My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
pertemuan



setelah bertemu dengan kedua sahabatnay hwa young berada dalam perjalanan dengan mengemudikan mobilnya sendiri, ketika ia melihat sebuah tempat yang tak asing baginya hwa young segera menepi. ia menatap ke sebuah toko rental komik di hadapannya. Tanpa ragu hwa young masuk ke toko ia melihat koleksi-koleksi komik di rak dan membacanya. Hwa young tersenyum, seketika ia merasa bernostalgia “tempat ini tidak banyak berubah” gumamnya. Ketika SMP hwa young sering datang ke toko itu dengan menyewa komik-komik action kesukaannya. matanya tertuju pada satu arah “aah.. ada komik itu juga heavenly demon series ke 4 ternyata di korea sudah keluar” ketika ia mengambil komik itu orang lain juga mengambil komik yang sama. tangan keduanya tak sengaja bersentuhan. Tangan orang itu seakan menggenggam tangan hwa young. Karena hwa young terkejut ia segera melepaskan tangannya dari buku komik juga tangan orang itu. Hwa young menatap orang itu yang seakan di kelilingi kilauan , “siapa orang ini ? kenapa auranya begitu bersinar apa dia artis ? di tempat rental komik ? tapi itu tidak mungkin aku sangat konyol” batin hwa young melihat pria tampan dan tinggi dengan berpakaian rapih di hadapannya “saya yang pertama melihatnya” ucap pria itu dengan datar sambil berlalu “apa ?” gumam hwa young. Ia menghentikan langkah pria itu dengan menarik lengannya lalu berdiri di hadapnnya sambil menyikutkan kedua tangannya. “maaf tuan tapi saya duluan yang mengambilnya” “komik ini sudah ada di tanganku jadi saya yang berhak” ucap pria itu lagi dengan dingin. “apa ?!” pria itu pergi begitu saja menuju kasir. “kenapa aku harus bertemu dengan spesies seperti itu setelah aku kembali, wajahnya terlihat seperti rubah berekor 9 (makhluk mistis legenda di korea) jangan sampai keberuntunganku hilang karena bertemu dengan orang macam dia” gumamnya. Hwa young keluar dari toko dengan lesu karena tak mendapat komik yang di inginkannya. Ponselnya berdering “ah..halo jin young-ah..” ucapnya tak semangat “halo.. noona (sebutan untuk kakak perempuan) ada apa dengan suara noona ? apa noona sakit ?” “tidak aku baru saja bertemu dengan rubah berekor 9” “apa ?! apa maksud noona ? noona jangan mabuk di siang hari” “kyaa… bocah… siapa yang kau bilang mabuk di siang bolong !” ucap hwa young dengan kesal “noona bicara aneh seperti orang gila” “kyaa.. siapa yang kau panggil gila ?!” dengan nada hwa young yang semakin meninggi “noona jangan marah.. aku ini kan adik noona, orang paling manis dan tampan” ucap jin young dengan nada agyeo (sebutan imut). “sudahlah ku tutup telponnya” respon hwa young yang enggan menanggapi adiknya. “eh noona jangan dulu..” “ada apa ?” “noona di mana ?” “kenapa ?” “tolong jemput aku di kampus pleaseee..” ucapnya lagi dengan manja dan imut. “oke baiklah..” “saranghae noona (aku cinta kakak)” “nado.. (aku juga)”. hwa young baru sampai di kampus sambil mencari tempat untuk parkir mobilnya di tempat parkir terbuka. Ia mengirim pesan pada adiknya dan menunggu di dalam mobil. sebuah mobil parkir tak jauh darinya, pria di toko rental komik keluar dari mobil. hwa young melihatnya dari mobil “orang itu ? apa yang orang itu lakukan di sini ?” gumamnya. Seorang mahasiswa laki-laki dengan tampilan kasual dan sederhana menghampiri pria itu dengan ceria. Senyum menghiasi wajah pria itu yang awalnya tampak dingin dan kaku. Pria itu tampak senang dan begitu hangat pada laki-laki di hadapannya mata dan pandangannya sangat berbeda ketika bertemu dengan hwa young. “mungkin orang itu pengidap DID (berkepribadian ganda)” gumam hwa young.