My Ketos My Love

My Ketos My Love
Extra #2



Kelva sedang kalang kabut mengurus ketiga putranya yang merengek ingin bertemu Lia. Lia sedang sakit jadi Kelva menjauhkan Triplet agar tidak tertular.


“Keanu minum susunya bener bener” ucap Kelva saat Keanu malah menumpahkan susu yang sudah di buat oleh Kelva ke karpet berbulu di ruang tamu.


“Astaga Ken jangan tumpahin buburnya” Kelva menahan kegiatan Ken yang menumpahkan bubur bayi di sofa.


“Hiks Mama...” Leon terus menangis tanpa henti ingin bertemu sang Mama.


“Hueee Mama...” Kelva memijit pelipisnya lelah, baru jam sebelas dan triplet sudah membuat ulah karena ingin bertemu Lia.


“Anak Papa dengerin dulu ya? Mama lagi sakit jadi kalian main sama Papa dulu” ucap Kelva berusaha membujuk ketiganya.


“Ma Atit?” tanya Keanu yang di angguki Kelva.


“Hueee Mama...” Triplet merangkak menuju tangga agar bisa ke kamar orang tuanya untuk menemui sang Mama.


“Triplet...” bentak kelva membuat Triplet diam seketika, menatap Kelva dengan mata berkaca kaca karena suara sang Papa sangat kuat. Tangis ketiganya makin kuat dan itu membuat Kelva menghela napas karena merasa bersalah sudah membentak ketiganya.


“Jangan bentak mereka dong, namanya juga anak kecil” ucap Lia turun melewati tangga dengan keadaan baru selesai mandi.


“Kamu udah sembuh?” tanya Kelva.


“Gimana mau sembuh, istirahat aja nggak bisa denger anak anak nangis. Kamu ini nggak becus banget jagain mereka nggak usah di bentakkan bisa” ucap Lia sewot. Lia mendekati ketiga putranya yang berada di bawah anak tangga, Triplet segera menghambur ke pelukan Lia.


“Ma Tit?” tanya Leon di paha sang Maa.


“Nggak papa kok sayang” ucap Lia.


“Kamu istirahat aja, biar aku yang jagain mereka” ucap Kelva.


“Nggak, kamu bakal bentak mereka lagi” ucap Lia.


“Lia denger nggak apa kata aku? Istirahat kamu belum sembuh” bentak Kelva.


“Kamu bentak aku? Aku salah kalo mau jagain anak anak aku? Iya ha? Kamu mikir nggak mereka masih kecil jangan di bentak” ucap Lia.


“Kamu itu kelewatan manjain mereka makannya mereka manja gitu, anak anak di bentak udah biasa biar mereka disiplin” ucap Kelva.


“Caranya ngedisiplinin mereka nggak pakek di bentak juga, mereka masih kecil wajar kalo mereka merengek ataupun nangis” ucap Lia.


“Argh terserah, urus aja diri sendiri” ucap Kelva kesal, ia meraih kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah. Dia hanya khawatir pada Lia yang sedang sakit, dia juga tidak bermaksud kasar dengan anak anaknya.


Lia menatap kepergian Kelva dalam diam, dia emosi melihat sang suami yang membentak ketiga putranya hanya karena mereka merengek dan menangis. Lia memutuskan untuk membawa ketiganya ke kamarnya, kepalanya masih pusing efek demam.


~


Kelva memukul stir mobil dengan kasar, tujuannya saat ini adalah rumah Bayu untuk menenangkan diri. Tanpa mengetuk pintu, Kelva langsung masuk dan mengganggu kedamaian kediaman Siska dan Bayu. Ah btw Siska dan Bayu resmi menikah beberapa bulan lalu.


“Nggak ada akhlak nih anak nyelonong aja masuk ke rumah orang” ucap Bayu mendengus kesal karena waktu berduanya dengan Siska terganggu.


“Ck berisik, gue numpang istirahat” ucap Kelva.


“Lah? Kenapa nggak di rumah lo istirahatnya?” tanya Bayu duduk di sofa dekat Kelva berbaring.


“Lagi berantem” ucap Kelva.


“Wow, bisa juga kalian berantem. Gimana? Alat tajem apaan yang di pakek Lia sampe lo kabur?” tanya Bayu penasaran. Siska datang membawa dua gelas kopi hitam.


“Masalah apaan?” tanya Siska yang kebetulan mendengar obrolan Kelva dan Bayu.


“Gue nggak sengaja bentak dia sama triplet” ucap Kelva. Kelva menjelaskan tentang Lia yng sakit dan kenapa bisa bertengkar.


“Yah gue rasa Lia marah sih wajar soalnya dia nggak pernah bentak Triplet walaupun mereka bikin masalah” ucap Siska.


“Kelva juga nggak salah soalnya dia khawatir sama Lia” ucap Bayu.


“Em tapi gue rasa kalian harus cepet baikan deh sebelum Ayahnya Lia tau” ucap Siska membuat Kelva bangun dari rebahannya dan terbelalak kaget. Sial, dia melupakan tentang Ayah mertuanya itu. Jika ayah mertuanya tau makan bisa di pastikan dia akan-


Drrt Drrt


Kelva meneguk ludah kasar saat melihat nomor sang mertua tertera di layar ponselnya. Dengan ragu dia mengangkat telpon itu dan mendekatkan ke telinganya.


“Dalam dua menit kamu nggak kesini, Saya pastikan Lia dan ketiga cucu saya pulang ke rumah Saya”


******, Kelva segera berlari menuju mobilnya dan menancapkan gas mobil menuju kediaman mertuanya. Argh rumah Bayu berada jauh dari rumah Mertuanya dan itu memerlukan waktu lima belas menit.


Saat sampai, Kelva mendapati Luhan yang sedang bermain dengan Naya dan putra keduanya yang bernama Imran di teras depan rumah.


“Om Kelva...” sapa Naya.


“Bro waktu lo habis” ucap Luhan membuat kelva segera masuk dan mendapati sang mertua yang siap dengan senapan panjang di depan pintu ruang tamu.


“Terlambat, mudur perlahan secara terhormat atau kamu mati konyol” ucap Herman membuat Kelva menciut seketika, perlahan Kelva memundurkan langkahnya hingga ke teras rumah.


“Ayah, Ayah, Om Kelva kenapa?” tanya Naya saat melihat Kakeknya yang sepertinya marah dengan pamannya.


“Bawa Imran ke dalem ya? Naya bisakan?” ucap Luhan yang diangguki oleh Naya. Luhan membantu Naya menahan tubuh Imran dengan kedua lengannya. Setelah memastikan kedua anaknya pergi Luhan mendekati Kelva yang duduk luruh di lantai teras rumah.


“Tenang aja, Ayah cuman emosi waktu denger cerita Lia yang bilang kalo lo bentak triplet” ucap Luhan.


“Han bantuin gue masuk” ucap Kelva serius.


“Gimana bantuin *****? Kamar Lia di lantai dua” ucap Luhan.


“Lo ada tangga?” tanya Kelva.


“Di gudang ada kalau nggak salah” ucap Kelva.


~


Lia memejamkan matanya saat sang Bunda memijit seluruh tubuhnya yang terasa pegal. Triplet sedang bermain dengan Naya dan Imran di ruang bermain di jaga oleh Herman dan Naira.


“Kok bisa kecapekan gini?” tanya Mersa.


“Triplet lagi rewel banget Bun, kadang tengah malem bangun nangis” ucap Lia.


“Kamukan bisa minta tolong Kelva” ucap Mersa.


“Nggak enak Bun, mas Kelva udah capek kerja seharian aku nggak mau ganggu waktu istirahat dia” ucap Lia.


“Ya udah, istirahat aja dulu Triplet biar Bunda yang jagain” ucap Mersa keluar dari kamar Lia. Lia malas memasang kembali bajunya yang terbuka agar mempermudah sang Bunda memijit tubuhnya.


Grep


Lia tersentak kaget saat lengan kokoh memeluk pinggangya. Ia kenal bau parfum ini, parfum yang selalu di pakai oleh Kelva. Kelva memeluk erat Lia, dia mendengar semuanya. Dia tidak menyangka belakngan ini Lia merawat Triplet di tengah malam. Pantas saja kadang ia mendapati Lia yang tidur duduk di sofa. Saat ditanya kenapa Lia akan menjawab kalau dia sepertinya tidur berjalan.


“Maaf udah bentak kamu” ucap Keva. Ia berhasil memanjat menuju balkon kamar Lia dan masuk begitu saja karena pintu tidak di kunci.


“Nggak, aku yang salah seharusnya ngerti kalo kamu capek sama kerjaan kantor” ucap Lia.


“Nggak, aku yang salah” bisik Kelva memeluk Lia semakin erat mengabaikan aroma balsem dari rubuh istrinya.


“Mulai sekarang kita harus saling bantu, kamu jangan sungkan bangunin aku kalo triplet bangun tengah malem” ucap Kelva.


“Aku nggak mau ganggu waktu istirahat kamu” ucap Lia memutar tubuhnya mengabaikan pakaian bagian atasnya sudah lepas.


“Aku siapa kamu?” tanya Kelva.


“Suami aku” jawab Lia.


“Nah jangan sungkan sama aku” ucap Kelva menatap lembut Lia.


Lia menepis tangan kelva yang merambat menyentuh dadanya, suaminya itu mencoba mengambil kesempatan ternyata.


“Jangan coba coba nyari kesempatan ya” ucap Lia tajam.


“Ish pelit, udah tiga hari loh aku puasa” ucap Kelva.


“Ck ini di rumah Ayah, jangan macem macen deh” ucap Lia.


“Cuman semacem kok, boleh ya” ucap Kelva mengarhakan kepalanya ke bagian Dada Lia. kalau begini Lia tidak bisa menolak, dia harus menahan suaranya agar tidak terdengar sampai keluar.


~


Kelva meringis saat melihat tatapan tajam sang ayah mertua. Sepertinya ayah mertuanya itu tau apa yang ia lakukan kepada Lia.


“Ayah jangan natap Mas Kelva gitu” ucap Lia menyuapi triplet dengan bubur kentang.


“Ayah mau bunuh dia” ucap Herman datar.


“Ya jangan dong, aku nggak mau jadi janda muda ya” ucap Lia.


“Papa...” panggil Keanu dengan polosnya menyodorkan mainan robot kecilnya kepada Kelva. Kelva tersenyum lembut, dia menyesal sudah membentak malaikat kecilnya yang masih polos.


“Sini biar aku aja yang nyuapin mereka” ucap Kelva mengambil alih mangkuk berisi bubur kentang di tangan Lia.


“Tolong ya Mas, aku mau bantu Ibu sama kak Naira di dapur” ucap Lia.


Herman mengamati interaksi Kelva dengan triplet. Senyum kecil terukir di wajah tuanya, ah dia tidak salah menyerahkan anaknya kepada pria seperti Kelva.


“Papa...” Triplet tertawa senang saat Kelva mengajak ketiganya bermain. Suasana hangat keluarga terasa di kediaman Herman. Kehangatan yang sulit di dapat dengan menggunakan uang. Kehangatan yang berasal dari keluarga secara alami tanpa ada kepalsuan didalamnya.


TBC