
Seorang perawat memanggil yeon jun, yeon jun menghampiri ranjang hwa young yang kini terbaring dengan selang infus dan perban di bawah lehernya. Leher hwa young telah selesai di jahit. “anda wali pasiennya ?” Tanya dokter “wali pasien sedang dalam perjalanan, laki-laki ini yang membawa pasien..” jawab perawat “oh begitu, pasien kini telah melewati masa kritisnya, pasien tersedak dan minuman yang di minumnya menyubat pernapasan ke paru-paru di area leher bawah menyebabkan syokh beruntung pasien segera di larikan kerumah sakit” “terimakasih dokter” ucap hwa young dengan lirih. Dokter itu tersenyum “anda beristirahatlah, setelah cairan infusnya habis anda di perbolehkan untuk pulang, kalau begitu saya permisi” dokter pergi bersama perawat. Tepat saat itu jin young menghampiri dengan khawatir “noona… apa yang terjadi dengan noona ? kenapa dengan leher noona..” “aku tidak apa-apa..” jawab hwa young dengan lirih, baru setelahnya jin young menyadari keberadaan orang lain. Ia menoleh dan mendapati yeon jun berdiri tak jauh darinya. “hyung.. (sebutan untuk kakak laki-laki dari adik laki-laki) kenapa kau di sini ?” “dia yang membawaku kemari” jawab hwa young lagi dengan lirih. “benarkah.. hyung.. terimakasih banyak sudah membantu kakakku” sambil menjabat tangan yeon jun. “ah.. kebetulan sekali hyung yang menolong kakakku tapi apa kalian saling mengenal ?” “tidak..” jawab yeon jun dengan singkat dan datar “kalau begitu biar aku perkenalkan, hyung ini kakakku lee hwa young yang pernah aku ceritakan dan noona perkenalkan ini temanku di klub ahn yeoun jun hyung” “ah iya salam kenal” ucap hwa young dengan mengangkat tangan sembari terbaring, yeon jun hanya diam tidak merespon. “karena kau sudah di sini, aku pergi” “baiklah.. hati-hati di jalan hyung..” jin young menunduk hormat. Yeon jun berbalik melangkah pergi. “tuan ahn yeon jun..” panggil hwa young, yeon jun menoleh. Hwa young beranjak, ia duduk dan menunduk hormat pada yeon jun “terimakasih atas pertolongan anda hari ini, saya tidak akan melupakan kebaikan anda” yeon jun hanya diam dan berlalu pergi. “noona.. apa kau sudah makan siang ?” Tanya jin young “ah benar aku belum makan apapun sejak pagi” gumamnya. “jin young-ah pergilah temui perawat apa aku boleh makan dan makanan apa yang harus aku hindari. Aku sudah tidak sabar ingin makan” “yess.. sister..” jawab jin young dengan semangat. Setelah pulang dari rumah sakit hwa young sibuk memilih gaun di kamarnya. Jin young membawakan semangkuk bubur ke kamar. “noona buburnya sudah siap… noona.. apa yang sedang kau lakukan ?” “aku sedang memilih pakaian untuk nanti malam” “noona mau kemana ?” “klub malam..” “kya.. noona baru saja keluar dari rumah sakit untuk apa ke klub malam !.. lagi pula noona tidak bisa minum-minum dengan kondisi ini” “aku kesana untuk bersenang-senang bukan untuk minum-minum lagi pula aku sudah lama ingin pergi dengan teman-temanku, aku sudah menantinya selama 10 tahun kau tahu, taruh makanannya di atas meja. Nanti aku akan memakannya” “tapi tetap saja noona…” “jin young-ah kau tidak perlu khawatir, ada choon hee dan hei ran yang menjagaku” jin young cemberut memonyongkan bibirnya. “kereee… (baiklah..) jaga diri noona jangan sampai mabuk” “iya.. tutup lagi pintunya ya” jin young berjalan keluar, sebelum menutup pintu hwa young memanggil adiknya “jin young-ah.. gumawo.. (terimakasih)” jin young tersenyum lembut sebelum menutup pintu.