My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
Tiga minggu



Hwa young membanting pintu kamarnya dengan keras lalu menjatuhkan dirinya dalam ranjang. Ia merengek dan meronta-ronta “aku sudah gila.. aku sudah gila.. apa yang harus aku lakukan sekarang”. Yeon jun duduk merenung di ranjang kamarnya. “apa yang anda inginkan ?” “saya hanya butuh tanggung jawab anda atas apa yang anda perbuat padaku semalam, jadi..nikahi saya” “bagaimana jika saya menolaknya ?” “mudah saja saya akan melaporkan ini pada polisi sebagai tindakan kekerasan seksual pemerkosaan. Lihatlah tanda kissmark di lenganku ini, dan seingatku semalam anda yang memulainya” yeon jun terbelalak sambil melihat ingatannya yang mencium dan menyentuh hwa yeong lebih dulu karena pengaruh obat dalam minuman yang di masukan oleh il sung. Yeoun jun menyadari ia bertindak tidak sesuai dengan nalurinya. choon hee diam menatap kakaknya yang diam berdiri tanpa mengelak ucapan sahabatnya. “kalau begitu laporkan saja” jawab yeon jun dengan tenang “oppaa…” panggil choon hee kesal dengan kalimat sembarangan yang di ucapkan kakaknya. Hwa young bersiku tangan “tiga pekan….” Ucap hwa young, yeon jun dan choon hee menatapnya “hwa young-ah apa maksudmu ?” tanya choon hee “jika dalam tiga pekan dari hari ini saya menemui anda, itu artinya anda harus menikahi saya. Tapi jika lewat dari tiga pekan saya tidak menemui anda itu artinya permasalahan kita selesai dan kejadian semalam tidak pernah terjadi” choon hee terdiam ia menatap kakaknya yang juga masih diam. “apa anda khawatir akan hamil ?” tanya yeon jun dengan dingin. “anda benar.. kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya”. Flash back end, Yeon jun menghela napas setelah mengingatnya. Tok..tokk..tok… seseorang mengetuk pintu kamar hwa young. “masuklah..” “noona kenapa tidak pulang semalam ?” Tanya jin young mengintrogasi “aku menginap di rumah teman ?” “apa teman ? itu tidak mungkin. Pasti noona habis tidur dengan pria” hwa young langsung menjitak kepala adiknya “jaga bicaramu, atau aku bunuh. Aku lelah cepat sana keluar.. keluarrr !” berteriak mengusir adiknya “jangan lupa tutup pintunya !” teriaknya lagi, jin young patuh menurutinya. Hari-hari terus berganti hwa young kembali pada rutinitasnya untuk bekerja. Di lobby kantor ia berjalan dengan percaya diri seolah sudah terbiasa meski baru seminggu ia bekerja, para karyawan menunduk ketika berpapasan dengannya. pintu lift akan menutup tetapi karyawan menahan dengan tangan agar hwa young bisa ikut bergabung dalam lift. Hwa young tersenyum ramah menyapa karyawan di lift. Hwa young berjalan melewati meja karyawan dengan karyawan yang memberinya hormat sebelum akhirnya sampai di ruangannya. Seorang karyawan wanita berusia 30 tahunan masuk dalam ruangan. “selamat pagi manajer lee” “selamat pagi sekretaris ma” “ini dokumen data rekapitulasi dari direktur bong sebelum beliau resign” “terimakasih sekretaris ma” sekretaris ma tersenyum “sepertinya riasan wajah anda berbeda hari ini, anda terlihat lebih segar dan cantik” “terimakasih pujiannya manajer lee, saya begitu antusias karena direktur yang baru akan datang hari ini” “oh begitukah” “kalau begitu saya pergi” “baik silahkan” tak lama para karyawan di kumpulkan hwa young juga di panggil untuk berkumpul. Direktur kang memanggil semua karyawan di divisi pengembangan. Hwa young berdiri paling belakang ia melipat kedua tangannya. Pria berbadan tegap dan tinggi berjalan dan berdiri di samping direktur kang. “selamat pagi direktur kang” “anda sudah datang direktur choi” sambut direktur kang dengan ramah seraya menjabat tangan dengan orang itu. “silahkan direktur choi..” direktur choi tersenyum, ia menatap wajah-wajah karyawan yang berkumpul di depannya. Parasnya yang tampan dan gagah membuat karyawan wanita menjadi begitu antusias “anyonghaseo yeorubun (halo semuanya..) salam kenal nama saya choi kang min direktur baru divisi pengembangan aeri electronics. Senang berjumpa dengan anda. Mohon bantuan semua. Saya harap kita semua bisa menjadi rekan kerja yang baik terimakasih” sapanya yang di tutup dengan senyum manis serta tepuk tangan dari para karyawan “direktur choi ternyata tampan” “dia juga masih muda” puji kara pegawai wanita. Direktur choi terus menaruh senyum, ia memandang kearah di mana hwa young berdiri. Hwa young sempat tertegun ketika di tatap direktur choi, ia segera menurunkan tangannya dan menunduk hormat. Direktur choi terus memandanginya dengan senyumnya yang menawan.