My Ketos My Love

My Ketos My Love
Twentyfive



Kelva menunggu Lia di mobilnya, malam ini ia akan menemani Lia menuju kediaman Cantika. Luhan dan kedua orang tuanya satu mobil sedangkan Lia berdua dengan Kelva. Lia tampil cantik dengan gau panjang berwarna Babypink miliknya yang serasi dengan tuxedo hitam milik Kelva.


“Cantik banget sih, pacar siapa hayo?” goda Kelva.


“Ish jangan godain aku” ucap Lia kesal.


“Nggak kok nggak” ucap Kelva membukakan pintu untuk Lia.


“Nak Kelva, Bunda boleh nitip seserahan di mobil kamu?” tanya Mersa mendekati Kelva dengan sebuah seserahan berupa gaun dan tas.


“Oh boleh kok Bunda” ucap Kelva mengambil seserahan itu dan menaruhnya di jok belakang. Kedua mobil itu melaju menuju kediaman Cantika.


Alena sedang berdandan di kamarnya, malam ini Cantika akan di lamar dan ia ingin menyaksikan acara lamaran itu. Ia memakai gaun selutut berwarna merah darah, rambutnya ia sanggul agar terlihat dewasa dan tidak lupa lipstik merah terpoles di bibirnya.


“Alena ayo turun, sebentar lagi rombongan Luhan dateng” ucap Minah.


Alena segera turun dan duduk di samping sang Pama.


“Alena tolong bantuin Bibi bentar narok minuman” ucap Minah.


“Sana si panggil sama Bibi mu itu” ucap Agus kepada ponakannya.


“Iya Alena datang” ucap alena menyusul sang Bibi di dapur.


Ting Tong


“A-ayah mereka dateng” ucap Cantika gugup.


“Jangan gugup gitu, tenang aja” ucap Agus menenangkan putrinya.


Agus menyambut kedatang tamunya dengan senyum hangat. Ia menjabat tangan Herman lalu memeluk Luhan secara jantan. Di belakang pria itu ada Kelva, Lia dan Mersa yang membawa Seserahan.


“Mari masuk” ucap Minah yang menyusul tadi.


Alena yang melihat Kelva datang gugup seketika, ia merapikan penampilannya berharap Kelva meliriknya. Saat hendak menyapa ia berhenti karena melihat Kelva yang membantu Lia membawa seserahan.


“Ekhm langsung ke intinya saja, saya sebagai ayah dari Luhan bermaksud ingin meminang putri bapak untuk Putra saya” ucap Herman tegas. setelah mereka semua duduk di sofa dengan nyaman.


“Apa saya bisa menolak?” ucap Agus.


“Oh tentu tidak, mereka sudah menyebar undangan bahkan sudah mempersiapkan semuanya sebelum lamaran” ucap Herman.


“Saya menerima lamaran putra anda” ucap Agus.


Luhan tersenyum ke arah Cantika yang malu malu menatapnya, oh ayolah mereka seperti baru pertama kali bertemu. Luhan lega, setidaknya dia bisa memeiliki Cantika seutuhnya. Lalu ia melirik Alena yang terus curi pandang ke arah Kelva dan Lia.


“Ayo di nikmati makanannya” ucap Minah, ia menghidangkan beberapa makanan ringan dan minumn teh hangat.


“Lia sama Kelva makin lengket ya” ucap Minah melihat betapa perhatiannya Kelva pada Lia. ia sering mendengar hubungan keduanya dari Cantika, dan ia juga tau bagaimana kesabaran Kelva menanti Lia yang bangun saat koma dulu.


“Yah gitu, semenjak Kelva pulang udah kayak prangko sama surat” ucap Mersa menyahuti.


Alena meremas gaunnya kuat, apakah tidak ada yang menyadari perasaanya dengan Kelva. Oh ayolah semua orang seolah olah mendukung hubungan Lia dan Kelva.


“Oh iya, Alena kerja di kantor Kelva kan?” tanya Minah.


“Eh? Iya Bi, Kelva bos aku” ucap Alena.


“Kita juga temenan dari kampus” ucap Alena. Matanya melirik Lia yang sedang meminum teh.


Alena duduk di ranjangnya dan menata lurus ke depan. Setelah acara lamaran selesai, ia tidak menegur Kelva sama sekali itu karena Kelva selalu menempel dengan Lia membuat Alena geram.


“Nyatain aja kali ya? Tapi kalo cuman berdua takut di tolak. Ah pas pernikahn Cantika aja, kan nggak mungkin Kelva nolak bisa malu dia nanti” ucap Alena tersenyum sennag membayangkan Kelva yang menerima cintanya.


.


.


.


Hari berlalu hingga tibalah hari pernikahan Luhan yang di laksanakan di kediaman pihak mempelai Pria, Luhan nampak sudah siap dengan baju Kokoh dan kopiah hitamnya. Hari ini dia akan mengucapkan ijab qabul di depan banyak orang dan langsung dengan Agus.


“Jangan gugup gitu, lo kayak orang nahan poop tau nggak” ucap Kelva memukul bahu Luhan pelan.


“Gue gugup tolol, coba aja lo di bagian gue pasti bakal gugup” ucap Luhan kesal.


“Yeuh si pak mempelai jangan emosi nanti nggak jadi nikah” ucap bayu.


“Oh iya, kan lo udah nikah ni berarti nanti malem yang iya iya dong. Ceritin lah-“


“Dasar otak selangkangan” ucap Luhan memotong ucapan Bayu yang belum selesai.


“Bang, siap siap robongan Kak Cantika udah dateng” ucap Lia. Kelva terpesona, Lia menggunakan kebaya modern berwarna putih yang merupakan pakaian Couple keluarganya.


“Ayo bro kita bantu taku takut lo kabur” ucap Bayu mengajak Luhan turun ke bawah.


“Cantik banget sih, nggak usah keluar ya” ucap Kelva.


“Sebenernya aku takut” lirih Lia, tangannya bergetar. Banyak orang yang tidak ia kenal akan datang hari ini.


“Jangan jauh jauh dari aku” ucap Kelva menggandeng Lia untuk turun ke bawah.


Luhan sudah duduk ept di depan Agus di sampingnya terdapat Cantika yang sudah di dandanin sedemikin rupa dan mengenakan kebaya berwarna cream. Lia duduk di samping sang Bunda dan Kelva. Ia bisa melihat Alena yang menatapnya tajam. Keluarga dari Australia juga ikut datang menyaksikan pernikahan Luhan.


“Ekh hadirin harap tenang” ucap sang penghulu yang akan membimbing jalannya ijab qabul.


“Bismillahirahmanirahim Saya nikahkan dan Kawinkan engkau dengan putri saya Cantika Aruna Binti Agus Wicaksono dengan mas kawin seperangkat alat solat dan mahar sebesar enam puluh juta rupiah di bayar tunai”


“Saya terima Nikah dan Kawinnya Cantika Aruna Binti agus Wicaksono dengan mas kawin tersebut di bayar tunai”


“SAH”


Luhan menghelas nafas lega, ia mengucapkan ijab qabul dalam sekali tarikan napas. Setelah cara inti selesai, masuklah ke acara kedua. Kedua mempelai berganti pakaian dengan gaun dan Tuxedo.


Kali ini Lia dan Kelva memakan pakaian sepasang yang sudah mereka pesan beberapa hari lalu. Luhan dan Cantika duduk di pelaminan menyambut salaman dari para tamu yang datang. Alena mendekati seorang pembawa acara karena ia akan melakukan aksinya sekarang. Tapi sebelum ia menyentuh microfon, Siska sudah terlebih dahulu mengambil alih.


“Ekhm cek cek, baiklah hadirin sekalian harap perhatiannya” ucap Siska membuat semua atensi beralih kearahnya.


“Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada teman saya yang sudah menikah semoga menempuh hidup yang bahagia nantinya” ucapan Siska di amini para hadirin.


“Bertepatan dengan hari ini juga di adakan pertunangan sahabat saya yang merupakan adik kembar dari sang mempelai Pria dengan seorang pemuda”


“Untuk lebih jelasnya silahkan menonton Video ini”


Siska mengkode Bayu untuk menyalakan Video yang ada di laptop dan sudah tersambung dengan infokus dan layar putih di depan.


Video berputar menampilkan adegan dimana Kelva mendapat hukuman dari Lia saat masa SMA dulu. Lalu berganti dengan tampilan Kelva yang berkejar kejaran dengan Lia di koridor sekolah karena katahuan membolos. Video itu terus berputar hingga adegan dimana Kelva terpuruk saat Lia di rawat di rumah Sakit. Keseharian Kelva yang menanti Lia bangun dari koma hingga kepergian Kelva ke luar negeri. Di akhir Video terdapat tulisan dan suara Kelva.


Pertemuan kita memang unik, kamu yang hadir dalam hidupku karena kepergok memanjat pagar sekolah saat terlambat dengan sebuah cambuk.Saat itu aku berpikir, kenapa gadis ini manis tapi kejam. kau melayangkan cambuk ke arahku membuatku merinding seketika. Awalnya aku mau membalas perbuatanmu, tapi saat menyadari kalau kamu berbeda dari yang lain aku memutuskan untuk mendekatimu. Aku terus berjuang hingga akhirnya kamu menerimaku, susah senang kita lalui bersama.


Aku yang menyadari keunikanmu jika marah, jika menangis dan lain sebagainya. Sampai hari itu tiba dimana kamu terbaring di atas kasur rumah sakit dan tidak bangun. Aku menunggu hingga akhirnya aku harus pergi dan kamu sadar saat dimana aku sudah pergi. Tapi, sekarang kita bersatu kembali.


Aku akan menjagamu, melindungimu, menuntunmu, membahagikanmu dan banyak hal yang ingin ku lakukan berdua denganmu. Usia kita sudah cukup untuk ke jenjang yang lebih serius. Aku harap kamu mau menerimaku.


Lia Andristha Will You Marry Me?


Lia menutup mulutnya saat melihat hal tersebut. Ia menoleh ke samping dan mendapati Kelva yang tersenyum ke arahnya. Kelva menuntunnya menuju panggung. Berdiri berhadapan, lalu Kelva berlutut dan mengeluarkan kotak Beludru daru saku celana bahannya. Ia mengambil alih Mic dari Siska.


“Aku emang masih banyak kekurangan, dan kamu itu pelengkap dalam hidup aku. Jadi Lia Will You Marry Me?” lia menahan tangisnya.


“Terima Terima Terima” Siska menyoraki lalu diikuti oleh hadirin yang lain. Bahkan Luhan dan Cantika ikutan.


Lia menoleh ke arah Herman yang duduk di kursi samping pelaminan. Herman mengangguk, begitu juga Mersa yang tersenyum. alu Lia menoleh ke arah sang kakek dan nenek yang duduk di kursi tamu yang juga mengangguk ke arahnya. ia juga melihat Luke dan Roseta yang mengacungi jempol.


“Yes” ucap Lia. Kelva begitu senang, dia memang cincin di jari manis Lia tapi di hentikan Lia.


“Yang ini masih ada” ucap Lia menunjukk jarinya yang terdapat cincin pemberian Kelva sebelum ia pergi dari luar negeri.


“Nggak apa apa, pakek aja” ucap Kelva memasangkan cincin tersebut.


“Cieee di tunggu nih undangannya” ucap siska menyoraki.


“Selamat ya” hadirin yang hadir ikut menyoraki.


Alena menatap Kelva yang memeluk Lia dengan benci, sial rencananya gagal. Seharusnya dia yang disana bukan Lia. tanpa terasa air mata alena menetes.


“Kan udah gue bilang mending nyerah” ucap siska sinis.


“Gue bakal lakuin sesuatu” ucap Alena berlari ke arah panggung dan mendorong Lia yang untungnya di tangkap oleh Kelva dengan sigap.


“Kamu nggak papa?’ tanya Kelva panik. lia menggeleng, dia hanya terkejut.


“Alena apa apaan ini?” bentak Kelva.


“Aku suka kamu” ucap Alena lantang membuat keadaan Hening seketika.


“Kamu nggak pernah lirik aku, tingkah kamu selama ini aku kira naksir aku tapi kamu malah sama cewek kayak dia” ucap Alena menunjuk Lia dengan berderai air mata.


“Sorry kalo tingkah gue selama ini bikin lo salah ngartiin, gue udah sama Lia sebelum kenal sama lo” ucap Kelva datar. Oh ayolah, dia tidak tertarik dengan Alena bahkan dia tahu betul bagaiaman sikap asli Alena yang hobi bergonta ganti Pria.


“Kamu bohong, kamu bahkan manggil aku Lo biasanya juga Kamu, kamu berubah semenjak kenal sama dia si cewek nggak bener ini” ucap Alena.


PLAK


“Pergi dari sini atau kamu habis di tangan saya” ucap Herman menampar Alena keras. Dia tidak suka putrinya di rendahkan begitu saja.


“Alena udah...” Minah menarik Alena menjauhi acara. Agus meminta maaf sebesar besarnya kepada semuanya karena tingkah laku Alena. Lia menatap Alena dalam diam.


.


.


.


Hubungan Kelva dan alena merenggang seketika sejak kejadian itu. Alena masih bekerja di kantor Kelva tapi keduanya tidak bertegur sapa sama sekali.


“Siapkan rapat segera, saya ada acara setelah ini” ucap Aksa di bagian divisi keuangan tempat Alena bekerja.


“Baik pak” sahut semuanya kompak.


Kelva menatap semuanya datar, entah kenapa setelah kejadian kemarin membuatnya badmood hingga hari ini. Matanya tanpa sengaja bertemu pandang dengan mata Alena. Kelva menatap kesal Alena karena gadis itu dia di hakimi oleh sang Ibu dan calon Ayah mertuanya.


Drrt Drrt


Kelva merogoh ponselnya yang bergetar dan mendapati nomor Lia menelponnya.


“Halo, kenapa?” suara Keva tiba tiba melembut.


“...”


“Oh ok nanti aku jemput” Kelva mematikan sambungan telepon lalu menata semua karyawan divisi keuangan.


“Rapat di batalkan, saya mau pergi viting baju. Saya harap besok berkas laporan ada di meja saya” ucap Kelva meninggalkan Divisi Keuangan. Alena diam, dia iri dengan Lia yang bisa mendapatkan Kelva.


Dia  harus melakukan sesuatu yang lebih agar kelva bisa menjadi miliknya. Yah sesuatu itu yang mungkin bisa menyebabkan adanya korban. Alena menyerigai kejam, bagaiamanpun Kelva miliknya.


TBC