
Ketiganya duduk berhadapan “apa kalian sudah memesan minuman ?” “kami sudah memesannya” jawab choon hee tak lama pesanan mereka datang ke meja “oh ya hwa youang-ah siapa pria yang bersamamu tadi ?” Tanya hei ran “apa pria itu yang memberimu ini ?” sambil memegang kertas-kertas. Kertas itu langsung di rampas hei ran “kamu memang ratu lebah, dulu kamu sering kesulitan menghadapi para lelaki yang terus mengejarmu” hwa young menghela napas, Pria pertama yang memberinya kertas menghampiri dan menaruh satu cup minuman. Ketiga wanita itu diam menatap pria itu. Pria itu tersenyum manis “jangan lupa hubungi aku” sebelum melangkah pergi. “dia sangat tampan” gumam hei ran yang masih terpesona dan terus melihat punggung pria itu “ini gelas kedua yang dia berikan” gumam hwa young tak peduli. “jadi yang mana nomor pria itu ? lalu yang pria sebelumnya apakah ini nomornya ?” ucap heiran, choon hee menggelengkan kepalanya. “ambil semuanya untukmu, ngomong-ngomong kalian berdua apa kabar ? sudah lama sekali yah sejak terakhir kita bertemu” “kami sangat baik, kami terkejut saat mengetahui kau kembali setelah 10 tahun dan menghubungi kami ” ucap hei ran “maafkan aku 2 tahun belakangan aku tak menghubungi kalian. Aku sama sekali tidak bermaksud melakukannya. Aku benar-benar ada pekerjaan” “tak apa kami mengerti kau tidak perlu seperti itu” jwab hei ran. “kapan kau kembali ?” Tanya choon hee “aku sampai di korea kemarin” “bagaimana kehidupanmu di amerika ?” Tanya hei ran “aku melewati hari dan tumbuh baik di sana” “apa kau akan menetap ?” Tanya choon hee. Hwa young langsung tersenyum lebar “tentu saja” kedua temannya turut senang mendengarnya “kalian.. kesibukan apa yang kalian lakukan saat ini ?” “aku sibuk dengan banyak kasus akhir-akhir ini” jawab choon hee “dia seorang detektif” “waahhh benarkah ? itu mengagumkan. Temanku ini menjadi sherlock holmes” puji hwa young yang kagum dengan choon hee “aku baru di promosikan belum lama” jawab choon hee sembari merendah “kau sangat hebat.. Kalau kau hei ran ?” “kesibukanku masih sama.. aku sibuk memberi konseling pada murid-muridku yang bandel. Ahhhh… mengingatnya saja membuatku kesal” “kau pasti sangat bekerja keras untuk itu” respon hwa young “begitulah.. orang-orang menyebutnya karma” jawab hei ran “kenapa terdengar menakutkan seperti itu ?” “kau tidak akan mengerti rasanya” “kau dulu murid bandel jadi sekarang terimalah” ucap hwa young sambil tertawa yang juga mengundan choon hee tertawa. “aku hanya sering kabur dari sekolah dan mengecat rambutku tidak seperti mereka” kedua temannya menanggapinya dengan berdecak kemudian kembali tertawa “kalau kau hwa young-ah ?” “oohhh.. aku di terima bekerja sebagai manajer di aeri electronics” “daebakkk… (hebat..) tapi kenapa kau tidak mengelola bisnis keluargamu ? kau bisa mengelola salah satu hotel milik ayahmu” “aku ingin bekerja dengan jalanku sendiri” hei ran dengan wajah datar memberikan dua jempol seraya berkata “real flex….” Hwa young tersenyum. “ah benar.. choon hee-ah.. bukankah kau free akhir pekan ini ?” tanya hei ran “iya..” “hwa young-ah ? bagaimana denganmu ?” iya aku free kenapa memangnya ?” “nicee…. Mari kita pergi ke klub malam ? bukankah itu dulu cita-cita kita ingin pergi ke klub malam bersama saat dewasa” usul hei ran “setuju..” jawab hwa young dengan cepat “ayolahhhh choon hee-ah” hei ran menarik-narik lengan choon hee. “baiklah.. aku ikut” “yeessss ayo akhir pekan ini kita ke klub” ponsel choon hee berdering “iya haloo.. detektif joo ah iya.. lokasiku tidak jauh baiklah.. baik… aku akan kesana“ ia menutup tepon “maaf sepertinya aku harus pergi ada urusan mendesak” “aku juga sepertinya harus pergi” pungkas hei ran sambil melihat jam tangannya “kalian pergilah” keduanya memang berjanji tidak bisa berlama-lama, hwa young mengabari keduanya secara tiba-tiba. “tak apa, kalian berusaha meluangkan waktu untukku”. “baik sampai jumpa hwa young-ah aku akan menghubungimu nanti” ucap choon hee “baiklah..” “sampai jumpa ratu lebah” ucap hei ran sambil melambai. Hwa young tersenyum melihat kedua temannya pergi, ia merogoh ponsel dan melihat foto lama bersama kedua temannya choon hee dan hei ran ketika ketiganya masih SMP. Nampak ketiganya dengan seragam sekolah dengan senyum merekah di dalam foto sambil terseyum lebar dan saling merangkul.