
Siska mengumpat memasuki kantor Kelva, ia berjalan menuju ruang meting tanpa mengetuk membuat suasan didalam hening seketika.
“Sial, lo gue telpon nggak nganket sialan anak lo mau brojol monyet” Siska sukses membuat semua yang sedang meting meloto kaget. Berani sekali mengumpati Kelva.
“Lo serius? Sial, rapat berakhir” ucap Kelva berlari begitu saja menyusul sang istri di rumah sakit.
Kelva tidak menyangka ini, seharusnya prediksi Lia melahirkan adalah dua minggu lagi. Sepertinya ketiga anaknya tak sabar bertemu dengannya.
“Kelva untung kamu cepet dateng, cepet susul Lia ke dalem” ucap Aisyah menyuruh Kelva memakai pakaian khusus saat Kelva tiba di dean ruang bersalin dan melepas semua barang yang berjenis logam di tubuhnya seperti jam tangan.
Kelva menahan napasnya saat memasuki ruang bersalin dan mendapati Lia yang berwajah pucat dengan keringat sebesar biji jagung.
“Mas Sa-sakit” lirih Lia saat melihat kedatangan Kelva.
“Anda suaminya?” tanya sang Dokter yang di angguki oleh Kelva.
“Bantu tenangkan istri anda, kami sedang menunggu proses pembukaan dulu” ucap sang Dokter pergi meninggalkan sepasang suami istri itu.
“Ayo kamu kuat sayang” ucap Kelva mengelap keringat Lia dan tangan besarnya mengelus perut Lia. Lia sedikit tenang saat tangan Kelva mengeus perutnya.
“Mereka tenang ada kamu” ucap Lia.
“Anak Papa nggak boleh nyusahin Mama” ucap Kelva mengelus perut Lia.
Kelva terus menemani Lia hingga hari menjelang malam. Lia sesekali meringis saat perutnya sakit. Kelva dengan sigap memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Lia.
“Pembukaannya sudah terbuka semua, persalinan akan segera di laksanakan” ucap sang Dokter.
“Mas shhh jam berapa sekarang?” tanya Lia.
“Tadi pas aku keluar udah jam dua belas kurang lima menit kenapa?” tanya Kelva.
“Nggak papa” Lia.
Dokter dan beberapa perawat mulai membantu Lia melahirkan. Kelva ikut merasakan sakit yang Lia rasakan melalui tangannya yang di genggam erat oleh Lia.
“Ayo sayang kamu bisa” ucap Kelva.
“Mas Akkh selamat ulang tahun aakkkh”
Oek Oek Oek
Lia bernapas lega, bayi pertamanya berhasil keluar dengan selamat. Kelva syok, dia lupa kalau dia ulang tahun. Dan tepat jam dua belas lewat tujuh menit bayi pertamnya keluar.
“Akh...”
Lia kembali meringis saat anak keduanya ingin keluar. Kelva kembali menggenggam tangan Lia. terus seperti itu hingga bayi ketiganya keluar. Air mata haru mengalir dai mata Kelva. Dia sudah resmi menjadi Ayah,
“Makasih makasih buat hadiahnya” bisik Kelva kepada Lia yang masih mengatur napasnya.
~
“Waw liat liat mereka kecil banget” ucap Herman heboh saat melihat bayi Lia yang berada di keranjang bayi.
Hari ini tepat satu bulan pasca Lia melahirkn triplet yang berjenis kelamin laki laki semua. Dan kalian tau? Herman berubah drastis saat melihat ketiga cucunya itu. Kelva memberi nama putra pertamanya Keanu Bramastha, putra keduanya Ken Bramastha dan putra ketiganya Leon Bramastha. Ketiganya lahir dengan sehat tanpa cacat. Kelva bersyukur, tepat di usianya yang ke dua puluh enam tahun ia mendapat tiga malaikat kecil.
“Tidak boleh, mereka cucuku” ucap Herman menghalangi niat Hendra.
“Astaga Ayah inget umur” tegur Mersa.
“Mas Hendra jangan labil” tegur Aisyah, kedua nenek itu kewalahn menghadapi dua kakek yang terus berebut ingin menggendong triplet.
“Hue hiks hiks...” Leon menangis karena suara berisik kedua kakeknya.
“Sayang kayaknya Leon laper deh” ucap Kelva mengangkat tubuh Leon dan memberikannya pada Lia.
“Anak Mama laper ternyata” Lia menghadap belakang dan memberikan Leon ASI. Leon mentap polos Mamanya, tanganya memainkan wajah sang Mama dengan tangan mungilnya.
“Lia Keanu pipis nih”
“Astaga Ken jangan basahin baju Kakek”
Lia terkikik geli saat Ayah dan Ayah mertuanya berteriak karena Keanu dan Ken mengompoli mereka dua balita itu yang tertawa riang melihat Kakek mereka. Mersa dan Aisyah mengela napas lelah, tingkah keduanya berbeda semenjak Triplet lahir.
Luhan tersenyum melihat suasana keluarganya, ah BTW dia sudah sah menikahi Naira saat pulang dari Australi dan sekarang istrinya itu sedang mengandung anak laki laki mereka yang baru berusia tiga bulan.
“Ayah Ayah Naya mau main sama tliplet” ucap Naya dengan nada cadelnya.
“Naya main sama Leon aja dulu ya, Keanu sam Ken lagi di gantiin celanya” ucap Luhan. Naya mengangguk dan segera mendekati Leon yang sudah selesai meminum ASI.
~
Lia menidurkan Leon di ranjang besar. Semenjak triplet lahir, Kelva mengganti ranjang menjadi lebih besar dengan alasan dia ingin tidur bersama ketiga putranya. Diantara ketiga putranya, Leon adalah yang paling manja. Sedangkan Keanu dan Ken selalu kompak dalam hal apapun.
“Hup Kita ke Mama syuung” Kelva menggendong Keanu dan Ken yang ertawa riang karena Kelva membawa mereka seperti menaiki pesawat.
Saat sampai di ranjang, Keanu dan Ken langsung berbaring dan memainkan kaki mereka. Kelva tertawa gemas karena tingkah anaknya.
“Mereka aktif banget” ucap Lia. Leon sudah tertidur dengan nyaman di samping sang Mama.
“Makasih ya sayang, kamu udah ngasi aku tiga malaikat yang gantengnya kayak aku” ucap Kelva narsi.
“Ish penyakitnya kumat” ucap Lia.
“Aku nggak percaya sama semua yang udah terjadi, rasanya baru kemarin aku ngeliat kamu dengan muka sangar sambil bawa cambuk eh sekarang malah jinak sama aku” ucap Kekva mengingat pertemuan pertama mereka.
“Em rasanya nggak percaya banget sama yang sekarang”ucap Lia. Dulu ia selalu berjuang bertahan hidup dari ganasnya Leukimia, dengan Kelva yang terus menyemangatinya. Berpisah selama tujuh tahun dan kembali bertemu dengan adanya pengganggu.
Ah ngomong ngomong soal Alena dia sudah di kirim ke kantor cabang di Amerika oleh Kelva demi keselamatan keluarga kecilnya. Cantika? Kabarnya dia menghilang tanpa jejak setelah bercerai dengan Luhan.
Kelva menatap keluarga kecilnya yang bahagia, dia bersyukur bisa memiliki mereka semua. Yah ini lah akhir kisah Kelva, ia sekarang hanya akan menonton perkembangan ketiga putranya hingga mereka dewasa. Ah dia juga berencana memiliki anak perempuan.
“Makasih banyak, I Love You Bu Ketos”
“I Love You Too Badboy”
Keduanya tersenyum . bersyukur akan apa yang sudah keduanya dapat.
THE END