
Yeon jun mendorong wajah hwa young dengan kedua tangannya di pipi hwa young untuk melepas ciuman. Hwa young terus saja menciumnya, Yeon jun berusaha keras mendorong dan menjauhkan diri dari hwa young yang malah menggigit bibirnya dan merangkul leher belakangnya hingga susah di lepas. Yeon jun terus menarik wajah hwa young yang secara perlahan sedikit menjauh dari wajahnya tetapi dengan terus menggigit bibir bagian wajah yeon jun. “lepaskan saya..” ucap yeon jun hwa young tidak memperdulikan hingga akhirnya yeon jun berhasil melepaskan diri dari hwa young dengan jatuh terduduk di tepi jalanan. Ia langsung menutupi bibirnya dengan tangannya, dan menahan sakit. “dasar wanita gila !” umpat yeon jun, hwa young hanya berdiri sambil tersenyum sinis melihat yeon jun duduk di aspal dengan menatapnya tajam. Ia meledek dengan raut wajahnya sambil pergi. Yeon jun kembali ke bar dengan masih menutupi mulutnya dengan tangan. “yeon jun kau sudah kembali, cepatlah ada banyak pelanggan” ucap seorang pelayan bar. Yeon jun pergi ke tempat kerjanya, di dekat minuman. ia mencari masker di laci bawah meja “yeon jun berikan aku wiski” tutur seorang pelanggan. “baiklah.. mohon tunggu sebentar” tetapi yeon jun tetap masih mencari masker dengan terus menutupi bibirnya. Jin young mengenakan masker berwarna hitam. Ia membuka masker dan duduk di hadapan yeon jun “yeon jun hyung berikan aku minuman seperti biasa” “baiklah.. tunggu sebentar” jawabnya. Jin young penasaran “hyung apa yang kau cari di bawah situ ?” “aku mencari masker” “aku ada beberapa” yeon jun berdiri tegap “berikan aku satu” ucapnya sambil menutup mulut. “okee..” jin young memberikan satu pada yeon jun. “apa yang terjadi dengan wajahmu hyung ? kenapa harus memakai masker ?” “tidak ada.. cepat berikan maskernya” jin young menyodorkan masker. Yeon jun hendak mengambil, tangan jin young yang satunya meraih wajah yeon jun untuk menepis tangan yeon jun. jin young dapat melihat bibir yeon jun yang terlihat jelas bengkak “hyung kenapa dengan bibirmu ?” “bibirku di sengat semut” “benarkah..?” “iya..” sambil ia mengenakan masker. Jin young kembali ke rumah, ketika melewati kamar kakaknya ia membuka pintu dan melihat kakaknya sedang rebahan dan bermain dengan ponsel. “noona apa yang kau lakukan ?” “apa kau tidak bisa ketuk pintu ?” “ah maaf..” jin young memperhatikan sesuatu. Ia menghampiri kakaknya. Ia meraih dagu hwa young dan menatapnya cukup dekat. “kya..! jin young-ah apa yang kau lakukan ?” sahut hwa young dengan kesal “ini aneh ? ada apa dengan bibir noona ?” hwa young panik, ia segera melepas tangan jin young dari dagunya. “kenapa memangnya ?” “bibir noona bengkak” “oh itu… eumm.. bibirku di sengat semut” hwa young memutar otaknya. “di sengat semut ?” jin young teringat dengan kalimat sama yang di lontarkan yeon jun. ia kembali memperhatikan wajah kakaknya dari dekat “noona.. apa kau habis berciuman ?” “kya.. apa maksudmu ? apa kau gila ?” hwa young menjadi salah tingkah “sudahlah sanah kembali ke kamarmu” jin young pergi dari kamar kakaknya “jangan lupa tutup pintunya”. “apa adikku itu dukun ? kenapa dia selalu tahu ?” gumamnya. setelah menutup pintu jin young memikirkan sesuatu, ia menjadi curiga “tingkah noona dan hyung juga aneh tapi sepertinya itu tidak mungkin apa itu sebuah kebetulan ?” gumamnya. Di kamar hwa young tidak bisa tidur ciuman itu terus terngiang di pikirannya. Ia hanya bernaksud untuk bermain-main tapi itu malah membuatnya frustasi. “aku memang sudah gila.. aku harap aku tidak akan pernah bertemu lagi dengannya.”