My Ketos My Love

My Ketos My Love
Edisi Tahun Baru



Bagian ini nggak ada sangkut pautnya sama cerita, cuman oneshoot tentang Lia dan kelva. Selamat membaca(^~^)/ .


.


.


.


Berbelanja, itulah yang di lakukan Lia untuk persiapan malam tahun baru ditemani dengan sang suami yang setia mengikuti di belakang sambil mendorong sebuah troli. Mereka sedang berada di pusat perbelanjaan besar. Oh jangan lupakan dua bodyguard yang setia menjaga di belakang.


“Enaknya yang mana? Daging sapi atau ayam?” tanya Lia pada Kelva.


“Ambil aja semua, nantikan bakal rame” ucap Kelva.


“Oke, aku bakal ambil nugget sama sosis juga” ucap Lia memasukkan daging sapi, daging ayam dan beberapa macam sosis dan nugget.


“Kita beli makanan ringan sama minuman juga” ucap Kelva. Mereka menuju bagian makanan ringan, Lia mengambil beberapa jenis makanan ringan dan beberapa botol minuman. Setelah yakin semua barang telah terbeli, Lia dan Kelva menuju kasir untuk membayar.


Lia mncebikkan bibirnya saat melihat sang penjaga kasir yang terus melirik suaminya, ia tahu suaminya tampan. Tangan mungilnya memeluk pinggang Kelva membuat Kelva tersentak. Sangat jarang sang istri berani memeluknya di tempat umum, ia melirik Lia yang menatap tajam pada sang kasir. Ah Kelva tahu sekarang sang istri sedang cemburu.


“Ugh imutnya kalo lagi cemburu” bisisk Kelva membuat Lia semakin cemberut karena di goda.


“Mbak tolong cepet ya, istri saya sudah capek” ucap Kelva datar kepada sang kasir.


“Ah iya pak, sepertinya istri anda sangat manja padahal sudah menikah” ucap penjaga kasir itu dengan senyum mengejek.


“Bukaknkah seharusnya menjadi lebih dewasa kalau sudah menikah” sindir kasir bername tag Sara.


“Sayang pulang” ucap Lia memeluk erat pinggang Kelva.


“Iya sayang, sebentar ya” ucap Kelva. Ia menatap Sara datar, berani sekali wanita itu menghina istrinya.


“Lo nggak ada hak buat ngehina istri gue, dia manja sama gue kok lo yang sewot” ucap Kelva dingin.


“Oh ayolah, lo itu ganteng masa mau sama cewek yang manja gini , mending lo sama gue yang dewasa dan bisa muasin lo” ucap Sara menggoda.


“Sayang...” rengek Lia, matanya berkaca kaca ia tidak suka di hina begitu. Seumur hidup dia tidak pernah di hina seperti itu. Kelva mengelus kepala Lia denan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya meraih ponsel yang tersimpan di tas sang istri. Mencari kontak seseorang dan menghubunginya.


“Halo Bro kenapa nelpon?” tanya Bayu disebrang sana.


“Gue nggak tau ya\, kalo karyawan lo ada yang j*l*ng” ucap Kelva menatap tajam Sara yang  nampak terkejut.


“Maksud lo?” tanya Bayu bingung.


“Ada satu kasir lo yang ngehina istri gue terus godain gue” ucap Kelva datar.


“Santai Bro, lo di bagian mana? Biar gue ke sana” ucap Bayu.


“Lantai bagian mini market kasir nomor lima” ucap Kelva menutup sambungan telpon.


“Tu-tunggu dulu, anda mengenal atasan saya?” tanya Sara tak percaya.


“Ku rasa di rumah mu tak ada tv” ucap Kelva datar, ia memeluk Lia saat merasakan bahu Lia bergetar. Tidak lama kemudian Bayu muncul dengan stelan kerjanya dan berdiri di samping Kelva.


“Kenapa ini?” tanya Bayu.


“Nih\, lo mempekerjakan seorang J*l*ng” ucap Kelva menunjuk Sara.


“Sara, sudah berapa kali saya mendengar laporan tentang kamu yang suka godain pelanggan. Ini pusat perbelanjaan bukan club malam” ucap Bayu.


“PA-pak saya-“ Sara mencoba membantah tapi di tahan oleh Bayu dengan gerakan tangan.


“Sayang pulang hiks...” Lia memeluk Kelva erat moodnya sedang tidak stabil sekarang.


“Iya kita pulang” ucap Kelva menggendong Lia ala tuan putri.


“Kalian bawa belanjaan” ucap Kelva pada dua bodyguardnya yang menatap dari jarak yang lumayan jauh.


“Siap tuan” ucap keduanya kompak.


“Dan Gue mau dia di pecat” ucap Kelva pada Bayu.


“Lo tenang aja...” ucap Bayu. Kelva mengangguk dan berjalan menuju parkiran.


“PA-pak tolong jangan pecat saya” ucap Sara.


“Tidak bisa, kamu udah berurusan sama orang yang salah dia itu orang yang berperngaruh di kota ini dan bisa saya jamin kalau hidup kamu bakal hancur. Jadi cepat pergi dari sini mulai sekarang kamu saya pecat” ucap Bayu, langsung meninggalkan Sara yang berteriak memohon untuk tidak di pecat.


Kelva mendudukkan Lia di kursi samping kemudi, lalu ia segera berlari kecil memutari mobil. Mengambil posisi di kursi kemudi dan menyalakan mesin mobil. Soal bodyguar Kelva, mereka punya mobil sendiri.


“Hiks...” isakan kecil masih keluar dari bibir mungi Lia.


“Sayang udah dong nangisnya...” ucap Kelva meraih tangan Lia dengan tangan kirinya dan menggenggamnya, sedangan kan tangan satunya menyetir mobil.


“Aku nggak suka dia hiks...” ucap Lia.


“Iya sayang kamu tenang aja dia udah di pecat sama Bayu...”  ucap Kelva. Lia mengangguk, meskipun masih sesegukkan.


“Udah ya, mau makan dulu? Kan masih jam tiga. Yag lain bakal dateng jam tujuh nanti” ucap Kelva.


“Aku pengen makanan yang pedes” ucap Lia.


“Ngidam pertama nih?” goda Kelva. Lampu merah sedang menyala membuat Kelva menghentikan mobilnya dan mengangkat Lia ke pangkuannya.


“Ugh anak Papa udah berani minta yang aneh aneh ya” ucap Kelva mengusap Perut rata Lia.


Yah, keduanya baru menikah tiga bulan dan sudah di karunia calon bayi berusia sekitar enam minggu yang sedang berada dalam rahim Lia. berkat honey moon sebulan tanpa henti di benua Eropa yang membuahkan hasil bagi Kelva.


“Geli Ah...” ucap Lia.


“Sayang, kalo bukan di mobil udah aku makan kamu” ucap Kelva tepat di telinga Lia.


“Hus tahan, anak kamu mau makan” ucap lia.


Saat sampai di salah satu pedagang kaki lim pinggir jalan, Kelva menuntun Lia berjalan menuju seorang penjual  Soto sapi, ia memesan dua mangkuk untukya dan Lia. tidak lama mereka menunggu, pesanana sudah siap.


“Makek kecap?” tanya Kelva.


“Yang banyak...” ucap Lia. tangan kecilnya ikut memasukkan lima sendok cabai rawit ke dalam soto.


“Sayang, kamu yakin?” tanya Kelva melihat kuah soto Lia yang begitu hitam di tambah ada banyak biji cabai yang terlihat membuat Kelva meneguk ludahnya membayangkan rasa makanan itu.


“Sttt diem, aku mau makan” ucap Lia mulai memakan sotonya.


“Enak...” ucapnya. kelva hanya bisa bergidik ngeri ternyata selera ibu hamil beda.


“Mau es jeruk?” tanya Kelva, Lia mengangguk. Kelva memesankan dua gelas es jeruk untuk mereka.


.


.


.


Kelva menggendong tubuh Lia menuju kamar, istrinya itu tertidur saat di tengah perjalannan. Ia menyetel suhu AC dan melepas sepatu Lia. memperbaiki selimut Lia dan memberikan kecupan di dahi Lia.


Kelva memutuskan untuk membereskan Mansion karena para pelayan sedang di liburkan untuk tahun baru, hanya ada beberapa penjaga yang memang memiih tetap di Mansion untuk berjaga. Kelva menyususn belanjaan yang sudah berada di dapur ke dalam kulkas, ia lalu mencuci piring yang kotor. Belakangan ini ia memeang sering melakukan pekerjaan rumah karena tak ingin Lia kelelahan.


Setelah semua selesai, Kelva kembali ke kamar dan mendapati ranjang yang kososng. Ia mendengar suara muntahan dari arah kamar mandi. Saat masuk, ia mendapati Lia yang sedang memuntahkan isi perutnya di whastafel. Tangannya membantu memijit tengkuk Lia.


“Ugh hoek...”


Setelah selesai, ia membantu Lia membersihkan bekas muntahan.


“Perutnya sakit?” tanya Kelva saat telah duduk di atas ranjang. Lia menggeleng, kepalanya pusing.


“Anak Papa, jangan nyusahin Mama ya” Kelva mesejajarkan wajahnya di perut Lia dan menciumi perut itu gemas. Ia tidak sabar menanti anaknya lahir.


.


.


.


Suasana belakang Mansion Kelva sedang ramai. Ada Bayu, Siska, Reza dan para Bodyguard Kelva yang Lia ajak bergabung dalam pesta kecil kecilan mereka.


“Gue denger dar Bayu tadi lo berurusan sama penjaga kasir yang kerja di tempat dia” ucap Siska yang duduk di samping Lia dengan sepiring sosis bakar.


“Yah gitu deh...” ucap Lia.


“Nih Sosis” ucap Siska menyerahkan garpu pada Lia.


“Kebetulan nih, lagi laper” uca Lia.


“Oh iya, lo udah USG?” tanya Siska.


“Belum, rencananya nanti kalo keluarga Kelva ke sini” ucap Lia.


“Gue harap anak lo nggak kayak bapanya” ucap Siska.


“Husss nanti Kelva denger bahaya loh” ucap Lia.


“Emang kenapa kalo mirip gue?” tanya Kelva yang tiba tiba sudah berbaring berbantalkan paha Lia.


“Nggak terima aja, pokoknya anak kalian harus mirip sama Lia biar unyu nggak kayak lo nyeremin” ucap Siska.


“Pasti mirip sam gue, kan hasil dari kecebong gue” ucap Kelva.


“Ish bibirnya minta di tabok nih” ucap Lia menepuk bibir Kelva.


“Jadi obat nyamuk gue disini” ucap Siska meninggalkan Kelva dan Lia.


Acara terus berlanjut, hingga akhirnya waktu menyalakan kembang api. Lia duduk di karpet dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Kelva sendiri duduk di sampinya. Keduanya memperhatikan yang lain yang sedang meluncurkan kembang api.


“Aku seneng deh” ucap Lia menyandarkan kepalanya di bahu Kelva.


“Aku lebih seneng, dapetin kamu dan sekarang bakal ada pelengkap di antara kita” ucap Kelva memeluk bahu Lia.


“Aku mau gini terus, nggak ada kata akhir” ucap Lia.


Duar Duar


Lia menatap langit malam yang di warnai oleh kembang Api yang di luncurkan. Senyum manis tak luntur dari wajahnya. Kelva mendekap tubuh Lia agar semakin dekat. Semuanya berbahagia.


.


.


.


“Gue kok nggak ada dialog ya” –Bayu.


“Jangankan lo, gue aja juga nggak” –Reza.


“Harap maklum tuan, kita hanya pajangan” –Bodyguard.


HAPPY NEW YEAR


 


 


 


Maaf Typo