My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
kafe



Di hari yang cerah tampak sebuah kota metropolitan dengan kemegahan dan hiruk pikuknya. Sebuah lonceng di atas pintu berbunyi, Seorang gadis masuk ke sebuah kafe di iringi suara lonceng pintu. ia berjalan dengan anggun menuju tempat order. tampak dari belakang dengan rambut kecoklatan bergelombang terurai panjang . dengan ramah karyawati kafe menyapa “selamat siang nona, selamat datang. apa yang ingin anda pesan ?” gadis itu membalas dengan senyum simpul. Secara perlahan terlihat jelas wajahnya, gadis cantik yang indah seperti bunga dan bersinar terang seperti matahari. “tolong.. ice Americano” sambil menyodorkan kartu kredit . “silahkan nona, kami akan mengantarkan pesanan ke meja anda” “terimakasih”. Tak lama setelah ia duduk ponselnya bergetar, seseorang mengirim pesan teks “maaf sepertinya kami akan sedikit terlambat ada kecelakaan lalu lintas, jalan di buka tutup satu arah jadi kami masih terjebak” “baiklah, hati-hati kalian” “terimakasih cantik” dengan emoji menggemaskan, Gadis itu tersenyum melihatnya. seorang karyawati menghampirinya dengan menaruh segelas minuman. “maaf tapi bukan minuman ini yang saya pesan” “tuan dari meja di sana yang memesannya untuk anda” ucap karyawati sambil menunjuk seorang pria tampan dengan pakaian berjas rapih yang duduk sendirian, pria itu menaruh senyum padanya. Karyawati itu memberikan sebuah note dengan bertuliskan “hallo.. salam kenal namaku choi kang min dengan tertera nomor ponsel juga alamat surel. Ia kembali melihat ke arah pria itu yang tersenyum sambil memberi isyarat dengan tangannya untuk menghubunginya. Pandangan pria itu terhalang karena seorang pria tiba-tiba berdiri di hadapannya. “permisi apakah saya boleh duduk di sini ?” ucap pria tampan berperawakan tinggi. Pria itu tersenyum ramah “maaf tuan tapi kursi-kursi ini sedang menunggu kehadiran orang lain” “tapi bolehkah saya berkenalan dengan anda ?” ia terdiam sebelum akhirnya tertawa canggung “haha.. iya” “perkenalkan nama saya seung do yun” sambil mengulurkan tangan, ia menjabat tangan pria itu “nama saya Lee hwa young” pria itu tersenyum “nama itu sangat sesuai dengan anda, cantik dan indah seperti bunga” hwa young tersenyum “terimakasih” “bolehkah saya meminta nomor ponsel anda ?” “eumm.. bagaimana jika anda menulis nomor ponsel anda” dengan antusias pria itu memanggil pelayan untuk meminta kertas dan pulpen. “hubungi saya” sambil menyodorkan kertas, hwa young tersenyum sambil mengangguk. Dua perempuan berusia 20 tahunan masuk bersamaan ke dalam kafe. keduanya melihat sekeliling sambil melihat sebuah foto dari profil chatapp. “hwa young-ah..” panggil seorang perempuan dengan suara lembut. Hwa yeong menoleh dan tersenyum senang sambil melambaikan tangannya pada dua perempuan yang menghampirinya. “kalau begitu saya pergi, nona hwa young ” ucap pria itu dengan tersenyum manis. Ketiganya langsung berpelukan erat dengan senang. “aku sangat merindukan kalian” ucap hwa young “kami juga..” ucap hei ran “lihatlah dirimu kamu masih saja sangat cantik” ucap hei ran “kyyaa.. hei ran bagaiamana tinggimu tidak berubah sejak 10 tahun yang lalu” “kau sama sekali tidak berubah, wajahmu saja yang cantik tapi lidahmu begitu tajam” “hahahaha.. ketika berjalan bersamanya kau akan di sangka berjalan bersama anak SD jika ia tidak memakai heels ” ejek choon hee. Hwa young tertawa mendengarnya “hentikan kalian berdua” hwa young memeluk sahabat lamanya itu “maafkan aku hei ran kamu masih begitu manis dan lucu” hei ran tersenyum.