My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Pagi yang gila



Hwa young keluar dari rumah dengan pakaian lengkap namun bertelanjang kaki, choon hee berdiri di depan pintu. “hwa young-ah..” panggil choon hee dengan wajah memelas. choon hee tampak sangat bersalah pada sahabatnya hwa young. Yeon jun membuka pintu dan keluar dari rumah “oppa.. (sebutan kakak laki – laki dari adik perempuan)” panggil choon hee “apa oppa ?” hwa young terkejut. Yeon jun melempar tas serta sepatu hwa young ke lantai dengan kasar. “kyaa…! Tuan ahn yeon jun !” teriak hwa young dengan lantang “sepertinya kalian sudah saling mengenal” ucap choon hee spontan “apa itu sesuatu hal yang penting untuk sekarang ?” Tanya hwa young dengan marah “hwa young tenanglah..” hwa young frustasi “choon hee-ah bagaimana aku bisa tenang aku dan orang ini.. akhh..!” hwa young semakin kesal ketika memikirannya “kalian saling kenal ?” Tanya yeon jun dengan datar “hwa young adalah sahabatku ketika SMP”. Yeoun jun hanya diam berdiri melihat tingkah hwa young yang tampak kesal sembari memakai sepatunya. “hwa young-ah jangan pergi dulu. Kita harus meluruskan semua ini. Aku mohon…. Dengarkan aku dulu oke..” bujuk choon hee sembari menggenggam lengan hwa young serta memasang wajah memelasnya lagi. Ketiganya duduk di sofa ruang tamu “apa ! jadi kau yang membawaku kemari ? choon hee-ah.. kenapa kau tidak mengantarku pulang ? atau setidaknya biarkan hei ran yang mengantarku atau memanggilkan taksi untukku ?” “maafkan aku hwa young-ah semalam ketika akan mengantarmu aku mendapat panggilan darurat dari atasan dan timku karena ada kasus yang harus aku urus, jadi terpaksa aku meninggalkan kalian di sini aku tidak tau jika harus mengurusnya sampai semalaman” yeon jun diam mendengarkan percakapan keduanya dengan menghela napas panjang. Choon hee berlutut di lantai di hadapan keduanya. “kya.. choon hee-ah apa yang kau lakukan ?” Tanya hwa young bingung melihat tindakan choon hee “aku minta maaf, aku benar – benar menyesal. Maafkan aku karena telah menyebabkan kecelakaan ini. aku benar-benar tidak punya pilihan. Maafkan aku..” “kya.. choon hee-ah” ucap hwa young tak enak hati karena melihat ketulusan choon hee. “choon hee-ah berdirilah..” ucap yeon jun choon hee tidak bergeming ia tetap berlutut sembari menunduk. “oppa memaafkanmu” choon hee mengangkat kepalanya menatap kakaknya “oppaaa…” panggil choon hee terharu “berdirilah..” ucap yeon jun dengan lembut. “terimakasih oppa..” yeon jun beranjak melangkah pergi melewati keduanya begitu saja. Melihat yeon jun pergi hwa young segera berdiri dari sofa “chogiyooo.. (permisi..) apa anda akan pergi begitu saja tanpa menyelesaikan apa yang terjadi ?” ucap hwa young dengan bahasa formal. yeon jun berhenti ia menoleh pada hwa young yang berdiri menatap menunggu jawabannya “saya tidak tertarik” ucapnya datar tanpa ekspresi. hwa young tersenyum tidak percaya mendapat respon seperti itu. Hwa young maju selangkah “kya ! apa yang anda katakan barusan ! apa anda manusia ?! aku peduli karena ini menyangkut diriku. wanita yang akan di rugikan dalam kejadian seperti ini dan saya tidak mau itu terjadi !” “apa yang anda inginkan ?” jawabnya lagi dengan datar “saya hanya butuh tanggung jawab anda atas apa yang anda perbuat padaku semalam, jadi…..nikahi saya” mata yeon jun melebar mendengarnya. “apa ?” choon hee juga terkejut. Hwa young dan yeon jun saling bertatapan dari tempat keduaya berdiri.