak” ucap Kelva.


“Ish aku nggak mau Honeymoon” ucap Lia.


“Yah rugi dong, padahal tiket ke jepangnya percuma” ucap Kelva.


“Ih kok ngggak bilang kalo ke sana, pokoknya besok kita berangkat” ucap Lia karena dia sudah lama ingin ke sana tapi selalu di larang oleh keluarganya.


“Gemesin banget sih, kita berangkat lusa sabar dong” ucap Kelva. Lia memberenggut kesal, tapi kemudian dia terdiam.


“Maaf” lirih Lia.


“Maaf kenapa? Emang lebaran?” tanya Kelva.


“Maaf aku nggak bisa jaga harta aku” lirih Lia. kelva menghela napasnya, ia tahu arah pembicaraan istrinya itu.


“Ssssttt aku nggak masalahin itu, itu nggak sengaja kamu jadi korban” ucap Kelva mengangkup wajah Lia.


“Tapi aku ngerasa nggak sempurna buat kamu” Lirih Lia dengan mata memerah.


“Jangan di bahas lagi atau aku marah, tidur udah malem kamu pasti capek” ucap Kelva.


.


.


.


Kelva menggerang saat cahaya matahari yang masuk melalui celah pentilasi udara menerpa wajahnya. Ia meraba sisi kanannya dimana Lia semalam tertidur. Tempat itu kosong, ia membuka mata lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah selesai, ia segera menuju dapur karena mendengar suara sang istri yang sedang berbincang bersama sang Ibu.


“Pagi...” sapa Kelva menduduki kursi samping Lia.


“Pagi...” balas semua yang ada di ruang makan.


“Mas nggak kerja?” tanya Lia saat Kelva memeluk pinggangnya dari samping.


“Nggak, aku cuti sampe Honeymoon kita selesai” ucap Kelva.


Ting Tong


“Biar Kesya yang buka” ucap Kesya berjalan menuju pintu utama.


“Siapa sih pagi pagi udah dateng” ucap Aisyah.


“Pagi Om, Tante” suara Alena membuat atensi yang berada di ruangan makan menoleh ke arahnya kecuali Kelva yang masih asik bermanja ria pada Lia. dengan stelan kantor berupa rok span di atas lutut dan kemeja putih yang mencetak jelas bentuk tubuhnya


“Oh kamu” ucap Aisyah.


“Maaf ganggu pagi pagi Tante” ucap Alena mencium punggung tangan Aisyah begitu pula dengan Hendra.


“Sayang sarapan” ucap Kelva melepas pelukannya. Lia hendak berdiri tapi Alena terlebih dahulu mengambil piring.


“Biar aku aja yang ngelayani Kelva” ucap Alena degan senyum manisnya.


“Sayang, ambilin” ucap Kelva membuat Lia segera mengambil piring dan mengisi piring dengan nasi goreng buatan Aisyah tadi.


“Ini makan ini aja” ucap Alena menggeser piring Lia yang ada di depan Kelva.


“Apa tujuan kamu kesini pagi pagi?” tanya Aisyah tidak suka, dia menyadari dengan jelas kelakuan Alena yang hendak menarik perhatian Kelva.


“Kesya nih makan” ucap Kelva menyodorkan piring yang Alena berikan padanya tadi dan langsung melahap milik Lia.


“Kelva kamu apaan sih? Itu kan aku yang ambilin untuk kamu” ucap Alena. Kelva mengabaikan Alena dan terus makan dengan lahap sesekali menyuapi Lia. Alena hendak duduk di samping Kelva tapi segera saja Kesya yang duduk disana karena dia tau maksud dari Alena.


“Maaf, tapi ini emang tempat aku biasa duduk” ucap Kesya.


“Heh minggir” ucap Alena menarik Lia agar berdiri.


“Duduk” ucap Kelva menahan Lia.


“Kelva aku mau duduk disna” ucap Alena dengan rengekkannya.


‘Pengen bacok’ batin Lia menatap Alena datar. Heyol dia tidak suka yah suaminya di goda secara terang terangan oleh gadis lain.


“Duduk di tempat lain, ini kursi Istri saya” ucap Kelva menekan pada kata Istri di kalimatnya. Alena dengan kesal duduk di samping Aisyah.


“Kamu mau apa ke sini?” tanya Hendra.


“Oh saya mau numpang sama Kelva ke kantor” ucap Alena.


“Kelva cuti” ucap Aisyah.


“Eh? Kok cuti?’ tanya Alena tidak terima.


“Ya iyalah cuti kan mau pergi Honeymoon” ucap Kesya melahap nasi gorengnya santai.


“Nggak bisa dong, cutinya di tunda dulu berkas di kantor banyak banget nanti numpuk kan kasian Kelva ngerjainnya sendiri” ucap Alena.


“Dia nggak akan ngerjain sendiri, saya sudah menyruh asisten saya membantunya” ucap Hendra.


“Om nggak bisa gitu, pekerjaan itu nomor satu kalo orang lain itu belakangan” ucap Alena.


“Orang lain? Kamu orang lain” ucap Aisyah tidak suka dengan Alena.


“Bukan aku tante tapi dia” ucap Alena menunjuk Lia yang menatapnya malas.


“Lia istri Kelva” ucap Hendra.


“Lagian orang asing kok sewot sih, ngatur ngatru kakak gue. Lo cuman bawahan kakak gue” ucap Kesya kesal.


“Mas, ke kamar yuk” ucap Lia melihat piring Kelva sudah kosong.


“Hayuk sayang” ucap Kelva menggendong Lia ala koala.


“Loh kok aku di tinggal” ucap Alena hendak menyusul Kelva.


“Jangan gangguin pengantin baru, sana ke kantor saya sudah mesenin ojol buat kamu” ucap Hendra menahan Alena.


“Om kok ojol sih? Kan banyak debu nanti kulit aku kusam” ucap Alena.


“Berisik amat sih, pergi sana gangguin aja” teriak Lia kesal.


“Dengerkan menantu saya risih kedatangan kamu” ucap Asiyah.


“Awas aku mau nelpon Ayah” ucap Lia saat sampai di kamar.


“Loh? Mau ngapain?” tanya Kelva.


“Nyuruh bawain katana aku ke sini” ucap Lia kesal.


“Sayang nggak usah ya? Kamu tenang aja kita nggak bakal disini lagi. Aku udah beli rumah nggak jauh dari kantor aku buat kita” ucap Kelva.Lia dan benda tajam adalah hal yang paling Kelva hindari.


“Aku nggak suka dia” ucap Lia mengingat Alena.


“Kamu tenang aja, dia nggak bakal tau alamat kita yang baru. Aku udah berunding sama keluarga kita termasuk Luhan, tapi nggak sama Cantika soalnya dia sepupunya Alena takutnya nanti Cantika ngasih tau ke dia” ucap Kelva mengelus kepala Lia.


“Huff pokoknya awas sampe tergoda sama dia” ucap Lia.


“Iya iya, ugh istriku gemesin banget sih kalo cemburu”


“Aku mau ada taman yang luas di rumah” ucap Lia.


“Siap Bu Bos, aku yakin kamu bakal seneng nanti liat rumahnya” ucap Kelva.


.


.


.


Mike dan Tiara menatap Alena tak percaya setelah mendengar rencana Alena yang ingin menghabisi Lia. Alena gila, dia sudah terobsesi kepada Kelva.


“Alena, gue nggak bisa ikutan sama lo” ucap Tiara.


“Gue juga nggak” ucap Mike. Keduanya tidak berani nanti akan berurusan dengan pihak berwajib.


“Dasar penghianat, kalian tega biarin Kelva sama cewek kayak dia” ucap Alena tak terima.


“Alena, coba lo ikhlasin aja. Kelva bukan jodoh lo” ucap Tiara.


“Nggak, Kelva buat gue” ucap Alena pergi meninggalkan dua sahabatnya itu.


“Bahaya, kita harus ngasih tau Kelva” ucap Tiara yang di angguki oleh Mike.


TBC