My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
penyampaian pada saudara



Jin young terbangun dari lamunannya karena temannya memanggilnya beberapa kali. Ia tersadar dan mendapati keduanya telah menghilang dari pandangannya. Yeon jun pulang ke rumah dengan mengendarai mobilnya, ia berpapasan dengan mobil hyun jun kakak sulungnya di depan rumah. Hyun jun keluar mobil dulu “oohh yeon jun-ah kau pulang, kau habis dari mana di akhir pekan seperti ini? pergi kencan ?” yeon jun diam merenung. “ada apa dengan dirimu ? mari kita masuk” sambil merangkul bahu adiknya memasuki rumah. Tercium bau enak ketika keduanya memasuki rumah “kya.. choon hee-ah harumnya enak sekali.. apa yang kau masak ?” sapa kakaknya yang langsung bisa melihat adiknya di dapur karena tidak ada sekat ruang di lantai dasar yang meliputi ruang tamu, ruang makan, ruang keluarga dan dapur. “ah.. oppa kalian pulang.. aku memasak banyak makanan untuk makan malam nanti” “begitukah..”ucap hyun jun yang menghampiri adikya yang sedang membuat sup. “cobalah..” sambil menyuapi kakaknya “heemm.. enak seperti biasa..” ucapnya sambil tersenyum ramah.berbeda dengan kakaknya yeon jun hanya berlalu berjalan di tangga menuju kamarnya di lantai atas. Yeon jun dan hyun jun menonton tv bersama dengan choon hee yang masih menyiapkan makan malam, “oppa.. kemarilah dan makan” panggil choon hee pada kedua kakaknya. “aku pulang..” ucap seo jun sambil membuka pintu “seo jun cepat kemari dan makan..” semua berkumpul di meja makan. “choon hee-ah bagaimana perkembangan kasusmu kali ini ? apa kau sudah memiliki petunjuk lagi ?” “sudah oppa hanya saja itu belum banyak membantu kami harus bekerja lebih keras lagi” “berhati-hatilah..” “siap oppa..” sikap dan tatapannya yang awalnya manis tiba-tiba berubah 180 derajat pada seo jun “kya… seo jun-ah apa kau habis latihan di agensi ?” “iya noona.. sebentar lagi aku akan debut jadi aku harus latihan lebih keras lagi” “dasar kau ini.. pikirkan juga tentang nilaimu.. kau ini mau masuk kelas 3 !” “baik noona..” jawabnya dengan lesu. “hyung-ah.. choon hee-ah..” yeon jun tiba-tiba angkat bicara “hemm… ada apa ?” jawab hyunn jun `”apa lusa kalian free ?” “sepertinya iya, kenapa ?” jawab hyun jun sambil mengunyah “ada makan malam keluarga” jawab yeon jun dengan singkat. choon hee langsung terbatuk “apa ? makan malam ? dengan keluarga hwa young ?” “hwa young ? siapa dia ?” Tanya hyun jun bingung “calon istri yeon jun oppa” “apa ?!” respon si sulung, semua saudaranya berhenti makan menatap kearah yeoun jun secara bersamaan dan diam seperti mode pause. “waahh.. daebakk..” ucap seo jun dengan masih tak percaya. Yeon jun dengan tenang terus makan, “choon hee-ah apa kau serius kau jangan bercanda ” “benar lelucon noona sangat garing tidak lucu sama sekali” “kau ini ada-ada saja..” ucap hyun jun sambil memasukkan makanan dalam mulutnya “tentu saja aku tidak berbohong, yeon jun oppa akan menikahi sahabatku hwa young” “hwa young sahabatmu.. sepertinya nama itu tidak asing ?” “jadi itu benar hyung akan menikahi gadis itu ?” Tanya seo jun masih tak percaya “Betul.. ah benar, oppa dulu pernah menyukainya” jawab choon hee “apa ? aku ?” ucap hyun jun terkejut. “apa oppa sudah tidak mengingatnya ? dia gadis pertama yang menolak oppa” “aahh.. gadis itu aku mengingatnya, tapi bagaimana….. yeon jun-ah.. kau bagaimana bisa..” “aku menghamilinya” ucapnya acuh sambil terus makan. kali ini seo jun si bungsu yang terbatuk mendengarnya. “kya.. oppa apa yang kau katakan ! ada anak di bawah umur di sini” ucap choon hee sambil melirik seo jun yang belum 18 tahun. Yeon jun hanya diam dan menatap choon hee tanpa ekspresi. 3 bersaudara duduk di halaman samping rumah sambil duduk di bangku kecuali si bungsu seo jun. hyun jun duduk membelakangi kedua adiknya dengan mengerutkan dahinya. Ia menghela napas dan menatap yeon jun. “yeon jun-ah.. bagaimana bisa itu terjadi ?” choon hee yang duduk terdiam langsung berdiri dan menjelaskan semuanya. Choon hee berbicara seolah seperti di mode speed kecepatan 3 kali lipat dalam bicaranya. “apa oppa mengerti ?” ucap choon hee, hyun jun menghela napas. “dasar kau ini ! kau memang harus bertanggung jawab ! itu baru namanya pria sejati. besok kita harus menemui keluarganya. Jika besok terjadi sesuatu hal di luar dugaan kita harus mempersiapkannya. Dalam kasus itu biar aku yang akan tangani” ucapnya dengan percaya diri. “tapi oppa..” “ada apa ?” “ayahnya adalah..” hyun jun mematung setelah mendengar siapa ayah dari gadis yang di hamili adiknya. Ia terdiam untuk mencerna sejenak dan langsung berteriak “kya..!!!! kenapa kalian membuat masalah ! kepalaku seperti akan pecah !” ucapnya dengan frustasi.