My Husband Have A Boyfriend

My Husband Have A Boyfriend
cinta pertama



Para direktur menunduk hormat. “selamat datang CEO Jeon..” sambil menjabat tangannya “selamat datang..” sapa direktur lain. Hwa young berdiri di tengah situasi canggung di antara para petinggi di perusahaannya. “CEO jeon..” panggil hwa young dengan canggung. “iya..” jawabnya “eum.. saya” “mari kita masuk bersama” ajaknya “apa ?” belum sempat hwa young mengatakan apapun, baek hyun memotong dan mempersilahkan dengan tangannya. Hwa young memandang ke semua orang sebelum pergi duluan yang di ikuti baek hyun dan di ekori para direktur. Baek hyun berjalan di dampingi direktur utama dan di samping sisinya adalah hwa young yang berjalan menunduk dengan napas tegang. Rombongan sampai di depan lift. Hwa young yang menekan tombol lift “silahkan COE jeon” sambil mempersilahkan dengan pintu lift terbuka. Baek hyun dan rombongan masuk dalam lift tinggal tersisa hwa young “nona lee kau tidak ikut masuk ?” ucap baek hyun dengan bahasa non formal atau banmal yang menandakan keduanya cukup dekat. “tidak.. terimakasih CEO jeon saya akan naik lift berikutnya” sambil menunduk hormat dengan pintu lift yang tertutup. Hwa young bernapas lega setelah pintu liftnya seluruhnya menutup. di ruangannya hwa young melamun sambil memainkan bolpoinnya. Ia menghela napas, “sekarang bagaimana aku bisa fokus bekerja.. atasanku adalah cinta pertamaku yang merupakan mantan pacar calon suamiku, cek..cek..cek..” sambil berdecak “ini akan bagus jika jadikan alur drama” lanjutnya sambil menggeleng-geleng. 6 tahun yang lalu di california amerika. Sebuah kampus besar tampak ramai dengan pekan raya dan bazar yang sedang di adakan. Para mahasiswa menjual berbagai makanan, produk dan barang untuk di jual. Karena bazar terbuka untuk umum, Bazar tampak ramai dengan pengunjung dari luar kampus. Hwa young sibuk memotong buah, ia menjual makanan disert sate buah yang di lumuri coklat dan minuman dingin bersama teman-temannya. “stroberrinya habis..” gumamnya. Hwa young pergi menuju sebuah mobil untuk mengambil satu kotak stroberry. Ia berjalan di dengan di keramaian orang-orang. Hwa young kesulitan membawa keranjang buah yang berat terlebih ia berjalan dengan berhimpitan dengan orang-orang. ia di dorong oleh orang di sampingnya yang membuatnya jatuh, semua strobery yang ada di keranjang berserakan. Hwa young segera memunguti stroberry memasukannya dalam kotak. Tapi sebagian besar stroberi hancur terinjak bahkan ia juga hampir terinjak. “ah.. ottokee..(ah bagaimana ini..)” gumamnya sambil terus memunguti strobery yang masih layak. Seseorang membantu memungutinya dan memasukkan dalam keranjang. “buahnya banyak yang hancur” ucap hwa young yang terus memunguti. Pria yang membantunya diam sejenak sebelum kembali membantunya. Keduanya berdiri setelah selesai memungut. “thank you..” “apa saya perlu membantu membawakannya ?” hwa young terdiam. Ia menatap lelaki di depannya dengan paras wajah oriental tampan yang tersenyum padanya. Sejak saat itu keduanya saling mengenal dan hwa young terus menaruh perasaan pada baek hyun. Hwa young duduk di rerumputan luas bersama teman-temannya di lingkungan kampus. Ia melihat baek hyun berjalan bersama teman-temannya. Baek hyun tampak tampan dan mempesona. Ia terlihat lebih menonjol karena paras dan juga gaya berpakaiannya yang fashionista. Hwa yeong tersenyum melihatnya “excuse me.. hwa young.. eumm.. this is for you..” ucap seorang laki-laki berkulit putih sambil menyodorkan cokelat. Pandangan hwa young masih terfokus pada baek hyun. Gadis berambut coklat keemasan di sampingnya menghela napas. Ia menyikut hwa young, baru hwa young tersadar dari pandangannya yang terus hanyut “why ?” Tanya hwa young polos. temannya menunjuk dengan wajahnya. Hwa young melihat laki-laki yang berdiri dengan coklat di tangannya. “oh.. hi..johny..” johny tersenyum “this is for me ?” johny tersenyum. “thank you..” hwa yeong mengambilnya dan malah berlari pergi menghampiri baek hyun. “oppa..” panggilnya. Baek hyun menoleh bersama teman-temannya yang juga ikut menoleh. Baek hyun tersenyum “ini coklat untuk oppa” “terimakasih hwa young-ah” teman-teman baek hyun tersenyum “oouuuuu… waw baek hyunn..” ucap mereka serempak dengan senyum meledek. Baek hyun tersenyum lebar sedangkan hwa young tersenyum malu-malu.